Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (87. Mencari tahu)


__ADS_3

Sepulang dari apartemen Rangga, mama rangga pun mulai banyak mencurigai suaminya.


Ia memang baru sadar jika akhir-akhir ini suaminya suka pergi-pergi dengan tanpa memberitahu tujuannya mau pergi ke mana.


Dan beberapa hari lalu ia juga sempat menemukan sebuah nota belanja, cukup banyak yang di belanjakan tapi bukan untuk keperluan rumahnya.


Apa mungkin papa ya yang sudah menyembunyikan wanita itu, jika iya trus papa nyembunyiin ya di mana?


Terlihat mama Rangga mulai bertanya-tanya, ia pun memilih untuk menunggu suaminya tidur, ia berencana akan menyelinap di ruang kerja suaminya untuk mencari tahu.


Selama ini ia memang tidak pernah tertarik untuk masuk ke ruangan itu.


Tepat tengah malam, ia segara mengendap-endap keluar kamar setelah memastikan suaminya tertidur, ia segera masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


"Kalau tidak gara-gara Miska, makan mungkin aku mau melakukan semua ini!"


Mama Rangga mulai memeriksa satu per satu laci yang ada di bawah meja kerja suaminya, mencari sesuatu yang mungkin bisa di jadikan petunjuk.


Tapi ternyata ia tidak menemukan apa-apa, tapi saat hendak pergi tangannya tanpa sengaja menyentuh sebuah buku di atas meja, terlihat rekening listrik rumah lama orang tuan suaminya,


"Sejak kapan papa ngecek-ngecek rekening listrik rumah lama?"


Karena penasaran, mama Rangga pun membuka rekening listrik itu, sekilas tidak ada yang aneh kecuali saat ia membuka dua halaman terakhir dari lembaran rekening listrik yang sudah di bandel jadi satu itu.


Terlihat ad perubahan yang signifikan di sana, dari pembayaran perbulan yang standard karena rumah itu tidak di tinggali hingga dalam dua bulan terakhir terlihat peningkatan pembayaran.


Yang awalnya lima puluh ribu per bulan menjadi seratus lima puluh ribu dan itu yang melakukan pembayaran adalah suaminya, jika di sewa oleh seseorang pastilah biaya listrik juga di tanggung oleh penyewanya.


"Apa mungkin ....! Sebaiknya aku cari tahu sendiri besok ke sana!"


Mama Rangga segera menyimpan kembali rekening itu ke dalam buku, ia buru-buru kembali ke kamarnya sebelum sang suami terbangun dan mencarinya.


Esok hari, mama Rangga terlihat sudah siap untuk pergi.


"Mama mau ke mana pagi-pagi sekali sudah rapi begini?" tanya sang suami membuat langkah wanita paruh baya itu terhenti.


"Ini pa, mama lagi ada acara sama temen-temen mama, papa di rumah aja ya jaga rumah!"


"Bukankah Minggu lalu mama baru ketemu teman-teman arisan mama!"


"Iya pa, yang ini beda! Sudah ahhh pa, mama takut terlambat!"


"Oh iya ma, sekalian nanti mampir aja ke butik!"


"Buat apa?"


"Lusa papa dapat undangan pesta dari kolega bisnis Rangga, pasti di sana orang-orang hebat semua yang datang, jadi mama cari gaun yang bagusan sedikit!"


"Kenapa nggak sama papa?"

__ADS_1


"Kan mama sekarang mau pergi, ya sekalian aja, lagi pula jas dan kemeja papa masih bagus semua!"


"Siap pa, mama bakal cari gaun yang terbaik nanti!"


"Tetep ma, nggak usah yang mahal-mahal!"


"Kebiasaan nih papa!"


Mama Rangga pun berlalu dengan kesal, ia Sudja hafal dengan suaminya. Jika ia memilih baju yang terlalu mahal pasti suaminya akan terus menceramahinya sepanjang hari.


Mama Rangga sudah memesan taksi, karena sudah terlalu lama tidak datang ke rumah tua itu, ia harus mengingat-ingat kembali jalan ke sana, beberapa kali terlihat sopir taksi menanyakan hal itu pada mama Rangga.


Akhirnya setelah perjalanan yang cukup lama, mama Rangga sampai juga di rumah itu. Rumah itu tetap sama, terlihat terawat meskipun sudah lama tidak di tinggali.


