Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Tanpa Alasan


__ADS_3

Wilson menuju ke ruangan dokter Frans, ia mengambil berkas yang di katakan oleh dokter Frans, beberapa berkas yang di tumpuk di atas meja yang belum sempat ia periksa dan di tanda tangani.


Dokter Frans meminta Wilson untuk memeriksanya dan memastikan jika tidak ada kesalahan lalu mengirimnya kembali ke rumah untuk di tanda tangani.


"Terimakasih dokter Sifa!" ucap Wilson saat keluar kembali dari ruangan itu.


"Sama-sama, dokter Frans kenapa? Kok nggak ke rumah sakit?" tanya dokter Sifa yang penasaran.


"Nyonya Felic sedang sakit, jadi tuan dokter harus menjadi dokter pribadi untuk nyonya Felic!"


"Bu Fe sakit apa?"


"Demam karena main hujan-hujanan! Ya sudah dokter, saya permisi!"


"Silahkan!"


Wilson pun kembali menyusuri lorong rumah sakit, ia juga punya urusan dengan pihak atministrasi mengenai pembayaran beberapa barang yang sempat di kirim kemarin.


"Wilson ....!"


Seseorang memanggilnya membuat Wilson menoleh padanya.


"Maira? Kamu di sini?" tanya Wilson.


"Iya ...., tadi aku ke rumah kamu tapi sepi tidak ada orang, jadi aku pikir kamu di rumah sakit, jadi aku mencari mu ke sini!" ucap Maira yang sudah berdiri di depannya.


"Ada apa mencari ku?" tanya Wilson.


"Tadi rencananya mau ngajakin kamu makan siang, tapi kalau jam segini pasti kamu sudah makan siang, tapi aku belum makan siang, mau ya nemenin aku makan siang?" ucap Maira sambil menggelayut di tangan kekar Wilson.


"Tapi aku_!"


"Cuma sebentar aja, di kantin rumah sakit ini nggak pa pa deh ...., ayo ....!"


Maira segera menarik tangan Wilson, akhirnya Wilson hanya bisa pasrah mengikuti langkah Maira. Ia hanya menemani Maira makan siang karena ia masih kenyang.


...***...


Di tempat lain di dalam mobil itu, Tisya terlihat terus menggerutu karena yang katanya cuma lima belas menit kini sudah sampai setengah jam tapi pria itu masih saja belum kembali.


Yang menjadi masalah sekarang musim hujan, terlihat sekali langit sudah mulai gelap. Ia tidak mungkin terus di dalam mobil kalau hujan turun.


"Kemana sih si kucing itu ...., dia benar-benar menguji kesabaran ku saja ....!" keluh Tisya.


Dan benar saja, hujan benar-benar turun. Tapi dia sudah terlanjur terjebak di dalam mobil.


Tisya pun memilih membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya hingga sebatas leher, ia melihat petugas parkir yang duduk di tenda parkirnya.


"Hai ...., pak ...., sini ....!" teriak Tisya sambil melambaikan tangannya.


Petugas parkir itu pun segera menghampiri Tisya dengan memakai payung.


"Ada apa mbak?" tanya petugas parkir itu saat sudah berada di samping mobil Tisya.


Tisya pun segera turun dari mobil dan ikut bersama payung petugas parkir itu.

__ADS_1


"Antar saya sampai di depan gedung ya pak!"


"Iya mbak!"


Mereka pun segera berjalan cepat menuju ke depan gedung rumah sakit dengan satu payung, karena hujannya terlalu lebat membuat lengan kiri dan sebagian tubuhnya basah terkena air hujan.


"Terimakasih ya pak!"


"Sama-sama mbak!"


Tisya pun segera mengibas-ngibaskan tangannya ke bajunya yang sedikit basah agar lebih kering. Sepatu ya juga terlihat basah karena banyak genangan air di sepanjang jalan menuju ke depan gedung.


Tisya masih sangat ingat dengan ruangan dokter Frans, ia langsung menuju ke sana.


"Selamat sore dokter!" sapa Tisya pada dokter Sifa yang kebetulan sudah akan meninggalkan ruangannya untuk melakukan pemeriksaan rutin.


"Iya semata sore, ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter Sifa.


"Apa Wilson masih di ruang dokter Frans?"


"Wilson? Dia sudah keluar sekitar setengah jam yang lalu!"


"Apa Wilson mengatakan mau ke mana dulu sebelum pulang?" tanya Tisya.


