
Dengan kehidupannya yang sendiri, Zea harus menyiapkan semua kebutuhannya sendiri. Bahkan untuk urusan belanja bulanan, tidak banyak barang yang di butuhkan oleh Zea karena memang dia juga jarang masak di rumah kalau tidak hari libur. Saat libur, minimarket akan di jaga oleh salah satu anak dari koh Chang sendiri dan saat itu dia bisa sedikit santai di rumah.
Seperti biasa ia akan mendapat jatah libur setiap Minggu, karena setiap Minggu anak koh Chang pulang dan akan menggantikannya menjaga toko sekalian mengecek barang-barang yang habis yang sudah di catat oleh Zea.
Gadis itu sudah bersiap dengan pakaian casual nya, sepatu sport warna putih tampak serasi di padukan dengan kaos oblong warna putih dan celana kulot selututnya, rambut panjangnya di ikat asal dengan menyisakan beberapa helai rambutnya di biarkan tergerai.
Ia menunggu bus lewat di halte kecil yang ada di ujung gang, beberapa orang ikut menunggui, sepertinya mereka memiliki tujuan yang sama.
Hingga sebuah bus kota berhenti tepat di depan mereka, dan Zea bergantian masuk bersama orang-orang lainnya, beruntung ia bisa duduk di dekat jendela, karena jarak pusat perbelanjaan cukup jauh, ia harus menempuh perjalanan sampai setengah jam agar sampai ke sana.
Di tempat lain Rangga terlihat enggan membuka matanya saat suara mama nya terus mengetuk pintu kamarnya, ia bahkan sampai harus menutup kedua telinganya agar mamanya tidak terus mengganggunya.
"Bangun Rangga!"
"Awas ya kalau kamu nggak bangun mama dobrak ya pintu kamu!"
Hehhhhh ....
Rangga mendengus kesal, ia bangun dan membanting bantalnya. Ini hari Minggu, sudah pasti seharusnya ini menjadi waktu santainya setelah sepekan bekerja. Tapi sepertinya sang mama tidak akan membiarkan Rangga menikmati hari liburnya itu.
Rangga dengan malas bangun dan berjalan membuka pintu, terlihat mamanya sudah berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang,
"Ada apa sih ma? Rangga capek mau istirahat seharian, please jangan ganggu ya!" Rangga sampai mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Nggak, kamu lupa ya apa yang mama katakan semalam? Anak temen mama yang namanya Miska kemarin datang!"
"Trus, apa hubungannya dengan Rangga ma?"
"Ada dong, mama sama Tante Widya sudah menyiapkan pertemuan kalian hari ini, ini anaknya!" mama Rangga menyerahkan foto seorang gadis.
Tampak gadis dengan penampilan modis bak model, benar-benar bukan tipe Rangga.
"Ini maksudnya apa ma?"
"Ya maksudnya, kalian harus berkencan! Ayolah Rangga move on, sudah waktunya kamu cari pengganti Fe, lagi pula Fe sekarang juga sudah bahagia dengan keluarganya!"
"Kok jadi bawa-bawa Fe sih ma!" protes Rangga, ia tidak suka jika mamanya menganggap dirinya masih belum bisa move on dari Felic, walaupun memang kenyataannya tidak benar-benar salah. Ia memang masih menyimpan rasa pada cinta pertamanya itu.
"Abis kamu masih nggak cari-cari pasangan, jadi mama kan sekarang yang harus Carikan pasangan buat kamu!"
__ADS_1
"Ma, Rangga nggak suka!"
"Mama nggak mau tahu ya, Miska ini gadis yang berpendidikan, keluarganya juga jelas, anaknya juga cantik!"
"Terserah mama lah!" Rangga sudah hampir berbalik tapi sang mama segera menahan tangan Rangga lagi.
"Ehh ehhh tunggu!"
"Apa lagi sih ma?" Rangga menatap malas pada sang mama.
"Temui dia!"
"Iya ma!"
