
Felic benar-benar kesal dengan suami mesumnya itu, benar-benar tidak tahu tempat. Dokter Frans hanya terus tersenyum menatap istrinya yang sedari tadi cemberut.
Suka sekali kalau gue kesel ...., pengen banget jambak rambut gondrongnya ....
Tok tok tok
Tiba-tiba pintu ruang kerja dokter Frans di ketuk membuat Felic begitu panik, penampilannya masih acak-acakan. Dengan cepat ia berlari ke dalam kamar mandi.
Melihat Felic sudah masuk ke kamar mandi, dokter Frans segera mempersilahkan yang ada di luar untuk masuk.
Ternyata dokter Sifa, "Ada apa dok?" tanya dokter Frans.
"Ada jadwal operasi dok, apa dokter bisa?" tanya dokter Sifa sambil mengamati sekitar, sedari tadi ia tidak berani menggangu karena ada nyonya Frans di dalam.
"Baiklah, aku akan menyusul!"
"Saya permisi dok!"
Setelah dokter Sifa pergi, dokter Frans pun segera menghampiri istrinya.
"Fe ...., Fe ...., keluarlah, dokter Sifa sudah keluar!"
Ceklek
Felic hanya menampakkan kepalanya saja.
"Frans ...., belikan aku ****** *****!"
"Kenapa dengan ****** ***** mu?"
"Kau merobeknya tadi!" keluh Felic.
"Ah iya ...., baiklah tunggu sebentar!" ucap dokter Frans dan hendak meninggalkan istrinya itu, tapi Felic segera menahannya.
"Tunggu!"
"Ada apa lagi?"
"Jangan menyuruh orang lain, awas ya kalau sampai menyuruh orang, apalagi Wilson!"
"Kenapa?"
"Memang kamu mau, tubuh istrinya ini menjadi bahan imajinasi orang!"
"Ok baik aku akan pergi sendiri, tapi aku harus melakukan operasi dulu nggak pa pa ya?"
"Iya ...., yang penting kamu kembali dengan ****** *****!"
Dokter Frans pun meninggalkan Felic, ia harus menangani pasiennya dulu hanya lima belas menit dan selesai, setelah mencuci tangan dan melepas jas nya dokter Frans segera menuju ke minimarket yang di sediakan oleh rumah sakit.
Pegawai mini market langsung menyambut kedatangan dokter Frans, mereka berfikir mungkin dokter Frans melakukan sidak dadakan.
"Selamat datang dok!"
Dokter Frans pun hanya mengangguk, ia melewati para pegawai yang sudah berjejer begitu saja membuat para pegawai itu saling bertanya satu sama lain.
Dan sepertinya yang menjadi kepala pegawai minimarket pun akhirnya di dorong oleh teman-temannya untuk mengikuti dokter Frans.
Dokter Frans berkeliling di setiap rak, mencari apa yang ia perlukan.
"Dok ..., ada yang bisa kami bantu!" tanya pria tinggi kurus dengan seragam mirip SPG atasan putih bawahan hitam dengan tag nama di dada kirinya bertuliskan Gatot.
"Tidak ....!" jawab dokter Frans tanpa beralih dari rak-rak itu. Gatot pun masih terus mengikutinya. Hingga langkah dokter Frans sampai pada sebuah rak khusus ****** ***** dnegan berbagai warna, model dan ukuran.
Begitu banyak ...., bagaimana aki tahu mana yang ukuran Felic ...., yang di ukur apanya.....
Dokter Frans pun kemudian meraba sakunya, Ah ...., aku meninggalkan ponselku .....
Melihat wajah bingung dari dokter Frans, Gatot pun kembali bertanya.
"Dokter ...., apa ada yang bisa saya bantu!"
"Bukan kamu!" ucap dokter Frans membuat Gatot bingung.
"Hahhh?"
"Maksud saya, panggil pegawai perempuan!"
"Baik dok ...!" Gatot pun melambaikan tangannya memanggil seseorang.
"Sus ...., Susi ...., sini!" ucap Gatot tanpa bersuara, wanita yang di panggil Susi itu pun datang.
"Ada yang bisa saya bantu dok?"
"Kalau cari ****** ***** wanita, apanya yang di ukur?"
"****** *****?" Susi malah terlihat bingung.
"Saya mencarikan ****** ***** untuk istri saya!"
"Ohhhhh .....!"
