Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Kita harus bicara


__ADS_3

“Iya ini putra kami, Rangga Abiyasa! Kami biasa memanggilnya Abi!”


Sekarang kepala Felic semakin pusing, rasanya semua berputar-putar hingga membuat tubuh Felic limbung, untung saja langsung sigap di tanggap oleh Rangga yang memang berada


di depannya.


“Fe …, Felic …., kamu tidak pa pa kan?” tanya Rangga begitu khawatir.


“Gue nggak pa pa …!” ucap Fe dan langsung melepaskan tangan Rangga. Rangga hanya bisa terdiam saat Felic tidak lagi menerima tangannya.


“Duduklah …!” Rangga meminta Felic untuk duduk. Akhirnya Fe dan Rangga pun duduk.


“Abiyasa putra kami begitu mencintaimu, Sejak dulu setiap kali pulang yang di tanyakan hanya tentang nak Felic, makanya kami melamarkan nak Felic untuk putra kami ini!” ucap paman Beni saat semuanya kembali tenang.


Ini takdir macam apa sebenarnya …, kenapa seakan-akan Tuhan sengaja menjauhkan ku dari Rangga ….,pria yang begitu aku cintai semenjak dulu ….


Beberapa kali Felic memperhatikan Rangga. Ia ingin tahu kebenarannya tapi hatinya


terasa tidak kuat untuk bisa menerima semuanya, ia tidak ikhlas. Lalu sekarang


harus menyalahkan siapa.


“Paman …, bisakah saya minta ijin untuk bicara berdua sebentar dengan Felic!” ucap Rangga


pada ayah felic. Ayah Dul sekarang barulah paham apa yang sebenarnya terjadi, tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Putrinya sekarang sudah menjadi istri dari seseorang.


“Sebenarnya bukan hak saya lagi memberi ijin atau tidak, tapi jika ini penting dan untuk


meluruskan sesuatu silahkan saja!” ucap ayah Dul dengan sangat bijaksana.


🌷🌷🌷🌷


Di tempat lain dokter Frans yang tertidur tiba-tiba terbangun oleh suara bi Molly yang mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Boleh saya masuk tuan?" tanya bi Molly dari luar.


Dokter Frans mengeryitkan matanya, melihat jam dinding sudah menunjuk ke angka tiga, ia sudah sangat lama tidurnya.


"Iya bi, ada apa?"


Bi Molly pun segera masuk setelah mendapatkan ijin dari tuannya.


"Maaf tuan mengganggu, tadi tuan Rendi menghubungi tuan dan saya bilang kalau anda di rumah, mungkin sebentar lagi datang!"


"Terimakasih atas infonya bi!"


"Kalau begitu saya permisi tuan!"


dokter Frans pun hanya mengangguk, ia berusaha mengembalikan nyawanya yang baru separoh saja. Matanya melirik pada ponselnya yang berada di atas nakas dengan malas ia mengambil ponsel itu.


"Hah ...., ada sepuluh kali panggilan!" gumam dokter Frans terkejut, ia pun segera melihat siapa yang melakukan panggilan.


"Felic ....! jam dua tadi, jadi satu jam yang lalu!"


Dokter Frans pun langsung bergegas, ia mencuci mukanya dan menyambar tas kecilnya. Dengan cepat keluar dari kamar.


"Tuan mau kemana?"


"Aku pergi dulu bi ....!" ucap dokter Frans sambil terus berlari keluar rumah.


"Tapi tuan, tuan Rendi bagaimana?" tapi teriakan bi Molly sepertinya tidak lagi di dengar oleh dokter Frans karena ia sama sekali tidak menghentikan langkahnya, ia segera memacu motornya menuju ke tempat kerja Felic.


Sesampai di sana, rekan kerjanya mengatakan kalau Felic sudah pulang satu jam yang lalu. Dokter Frans pun kembali memacu mobilnya ke rumah mertuanya.


🌷🌷🌷🌷


“Bagaimana Fe, mau bicara sebentar denganku?”


“Bicara apa?”


“Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan!”


Akhirnya Felic pun menyanggupinya. Mereka pun meminta ijin untuk bicara sebentar di


luar. Saat sampai di luar rumah, mereka berpapasan dengan dokter Frans yang


baru sampai.


