
Miska tidak tahu harus berbuat apa sekarang, bahkan mamanya tidak memberi solusi yang tepat untuk hidupnya.
Ia tengah duduk menunggu seseorang di dalam sebuah klub malam, suara bising musik dan lampu yang berkedip kedip seirama dengan musik yang tengah mengalun.
"Dia benar-benar ingin membuatku marah." gerutu Miska sambil meneguk minuman di gelas kecil.
Sudah satu jam ia menunggu tapi pria itu tidak juga datang. Miska pun beranjak dari duduknya dan melangkah keluar tempat itu. Tapi baru saja ia hendak masuk ke dalam mobilnya tapi tiba-tiba sebuah mobil yang cukup ia kenal berhenti di sampingnya. Perlahan pemilik mobil itu menurunkan kaca mobilnya,
"Naik ke sini saja!?"
Tanpa menjawab, Miska kembali menutup pintu mobilnya dan mengunci dari luar. Ia segera masuk ke dalam mobil pria itu.
"Bisa tidak kalau janjian itu nggak usah ngaret!" hardik Miska kesal. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan pria di sampingnya itu.
"Ayolah, Lo tahu gue sibuk."
"Jangan sok sibuk ya."
"Gue memang sibuk."
Mobil pun mulai melaju meninggalkan tempat itu, "Lagi pula emang kamu pikir di sana aman untuk bicara?"
Miska mengerutkan keningnya, ia menoleh pada pria di sampingnya yang tengah fokus pada jalanan,
"Jadi kamu tahu aku akan membicarakan sesuatu sama kamu?"
"Gue sudah terlalu hafal sama Lo honey, bertemu denganku hanya saat butuh saja!"
Akhirnya mobil berhenti di sebuah apartemen,
"Bagaimana, di sini aman kan?"
"Kamu yakin?"
"Memang siapa yang mau datang ke apartemenku!?" ucap Rizal dengan begitu yakin. Ia segara melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil, "Ayo turun." ajaknya saat melihat Miska masih tetap terdiam di tempatnya.
Tanpa menunggu perintah dua kali, Miska pun akhirnya turun. Ia mengikuti ke tempat Rizal.
"Seharusnya kamu mengatakannya dari tadi."
"Tidak surprise, honey!" Rizal menatap Miska dengan tatapan nakal.
"Jangan menggodaku di suasana genting seperti ini, nggak ngaruh."
Mereka pun sampai di dalam apartemen, bukan apartemen besar karena memang Rizal bukan pengusaha yang cukup punya banyak uang untuk membeli sebuah apartemen mewah.
Rizal tampak mengambil dua botol minum dari dalam lemari pendingin nya.
"Minumlah!"
Miska tanpa basa-basi segera mengambilnya dan meneguknya begitu saja,
"Ada apa?" tanya Rizal setelah ia juga ikut duduk. Rizal terlihat begitu capek hingga ia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, wajahnya juga tampak lusuh.
"Kamu tahu, apa yang terjadi padaku?"
__ADS_1
"Semua orang juga tahu, kalau kamu hanya seorang anak tiri dari tuan Seno, penderitaan apa lagi yang lebih mengkaitkan dari itu. hmmm?"
"Jangan menertawakan nasibku, kamu tahu aku bahkan sudah tahu hal itu dari kecil. Tapi yang lebih menyakitkan, posisiku telah tergantikan oleh di Zea itu."
"Sudah aku duga!" Rizal tersenyum tipis, itulah kenapa sekarang ia kembali dekat sama Zea. "Lalu apa yang bisa aku bantu untukmu?"
"Bantu aku jauhkan Zea dari Rangga!"
"Bukankah itu sudah kita lakukan sejak dulu."
"Tapi kamu sudah membuat kesalahan."
"Itu tidak begitu penting, tapi baiklah aku akan membantumu!"
"Baguslah, sudah malam. Aku pulang, aku akan menghubungimu lagi di saat di perlukan!" Miska sudah beranjak dari duduknya. Ia benar-benar tidak punya mood untuk sekedar bersenang-senang malam ini. Ia harus segera pulang dan memastikan Rangga juga pulang ke apartemen.
Di tempat lain, Zea dan Rangga baru saja selesai dengan pekerjaannya. Lebih tepatnya, menunda beberapa pekerjaan untuk besok pagi lagi.
"Aku akan mengantarmu, kamu tidak keberatan kan? Ini sudah malam soalnya?" Rangga terlihat begitu sungkan setiap kali menawarkan kebaikan pada Zea.
"Tidak masalah, aku malah akan senang. Tapi tidak merepotkan kan?"
"Hmmm!"
Zea pun menunjukkan alamatnya pada Rangga,
Sesekali Zea menatap pria yang duduk di sampingnya melalui ekor matanya, ingin sekali menyadarkan kepalanya di bahu pria itu. Tapi ia hanya bisa mengendalikan diri, dengan mengusap lembut perutnya yang sesekali berkedut.
"Ga!?"
"Apa kamu benar-benar jatuh cinta sama miska?"