__ADS_1
Susi pun segera mengambil saru ukuran ****** *****, ia sudah pernah melihat istri dokter Frans, tidak gemuk tapi juga tidak terlalu kurus.
"Mungkin ini dok yang paling cocok!" ucap Susi.
"Dari mana kamu bisa yakin?" tanya dokter Frans.
"Saya pernah melihat istri dokter, jadi saya tahu ukurannya dari membayangkan bentuk tubuh istri dokter!"
Ahhhh benar ternyata, untung aku tidak minta pria ini untuk membayangkan tubuh Fe ...., dokter Frans menatap sini pada pria di sampingnya itu.
"Ya sudah, aku mau semua warna!"
"Baik dok!"
Dokter Frans pun segera menyelesaikan pembayaran dan membawa barang belanjaannya di dalam paperbag.
Ia segera menuju ke ruangannya kembali.
"Lama banget Frans, mana?" sambut Felic yang segera menghampiri dokter Frans saat sampai di depan pintu.
"Ini ....!"
Felic pun segera meraihnya dan membawanya ke kamar mandi, tidak berapa lama saat dokter Frans hendak duduk tiba-tiba pintu kamar mandi kembali terbuka.
"Frans ....!" teriak Felic yang hanya kelihatan kepalanya saja.
"Ada apa?"
"Kenapa banyak banget?"
"Buat jaga-jaga Fe ...., siapa tahu besok butuh lagi!"
"Dasar ....! Nggak mau ....!"
Brakkkkkk
Felic menutup kembali pintu kamar mandi dengan begitu keras, dokter Frans hanya tertawa.
"Untung cinta ....!" gumamnya saat mengakhiri tawanya.
...***...
Felic dan dokter Frans sudah berada di mobil, mereka sudah siap-siap untuk pulang.
Sebelum Wilson benar-benar menghidupkan mesin mobilnya, dokter Frans kembali bertanya pada istrinya.
“mau ke suatu tempat dulu?” tanyanya untuk kesekian kalinya.
“baiklah ….!”
“Kita pulang Wil ….!” ucap dokter Frans.
Mobil pun melaju begitu lambat, terlihat Felic begitu kelelahan hingga ia tertidur di bahu dokter Frans.
Butuh waktu setengah jam untuk sampai di rumah, dokter Frans pun segera membangunkan istrinya itu dengan menepuk pelan pipinya.
"Fe ...., sudah sampai!"
Felic pun mulai meregangkan otot-otot nya. "Sudah sampai ya?" ucap Felic dengan suara seraknya.
"Iya mau aku gendong atau jalan sendiri?"
"Jalan sendiri!"
Felic pun segera turun dan langsung menuju ke kamar sedangkan dokter Frans memilih menuju ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa di makan. Ia benar-benar jadi suka makan sekarang.
“Bi …, apa bibi masak sesuatu?” tanya dokter Frans dan langsung duduk di depan meja dapur.
“Apa tuan ingin sesuatu? Kebetulan bibi baru masak!” ucap bi Molly.
“Saya kok rasanya pengen banget makan udang krispi ya!”
"Tidak biasanya tuan suka udang?"
"Tadi aku pengen makan di luar, tapi Fe nggak mau bi, bibi buatin aja ya!"
“Baiklah …, biar saya buatkan tuan, sepertinya ada yang aneh sama tuan!" ucap bi Molly sambil mengeluarkan udang segar yang ada di dalam lemari pendingin.
"Nggak tahu nih bi, beberapa hari ini kalau liat apa-apa gitu tiba-tiba aja kepengen!"
Apa mungkin tuan ngidam ya ...., ah tapi nggak mau ngomong dulu deh takut nanti tuan kecewa ...., batin bi Molly.
Sambil menunggu bi Molly selesai membuatkan udang krispi untuknya, dokter Frans memilih memeriksa ponselnya.
Ia menghidupkan data selulernya dan memeriksanya jika ada pesan masuk.
Begitu banyak pesan masuk mulai dari Agra, Rendi dan beberapa orang lainnya, ada dari beberapa pasien khususnya dan kemudian tangannya terhenti pada sebuah pesan dari nomor
baru. dokter Frans terpancing untuk membacanya.
“Tuan …, udang krispi nya!” ucap bi Molly setelah selesai mengangkat satu gorengan.