“Fe …., sorry ya tadi gue nggak denger pas lo telpon!” ucap dokter Frans, tapi segera


terdiam saat melihat pria yang berjalan di samping istrinya itu.


“Lo mau kemana?” tanya dokter Frans lagi.

__ADS_1


“Gue pergi dulu sebentar!”


Rangga yang berpapasan dengan dokter hanya tersenyum penuh persaingan. Dokter Frans


hanya terdiam menatap kepergian Felic dan Rangga. Hingga mereka menghilang


bersama mobilnya barulah dokter Frans masuk ke dalam rumah, kedatangannya


langsung di sambut oleh beberapa pasang mata.


“Selamat sore …!”


“Selamat sore …, masuklah. Ayah ada tamu mari ikut gabung bersama kami!” ucap ayah


Felic. Mata dokter Frans menangkap sosok pria paruh baya yang sempai ia temua


beberapa hari yang lalu sebelum pernikahan mereka.


Jadi pria tadi …, pria yang akan di jodohkan sama felic. Lalu kenapa Felic mau keluar dengan pria itu, sebenarnya ada apa ini? Kenapa juga gue kepo, lagian juga bukan urusan gue .... Batin dokter Frans. walaupun batinnya mengatakan itu, tapi hatinya berbeda, ada rasa yang hilang di sana.


“Om …., sudah lama?” sapa dokter Frans pada ayah Rangga.


“Sudah lumayan lama …, bagaimana pekerjaannya? Jadi nak Frans ini bekerja di rumah sakit? Rumah sakit mana?” Ayah Rangga bertanya dengan penuh intimidasi, ia ingin tahu apa sebenarnya kelebihan anak muda di depannya ini di bandingkan dengan putranya sehingga putri dari sahabatnya lebih memilih pemuda itu di bandingkan putranya.


“Alhamdulillah pekerjaan saya lancer om, sesuai dengan yang om dengar saya bekerja di rumah sakit FrAd Medika!”


“Wahhh …, pasti butuh usaha keras untuk bisa masuk rumah sakit itu, rumornya rumah


sakit itu milik salah satu anak angkat dari pemilik kerjaan bisnis Finitygroup.


Dan tidak mudah untuk bisa bekerja di sana!”


Mendengar ucapan ayah Rangga, dokter Frans hanya tersenyum. Ia tidak menyangka jika rumah sakitnya terkenal juga.


“Masih magang, atau sudah menjadi dokter tetap?”


“Saya hanya bekerja jika di perlukan saja, selebihnya saya lebih sering bersantai saja om!” memang sekarang menangani pasien bukan lagi tugas pokoknya, tugas pokoknya adalah mengatur kesejahteraan dari lima ratus lebih karyawannya.


“Kalau begitu, bekerjalah lebih giat lagi supaya bisa menjadi dokter tetap di sana.


Kalau lagi luang suka melakukan apa?”


“Main-main aja om …., jalan-jalan!” menjelaskan sesuatu tentang hidupnya kepada orang lain bukanlah hal yang penting, yang terpenting baginya hidupnya tidak merugikan orang lain, cukup dirinya saja lah yang tau tentang dirinya sendiri.


bekerja lebih giat lagi untuk menghidupi istrimu!”


"Terimakasih om atas sarannya ..!”


Ayah Rangga terus saja mencerca dokter Frans dengan berbagai pertanyaan yang


menyudutkan dan mencari kelemahan dokter Frans, tapi sepertinya sangat sulit


karena dokter Frans selalu berhasil menjawab setiap pertanyaannya dengan tepat.


🌷🌷🌷🌷


Felic dan Rangga akhirnya sampai juga di sebuah kafe tidak jauh dari rumah Felic,


mereka duduk di salah satu bangku, Rangga memesan dua gelas minuman dingin.


Mereka masih tetap diam sampai pesanan mereka datang. Mereka terlalu hanyut dalam


pikirannya masing-masing. Hingga akhirnya Rangga lah yang memulai lebih dulu


untuk bicara.


“Fe ..!”


“Hemm?”


“Kenapa kau tidak menerima lamaran ku? Padahal dulu aku sudah janji sama kamu kalau aku bakalan nglamar kamu saat aku kembali!”


“Gue tidak tahu kalau itu kamu, fan sekarang juga sudah terlambat!”


“Jadi sebenarnya kamu masih mencintaiku kan? Lalu kenapa kamu menikah dengan orang


lain!”