Kali ini Rangga akhirnya menoleh sejenak pada Zea, ia bahkan meminggirkan mobilnya, "Ada apa?"
"Ya aku cuma ngerasa kamu tidak benar cinta sama dia. Kalau aku benar, kenapa mau menikah dengannya?"
Jika aku mengatakan aku jatuh cinta padamu, apa itu boleh ? Rangga menatap Zea dengan perasaan yang campur aduk. Jika saja ia tidak berpikir waras mungkin saat ini ia akan menyatakan perasaannya pada wanita bersuami di sampingnya itu.
"Ga, aku salah ya tanyanya?" sekali lagi pertanyaan Zea membuat Rangga tersadar.
"Nggak, mungkin kamu salah mengira saja!"
"Ohhh!" tentu jawaban Rangga berhasil membuat Zea merasakan sakit. Ia jadi tidak yakin kalau suaminya masih mencintainya. Ia benar-benar takut jika perasaan suaminya sudah berganti pada wanita lain.
Rangga pun kembali menjalankan mobilnya setelah Zea memilih untuk menatap ke sisi lain. Bukan apa, tapi Zea tengah mengusap air matanya saat ini.
Hingga akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Zea, Rangga segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Zea.
"Terimakasih ya Ga, kamu nggak mampir dulu?"
"Nggak usah, lain kali aja. Salam buat suami kamu!"
"Nanti aku Salami!"
"Bye, sampai jumpa besok!"
__ADS_1
"Hati-hati di jalan!"
Zea melambaikan tangannya saat mobil Rangga berlalu meninggalkannya.
Hehhhhh .....
Zea menghela nafas menatap kepergian rangga, rasanya hidupnya kembali hampa saat Rangga jauh darinya, "Sampai kapan kita akan seperti ini, Ga. Aku takut jika nanti perasaanmu berubah saat kamu belum mengingatku lagi!"
Setelah memastikan mobil Rangga tak terlihat lagi, Zea pun akhirnya masuk ke dalam rumah. Kedatangannya langsung di sambut tun Seno,
"Masuk sendiri, Rangga nggak ikut masuk?"
"Enggak pa, katanya sudah malam. Nggak enak ...!"
"Lain kali ajak masuk saja, kita bisa makan malam bersama, sudah makan malam belum?"
Zea merasa tidak enak saat tuan Seno menanyakan hal itu, "Maafkan Zea pa, tadi Zea sudah makan malam sama Rangga. Tapi jangan khawatir, Zea akan temani papa buat makan malam lagi!"
Tuan Seno mengusap rambut putrinya itu, "Baiklah sayang, ayo!"
"Hmmm!"
...****...
Rangga pun akhirnya sampai juga di apartemen, ia sebenarnya begitu malas untuk pulang mengingat ia akan bertemu dengan Miska.
Tapi ini apartemennya, mau gimanapun ia harus pulang. Ia tidak melihat mobil Miska di bawah, ia berharap Miska belum pulang.
Baru saja ia membuka pintu, Miska ternyata sudah menyambutnya di sana.
"Sayang, aku sudah masak buat makan malam kita, kita makan ya!"
"Maaf, aku sudah makan malam. Aku capek mau mandi!" Rangga benar-benar cuek dengan Miska. Ia berjalan menuju ke kamar tapi dengan cepat Miska kembali menghadang langkahnya dengan berdiri di depannya sambil merentangkan kedua tangannya.
"Ga, kamu keterlaluan ya. Bagaimana bisa kamu mengabaikan aku demi wanita yang sudah bersuami itu. Aku ini calon istri kamu, tidak genap dua Minggu kita akan menikah, semua sudah di persiapkan."
"Aku tahu, jadi jangan mengingatkan ku lagi. Kamu tidak dengar tadi, aku capek, mau mandi. Jadi aku mohon minggir!" Rangga pun langsung menepis tangan Miska dan kembali melanjutkan langkahnya ke kamar dan menutup pintu kamar dari dalam.
Rangga tidak langsung ke kamar mandi, ia memilih duduk di tepi tempat tidur, mengusap kepalanya. Merasakan sakit di kepalanya, ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Ia benar tidak pernah merasakan perasaan yang sama seperti yang ia rasakan sama Zea. Meskipun ia sudah cukup lama tinggal dengan Miska, tapi perasaan itu tidak pernah tumbuh. Sedangkan dengan Zea, ia baru bertemu beberapa hari ini tapi rasanya begitu berat untuk jauh dari Zea.
"Rangga, jangan aneh-aneh. Zea sudah punya suami, lupakan dia ada Miska yang harusnya kamu perhatikan." Rangga kembali mengingatkan dirinya sendiri. "Lebih baik aku mandi, mungkin dengan mandi aku akan kembali waras."
Rangga pun beralih ke kamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air dingin berharap dengan begitu ia bisa melupakan Zea.
"Tidak, bahkan bayangan Zea semakin jelas sekarang." Rangga sampai mengepalkan tangannya dan memukulkannya ke dinding bercampur dengan air yang mengalir di tubuhnya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1