
Dokter Frans pun segera melepas kemeja batiknya, meninggalkan kaos ketat warna putih yang melekat di tubuhnya.
Dokter Frans segera menghampiri istrinya itu dan memegangi kedua bahunya menatap istrinya dan memastikan jika tidak ada masalah dengan istrinya.
"Fe ...., aku tanya sekali lagi, kamu tidak pa pa kan?" tanya dokter Frans. Istrinya yang biasa nyablak dan tiba-tiba menjadi sangat manis.
Takut saja kalau dia kesurupan hantu pengantin desa .....
"Tidak sayang ...., aku tidak pa pa sungguh!" ucap Felic sambil menundukkan kepalanya.
Bukannya lega, dokter Frans malah tambah terkejut sekaligus bingung.
"Nah itu ....!" ucap dokter Frans, "Gini aja deh Fe, duduk dulu dan minum!"
Dokter Frans pun mendudukkan Felic di kursi, dan menuangkan segelas air putih kemudian menyerahkannya pada sang istri.
"Apa sih?" tanya Felic yang semakin di buat bingung juga.
"Ayo minum!"
Felic pun segera meminumnya hingga beberapa kali tegukan sampai gelas itu kosong dan meletakkannya kembali di atas meja.
"Nah sekarang gimana?" tanya dokter Frans sambil meminta Felic menata nafasnya dengan memberikan petunjuk menggunakan tangannya yang di buat naik turun di depan dadanya.
"Aku baik-baik saja ....., sayang!" ucap Felic dengan kata sayang yang di ucapkan dengan cepat berbeda dengan tiga kata di depannya.
"Fix nih ....!" ucap dokter Frans sambil berdiri dan mengusap kepalanya menariknya ke belakang hingga rambut panjangnya menyingkir dari keningnya. Dokter Frans berputar-putar sebanyak dua kali dan terlihat sangat berpikir.
"Apa sih, kenapa?" tanya Felic, ia lebih bingung melihat kelakuan suaminya itu, ia melakukan hal yang sama, menuangkan air putih di gelas bekasnya dan menyerahkannya pada suaminya itu.
"Kayaknya kamu juga perlu minum deh sayang!"
"Panggil aku lagi!" perintah dokter Frans sambil meneguk air putih itu sampai habis, ia benar-benar penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya.
"Sayang ....!"
Dan dokter Frans kembali bengong untuk kesekian kalinya. Ini panggilan termanis selama mereka menikah dan itu bukan hal yang lumrah bagi istri bar barnya itu.
"Bukan itu!"
"Hahhhh?" tanya Felic sambil mengerutkan keningnya.
Apaan sih Frans ini ...., apa aku memanggilnya masih kurang sopan? Aku sudah mengerahkan segala daya dan upayaku buat panggil dia 'sayang' dan itu masih kurang cukup ....
"Kamu nggak lupa kan sama nama aku? Kamu masih ingat kan kalau aku suami kamu?" tanya dokter Frans kembali untuk memastikan jika istrinya tidak sedang kesurupan.
"Maksudnya gimana sih sayang?"
__ADS_1
Arwah siapa yang masuk ke tubuh Felic? Jangan-jangan arwah nenek lagi ....., wahhhh gawat nih, harus panggil pak Kyai buat keluarin arwah nenek dari tubuh Felic ....
"Nek ....., ini Frans nek ...., jangan ganggu Felic ya, dia istri Frans yang paling Frans cintai, nenek sudah di alam lain jadi jangan ganggu kami ....!" ucap dokter Frans sambil mengatupkan kedua tangannya dan mengedarkan tatapannya ke seluruh penjuru kamar.
Hal itu tentu membuat Felic ikut bergidik geri mendengarnya. Felic pun langsung memeluk suaminya itu.
"Frans ....., kamu ngomong sama siapa? Beneran ada arwah nenek kamu ya di sini? Jangan nakut-nakutin aku ...., aku beneran takut, kamu tahu sendiri kan kalau aku penakut ....!" ucap Felic yang semakin menyusupkan wajahnya ke dada suaminya itu.
"Coba ulangi sekali lagi kamu panggil aku apa?" tanya dokter Frans saat mendengar Felic kembali memanggilnya dengan nama.
