Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (139. Dia pelakunya)


__ADS_3

Akhirnya semua bukti sudah di kantongi Rangga, Rangga pun juga sudah tahu jika Miska dan Rizal yang berada di balik kecelakaan itu.


Berdasarkan hasil rekaman cctv di arena apartemen Rizal yang ia dapatkan, ia melihat Rizal yang sedang berbicara dengan seseorang yang ia ketahui pemilik mobil yang menabraknya dan di antara mereka ada Miska.


Tapi saat itu, bukan Rizal yang ada di dalam mobil itu, melainkan Miska.


Sepertinya Miska sengaja meminjam mobil Rizal untuk mengalihkan perhatian agar siapapun tidak mencurigainya.


"Mereka benar-benar keterlaluan!" Rangga sampai mengepalkan tangannya melihat kembali semua bukti-bukti kejahatan Miska dan Rizal.


Ia tidak sabar menunggu esok hari dan menjebloskan Miska ke penjara, begitupun dengan Rizal.


"Aku akan benar-benar memberikan pelajaran untuk kalian!"


Tapi sebelum itu, ia ingin sekali memberi pelajaran pada Rizal Daan Miska. Karena yang telah mereka lakukan kemarin benar-benar kejahatan yang tidak bisa di maafkan. Tapi untuk itu, hanya Zea yang punya buktinya.


"Aku tidak mungkin melibatkan Zea dalam hal ini!"


Rangga kembali merapikan semua bukti itu, ia mengirimkan semua bukti itu pada Divta yang sebelumnya sudah ia kopi dan ingin ia tunjukkan pada Miska dan Rizal esok hari agar mereka tidak bisa berkutik lagi.


...***...


Pagi ini, tampak Rangga sudah bersiap-siap. Ia mencari tahu keberadaan Miska. Ternyata wanita itu saat ini sedang tidak di rumah mamanya, karena Miska sudah di usir dari apartemennya, ia cukup kesulitan untuk mencarinya.


Hingga akhirnya ia mendapat telpon dari orang yang ia suruh,


"Iya hallo, bagaimana?" ucapnya dengan seseorang yang berada di balik sambungan telpon itu.


"Nona Miska, sedang menuju ke kantor tuan Seno."


Rangga mengerutkan keningnya, ia tahu hari ini tuan Seno tidak ada di kantor,


"Ke sana?"


"Iya pak Rangga!"


Buat apa Miska ke sana? Apa ada hubungannya dengan Zea? Rangga kembali mengepalkan tangannya, ia yakin Miska pasti ingin cari gara-gara dengan Zea.


"Tetap awasi dia, beri tahu saya jika ada sesuatu."


Rangga pun dengan cepat menyimpan kembali ponselnya dan memakai helmnya, ia memacu motornya dengan cepat. Berharap ia tidak terlambat saat sampai di sana.


Ternyata benar dugaan Rangga, kedatangan Miska ke kantor papanya bukan tanpa maksud, ia sengaja ingin menemui Zea. Ia tahu hari ini papanya sedang ada pekerjaan di luar kota dan papanya juga meminta Zea untuk menggantikannya menghadiri rapat.

__ADS_1


Zea sedang sibuk menyiapkan materi rapat hari ini di ruangan tuan Seno, tapi tiba-tiba pintu di buka dengan begitu kasar.


Prok prok prok


Miska datang dengan menepuk tangannya beberapa kali, seakan tengah memberi penghormatan pada Zea tapi dengan tatapan mengejeknya.


"Bagus ya, sekarang tuan putri ini bahkan sudah mulai mengambil posisi sang raja, benar-benar tidak tahu diri!"


Zea yang masih kesal dengan kejadian kemarin, ia mengepalkan tangannya dan berdiri,


"Beraninya kamu ke sini!"


"Kamu lupa ya, ini tempatku. Ini kantor orang tuaku, kamu baru datang kemarin, jangan sok berkuasa!"


"Kamu yang seharusnya ingat, siapa kamu di mata papa. Kamu hanya anak yang tidak di akui, semua kejahatan yang kamu lakukan bisa membuat kamu menjadi sampah, jadi jaga sikapmu sebelum aku atau siapapun kehilangan kesabarannya!"


"Berani ya kamu sekarang!"


