Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
rencana orang tua Felic


__ADS_3

hari ini Felic benar-benar telah di buat bingung dengan orang tuanya. Bukan sebuah kebetulan kedua orang tuanya berkumpul di rumah, ayahnya sampai bela-belain tidak pergi bekerja.


Tidak hanya itu saja, Lisa juga datang ke rumahnya dengan keponakannya. Suaminya juga akan datang katanya tapi mereka sama sekali tidak memberitahu apapun pada Felic.


Apa lagi yang membuat Felic lebih heran lagi, Ibu Felic juga sudah meminta ijin pada atasannya di bank. Ia tidak di ijinkan pergi


bekerja hari ini.


Selain itu, Ibunya juga meminta Felic memakai baju yang telah di pilihkan. Baju itu lebih rapi dari biasanya, lebih pantas untuk acara-acara keluarga.


Sampai segitunya ibu ngerencanain


hal ini …., ada apa sih sebenarnya?


Felic hanya bisa terus bertanya pada dirinya sendiri, untuk bertanya sama ayah dan


ibunya tidak mungkin apalagi adiknya, lebih tidak mungkin mereka tidak mungkin


mengatakan apapun kepadanya.


“Sebenarnya ada apa sih bu, kenapa Felic harus dandan segala, biasanya nggak gini-gini amat?” Tanya Felic begitu bingung. Ia masih berharap ibunya akan mengatakan sesuatu padanya.


“Sudah jangan banyak tanya …, nanti kamu juga akan tahu sendiri! Pakai baju ini dan


dandan yang cantik!”


Ibu Felic meninggalkan Felic begitu saja tanpa jawaban tang pasti, Felic tetap sendiri di kamarnya, sedangkan di bawah terlihat begitu sibuk.


Tapi yang membuatnya lebih aneh lagi, saat keluarganya sedang sibuk, kenapa dia sama sekali di libatkan? Biasanya ia akan di suruh ini, di suruh itu hingga rasanya seluruh tulangnya terpisah jadi banyak bagian, tapi kali ini ia di perlakukan begitu istimewa, sangat istimewa ....


Adik dan ibunya seperti sedang merencanakan sesuatu. Ayahnya sepertinya juga


ikut-ikutan.


“Baju ini …, kenapa bagus sekali …, memang siapa tamunya sih? Kayak mau ke pesta


saja!”


Walaupun terus mengeluh, Felic tetap memakai baju itu. Felic menatap pantulan dirinya di cermin, begitu cantik dan anggun. Berbeda sekali dengan penampilannya sehari-hari.


Setelah selesai memakai bajunya, Felic pun kembali duduk di depan cermin riasnya, ia sedikit memoles wajahnya dengan bedak tipis supaya terlihat lebih segar.


"Sudah cantik ...., emang ya kalau sudah cantik dari sononya, di apain aja tetap cantik!" ucap Felic sambil mengagumi kecantikan dirinya sendiri.


Setelah cukup lama di dalam kamarnya, ia pun segera turun dan menghampiri ibu dan adiknya.


“Aduh…, anak ibu cantiknya!” puji ibunya setelah melihat Felic berdandan. Ini sungguh langka, karena selama ini Felic jarang sekali berdandan, berbeda sekali dengan Lisa, Lisa lebih feminisme di bandingkan Felic.


“Kakak …, kenapa pucat seperti itu? Pakai lipstick dong kak!” ucap Lisa saat melihat


kakaknya.


Lisa merogoh tas kecilnya yang berada di atas meja, mengeluarkan benda kecil panjang


berwarna merah itu. Ia mendekati Felic dan mengoleskan benda itu ke bibir


Felic.


“Nah…, kalau kayak gini kan jadi sempurna!” Ucap Lisa memuji hasil karyanya, ia memasukan kembali benda kecil itu ke dalam tas kecilnya. Ayah Felic yang sedang menggendong putri Lisa menghampiri mereka.


“Bu …., mereka sudah akan datang, sudah sampai di depan. Bersiap-siaplah!” ucap


ayah Felic, ia terlihat begitu senang.


“Baik yah!” jawab ibu felic.


“Sebenarnya siapa sih tamunya? Ribet banget ibu sama ayah?” gumam Felic, Lisa yang


mendengarkan gumanan Felic hanya tersentyum dan mencubit pipi kakaknya.


“Nanti kalau mereka datang, kakak juga akan tahu sendiri!”

__ADS_1


"Dari tadi pagi jawabnya gitu mulu ...., pak presiden aja kalah nih persiapannya di bandingkan kedatangan tamu ayah!" gerutu Felic.


❤️❤️❤️


Tak berapa lama tamu yang di maksud oleh ayah datang juga. Mereka sepasang suami


istri seumuran dengan ayah dan ibu Felic. Mereka begitu ramah dan bersahaja.


