Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (88. Terlalu dingin!)


__ADS_3

Miska mulai gusar sekarang, ia mondar-mandir di kamarnya. Ia mencoba memikirkan kemungkinan yang membawa Zea.


"Apa mungkin itu tuan Div, Ersya dan Zea kan selama ini terlihat dekat!"


"Ahhh tidak mungkin, mana mungkin tuan Div. Katanya pria paruh baya, apa mungkin Zea menjajakan dirinya pada pria hidung belang untuk memenuhi kebutuhannya!"


Tiba-tiba Miska tersenyum, "Jika benar seperti itu, baguslah aku tidak perlu lagi repot-repot buat menyingkirkan wanita itu!"


"Siapa yang mau di singkirkan?" pertanyaan itu berhasil membuat Miska menoleh pada sumber suara,


"Ga, kapan kamu datang?"


"Baru saja!"


Rangga terlihat baru saja datang dari kantor tapi jelas ini masih terlalu siang untuk Rangga pulang,


"Kamu kok sudah pulang?"


"Cuma mau ambil berkas. siapa tadi yang mau kamu singkirkan?"


"Enggak kok sayang, itu tadi aku lagi mikirin pernikahan kita. Aku mau semua halangan aku singkirin!"


Rangga tidak mau lagi bertanya, ia mengambil berkas yang memang tertinggal di meja kerjanya,


"Mau kemana lagi Ga?"


"Kembali ke kantor!"


"Aku juga mau pergi!"


"Terserah kamu!"


Dia tetap saja dingin meskipun aku sudah melakukan banyak macam cara untuk mendapatkannya ....


Walaupun kesal, Miska hanya bisa berusaha untuk tetap tersenyum,


"Kamu nggak ingin menawari tumpangan buat aku?"


"Maaf, tapi aku buru-buru, naik taksi saja!" ucap Rangga dingin seolah tidak peduli dengan kemarahan wanita itu, ia berlalu begitu saja tanpa menoleh lagi pada Miska.


Miska hanya bisa mengepalkan tangannya,


"Aku pasti akan bisa dapetin hati kamu Rangga, bagaimana pun caranya!"


Hari ini pak Seno mengundang Miska ke kantornya, ini hal yang tidak biasa.


Terpaksa sekarang Miska pesan taksi karena Rangga sama sekali tidak mempedulikannya,

__ADS_1


"Awas saja nanti, kamu pasti bakal bertekuk lutut sama aku!"


Miska terus saja memandangi foto prewedding miliknya dengan Rangga.


Akhirnya taksi membawanya ke kantor tempat papanya, ia turun dan segera menuju ke ruangan pak Seno.


"Apa papa ada di dalam?" tanyanya pada sekretaris yang duduk di luar ruangan papanya.


"Maaf nona, tuan Seno sedang keluar sebentar. Tuan meminta nona untuk menunggunya sebentar di dalam!"


"Baiklah!"


Miska pun segera masuk, akhir-akhir ini ia jarang datang ke kantor papanya, ia terlalu sibuk memanipulasi pikiran Rangga agar tidak mengingat masa lalunya.


"Ruangan ini sudah cukup banyak berubah!" Miska memandangi ruangan yang terlihat beberapa furniture nya bahkan berubah terlihat lebih segar dengan nuansa hijau di dalamnya.


Miska memilih duduk di sofa yang masih terlihat baru itu, sofa yang di dominasi dengan warna hijau dan putih, begitu segar di mata.


Baru beberapa menit ia menikmati duduknya, pintu ruangan itu kembali terbuka dan pria yang sudah di tunggunya akhirnya datang juga,


"Papa!" Miska begitu manja berlari dan memeluk pak Seno, "Miska kangen sama papa!"


"Kangen sama papa atau sama uang papa?"


Mendengar pertanyaan pak Seno, Miska pun segera melepaskan pelukannya,


Hehhhhh ....


Pak Seno malah terlihat menghela nafas, ia segera berjalan dan duduk di sofa kecil. Tidak ada pilihan lain bagi Miska selain mengikuti sang papa, ia pun ikut duduk di sofa yang lebih besar,


"Papa ada apa panggil Miska ke sini? Kita kan bisa bicarakan di rumah!"


"Memang kamu masih ingat di mana rumah kamu?"


"Pa, Miska serius!"


"Miska, papa juga serius. Sebelum semuanya terlambat, tinggalkan Rangga. Dia itu sudah punya istri dan akan menjadi seorang ayah, tidak sepantasnya kamu berbuat seperti itu. Kamu itu cantik, banyak pria yang akan mau sama kamu tapi bukan suami orang!"


"Enggak pa, Rangga itu calon suami miska! Mereka itu tidak pernah menikah, dan saya yakin bayi itu bukan milik rangga. Jadi papa nggak usah deh ikut campur urusan Miska!"


"Terserah kamu, papa hanya memperingatkan saja! Lagi pula semua pasti akan kembali kepada yang berhak!"


Miska memilih diam, ia sedang tidak ingin berdebat dengan papanya. Ia harus bersikap baik pada papa sambungnya itu, karena hanya dengan begitu ia bisa menguasai hati papanya,


"Oh iya pa, papa nggak ingin ngasih Miska pekerjaan lagi?"


"Tidak, kamu benar-benar tidak bisa di andalkan, terakhir kali kamu sudah membuat kekacauan, dan papa tidak ingin itu terulang lagi!"

__ADS_1


"Tapi pa, itu kan tidak sengaja. Mana tahu kalau sebagian berkasnya ketinggalan!"


"Gara-gara hal itu, papa jadi mendapat peringatan dari tuan Div!"


"Tapi itu kerja sama yang seharusnya Miska tangani sama Rangga pa!"


"Sekarang tidak lagi karena papa akan mengirim orang yang lebih tepat untuk menjalankan kerja sama itu."


"Memang siapa yang papa maksud?"


"Nanti kamu juga tahu, oh iya papa memintamu ke sini cuma mau memberikan undangan untuk kamu!"


"Undangan apa pa?"


"Papa akan menggelar pesta atas berhasilnya proyek papa, ajak mama kamu juga datang!"


"Memang papa tidak pulang, kenapa harus Miska juga yang kasih tahu mama?"


"Papa akhir-akhir sangat sibuk, papa nggak sempat pulang!"


Pak Seno terlihat menyerahkan dua buah undangan VVIP.


"Kok cuma dua, Rangga enggak pa?"


"Rangga sudah mendapat undangan khusus dari papa, jadi jangan khawatir kalau Rangga tidak akan datang!"


"Baiklah, kalau begitu Miska pasti datang!"


Setelah selesai urusannya, Miska pun segera berpamitan untuk pergi.


Ia harus segera mencari gaun untuk pesta besok. Ia juga harus menyerahkan undangan untuk mamanya.


"Kita ke butik pak!" ucapnya pada sopir taksi, ia memilih langsung menuju ke butik. Ia berencana untuk mencari gaun sekaligus couple dengan Rangga.


Sesampai di butik ia memilih gaun berwarna biru tua yang senada dengan jas yang ia pilihkan untuk Rangga.


"Lapar, makan dulu aja deh!" Miska mengusap perutnya yang mulai terasa lapar.


Ia segera menuju ke food court terdekat dari butik. Beberapa bangunan dengan berbagai fasilitas umum saling berdekatan sehingga ia tidak perlu pakai mobil lagi untuk menuju ke tempat lain, cukup dengan jalan beberapa langkah ia sudah bisa sampai toko gerabah, toko perhiasan, toko eletronik, restauran, kafe, salon, butik, toko kosmetik. Seakan semuanya lengkap di situ.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


Ig @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2