Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Cukup dengan ucapan


__ADS_3

Felic pun tidak mengubungi Wilson atau Frans, ia memilih pergi dengan menggunakan ojek online.


Ia sudah berdiri di depan kantor dan mulai mengetik di hp nya melakukan order ojek online. Untung saja jarak member ojek on-line itu jauh dari tempatnya sekarang jadi hanya menunggu lima menit saja, ojek itu sudah datang.


"Sama mbak Felicia ya?" tanya pria dengan jaket berwarna hijau itu.


"Iya ....!"


"Silahkan mbak helmnya!" ucap pria itu sambil menyerahkan helmnya.


Felic pun segera memakai helmya dan naik ke atas motor.


"Siap mbak?" tanya pengendara ojek on-line.


"Siap!"


Dengan perlahan motor itu meninggalkan kantor itu, semakin lama motor menambah kecepatannya saat sampai di jalan raya.


Hanya butuh waktu lima belas menit, akhirnya Felic sampai juga di depan


sebuah kafe A&A, kafe yang berada di seberang taman kota, cukup ramai


karena juga dekat degan pusat perbelanjaan.


Memang tidak terlalu besar tapi


cukup nyaman untuk menikmati suasana sore hari.


Felic tahu siapa pemilik kafe itu, Ara adalah pemiliknya. Ia pernah mengambil kue di tempat ini saat acara peresmian taman


bermain itu.


"Makasih ya mas ...!" ucap Felic sambil menyerahkan helmnya pada mas ojek online.


"Iya mbak ..., jangan lupa kasih bintang lima ya!"


"Siap mas ....!"


Felic pun segera masuk dan mencari sosok yang saat ini ingin ia temui, rasanya pengen marah dan menamparnya.


Tapi ia ingat perkataan seseorang beberapa hari lalu, saat itu ia sedang berada di rumah besar itu, tiba-tiba nyonya Ratih datang untuk menemuinya membuatnya terkejut.


Flashback on


"Nyonya ...!" ucap Felic begitu terkejut.


"Felicia Daryl ....!"


"Duduklah nyonya ...!"


Nyonya Ratih segera duduk dan Felic pun ikut duduk di sofa yang berbeda.


Felic benar-benar merasa gugup karena berhadapan dengan wanita itu, auranya selalu berbeda saat menghadapi wanita itu.


"Apa yang membuat nyonya sampai datang kemari?" tanya Felic dengan suara yang bergetar. Keberadaan bi Molly di belakangnya pun tidak memberi pengaruh apapun saat ini.


"Saya turut berduka atas gugurnya kandungan kamu!" ucap nyonya Ratih.


"Terimakasih nyonya ...!"


"Mau saya mengatakan sesuatu atau kamu mau aku membiarkan jadi diri mu sendiri?" tanya nyonya Ratih. Felic masih bingung mencerna ucapan nyonya Ratih. Baginya bahas nyonya Ratih begitu tinggi dengan otaknya yang di bawah rata-rata.


"Saya bukan ingin mengubah mu menjadi orang lain, tapi akan lebih baik jika kamu belajar menjadi yang lebih baik!" ucap nyonya Ratih lagi.


Bi Molly pun membisikkan sesuatu ke telinga Felic. Ia memberitahu maksud ucapan nyonya Ratih.


"Saya bersedia nyonya!" ucap Felic saat mengerti maksudnya.


"Baiklah ..., dengarkan baik-baik semua yang akan saya katakan!"


"Iya nyonya!"


"Berkelahi ..., bertengkar ..., memang kadang membuat kita merasa puas karena berhasil memukul seseorang, tapi asal kamu tahu jika pukulan itu bukan hanya dari tangan, pukulan yang paling menyakitkan itu yang keluar dari bibirmu.


Tidak perlu berteriak, mengeluarkan tenaga yang besar tapi ucapan halus dan tegas bisa menggetarkan lawan kita!


Kamu akan tahu bagaimana hebatnya efek ucapan itu di bandingkan pukulan, jadi jadilah orang yang lebih elegan agar orang tidak meremehkan mu!" ucap nyonya Ratih panjang lebar.


