Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Canggung


__ADS_3

Pagi 09.45 wib, di Desa xxx


Masih di acara nikahan ....


Bukan Pengantin pria atau pak penghulu yang datang yang bisa membuat sebuah kehebohan tapi kedatangan pak dokter tampan itu yang selalu membuat kehebohan di mana-mana, bahkan kedatangannya bisa mengalahkan kedatangan pak camat.


"Maaf saya terlambat ya?" tanya dokter Frans yang terlihat begitu bodoh karena orang-orang sudah berkerumun mengelilinginya. Menyambutnya dan menyuruhnya untuk duduk di tempat khusus.


"Tidak dokter, duduklah ...., kami akan menyuguhkan makanan untuk pak dokter!"


Dokter Frans pun segera duduk, tak hanya membuat kehebohan di depan tapi juga di belakang di antara para ibu-ibu dan remaja putri.


Felic yang melihat banyak yang mengintip ke depan menjadi begitu penasaran.


Ada apa ya ....., apa ada artis yang nyasar ke sini sampek banyak yang foto kayak gitu ...., batin Felic jadi penasaran.


Kemudian ia mendengarkan bisik-bisik dari mereka.


"Ahhhh kenapa pak dokter itu gantengnya maksimal banget sih!"


"Iya bikin nggak nahan sama gondrongnya itu!"


"Iya di tambah gigi gingsulnya itu loh ..., pengen nyubit!"


"Jangan senyum kayak gitu dong pak dokter, tambah nggak kuat liatnya ...!"


"Andai saja ada audisi buat jadi istri keduanya pak dokter pasti aku siap untuk daftar!"


"Husssshttt!" ucap salah satu dari mereka yang menyadari keberadaan Felic di sana dengan tangan yang mengepal sempurna.


Kalau kelihatan mungkin sudah keluar api dari kepala, hidung dan telinga Felic, pengen nyembur orang-orang yang ngomongin suaminya itu pakek api.


"Istrinya pak dokter ....!?" ucap mereka dengan wajah yang takutnya dan mereka pun segera berpencar. Felic pun jadi penasaran dan melihat apa yang di lihat oleh gadis-gadis itu.


Terlihat suaminya itu sedang duduk bersama bapak-bapak lainnya dan sesekali tersenyum saat ada pembicaraan yang di rasa lucu.


"Dasar tukang tebar pesona!" umpat Felic sambil menatap suaminya kesal, tapi tanpa ia sadari ada seseorang yang juga berdiri di belakangnya sambil tersenyum, dia adalah bu Ros. Bu Ros memegang bahu Felic membuat Felic terkejut dan menoleh pada orang yang ada di belakangnya.


"Bu Ros!?"


"Pak dokter bukan tebar pesona neng, memang pak dokternya ganteng! Kalau saja saya punya anak cewek satu lagi pengen cari menantu yang kayak pak dokter, sudah ganteng baik lagi, pokoknya neng Felic benar-benar beruntung punya pak dokter! Jangan terlalu cuek sama pak dokter, jangan sampek di ambil orang!"

__ADS_1


"Buuuuuu .....?!"


"Saya serius neng, panggil dengan panggilan manis biar pak dokter semakin sayang sama neng Felic!" ucap bu Ros membuat Felic terdiam, ia membenarkan apa yang di katakan bu Ros, selama ini dia terlalu kaku sama suaminya sendiri nggak ada manis-manisnya.


"Ya udah neng, saya ke dalam dulu ya, pak penghulu sebentar lagi datang! Hampiri pak dokter!"


Bu Ros pun akhirnya benar-benar meninggalkan Felic, ahhhh gimana caranya bersikap manis ..., jadi pengen muntah bayangin aja ....


Dan benar saja, pak penghulu dan pengantin prianya sudah datang. Semua tamu yang di undang dalam acara ijab qabul pun berkumpul untuk menjadi saksi termasuk Felic dan dokter Frans.


Bi Molly pun mengantar Felic untuk duduk di samping dokter Frans lalu kembali bergabung dengan ibu-ibu lainnya.


