Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Datang ke panti


__ADS_3

Setelah acara doa bersama dan santunan, malam harinya di lanjutkan dengan acara pesta


oleh para karyawan yang akan mengurus berlangsungnya taman hiburan itu, lebih


dari lima puluh orang di terjunkan sebagai karyawan tetap yang akan mengelola


taman bermain dan selebihnya adalah para pekerja yang telah ikut andil dalam


pembangunan.


Felic dan yang lainnya juga ikut meramaikan acara dengan mengikuti beberapa kuis yang


di adakan oleh panitia penyelenggara.


“Sudah malam, kita pulang ya!” ajak dokter Frans pada Felic. Felic yang masih asik


dengan Ara dan duo S ( sagara dan sanaya) sedikit kesal karena ajakan pulang


dokter Frans.


“Masih asik Frans …! Bersenang-senang dengan mereka sedikit mengurangi kesedihannya.


“Kita sudah dari pagi, besok lagi kalian kan masih bisa bertemu!”


‘baiklah ….!” Akhirnya Felic pun mau tak mau harus menurut apa kata suaminya.


Mereka pun ikut pulang bersama suaminya. Mereka sudah berada di dalam mobil berdua


saja, bohong jika saat ini hati Felic sedang baik-baik saja hanya saja ia terlalu pandai menutupi kesedihannya.


‘Frans …?”


“hemmmm?”


“Ada yang mau kamu bicarakan padaku?”


“Apa?”


“Yang aku tidak tahu!”


“Tidak penting, yang terpenting adalah yang kamu tahu saat ini, bahwa aku tidak akan


melupakan komitmen yang telah kita bangun!”


“Cuma itu? Maksudku tidak ada yang lain?”


“tentang perasaanku?”


“Mungkin saja iya!”


“Aku tidak yakin …, tapi semua akan baik-baik saja seperti biasanya!”


Dokter Frans kembali fokus dengan jalanan, Felic pun tidak mau lagi membahasnya.


Pembahasan itu sudah terlalui dalam tidak baik jika terlalu di paksakan.


Mereka pun sampai di rumah dan langsung di sambut oleh bi Molly.


“Selamat datang tuan, nyonya!”


“terimakasih bi!” ucap Felic dan dokter Frans. Dokter Frans memilih untuk berlalu begitu


saja sedangkan felic memilih menuju ke dapur untuk mengambil minum.


“Biar saya ambilkan nyonya!”


“Nggak pa pa bi, biar Felic saja !” Felic pun mengambil minuman dingin di dalam lemari


pendingin dan menuangkannya ke dalam gelas. Ia duduk di salah satu bangku yang


ada di dapur dan meneguk minumannya.


Bi Molly menemani Felic minum, “bagaimana acaranya, nyonya?” tanya bi Molly.


"Lancar bu ….!”


“Tuan pasti sangat capek ya?”


“Iya.…!”


Mereka kembali diam dan Felic pun kembali meneguk minumannya.

__ADS_1


“Bi….!”


“Iya?”


"Apa.bi Molly tahu di mana alamat pantu asuhan yang dulu tempat tinggal Frans?”


Bi Molly tampak terkejut mendengar pertanyaan Felic, ia tidak menyangka jika


nyonya nya itu tahu tentang hal itu.


“Kenapa nyonya menanyakan hal itu?”


“Aku ingin ke sana saja!”


***


Pagi ini setelah mengantar dokter Frans berangkat kerja, felic kembali lagi ke


kamarnya. Ia harus bersiap-siap untuk ke panti asuhan kasih bunda. Ada yang harus ia lakukan di sana.


Ia sudah tidak berminat untuk kembali ke  tempat kerjanya setelah kejadian beberapa hari yang lalu.


Felic sudah mendapatkan alamat panti dari bi Molly, walaupun sulit akhirnya bi Molly


memberikannya.


Felic sudah siap dengan penampilan biasanya, celana panjang dengan lubang di lututnya


dan juga kaos oblong. Itu adalah pakaian yang paling nyaman dipakai menurutnya.


“Bi aku berangkat dulu ya!” pamit Felic dengan sedikit berlari menuruni tangga.


“Nyonya …, jangan lari-larian seperti itu!” bi Molly seperti hendak menangkap tubuh Felic


saja.


“Nggak pa pa bi, Felic buru-buru!”


Felic sudah memesan ojek online tadi, ia sudah di tunggu di depan. Felic segera keluar rumah tapi langkahnya di hentikan oleh seseorang.


“Nyonya mau ke mana?” pria muda yang bertugas menjaga keamanan Felic, Wilson.


“Gue harus pergi, jadi jangan halangi jalan gue!”


“Gue sudah pesan ojek online, dia sudah nunggu gue di depan!”


"Saya sudah membatalkannya nyonya!”


Hahhhh …., apa-apaan nih …..


“Saya juga sudah mengganti rugi ojek on-line nya!”