Flashback off


"Okey ...., aku akan jadi wanita elegan untuk mengalahkan nenek sihir itu ...!"

__ADS_1


ucap Felic sambil menarik nafas dalam dan menghembuskan beberapa kali.


Felic pun segera mengedarkan pandangannya. Ia mulai menggunakan gaya berjalan elegan.


Hingga ia menemukan sesosok yang duduk dan tidak kalah elegan dengan gaun warna navy khas wanita kelas


atas.


Felic pun segera mendekatinya, ia berusaha bersikap begitu tenang dan tidak akan meledak-ledak lagi.


“selamat siang, nyonya!” sapa Felic.


“Duduklah …!” ucap nyonya Tania. Felic pun segera duduk di depan wanita itu. Cukup lama mereka saling diam hingga akhirnya Felic mulai bicara.


“Apa yang ingin anda bicarakan!” ucap Felic dengan nada yang di buat seformal mungkin.


Belum sampai wanita itu menjawab pertanyaan Felic, mbak Rini tiba-tiba datang untuk menawarkan kue dan minuman yang di sediakan di kafe itu.


(Mbak Rini adalah karyawan tetap kafe A&A, tetangga lama Ara dan Agra kontrakannya)


Setelah memilih dua gelas minuman untuk mereka, mbak Rini kembali lagi dengan minuman yang sudah ia pesan.


Nyonya Tania masih begitu tenang, ia menyedot minumannya dan kembali menatap Felic. Felic masih duduk dengan begitu tenang.


"Baiklah ...., saya mau mengatakan hal serius sama kamu!" ucap nyonya Tania.


"Katakan!" ucap Felic mempersilahkan. Sikap Felic sedikit membuat nyonya Tania heran karena wanita di depannya itu berbeda jauh dengan yang ia temui beberapa waktu lalu.


“Pertama saya mau minta maaf atas kejadian beberapa waktu lalu!” ucap nyonya Tania. Mau bagaimanapun ia juga seorang itu, pasti sakit kehilangan calon bayinya. Tapi dia juga bersyukur karena ia tidak mempunyai cucu dari wanita yang ia pandang rendah itu.


“Cuma itu? Ada lagi?" tanya Felic.


"Lalu bagaimana lagi, itu hanya sebuah kecelakaan kecil, nggak perlu di besar-besar kan!" ucap nyonya Tania tanpa rasa bersalah.


"Apa nyonya tahu bagaimana rasa sakitnya kehilangan anak yang bahkan belum sempat dilahirkan! Atau memang nyonya bukan ibu yang seperti itu!”


“Aku sudah merasakannya terpisah dari putraku bertahun-tahun, jadi jangan di besar-besarkan! Saya cukup bersyukur karena anak itu tidak jadi lahir!”


‘itsss …, wanita macam apa anda ini, yang bahagia melihat wanita lain menderita!”


"Jangan merasa kamulah yang paling menderita!"


"Apa anda juga menderita? Tapi tidak terlihat dari penampilan anda yang seperti ini!"


"Semudah itu?"


"Ya ....! Tidak mungkin kan kita mengembalikan yang jelas-jelas sudah tidak bisa kembali!"


"Ya sudah jika menurut anda urusan kita sudah selesai, saya permisi!" ucap Felic yang sudah berdiri dan hampir meninggalkan nyonya Tania.


"Belum ...!" ucap nyonya Tania yang berhasil menghentikan langkah Felic, "Belum selesai, ada yang lebih penting! duduklah ...!" perintah nyonya Tania.


Felic pun kembali duduk.


Nyonya Tania mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebuah bungkusan berwarna coklat tampak begitu tebal. Nyonya Tania menyodorkan bungkusan warna coklat itu ke


depan Felic.


“Ini apa?”


“Itu untukmu!”


Felic pun membukanya, ia begitu terkejut saat melihat isi dari bungkusan itu, uang yang begitu banyak.


"Itu seratus juta!” ucap nyonya Tania dengan nada arogannya.


“Apa maksud semua ini, apa nyonya ingin membayar ganti rugi atas gugurnya kandungan saya?”


“Bukan, bukankah saya sudah bilang urusan itu sudah selesai!”