"Kenapa? Takut?"


Zea pun mendekati Miska, "Pergi dari sini sebelum aku kehilangan kesabaran!"


"Kalau aku tidak mau?"


"Aku akan menyeretmu keluar! Atau kamu mau aku menyeretmu ke kantor polisi sekalian!"


"Kamu lupa dengan apa yang kamu lakukan pada Rangga, hahhh?"


"Memang itu bisa di katakan sebagai bukti?"


"Atau bagaimana kalau aku katakan jika aku tahu kamu penyebab kecelakaan itu!" walaupun Zea tidak punya bukti apapun, tapi ia sengaja menakuti Miska dengan mengatakan hal itu.


Akhirnya mereka terlibat pertengkaran yang serius. Bahkan Zea sudah menyeret Miska keluar dari ruangannya, hingga kini mereka sudah sampai di depan gedung kantor.


"Kamu berani ya!" Miska benar-benar tidak menyangka jika Zea akan benar-benar mengusirnya.


"Bagaimana? Kamu tahu kan sedang berhadapan dengan siapa sekarang?"


"Kamu berani karena hanya ingin memanfaatkan semua kekuasaan papa kan?"


Pertengkaran.kedua putri pemilik perusahaan itu membuat siapapun yang melihatnya tidak berani melerainya.


"Lalu apa bedanya dengan dirimu, setidaknya aku memanfaatkan kekuatan papa untuk kebaikan tidak seperti kamu. Dasar pecundang!"

__ADS_1


Rangga yang baru datang, melihat pertengkaran Zea dan Miska dari jauh. Ia segera berlari menghampiri mereka.


Miska yang tidak terima dengan ucapan Zea dan merasa di rendahkan oleh Zea pun akhirnya mendorong tubuh Zea ke jalan.


Beruntung Rangga datang tepat waktu, ia dengan cepat meraih tubuh Zea dan membuatkan tubuhnya terbentur pembatas jalan demi melindungi Zea agar tidak terbentur aspal.


"Rangga!" untuk kedua kalinya, Zea melihat Rangga terluka karenanya. Ia seperti melihat kejadian yang sama dengan waktu itu, darah segar mengalir dari kepala Rangga yang terbentu.


Zea yang masih terduduk tidak jauh dari tubuh Rangga dengan sisa kekuatannya merangkak menghampiri Rangga,


"To_long!" teriakannya dengan terbata, dengan suara yang terbata. Bahkan tangan dan kakinya kini bergetar hebat melihat darah segar itu,


"Rangga!?" dengan menangis Zea memangku kepala Rangga, beberapa orang sudah berlarian menghampiri mereka, bodyguard Zea yang merasa kecolongan pun segera berlari mencari mobil.


Saat kejadian, ia sedang di minta Zea untuk mencarikannya bubur ayam, Zea sedang ingin makan bubur ayam.


"Zea!?" dengan mata uang kabur, Rangga masih bisa tersenyum, "Zea!"


"Iya, ini aku. Kamu tidak boleh kenapa-kenapa pokoknya!"


"Zea, istriku!"


Ucapan itu berhasil keluar sebelum Rangga benar-benar tidak sadarkan diri


"Rangga!?" teriak Zea dan beberapa orang segara mengangkat tubuh Rangga begitu mobil siap. Seseorang membantu Zea untuk berdiri.


"Mari nona, kita ke dalam!"


"Tidak, aku ikut ke rumah sakit!"


Zea di bantu dengan beberapa karyawan masuk ke dalam mobil. Ia duduk di samping Rangga, memangku kepala Rangga hingga tangan Zea penuh dengan darah segar milik Rangga.


"Kamu harus bangun Rangga, kamu harus bangun! Aku tidak akan pernah memaafkan mu lagi jika kamu sampai melupakanku!"


Zea terus saja mengajak Rangga bicara, walaupun suaminya itu sedang tidak sadarkan diri.


Sedangkan di tempat Miska, ia masih berdiri tercengang sambil menutup mulutnya tidak percaya dengan yang baru saja terjadi. Kejadian tadi begitu cepat baginya, ia sungguh hanya ingin memberi pelajaran pada Zea tapi ia tidak menyangka kejadiannya akan seserius ini.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2