“Selamat datang di rumah kami!” sambut ayah Felic dan mempersilahkan tamunya untuk masuk. Ayah Felic menyambut dengan sangat ramah.


“Terimakasih …!”


“Mari silahkan duduk!”


Mereka pun duduk di ruang tamu, ayah dan ibu Felic menyambutnya dengan baik.


Sepertinya mereka adalah teman lama ayah  tapi di lihat dari pakaiannya mereka sepertinya orang kaya, apa lagi


dengan mobil yang di tumpangi mereka. Mobilnya mewah sekali.


“lama ya kita tidak bertemu, sudah hampir sepuluh tahun!” ucap ayah Felic. Dari


pembicaraan mereka Felic sudah bisa menyimpulkan jika tamu itu memang teman


lama ayahnya. Felic mencuri dengar pembicaraan mereka dari balik lemari yang


memisahkan antara ruang tamu dan ruang keluarga.


“Iya kau benar …, semenjak kami sekeluarga pindah ke luar negri, kita kehilangan


kontrak. Untung saja aku bisa menemukanmu lagi!”


Felic hanya bisa diam mendengarkan pembicaraan para orang tua ini, jadi merekia teman


lama yang sudah lama los kontak. Felic belum menemukan pembicaraan intinya.


“Bagaimana dengan putramu? Kemana dia? Kenapa aku tidak melihatnya?”


Mendengarkan


pertanyaan ayahnya pada tamunya itu membuatnya sadar arah pembicaraan mereka.


“Sayang


sekali dia ada urusan mendadak, sebenarnya dia sangat bersemangat sekali untuk


datang ke sini tadi, dia benar-benar minta maaf!”


“Tidak


pa pa, siapa nama putramu itu, dia pasti sangat tampan!”


“Abi…, dia sangat tampan sekarang! Mana putrimu aku tidak melihatnya!”


“Oh iya biar aku panggilkan!’ ibu Felic segera berdiri meninggalkan tamunya, Felic


yang melihat ibunya merjalan menujun ke arahnya. Felic segera berlari menjauh


dari lemari, ia pura-pura mengerjakan sesuatu di meja makan.


Ibu Felic segera memanggil Felic dan mengajaknya menemui tamunya. Sebenarnya Felic


sangat keberatan, tapi ia tidak mau mengecewakan orang tuanya.


“Fe …, ayo nak, mereka mencarimu!”


“Mencariku? Kenapa?”


“Ada yang penting nak, ayo …!” ibu Felic segera menarik tangannya. Felic pun hanya


bisa pasrah. Mereka pun berjalan menuju ke ruang tamu. Semua mata menatapnya,

__ADS_1


penuh dengan kekaguman. Wanita paruh baya itu segera bangun dari duduknya


melihat kedatangan Felic dan ibunya.


“Ya ampun …, anak ini cantik sekali …! Pantas putraku sangat mengaguminya …!” ucap


wanita itu sambil mengelus pipi Felic. Felic hanya bisa tersenyum bingung.


Putranya mengagumiku ….? Sejak


kapan?apa aku mengenalnya?


“Ayo nak, duduklah …!” perintah ayah Felic padanya. “kenalkan mereka adalah paman


Deni dan bibi Moi!”


“Salam kenal paman …, bibi ….! Saya Felic ….!” Felic memberi salam dan memperkenalkan


dirinya.


“Kau manis sekali nak! Pantas saja Abi suka sekali menceritakan tentangmu!” ucap


paman Deni membuat Felic semakin bingung.


Abi ….., aku tidak pernah mengenal


pria yang namanya Abi ….


“Abi?” Tanya Felic tak mengerti.


“Dia putra kami, semenjak pulang dari luar negri yang di ceritakan kamu terus!”


“Tapi saya tidak mengenal yang namanya Abi! Putra paman pasti salah orang!”


“Ahhh …., masak …, kamu mengenalnya, dulu kalian pernah dekat!” ucap bibi Moi.


Pernah dekat ….? Tapi siapa? Abi?


Abi? Namanya saja aku merasa asing …..


“Tenanglah


nak, jangan khawatir seperti itu. Kami sangat demokratis…., nanti setelah


kalian bertemu kalian boleh memutuskan untuk lanjut atau tidak. Semua keputusan


di tangan kalian!” ucap bibi Moi dengan sangat bijaknya. Secara tidak sadar


bibi Moi menjadi idola baru untuk Felic, ia benar-benar ibu yang berfikiran


modern.


Mereka


makan siang, bibi Moi dan paman Deni adalah orang tua yang mudah untuk di ajak


bicara, tapi orang tuannya sendiri, Felic tidak yakin. Hingga makan siang


berakhir pun putra yang mereka bicarakan tidak juga datang. Setidaknya kali ini


Felic merasa beruntuh, tapi apakan akan benar-benar beruntung karena ia


melewatkan satu kenyataan yang bisa merubah pendiriannya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 😘❤️❤️❤️


__ADS_2