"Sayang!"
"Bukan yang itu!"
"Maksudnya gimana sih?"
"Ayo panggil nama ku!"
"Kamu Frans suamiku!"
Dokter Frans pun segera melepaskan pelukan Felic dan sedikit menjauhkan tubuh Frlic agar ia bisa mrlihat dengan jelas wajah Felic saat istrinya itu bicara.
"Kamu nggak kesurupan?" tanya dokter Frans membuat Felic mengerutkan keningnya kembali.
"Ya enggak lah ...., aku baik-baik saja!"
"Lalu ...., kenapa memanggil ku dengan panggilan sayang?"
"Oh ...., itu ....!" Felic bingung harus menjawabnya bagaimana, ia tidak mungkin mengatakan kalau dia cemburu pada gadis gadis desa karena telah mengagumi suaminya.
Ahhhh Frans pasti tambah tertawain aku ...., tambah malu aku ....
"Iya kenapa panggil sayang? Itu kamu lakukan dengan keadaan yang benar-benar sadar kan?" tanya dokter Frans lagi.
Felic pun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Itu ...., anu ...., sebenarnya gini!"
Dokter Frans benar-benar tidak sabar menunggu jawaban dari istrinya itu.
"Iya anu nya apa?" tanya dokter Frans.
Felic pun bertambah bingung, ia memilih berjalan menuju ke tempat tidur dan duduk di tepi tempat tidur itu. Dokter Frans pun mengikutinya dan duduk di samping istrinya, sebelum rasa penasarannya hilang dokter Frans masih akan terus mengikuti istrinya.
"Apa?" tanyanya lagi setelah duduk.
"Baiklah, gini aja, aku ngomong jujur tapi kita barter!"
__ADS_1
"Barternya apa? Uang? Masih kurang belanja bulanan nya? Kayaknya nggak sampek habis setengah yang aku kasih!"
"Bukan itu!"
"Lalu apa dong?"
"Kan kemarin cerita tentang kakek sama nenek kamu belum selesai, kamu lupa kan untuk lanjutinnya!"
"Ohhhh itu, baiklah ...., nanti setelah makan malam, gimana?"
"Baik deal ya ...!" ucap Felic sambil mengacungkan jari kelingkingnya dan dokter Fans pun segera menautkannya.
"Deal!"
Dokter Frans bersiap mendengarkan cerita dari istrinya itu sehingga membuat istrinya berubah seperti itu.
"Jadi tuh aku lagi ngobrol sama bu Ros yang punya hajat, katanya nggak baik panggil suami pakek nama, trus aku nanya, enaknya panggil bagaimana!"
"Trus kata bu Ros bagaimana?"
"Katanya kalau masyarakat sekitar biasanya panggil, aak, akang, abang atau mas, kalau sudah mempunyai anak, biasanya panggilan itu akan berubah untuk membiasakan sama anaknya agar tidak panggil ayahnya dengan nama saja, gitu!"
"Trus?"
"Ya trus aku milih panggil kamu sayang, nggak suka ya?" tanya Felic sambil memilin ujung baju tidurnya.
Cup
Tiba-tiba sebuah kecupan mendarat di pipinya membuat Felic menoleh pada suaminya itu dan suaminya itu tersenyum begitu lebar hingga menunjukkan gigi gingsulnya.
Ihhhh dia manisnya kelewatan banget sih kalau kayak gitu, gemes pengen gigit ...., batin Felic yang terpana dengan ketampanan suaminya itu.
"Aku suka ...., suka sekali ...., itu tandanya kamu benar-benar sayang sama aku!" ucap dokter Frans.
Srekkkkkk
Felic seger memeluk suaminya itu dengan begitu erat dan membisikkan sesuatu ke telinga suaminya.
"Aku pengen makan kamu sayang ...!" bisik Felic membuat dokter Frans tersenyum dan segera menarik tubuh Felic ke atas tempat tidur.
"Istriku mulai pintar sekarang!" ucap dokter Frans yang tepat berada di atas Felic dengan tangan untuk menyanggah tubuhnya agar tidak menindih tubuh Felic.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