"Oh iya ...., dia bilang mau ke ruang atministrasi karena ada yang mau ia kerjakan sebentar disini!"


"Terimakasih dokter atas informasinya!"


"Sama-sama!"


Tisya pun segera meninggalkan ruangan dokter Sifa. Ia segera menuju ke ruang atministrasi . Saat ia sampai di sana, ia sudah tidak melihat siapapun karena ruang atministrasi sudah tutup dua puluh menit yang lalu.


Tisya pun berjalan meninggalkan ruang atministrasi itu, ia hendak mencari ponselnya tapi ternyata ponselnya tertinggal di dalam mobil.


"Pakek tertinggal segala ....!"


Beberapa kali tampak Tisya mengusap lengannya karena bajunya yang basah membuat tubuhnya kedinginan.


Saat ia melewati kantin, ia seperti melihat orang yang ia kenal.


"Bukankah itu Wilson ...., bisa-bisanya ia malah di kantin sedangkan aku kedinginan di dalam mobil!" gerutu Tisya.


Ia tidak menyadari siapa orang yang berada di depan Wilson karena duduknya membelakangi tempat Tisya.


Tisya pun segera berjalan ke arah Wilson, Wilson yang melihat kedatangan Tisya pun segera berdiri, ia baru teringat jika ia sudah meninggalkan gadis itu di dalam mobil.


"Wil ada apa?" tanya Maira.


"Tisya!?" gumam Wilson membuat Maira pun ikut menoleh ke arah Tisya.


Karena Maira menoleh kepadanya kini Tisya tahu siapa yang bersama Wilson,


Deg


Seperti ada sesuatu yang menimpa hatinya, ia pun segera menghentikan langkahnya di jarak dua meter dari meja Wilson dan Maira.

__ADS_1


Kenapa kak Maira di sini ...., kenapa dengan Wilson? Apa Wilson sengaja menyuruhku menunggu di dalam mobil agar bisa ketemuan sama kak Maira? batin Tisya.


Wilson yang melihat Tisya basah kuyup pun segera berjalan mendekati Tisya dan melepaskan Jasnya lalu mengenakannya pada Tisya.


Tisya pun mendongakkan kepalanya menatap Wilson, membuat mata mereka saling bertemu.


Kenapa matanya begitu amat sihhhhh ....., batin Wilson. Ia merasa mata Tisya seperti minta untuk di lindungi.


"Wil ini kenapa?" tanya Tisya kemudian membuyarkan lamunan Wilson, Wilson pun segera mengalihkan tatapannya.


"Pakai agar kamu tidak kedinginan!"


Maira pun juga melakukan hal yang sama, ia segera menggeser kursi kosong di antara mereka.


"Duduklah ...!" minta Maira pada Tisya dan Tisya pun segera duduk di tempatnya.


Wilson kembali memanggil pelayan dan meminta coklat hangat untuk Tisya.


Kenapa Wilson begitu perhatian sama Tisya ...., apa Wilson menyukai Tisya ...., batin Maira melihat perhatian yang di berikan pada Tisya.


"Maaf aku jadi menggangu kalian, kalian sedang berkencan ya?" tanya Tisya dengan polosnya membuat Wilson dan Maira menatap ke arahnya.


"Kenapa? Apa aku salah bicara?" tanya Tisya yang masih bingung dengan tatapan mereka berdua.


"Sudah diam ..., dan minum coklat hangat mu!" ucap Wilson.


"Aku kan cuma bertanya!" gumam Tisya.


"Jangan bertanya yang kamu nggak mengerti!" ucap Wilson.


"Wilson ...., jangan di masukin hati kata-kata Tisya, dia emang kadang bicaranya suka nggak di saring dulu, tapi dia baik kok, Iya kan Tisya ....?"


"Iya kak!"


"Tapi ini tadi bisa di bilang kencan loh Wil ...., aku kan sebenarnya nyariin kamu mau ngajak kencan!"


"Hahhhhh ....!"


Kali ini gantian Wilson dan Tisya menatap Maira bersamaan.


"He ...., aku cuma becanda ...!" ucap Maira sambil tersenyum.


Spesial Visual Maira



Semoga mewakili imajinasi kalian ya, selamat membaca


Bersambung


...Cinta bukan hanya tentang sesuatu yang kamu rasakan, tapi tentang bagaimana kamu memperlakukan seseorang. Dan pada akhirnya, cinta yang kamu dapat, sama dengan cinta yang kamu usahakan. Kecuali kamu mencintai seseorang, tidak ada hal lain yang masuk akal...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2