Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (39. Akibat terlambat makan)


__ADS_3

Pagi sekali Rangga terbangun karena merasakan


perutnya begitu lapar. Ia membiarkan sang istri terlelap di balik selimut,


meninggalkan kecupan di kening sang istri sebelum beranjak dari tempat tidur.


Dengan hanya menggunakan celana boxer dan


bertelanjang dada. Rangga berniat untuk membuat mie instan atau apa untuk


mengganjal perutnya. Tapi ia di buat terkejut saat lemihat meja makan yang


masih penuh dengan makanan, bahkan makanan itu tidak tersentuh sama sekali.


“Aku bersalah sekali sudah membiarkan Zea lapar


semalaman, apalagi dengan apa yang kita lakukan semalam, itu menguras tenaga!”


gumamnya. Ia pun mengambil baskom sayur dan mulai memanasinya juga beberapa


lauknya.


Setelah semuanya di panasi, Rangga pun mengambil


satu porsi besar makanan dan membawanya ke dalam kamar lengkap dengan jus dan


air putih.


Rangga segera meletakkan piring itu di atas nakas. Ia


mendekatkan bibirnya pada telinga sang istri,


“Sayang bangunlah, kita makan yukk!”


Zea pun mulai terbangun, dengan begitu susah ia


membuka matanya, “Ga, ini jam berapa?”


“Masih jam empat pagi!”


“Kamu yakin kita harus makan sekarang?”


“Iya, begitulah. Kamu semalam belum sempat makan,


pasti sangat lapar!”


“Tapi aku malas Ga makan jam segini!” Zea bahkan


masih malas membuka matanya, bagaimana ia bisa makan jam seperti ini.


“Begini saja, kamu cukup duduk dan biarkan aku yang


menyuapimu!” Rangga membantu Zean untuk duduk dengan meletakkan bantal di


punggungnya.


Setelah memastikan Zea duduk dengan nyaman, Rangga


pun segera mengambil piringnya. Dengan telaten ia bergantian menyuapkan makanan


ke dalam mulutnya dan juga ke dalam mulut Zea. Zea bahkan mengunyah makanannya


sambil menutup matanya.


“Kapan habisnya?” keluh Zea yang sudah ingin segera


tidur lagi.


“Bentar lagi sayang, tinggal beberapa suapan lagi!”


“Tapi aku mau tidur lagi!”


“Baiklah, kalau begitu minum dulu jusnya, habis itu


air putihnya baru boleh tidur lagi!”


Rangga pun meletakkan piringnya dan mengambil


segelas jus, ia meminumkannya pada Zea.


“Sudah ya, aku mau tidur!” jus itu masih tersisa


setengah lebih tapi Zea sudah kembali merebahkan tubuhnya.


“Jangan langsung tidur sayang, nanti muntah!” Rangga


kembali menarik tangan Zea agar kembali dalam posisi tidur.


‘tapi Ga, aku benar-benar ngantuk, please …, aku


boleh tidur lagi ya!” Kali ini zea bicara sambil memohon karena memang dia


begitu mengantuk.


“Baiklah!” walaupun tampak tidak ikhlas tapi Rangga


mengijinkannya.

__ADS_1


Rangga pun akhirnya membawa piring kotor kembali ke


dapur dan mencucinya. Setelah melihat bagaimana Zea mempeersiapkan makan malam


mereka berdua, Rangga jadi merasa bersalah. Ia pun akhirnya memutuskan untuk


memasak makanan untuk sarapan pagi mereka. walaupun ia terbilang hanya tidur


sekitar satu jam, tapi tidak menyurutkan niatnya untuk memberi surprise pada


sang istri.


Matahari sudah tampak tinggi, zea yang baru bangun


dengan cepat berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia masuk pagi hari


ini.


“Ga, kenapa nggak bangunin aku sih?” keluh Zea yang


berjalan menghampiri Rangga yang sudah rapid an duduk di ruang makan sambil


memegangi layar datarnya.


“Kamu tampak lelap banget tidurnya, mana tega aku


banguninnya!”


“Tapi kan aku juga harus kerja pagi!”


“Belum terlambat sayang, masih setengah tujuh!”


“tapi tetap saja, ini namanya kesiangan!”


“Sudah jangan ngeluh terus, cepetan sarapan!” Rangga


membantu membukakan piring untuk Zea yang masih tertutup.


Zea menatap satu per satu makanan yang ada di atas


meja dan ia memastikan semua makanan itu bukan makanan yang semalam ia


hidangkan.