"Fe ...., aku mencari mu dari tadi, kemana saja?" tanya dokter Frans yang memang sedari tadi mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan istrinya itu.


"Aku di dalam sama ibu-ibu yang lainnya!" ucap Felic yang menjadi terlihat begitu canggung.


"Kamu kenapa? kamu nggak pa pa kan? Nggak sakit kan?" tanya dokter Frans sambil memegangi kening istrinya itu,


"Tidak pa pa!" gumam ya lagi saat suhu tubuh Felic normal.


"Apa merasa mual, atau perut kamu sakit?" tanya dokter Frans yang terlihat panik dan Felic pun segera menyingkirkan tangan suaminya dari perutnya karena malu menjadi pusat perhatian.


"Nggak pa pa sa_yang ....!" ucap Felic yang masih terlihat canggung.


Dokter Frans yang mendengarkan kata-kata berbeda keluar dari mulutnya seketika memundurkan kepalanya dengan kening yang mengerut.


"Fe ...., apa tadi aku_!" ucap dokter Frans menggantung karena Felic langsung menyambar ucapannya.


"Aku nggak pa pa sayang!" ucap Felic dengan cepat membuat dokter Frans terdiam.


Acara ijab qabul pun di mulai, dokter Frans masih terdiam dengan rasa penasarannya sedangkan Felic diam dengan perasaan yang menjadi begitu aneh.


Setelah ijab qabul selesai, dokter Frans mengajak Felic untuk pulang dulu dan akan kembali lagi nanti malam untuk acara temu manten.


Sepanjang di dalam mobil baik dokter Frans maupun Felic masih saling diam membuat bi Molly dan juga Richard hanya saling pandang karena penghuni belakang mobilnya tidak bersuara sama sekali, tangan dokter Frans juga hanya berada di satu tempat yaitu memegang tangan Felic, tidak seperti biasanya yang lebih aktif.


Akhirnya setelah lima menit mereka sampai juga di depan rumah mereka, Richard pun segera turun dan membukakan pintu mobil untuk mereka, Felic berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah meninggalkan suaminya dan bi Molly.


"Bi ....!" panggil dokter Frans saat bi Molly juga sudah mulai berjalan.


"Iya tuan?"

__ADS_1


"Apa terjadi sesuatu sama Felic selama di acara?"


"Tidak tuan, nyonya tidak melakukan apa-apa di sana, nyonya hanya duduk dengan bu Ros tadi karena saya menitipkan sama bu Ros selama saya bantu-bantu! Apa ada sesuatu tuan?"


"Tidak ...., hanya saja sikapnya jadi aneh!"


"Aneh, aneh bagaimana maksud tuan dokter!"


"Misalnya dia jadi bersikap manis! Dia juga memanggilku dengan ....! Ah sudahlah bi saya samperin Felic dulu!" ucap dokter Frans lalu berlalu meninggalkan bi Molly.


"Maksud tuan apa ya?" bi Molly jadi ikutan bingung di buatnya.


"Tapi sepertinya nyonya baik-baik saja!"


Dokter Frans segera menyusul Felic yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar, tapi sebelum masuk ke dalam kamar ia pergi ke dapur dulu untuk membuatkan susu ibu hamil untuk Felic.


Saat ia sampai di kamar ia tidak mendapati istrinya itu di dalam kamar, ia mendengarkan suara air dari dalam kamar mandi.


"Mungkin dia sedang bersih-bersih!" gumam dokter Frans sambil meletakkan gelas susu itu di atas meja kayu berbentuk lingkaran dengan dua kursi kayu di samping-sampingnya yang ada di dekat jendela lebar itu.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka dan Felic keluar dengan wajah yang sudah terlihat lebih segar dengan baju yang sudah berganti dengan baju rumahan.


"Fe ...., aku sudah buatkan susu untukmu!" ucap dokter Frans sambil menunjuk letak susunya.


"Terimakasih ...., sayang!" ucap Felic yang harus kembali di dera kecanggungan.


Dokter Frans pun segera melepas kemeja batiknya, meninggalkan kaos ketat warna putih yang melekat di tubuhnya.


Dokter Frans segera menghampiri istrinya itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2