
...Aku tidak akan pernah menyesal dengan semua yang pernah terjadi dalam hidupku karena aku tahu sekarang semua yang terjadi adalah sebuah pelajaran yang akan menjadikan aku sebagai orang yang lebih baik....
...🌺🌺🌺...
"Baiklah, kalau gitu saya ganti deh pertanyaannya. Sekarang ceritakan secara detail kehidupan pak Seno!"
"Nona_!"
" Bukankah ini bagian dari tugasmu, bagaimana saya bisa yakin akan menerima dia sebagai ayah saya kalau saya tidak tahu seluk beluk keluarganya!"
Setelah menimbang-nimbang ucapan zea, akhirnya ajudan pak Seno mau bicara,
"Tuan memiliki satu anak dengan istri sahnya, tapi anak itu bukan anak biologis tuan Seno karena saat mereka menikah nyonya sudah hamil empat bulan. Demi untuk menutupi aib keluarga, terpaksa tuan menikahi wanita yang sekarang menjadi istrinya itu karena beliau adalah putri dari sahabat dekat atau tuan. Putri tuan Seno bernama nona Miska dan istrinya bernama nyonya Widya."
Jadi benar, Miska putri tiri pak Seno, tidak lain papa kandung aku ...., walaupun. berat tapi Zea akan berusaha keras untuk menerimanya.
"Apa anda tahu hubungan pak Seno dengan ibu saya? Kenapa mereka sampai berpisah?"
"Berdasarkan berita yang saya dapat, tuan dan ibu nona sudah menjalin asmara cukup lama, bahkan mereka menikah siri tanpa sepengetahuan orang tua tuan karena hubungan mereka tidak di restui, ibu nona hanya anak dari pelayan di rumah tuan. Hingga suatu hari tuan di minta ayahnya untuk menikahi putri dari sahabatnya untuk menutupi aib gadis yang tengah hamil itu. Tapi tuan tidak bersedia, ia mengatakan tentang pernikahannya dengan ibu nona dan semua ini terjadi.
Ibu nona tiba-tiba menghilang setelah itu, tuan mencari-carinya tapi ternyata tidak bisa menemukannya, terpaksa tuan menerima pernikahan itu walaupun tanpa cinta.
Walaupun begitu tuan masih selalu mencari wanita pujaannya itu.
Hingga beberapa tahun kemudian, mereka di pertemukan lagi di sebuah rumah sakit, saat itu ibu nona ternyata tengah sekarat. Ia memberitahukan pada tuan jika mereka memiliki seorang putri yang sengaja ia titipkan di panti asuhan.
Sejak saat itu, tuan mencari setiap panti asuhan yang ada di wilayah ibu kota, mencari keberadaan nona."
Zea mendengarkan dengan seksama semua cerita dari ajudan pria yang ternyata adalah ayah biologisnya.
Hingga suara pantulan sepatu yang beradu dengan lantai mulai mengisi ruangan itu membuat sang ajudan sedikit memundurkan badannya.
"Selamat datang tuan!" seperti biasa ia segera membungkukkan badannya memberi hormat, Zea yang duduk pun akhirnya ikut berdiri dan memberi hormat.
__ADS_1
"Duduklah!"
Zea pun kembali duduk dan pak Seno pun duduk di kursi lainnya,
"Papa senang akhirnya kamu mau menemui papa, mama jika papa terlambat!"
"Bahkan sampai sekarang saya bukan prioritas Anda!" Zea sedikit kecewa dengan keterlambatan pria itu. Seandainya pria itu datang lebih cepat mungkin dia tidak perlu bertanya pada ajudannya, ia bisa bertanya langsung pada papanya.
"Maafkan aku, aku memang bukan papa yang baik! Walaupun papa beralasan tetap saja papa salah, tapi papa akan kasih tahu alasannya, saya sengaja terlambat karena sedang mengadakan pertemuan dengan para pengacara dan kuasa hukum papa untuk mengalihkan beberapa saham dan properti atas nama kamu!"
Tapi tetap saja Zea kecewa dengan keterlambatan itu, tidak peduli apapun alasannya,
"Seandainya saja anda tidak terlambat dalam banyak hal, anda pasti bisa mendapatkan semuanya!" Zea masih saja berbicara dengan nada formalnya.
"Aku tahu, itu semua salahku! Mama kamu, kamu, dan semua itu karena papa terlambat mengetahui. Andai saja waktu itu saya bisa lebih getol menjaga mama mu, aku tidak perlu menunggu hingga tiga puluh tahun untuk mendapatkan putri ku kembali!"
"Saya sudah mendengarkan semuanya dari ajudan anda, tapi kenapa anda begitu yakin bahwa saya akan menerima semuanya?"
"Ya karena kamu putriku!"
Kali ini pak Seno yang tertegun, ia tidak percaya dengan kata-kata putrinya yang terakhir,
"Zea!" mata yang berlapis dengan kaca mata tebal itu tampak mulai berembun.
"Iya, pa! Zea menerima anda sebagai papa Zea!"
Pak Seno menghapus air mata yang bersembunyi di balik kaca matanya, ia segera tersenyum dan berdiri memeluk Zea,
"Terimakasih nak, terimakasih sayang, di sisa umur papa akhirnya papa bisa memeluk putri papa, putri Sintya ku!"
"Sama-sama pa! Sebagai syaratnya_!"
Mendengar ucapan Zea, pak Seno pun kembali sadar. Ia pun segera melepaskan pelukannya dan memanggil ajudannya,
__ADS_1
"Papa pasti tidak akan melupakan hal itu, sekarang juga kamu boleh menandatanganinya!"
"Itu nanti aja pa!" Zea menggeser map tebal itu membuat pak Seno mengerutkan keningnya.
"Lalu?"
"Antar Zea ke makam ibu!"
Pak Seno kembali tersenyum, "Pasti, bagaimana? apa sekarang?" tampak pak Seno begitu bersemangat.
"Iya!"
Akhirnya untuk pertama kalinya Zea berkunjung ke makan mamanya. Ia dan papanya sebagai keluarga yang utuh. Mereka segera beranjak dari restauran dan menuju ke sebuah komplek pemakaman yang jaraknya cukup jauh dari tempat mereka awal.
Sepanjang jalan pak Seno sibuk bertanya pada Zea tentang semua kehidupan yang telah putrinya itu lalui, sesekali terlihat tangannya menyeka sudut matanya yang basah, ia bisa merasakan segala penderitaan yang di alami sang putri selama tinggal jauh darinya.
Berharap semua kesedihan tidak akan pernah hinggap lagi di kehidupan putrinya di masa mendatang,
"Maafkan papa sayang, seandainya saja papa menyadari lebih awal."
"Mungkin memang ini sudah takdir Zea pa, Zea harus jadi wanita yang kuat dulu untuk mendapatkan semua hak Zea agar nanti tidak akan ada lagi yang meremehkan Zea!"
"Kamu begitu bijak nak!" Pak Seno terus memeluk putrinya itu, membayangkan hal-hal buruk yang mungkin bisa menimpa putrinya seandainya saja sampai keluarga kecilnya tahu tentang Zea.
Karena terlalu jauh, Zea sampai tertidur di bahu papanya, pak Seno terus saja mengusap kepala Zea, ia seperti kembali bisa menimang putri kecilnya.
Kamu benar-benar putri kecilku yang malang .....
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...