__ADS_1
“terimakasih ya bi! Ini aja sudah cukup bi!" ucap dokter Frans sambil membawa piringnya menuju ke meja makan.
“Ada lagi tuan?” tanya bi Molly setelah menyelesaikan satu kali gorengan lagi dan membawanya ke dokter Frans.
“Tidak usah bi, biar nanti aku buat sendiri kopinya!” ucap dokter Frans sambil menyantap udang krispi nya. Ia membaca pesan yang di kirim oleh Agra dan Rendi. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
“Kalau begitu saya permisi tuan!”
“Iya …, makasih ya bi!”
Setelah bi Molly pergi, dokter Frans kembali fokus pada pesan itu sambil sesekali tangannya mencomot udang krispi yang ada di atas piring.
//Frans ...., besok aku akan ke rumah sakit buat jenguk bu Narti sama Ara juga, kamu di rumah sakit nggak?~Agra//
Dokter Frans pun segera membalas pesan itu.
//Pagi aku di rumah sakit//
Kemudian dokter Frans kembali menscroll pesannya, mencari pesan dari Rendi.
"Ngapain es batu kirim pesan?!" gumamnya sambil membuka pesan itu.
//Frans, beberapa hari lagi jadwal cek up Nadin, kamu yang ke rumah ya~Rendi//
"Memang kenapa kalau di rumah sakit, dasar posesif!"
Setelah membalas pesan itu, ia segera menscroll kembali pesannya dan sampai pada sebuah nomor baru.
"Nomor siapa masuk ke nomor pribadiku?" gumamnya, dokter Frans memang punya dua ponsel yang khusus bagi keluarga dekat dan yang satu pekerjaan.
//Frans …, ini aku ibumu! Kita harus bertemu, kita harus membicarakan semuanya, besok kita ketemu di kafe A&A ya, aku tunggu jam dua~Tania//
“Kenapa dia masih menghubungiku? Dia benar-benar tidak tahu diri!” umpatnya. Dokter Frans benar-benar kesal.
“Frans …!” dokter Frans segera menoleh ke sumber suara, ia melihat istrinya sudah begitu segar dan berjalan ke arahnya.
“Fe …, sudah mandi? Aku kira kamu tidur!”
“Sudah …, aku lapar. Mana bisa aku tidur kalau lapar kayak gini!” ucap Felic sambil memegangi perutnya.
Dokter Frans pun segera meletakkan ponselnya,
“Mau makan apa?” tanya dokter Frans
“Apa aja asal yang buatin kamu!”
“Manja banget ya istri aku ini!” ucap dokter Frans sambil mencubit hidung Felic,
“Baiklah tuan putri, sesuai titah anda ....!” ucap dokter Frans sambil berdiri dan menundukkan punggungnya, melambaikan tangannya persis seperti saat menyambut tuan putri.
Dokter Frans pun segera berjalan mengitari meja dapur, melihat bahan mentah yang ada di lemari pendingin.
“Baiklah …, ada sawi sama telur, udang, daging, wortel!”
“Tapi aku nggak mau daging, aku maunya sawi aja!”
“Siap, oseng sawi akan segera siap!”
Dokter Frans dengan cekatannya memotong-motong sawi dan bumbu, mencucinya. Menumis bumbu kemudian memasukkan sawi nya. Dalam sepuluh menit oseng sawi ala dokter Frans sudah siap.
“Siap …!” dokter Frans meletakkannya di depan Felic. Ia segera mengambilkan nasi dan menyuapkannya pada felic.
“makan yang banyak ya!”
"Ntar aku gemuk Frans!"
"Nggak pa pa Fe kalau gemuk!"
"Aughhhh ....!" pekik Felic saat tanpa sengaja tangan dokter Frans menekan buah dada Felic.
"Kenapa Fe ...!"
"Nggak tahu, rasanya kenceng banget, kayak mau datang bulan!"
"Oh aku kira kenapa!"
Dokter Frans pun kembali menyuapkan makanannya ke mulut Felic hingga Felic menghabiskan semua makanannya.
...Kenapa seorang istri lebih suka tidur di atas lengan suaminya, karena semahal apapun sebuah bantal tetap masih nyaman saat tidur di atas lengan suaminya.~Felicia Daryl...
... Jika masih ada sisakan satu untukku, seseorang yang begitu bersyukur mendapatkan cinta dariku~ dr. Frans...
Bersambung
jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰
__ADS_1