"Awas ya kalau sampai kalian nggak ketemu, mama punya nomornya Miska, jadi jangan macam-macam!"
"Mama ..., ihhh curang banget!" Rangga tidak bisa menolak kali ini, ancaman mamanya benar-benar menakutkan.
Walaupun malas akhirnya Rangga harus mandi di hari libur yang seharusnya dia juga bisa libur mandi.
Rangga memakai baju sedikit santai, ia memakai kemeja biru tua tanpa jas. Ia sudah siap di atas motornya, sengaja membawa motor agar si gadis tidak akan suka dengannya.
"Kamu yakin ga, mau bawa motor?" mama rangga yang mengetahui Rangga mengeluarkan motornya segera menyusul keluar.
"Iya ma, mobil Rangga bentar lagi ada yang mau servis!"
"Memang mobil kamu kenapa?"
"Olinya habis! Ya udah ma Rangga berangkat dulu!" Rangga segera memakai helmnya dan melajukan motornya begitu saja, ia tidak mau sampai mamanya bertanya lebih banyak lagi.
...***...
Seperti yang diminta mamanya, Rangga pun langsung menuju ke salah satu kafe yang ada di mall ternama.
Ia langsung bisa melihat wanita yang tampak duduk sendiri dengan pakaian modis nya.
"Hahhhh, hari ini akan lama!" gumam Rangga sebelum kemudian melanjutkan langkahnya.
"Selamat siang!" Rangga menyapa gadis yang sama persis seperti di foto yang di serahkan oleh mamanya.
__ADS_1
"Selamat siang!" gadis itu segera berdiri dan menyambut kedatangan Rangga, baru saja bertemu pertama kali, gadis yang bernama Miska itu pun memberikan ciuman di pipi Rangga secara bergantian. Tentu Rangga sangat terkejut.
"Duduk ga, aku seneng deh akhirnya kamu datang, aku kira Tante bohong tadi soalnya aku nunggu kamu lama banget!"
"Maaf, soalnya ini hari libur, biasanya saya akan menghabiskan waktu di rumah untuk bersantai!"
"Jadi kamu anak rumahan ya?"
"Iya!"
"Sayang sekali!" gadis itu menampakkan wajah kecewanya, "Nggak pa pa deh, lain waktu aku kenalkan sama temen-temen aku biar kamu nggak jadi anak rumahan terus, lagi pula kalau kamu terlalu serius seperti itu kamu bisa cepet tua loh!"
"Begitulah?" Rangga tampak tidak bersemangat.
"Kita pesan makanan aja ya, biar aku yang pesankan! Kamu pasti suka semua yang aku pesan!"
Miska benar-benar terlalu percaya diri, ia bahkan tidak meminta pendapat Rangga saat memesan makanan, Rangga sudah benar-benar merasa bosan walaupun baru beberapa menit saja ia duduk di tempatnya.
Selagi Miska terus bicara, Rangga memilih menatap ke luar, beruntung letak kafe berada di lantai dua dan tempat duduknya berada di tepi sehingga matanya bisa langsung mengawasi segala aktifitas yang ada di mall itu.
Hingga akhirnya matanya menangkap sosok wanita yang ingin sekali ia temui hari ini, bibir Rangga langsung tersenyum dan memperhatikan setiap apa yang di lakukan oleh wanita itu.
"Baru tahu aku kalau dia menggemaskan!" gumam Rangga lirih membuat gadis yang duduk di depannya menatap tidak percaya.
"Kamu bicara apa barusan?"
"Hahhh? Enggak! Kamu salah denger kayaknya!" Rangga mengalihkan perhatian dengan segera menyantap makanan yang baru saja datang.
"Ayo di makan, enak loh!"
"Tadi kayaknya aku denger kamu puji aku deh, nggak pa pa kalau kamu masih malu! Btw aku seneng kok!"
Rangga sampai harus menelan paksa makanannya gara-gara ucapan Miska.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @ tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...