Waaaahhhh …, parah nih orangnya …..


“Mari nyonya …, biar saya antar!”


Akhirnya Felic hanya bisa menyerah, ia tidak bisa pergi sendiri sekarang. Suami sudah


mengirimkan bodyguard untuknya. Felic begitu kesal sepanjang jalan, ia hanya diam tapi memang itu yang di harapkan Wison agar nyonya nya tidak banyak bertanya.


Mobil pun berhenti tepat di depan panti asuhan, felic pun segera turun tapi sebelum


turun ia terlebih dulu bicara pada Wilson.


“Siapa namamu?” tanya Felic.


“Wilson, nyonya!”


“Wil …, tungga gue di mobil saja, jangan nyusul gue sampai gue keluar!”


“Baik nyonya!”


Akhirnya Felic bisa dengan tenang meninggalkan Wilson. Ia tidak mau terus di buntuti, Felic pun segera memasuki pagar, terlihat anak-anak yang masih kecil sedang


sibuk bermain. Tapi terlihat tidak sebanyak kemarin pas di acara, sepertinya


sebagian dari mereka sedang sekolah.


“Hai ….!” Sapa felic pada anak-anak itu.


“Kakak Fe ….!” Mereka sudah mengenal Felic dari acara itu.

__ADS_1


“Hai apa kabar …?”


‘Kami baik kak!”


“Apa kak Zea nya ada?”


“Kak Zea kalau jam segini masih kerja kak, tapi kalau kak Neni ada!”


“Ya udah kalau gitu kak Felic boleh kan keliling-keliling tempat ini sambil nungguin kak Zea!”


“Iya kan boleh …!”


“Nanti kalau kak Zea nya datang, tolong kasih tahu ya kalau di tungguin sama kak Fe!”


“Siap kak!”


Felic pun memilih keliling tempat itu sambil menunggu kedatangan Zea. Ia ingin tahu


tempat seperti apa yang pernah menjadi tempat tinggal suaminya.


Hingga ia berhenti pada sebuah ruangan kecil sepertinya sebuah gudang. Felic tertarik


pada tulisan yang ada di pintu yang sudah usam itu.


Frans love Zea


“Sepertinya tempat ini menyimpan kenangan indah mereka berdua!” karena tulisan itu membuat Felic tertarik untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah itu, Felic pun perlahan


membuka pintu itu yang memang tidak di kunci. Walaupun tampak tua tapi bangunan


itu sangat terawat.


Ternyata bangunan yang terlihat kecil dari luar itu ternyata luas saat berada di dalamnya.


Di dalam juga tertata begitu rapi, barang-barang tau itu tertata di tempatnya, buku-buku berada di rak sesuai warnanya.


“Ini gudang atau apa sih? Kenapa banyak buku di sini? Lampunya juga nyala!” Felic


melihat beberapa buku, kesukaannya menulis membuatnya tertarik dengan buku-buku tua itu. Ada beberapa buku sejarah dan juga buku novel romansa kuno ada juga yang sudah modern atau buka terjemahan.


Kemudian langkah Felic terhenti pad arak buku yang berisi biodata anak-anak panti mulai


dari awal terbangunnya panti, tertata dari tahun ke tahun.


“Frans …!”


Kemudian ia terpikir untuk mencari tahu masa lalu suaminya dari buku-buku itu. Ia


mencari tahun yang kemungkinan suaminya itu masuk ke panti.


“Jika sekarang usia Frans tiga puluh tiga, ia keluar dari panti pas lulus SMA,


berarti keluar dari panti lima belas tahun yang lalu, jika sekarang tahun 2021


berarti lima belas tahun yang lalu 2006!” felic pun menuju ke rak tahun 2006.


“kalau Agra masuk ke panti di usia 10 tahun, kemungkinan Frans masuk di usia yang sama


atau mungkin lebih muda, karena usia Frans lebih muda satu tahun, tapi mereka sekolah di kelas yang sama, dari usia 18 tahun ke usia 10 tahun berarti 8 tahun, 2006 di kurangi 8 tahun berarti tahun 1998!” Felic beralih ke rak tahun


90-an.


“Berarti antara tahun 1995-an sampai tahun 2000-an!” Felic benar-benar mencari satu


persatu data itu, dan akhirnya ia menemukan map kecil dengan tulisan Frans Aditya.


“Akhirnya …..!” Felic membuka sampulnya, di halaman depan ada nama dokter Frans dan foto kecilnya sepertinya usianya sekitar tujuh tahun. Felic bisa menyimpulkan jika


suaminya lah yang lebih dulu masuk panti asuhan.


“Fe …!” tiba-tiba seseorang memanggilnya membuatnya kaget dengan cepat ia memasukkan map tipis itu ke dalam tasnya.


“Zea …!” Felic pun segera meninggalkan tempatnya dan menghampiri Zea.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘😘


__ADS_2