"Tunggu ya pak!"


"Baik buk!"


Mama Rangga segera turun dan mendekati rumah itu, ia melihat ke sekeliling tidak terlihat ada orang di rumah itu, ia juga mengintip di balik jendela yang terbuat dari kayu itu, di dalam terlihat gelap dan tidak berpenghuni.


"Ahhhh kayaknya aku salah, mungkin memang biaya listriknya naik!"


Sudah hampir ia beranjak pergi, tapi seseorang yang cukup ia kenal berjalan dengan langkah cepat menghampirinya,


"Ya ampun mbak yu apa kabar?"


"Saya baik, bagaimana kabar kamu dan keluarga?"


"Enggak, tadi hanya kebetulan saja lewat sini, saya kira ada yang menempati tapi ternyata tetap kosong-kosong aja!"


"Lahhh memang mbak Zea nya sudah pindah sedari satu Minggu yang lalu!"


"Jadi maksud kamu Zea tinggal di sini?"


"Loh mbakyu nggak tahu? Kang Beni nggak ngomong sama mbakyu?"


"Ngomong, mungkin aku lupa. Trus sekarang Zea nya pindah ke mana?"


"Kalau masalah itu saya nggak tahu mbakyu. Pokoknya yang aku tahu, beberapa hari sebelum mbak Zea pindah, dia itu sering sekali kedatangan tamu, mobilnya bagus-bagus!"


"Mobilnya bagus?"


"Iya mbakyu, kayaknya orang penting wong bawa pengawal juga!"


Siapa yang membawa Zea ....


"Jadi kamu nggak tahu dia pindah ke mana?"


"Nggak tahu, pamitnya juga cuma di wakilkan. Bahkan mbak Zea juga nitipin uang yang nggak sedikit buat anak-anak saya, katanya buat biaya pendidikan anak-anak!"

__ADS_1


Apa orang yang luar biasa yang sudah melindungi Zea, tapi siapa? Apa mungkin itu Ersya?


"Apa dia seorang wanita seumuran dengan Zea?"


"Bukan, dia seorang pria, kayaknya nggak beda jauh usianya sama kang Beni hanya saja terlihat lebih muda mungkin karena memang dia orang kaya!"


"Begitu ya, oh iya nanti kalau sewaktu-waktu ada yang ke sini tolong kamu tanyakan alamat Zea ya, nanti kamu hubungi saya. Ini nomor saya!"


"Saya kan sudah punya nomornya kang Beni, ini nggak usah!" pria itu menolak nomor yang sudah di catatkan oleh mama Rangga.


"Tidak, kalau ini sebisa mungkin jangan mengatakan pada suami saya, anggap ini hanya rahasia kita berdua!"


"Ohhh begitu, baiklah saya akan menghubungi mbakyu nanti kalau sudah tahu alamatnya mbak Zea yang baru!"


"Baiklah, terimakasih kalau begitu saya pergi dulu!"


"Iya mbakyu, hati-hati!"


Mama Rangga pun segera meninggalkan tempat itu, walaupun tidak mendapatkan Zea setidaknya ia tahu jika suaminya masih berusaha untuk melindungi Zea. Ia pun segera menghubungi Miska setelah berada di dalam taksi,


"Bagaimana Tante?"


"Iya benar, suamiku ternyata yang menyembunyikan Zea!"


"Lalu sekarang di mana Zea nya?"


Mama Rangga pun menceritakan semua yang ia ketahui,


"Jadi Tante tidak tahu dimana Zea sekarang?"


"Iya begitulah! Tapi bukan itu masalahnya, orang luar biasa yang sudah melindungi Zea itu siapa?"


"Mana Miska tahu Tante, seharusnya Tante yang tahu karena Zea menantu Tante!"


"Ya kalau Tante mengakuinya, Tante kan nggek pernah mengakuinya!"


"Ahhh sudah lah Tante, biar Miska cari tahu sendiri!"


Miska pun menutup telponnya secara sepihak membuat mama rangga kecewa dengan sikap Miska,


"Dia benar-benar arogan!?" gumamnya pelan tapi entah kenapa ia benar-benar tidak bisa lepas dari wanita yang menurutnya ideal sebagai calon menantu di awal, atau mungkin ia terlalu merasa tidak enak dengan mama Miska karena memang mereka sudah cukup lama berteman.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2