“Rangga …, kamu sudah punya tunangan, lalu kenapa kau melamar ku?”


“Tunangan …, tunangan apa?” Rangga terdengar begitu terkejut mendengar pernyataan Felic.


“Tunangan yang bersamamu saat reoni kemarin, teman-teman juga mengatakan hal yang sama!” ucap Felic tidak mau kalah.


Rangga begitu menyesal karena telah membawa sepupunya ke acara Reoni karena telah menyebabkan salah paham yang terus berlanjut.

__ADS_1


“Dia Fisya …, sepupuku!”


“Tapi kalian begitu mesrah, bagaimana gue bisa mengira jika itu sepupumu!”


“Aku masih sangat mencintaimu Fe, bahkan cinta ini semakin bertambah setiap harinya.


Berharap bisa mempersuntingmu dan menjadikanmu ratu di hatiku!”


“Sudahlah Rangga …, tak ada yang perlu di sesali, gue sudah menjadi istri dari seseorang, dan kemana saja selama sepuluh tahun ini, sepuluh tahun gue nungguin lo hanya untuk mengatakan kalau gue cinta sama lo dan lo tidak pernah kembali, gue rela di bilang tidak laku, gue di bilang perawan tua, karena saat teman-teman seusia gue nikah, gue masih belum ngenalin siapapun ke orang tua gue. lo tahu .... , itu sakit banget Ga ....! Dan saat itu ada orang baik yang mau nikah sama gue dengan tulus tanpa imbalan apapun, bagaimana gue bisa berfikir untuk berpaling darinya hanya demi bisa bersama lo ..."


"Maafin aku Fe ....!"


"Semuanya sudah berakhir. Gue sudah nikah sama orang lain!”


“Tapi aku tahu kau tidak pernah mencintainya kan, cintamu masih untukku!”


“Itu bukan urusan lo lagi!"


"Fe .....!"


" gue rasa pembicaraan kita cukup sampai di sini! Gue mau pulang!”


Felic pun segera berlalu meninggalkan Rangga. Tapi tangannya segera di tahan oleh Rangga.


“Aku akan mengantarmu lagi!” ucap Rangga.


"Lepas Ga ....!"


"Baiklah ...., tapi aku akan tetep ngantar kamu!"


Mereka pun pulang bersama lagi ke rumah


Felic. Rangga masih harus menemui ayahnya.


Saat hendak turun, lagi-lagi Rangga menahan tangan Felic, kali ini menariknya dengan


kuat hingga tubuh Felic mendarat dalam pelukan Rangga. Felic terdiam, ia


merasakan kenyamanan dalam pelukan itu.


Dokter Frans yang kebetulan duduknya menghadap ke luar dapat melihat jelas apa yang di lakukan Rangga dan Felic.


Apa-apaan mereka ...., bisa-bisanya mereka lakuin hal itu .... Batin dokter Frans dengan tangan yang mengepal sempurna.


Untuk sesaat Felic sempat terlarut, tapi kemudian kesadarannya kembali, ia mengingat


statusnya sebagai seorang istri dari seorang pria, tidak pantas ia melakukan


hal ini.


“lepas Rangga!”


“Fe …, aku sangat mencintaimu. Aku janji aku akan merebut mu kembali!”


Felic seakan tidak peduli dengan ucapan Rangga, walaupun hatinya menghangat. Tapi ia


tidak bisa mengabaikan statusnya saat ini. Felic segera berlalu, ia melewati


orang-orang yang berada di ruang tamu begitu saja dan langsung naik ke kamarnya.


Rangga menyusul di belakang dengan wajah dinginnya. Dokter Frans masih di tempatnya.


Melihat Felic berlalu begitu saja, ia pun memohon ijin untuk menyusul Felic.


“Kalau begitu saya permisi dulu, sepertinya Felic membutuhkan saya!”


“Iya silahkan!”


Dokter Frans berdiri dan berhenti sejenak di depan Rangga, mereka saling berhadapan


dengan mata yang saling menantang. Dokter Frans tidak suka rumah tangganya di


usik oleh siapapun apalagi oleh pria asing itu. Setelah sekian detik memberi


tatapan tajam pada Rangga ia pun segera menyusul Felic.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya di tunggu ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘❤️

__ADS_1


__ADS_2