Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Obrolan hangat 2


__ADS_3

Para wanita membuat gerombolan sendiri, mereka sengaja duduk di tempat berbeda agar


obrolan mereka tidak di dengar oleh para pria.


“Nadin…, maaf ya atas kesalahan pahaman kemarin!” ucap felic begitu merasa bersalah pada


Nadin.


“Nggak pa pa kak, aku juga sudah lupa. Lagian pantas saja kalau kak fe cemburu karena


memang dokter Frans begitu perhatian padaku!”


Bukan cemburu …, hanya saja aku


nggak mau jadi istri ke dua …., benarkah hati …, jangan menghianatiku ….


Felic seperti sengaja berdebat dengan hatinya sendiri, ia tidak tahu apakah saat ini


hatinya sudah untuk dokter Frans atau belum, ia hanya merasa nyaman saja saat


berada di dekat dokter Frans.


“Sebentar …, sebentar …., sebenarnya salah paham apa ini, aku kok nggak tahu sih?” tanya


Ara yang merasa tidak tahu apa-apa.


“Jadi gini kak, kemarin, pas aku lagi cek kehamilan sama dokter Frans. Kak Felicia


ini ngira aku ini istrinya dokter Frans!”


Ha ha ha


Ara benar-benar tertawa mendengarkan cerita dari nadin, nadin menceritakan


detailnya pada Ara.


“Tuh kan kakak saja ketawa!” ucap Nadin. Felic hanya bisa menutupi wajahnya karena


malu.


“Kamu tuh ada-ada aja Fe, nggak tahu apa jika suami Nadin ini lebih mirip body guard!”


ucap Ara sambil memegangi perutnya yang terasa kram.


“baru liat kemarin!” felic benar-benar merasa bodoh saat ini.


“Sudah-sudah …, jangan goda dia terus, bisa nangis dia kalau di goda terus kayak gini!” ucap


Ara menengahi.


“Oh iya Fe, dokter Frans sudah ngajak kamu pindah di rumahnya belum?”


“Sudah!”


“kapan?” tanya Nadin begitu penasaran, pasalnya ia sampai tidak dibolehkan untuk hadir di pernikahan mereka gara-gara dokter Frans tidak membiarkan jati dirinya


terbongkar.


“Kemarin!”


“Ih …, tahu gitu aku minta pak Dul datang ke rumah!”


“Ayah?”


Felic begitu penasaran saat nadin menyebutkan nama ayahnya.

__ADS_1


“Iya…!


Kak Felic nggak tahu kalau pak Dul kerjanya di komplek perumahan tempat kami


tinggal?”


“Nggak tahu ….!”


“Tapi pak Dul sudah tahu kan siapa dokter Frans?” tanya Nadin lagi.


“Iya!”


Memang kecerewetan nadin tetap saja tidak ada yang bisa menandingi, Felic memang


cerewet tapi tidak secerewet Nadin, ia hanya urakan saja. Tapi jika di tempat


yang sepertinya sepertinya nyali Felic untuk bersikap bar bar menciut sendiri.


“Seneng tahu bisa ketemu sama kak Felicia! Cocok banget sama dokter Frans yang banyak


bicara!”


“aku juga seneng!”


Felic benar-benar bersikap manis di rumah besar itu, ia tidak mau membuat dokter


Frans malu karenanya.


Banyak sekali yang mereka bicarakan, Ara memberikan beberapa tips untuk menjadi istri


seorang yang kadang tidak manusiawi itu. Jika suaminya saja seperti itu, ia


yakin jika sahabatnya pasti tidak jauh beda walaupun ia tahu dokter Frans lebih


manusiawi di bandingkan suaminya. Tapi sultan tetaplah sultan, mereka sering


“jangan kaku banget sama saya dan nadin, kami tidak jauh beda kok dengan kamu!” ucap


Ara saat hendak menyelesaikan wejangannya.


“Maksudnya?”


Felic menjadi sangat bingung.


“Kami juga berasal dari tempat yang sama, entah kenapa aku jadi merasa ibu menyukai


mendapat menantu dari kalangan biasa!”


“hahhhh?”


Felic benar-benar tidak percaya dengan apa yang di katakana Ara.


Maksudnya kalangan biasa? Apa?


Jiwa miskinnya meronta, ia berasa mendapatkan teman.


“Aku dan Nadin adalah adik kakak, dulu aku hanya sekertaris biasa di perusahaan


kecil yang di pimpin oleh suamiku, Agra! Aku tidak tahu jika di belakang


perusahaan kecil itu ternyata ada perusahaan super besar yaitu finityGroup! Aku


hanya gadis cupu yang tiba-tiba terjebak pernikahan yang rumit dengan bos ku! Tapi


karena pernikahan tidak sengaja itu, aku mendapatkan cinta yang luar biasa dari

__ADS_1


suamiku!”


Felic benar-benar tertegun dengan ucapan Ara, ia benar-benar tidak percaya jika


wanita anggun nan cantik di depannya ini dulu adalah gadis cupu, hanya karyawan


biasa di perusahaan kecil.


“Dulu juga begitu sulit menyesuaikan dengan kehidupan di sini, banyak sekali aturan


yang harus aku patuhi, tapi karena aturan-aturan itu membuatku jadi Ara yang


sekarang, Ara yang lebih kuat, Ara yang tidak pernah menyerah dengan keadaan!”


“kakakku ini memang luar biasa!” ucap nadin tidak kalah terharunya, ia segera memeluk


kakak perempuannya itu.


***


Malam semakin larut, Nadin sudah pulang lebih dulu bersama Rendi dan Elan. Kini giliran


dokter Frans yang mengajak Felic untuk pulang.


“Ra …!”


“Iya?”


‘Makasih ya atas ilmunya hari ini, semoga setelah ini kita bisa bersahabat!’


“Amiin!”


Ara segera memeluk Felic, mereka seumuran pasti bicara pun juga akan sangat


nyambung.


“Ya sudah kami pamit dulu ya!” ucap dokter Frans, Agra dan ara sudah mengantar


mereka sampai di depan rumah.


“Pesan gue cuma satu!” ucap Agra pada dokter Frans membuat dokter Frans mengerutkan


keningnya.


“Apa?”


“Kalau mau proses kira-kira, jangan di forsir, kasian bini lo!”


Dug


Ucapan Agra segera mendapatkan tendangan tepat di tulang keringnya oleh dokter Frans.


‘Augh …., sadis lo!” keluh Agra sambil memegangi tulang keringnya yang nyeri.


Dokter Frans tidak mau menanggapi sahabatnya itu lagi, ia memilih mengajak felic untuk segera masuk ke dalam mobil, bisa lama urusannya jika terus bicara sama Agra,


kadang mulutnya juga tidak tahu tempat.


Bersambung


Crazy up hanya untuk akhir bulan ya, mulai tanggal satu up nya normal lagi ya satu bab satu hari,


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘😘


__ADS_2