“lalu?" tanya Felic penasaran.


"Tinggalkan Frans!” ucap nyonya Tania membuat Felic begitu terkejut, Felic sampai meneguk minumannya.


“Apa anda tidak salah bicara? Siapa anda hingga dengan gampangnya anda mengatakan hal itu?!”


"Saya tidak pernah salah bicara!”


“Jangan bertele-tele nyonya, jika anda memang punya hak makan segera katakan apa maksud semua ini?”


“Saya mau kamu tinggalkan Frans!”

__ADS_1


“Anda punya hak apa hingga meminta saya berpisah dengan suami saya?”


“Karena Frans adalah putra saya, putra pertama saya dari suami pertama saya!” ucap nyonya Tania. Hal itu berhasil membuat Felic lebih terkejut lagi, sangat terkejut hingga ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jadi ini wanitanya, wanita yang telah menelantarkan putranya.


“Putra …?” tanya Felic yang masih belum percaya.


“Ya …, kamu bisa pikirkan lagi nanti, saya tunggu jawaban anda nona Felic. Saya ingatkan, saya tidak pernah main-main!”


Nyonya Tania meninggalkan felic begitu saja. Felic termenung.


"Ini tidak mungkin ....! Tidak mungkin ....!" gumam Felic sambil memegangi kepalanya yang begitu pusing.


Setelah cukup lama terdiam, hampir sepuluh menit ia diam setelah nyonya Tania meninggalkannya, Felic pun memutuskan untuk pergi, tapi saat sampai di pintu keluar seseorang memangilnya kembali.


“Mbak …, mbak …, tunggu!” mbak Rini tiba-tiba memanggilnya kembali.


“Iya?” tanya Felic.


"anda meninggalkan ini!” ucap mbak Rini.


Sebuah bungkusan warna coklat itu ia lupa mengembalikannya tadi,


"Makasih ya mbak!" ucap Felic. Felic pun mengambilnya.


"Sama-sama mbak!"


Ia lupa mengembalikan pada wanita yang telah mengaku sebagai ibu dari suaminya.


Felic pun masih terdiam di depan kafe, ia tidak tahu harus melakukan apa. Ia pun memilih kembali memesan ojek on line.


...****...


Sesampai di rumah, ia segera menuju kamarnya ia teringat dengan map yang sempat ia ambil dari panti beberapa waktu lalu. Ia menyembunyikan di sela kopernya agar suaminya tidak melihatnya.


Setelah menemukannya, Felic kembali duduk di lantai di depan lemari, ia membaca dnegan


seksama data itu.


Nama : Frans aditya


Lahir. : Jakarta, 09 april 1990


Nama ayah : Bima putra


Nama ibu : Tania safitri


“Tania Safitri, benarkah Tania Safitri ini Tania yang sama dengan Tania Bactiar?” ucap Felic sambil terus mengamati tulisan-tulisan itu.


“lalu apa maksudnya dia ingin aku pisah sama Frans?”


Felic terus menduga-duga, ia berfikir bukankah seharusnya wanita itu membutuhkan dukungannya tapi kenapa malah memusuhinya dan menyuruhnya meninggalkan suaminya.


“Fe …, aku pulang …!” ucap dokter Frans yang tiba-tiba saja pulang dan masuk ke dalam kamar.


Dengan cepat Felic menyembunyikan map itu di bawah lemari.


Felic pun segera menoleh ke suaminya itu, “Frans …!”


Dokter Frans pun segera meletakkan tas nya di atas meja dan menghampiri istrinya itu.


Cup


Ia menunduk dan mengecup kening istrinya.


“kenapa duduk di bawah …?” tanyanya pada sang istri.


“Nggak pa pa …, tadi cuma mau beres-beres aja, takut ada barang yang tertinggal di koper!”


Felic pun akan mengakatnya tapi dokter Frans segera meraihnya.


“Biar aku aja!”


...pukulan itu bukan hanya dari tangan, pukulan yang paling menyakitkan itu yang keluar dari bibirmu.Tidak perlu berteriak, mengeluarkan tenaga yang besar tapi ucapan halus dan tegas bisa menggetarkan lawan kita!~Nyonya Ratih...


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2