“Jangan bengong seperti itu, aku tadi sengaja


memasak buat kita sarapan. Kalau semalam kita gagal makan malam romantic,


sekarang kita bisa sarapan romantic. Biar aku ambilkan sup iga nya, kamu pasti


suka.”


memakan sup iga yang sudah di ambilkan oleh Rangga.


“Ini pasti enak!”


Tapi salah, saat makanan favoritnya itu sampai di


kerongkongan, rasanya ingin kembali ia muntahkan.


Zea pun segera bangun dari duduknya dan berlari ke


kamar mandi dan memuntahkan semua yang baru ia makan bahkan makanan yang sudah


ia makan pagi tadi.


“Sayang, kamu kenapa? Kamu tidak pa pa kan?” Rangga


etrus mengetuk pintu kamar mandi.


“Tidak pa pa, jangan khawatir!” teriak Zea dari


dalam kamar mandi.


Tidak berapa Zea keluar dan ternyata Rangga masih


menunggu di luar kemar mandi,


“Apanya yang sakit? Kamu kenapa? Kamu pasti masuk angina


ya gara-gara semalam tidak makan, atau gara-gara kamu kembali tidur setelah


makan? Ini semua salahku, andai saja aku tidak pulang terlambatr, atau aku


tidak memaksamu buat makan tadi pagi!”


“Ga, sungguh aku tidak pa pa, jangan khawatir. Ini


hanya masuk angina biasa, nanti siangan dikit juga sudah sembuh!”


“Baiklah, kita makan lagi ya!” Rangga menarik tangan


Zea tapi Zea menahan tangannya.


“Ada apa?”


“Aku nggak lanjut makan ya, maaf banget. Sungguh

__ADS_1


perutku sedang tidak ingin memakan sesuatu!”


Rangga terdiam sejenak, ia tidak mungkin membiarkan


istrinya dalam keadaan perut kosong saat bekerja. Lalu sebuah ide muncul,


“Bagaimana kalau aku buatkan kamu jus saja?”


“Baiklah, itu jauh lebih bagus!”


Zea memutuskan untuk tidak kembali ke meja makan.


Melihat makanan-makanan itu sudah cukup membuatnya mual. Ia memilih untuk duduk


di sofa ruang tamu.


Tidak berapa lama Rangga kembali dengan membawa


segelas jus,


“Minumlah, setidaknya biar perutmu terisi sesuatu!”


Zea pun segera menerimanya, ia meneguk perlahan jus


itu dan memastikan perutnya tidak menolak lagi. Tapi ia segera menghentikan


tegukannya saat melihat sesuatu di kening sang suami.


“Ga, kening kamu kenapa?” Zea bertanya sambil


meletakkan gelasnya ke meja.


“Oh ini?!” Rangga memegangi keningnya yang terbalut


plester luka dengan gambar kupu-kupu. “Sebenarnya semalam tidak sengaja


mobilnya menabrak pohon!”


“Astaga!!!” Zea begitu terkejut sambil memegangi


wajah Rangga dan memastikan tidak ada luka yang serius, “Ini sakit ya? Yang sakit


mana lagi?”


“Langsung sembuh tuh kamu pegang!”


“Ga aku serius!”


“Aku juga serius sayang, ini hanya luka kecil. Tidak


pa pa, luka ini tidak akan bikin aku mati dan menjadikan kamu janda!”


“Itu pasti tidak higienis, biar aku ganti ya


plesternya?”


“Boleh!”


Zea pun segera ke dapur dan mengambil kotak P3K


miliknya. Ia mengambil obat luka lalu mengobatkannya ke luka Rangga.


Ia membuka plester lamanya dan mengganti dengan yang


baru, tapi ia cukup tertarik dengan plester bermotif kupu-kupu itu terlihat


sangat langka.


“Siapa yang kasih plester ini, Ga?”


“Oh itu_, ada teman yang kebetulan melihat mobilku


nabrak, makanya dia membantu membersihkan luka ku.”


“Ohhh, aku kira kamu nabraknya sama siapa gitu!”


“Emang sama siapa?”


“Siapa tahu cewek!”


“Apaan sih sayang, kamu cemburu ya?” ucap Rangga


sambil mencubit pipi sang istri.


‘Maaf ya sayang, aku terpaksa bohong! Aku nggak


mungkin bilang kalau aku sama Miska, aku nggak mau hubungan kita yang sudah


baik ini kembali memburuk gara-gara ini’ batin Rangga.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2