Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Felic menolak


__ADS_3

Setelah mengetahui kebenarannya Felic benar-benar tidak sabar menunggu hingga tamu itu pulang, Felic benar-benar marah pada orang tuanya.


Setelah tamunya itu benar-benar pulang, Ia segera melampiaskan kemarahannya dengan cara mengurung diri di dalam kamar. Ia tidak mau keluar kamar menemui orang tuanya.


“Fe…, jangan begitu dong, kamu itu bukan anak kecil lagi yang ngambekan seperti


itu!” keluh ayahnya.


“Ayah sama ibu nggak adil sama Felic, Felic nggak mau yah di jodoh-jodohin kayak gini. Felic nggak suka, kayak Felic benar-benar nggak laku saja, Felic masih laku yah ....., Felic cantik, banyak pria yang ngejar-ngejar Felic!”


“Keluarlah…, ayah ingin bicara denganmu! Jangan seperti anak kecil seperti itu!”


Karena kerasnya usaha ayahnya, akhirnya Felic mengalah, ia pun membukakan pintu untuk ayahnya. Ayahnya masuk ke dalam


kamarnya dan duduk di kursi kecil yang berbahan plastik itu, Felic pun juga


sama ia duduk di tepi tempat tidurnya.


“Sekarang katakan sama ayah, apa yang kau mau?”


“Jangan ada acara jodoh-jodohin kayak gini yah, Felic nggak suka!”


“Ayah sama ibu nggak akan jodohin kamu kalau kamunya punya calon sendiri, tapi apa?


sampai sekarang kamu nggak bawa-bawa calon kamu kan! Ayah sama ibu itu nggak


mau kamu terus-terusan jadi bahan pembicaraan warga!”


“Tapi bukan begini yah caranya! Felic …., Felic …..”


‘Felic kenapa? Nggak bisa jawab kan!”


“Bukan gitu yah ….!”


“Lalu ayah harus bagaimana? Usiamu sudah sangat matang, ayah tidak mau kamu jadi


bahan gunjingan tetangga, ayah dan ibu hanya memikirkan yang terbaik untukmu!”


Ayah tidak akan pernah menyerah


dengan keinginannya …., aku harus cari cara untuk bisa keluar dari perjodohan


ini …, aku nggak mau menikah dnegan orang yang tidak aku kenal ….


“Felic


…., Felic sudah punya calon sendiri!”


Felic


sebenarnya menyesali ucapannya sendiri, bagaimana mungkin ia mengatakan punya


calon sedangkan satu pun ia tidak punya teman pria.


“Kalau


punya calon, buktikan …, kenalkan sama ayah dan ibu!”


Iya kan …, aku benar-benar


menjatuhkan tubuhku ke dalam lubang yang sama …, mengerikan ….


“Kenapa


diam saja? Bisa nggak?”


“Baiklah


…., Felic akan membawanya ke sini!” ucap Felic dengan sangat mantap walaupun


hatinya ragu bisa membawa pria yang akan ia kenalkan kepada keluarganya.


“Ayah


tunggu …, jika sampai hari ke lima belas kamu belum membawa calonmu, maka ayah


dan ibu akan menikahkanmu dengan pilihan ayah dan ibu!”


‘Felic


setuju!”


“Baguslah


…!”


Ayahnya

__ADS_1


meninggalkan kamar, Felic pun menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Ia


benar-benra di buat bingung dengan ucapannya sendiri. Ia tidak punya siapa pun


untuk di kenalkan pada keluarganya.


“Rasanya


bisa keluar dari mulut macan dan sekarang masuk ke mulut singa, sama aja …!”


gerutu Felic. Ia harus mencari cara, ia tidak mungkin menyerah dengan


perjodohan itu. Apalagi ia tidak merasa dekat dengan pria manapun selain bang


ilham.


“tapi


kan bang Ilham udah punya istri dan anak …., ih amit-amit deh gue jadi pelakor


…., buang jauh-jauh deh pikiran itu ….!”


“Andai


saja Rangga ….., astaga …., itu sama aja, gue nggak mungkin jadi perebut pacar


orang!”


Felic


benar-benar di buat pusing dengan keputusannya sendiri. Hingga berhari-hari ia


turs saja mencari cara untuk bisa menemukan solusianya.


“Fe


…., kenapa bengong aja sih?” Tanya Ersya. Felic hanya terus mengaduk mie


ayamnya. Ia bahkan belum memasukkan satu sendok pun ke dalam mulutnya.


“Gue


sedang banyak pikiran!” ucap Felic tanpa menatap Ersya.


“Memang


apa yang sedang lo pikirkan? Soal duit?”


soal duit mah setiap hari …, ini lebih rumit dari pada itu!”


“Ya


kasih tahu gue dong, nanti gue carikan solusinya!”


“Gue


mau di jodohin sama orang yang nggak gue kenal, menurut lo, gue harus nglakuin


apa?”


“Mau


aja kali Fe, lagi pula lo sudah cukup umur, banget malah …!”


“Lo


sama aja ya sama orang tua gue!” keluh Felic.


“Maaf


…, Maaf …, bukan gitu maksud gue. Sebenarnya lo itu cantik loh Fe …., banyak lo


yang antri pengen jadi cowok dan suami lo, lalu apa yang ingin lo dapat. Pengen


cowok yang kayak gimana?”


“Rangga!”


“Astaga


…., jadi lo belum bisa move on dari Rangga?”


“hutttts


….., jangan keras-keras ….!”


“Ini

__ADS_1


nggak bener Fe …, lo nggak bisa terus-terusan hidup dalam masa lalu, lo harus


mulai menatapmasa depan!”


‘Caranya


gimana?”


“Ya


lo harus nikah, setidaknya setelah nikah lo punya orang yang bakal ngisi


hari-hari lo!”


“Tapi


gue ragu sama calon gue ini, katanya namanya Abi, temen lama gue….., kalau gue


ingat-ingat itu yang namanya Abi ituingat nggak sama cowok Ips 6, yang pakek


kaca mata tebel dan rambutnya klimis, cicak aja kepleset, inget nggak!”


“Yang


ada tompelnya di hidung!”


“Iya


bener ….,! nggak aad kan Abi yang lain?”


“Iya


sih …., kalau gitu jangan mau! Gini aja deh …., lo kenalin cowok ke orang tua


lo aja sebagai cowok lo, bilang kalau kalian pacaran!”


“Masalahnya


cowoknya siapa? Lo kan tau sendiri gue nggak punya kenalan cowok selain bang


Ilham!”


“Ihhh


…, gila aja lo mau macarin bang Ilham, istrinya mau di kemanain!”


“Gue


jadi tambah pusing aja!”


“Eh


…., bentar-bentar …, seingat gue kemaren lo sempet cerita, katanya lo ketemu


sama cowok yang katanya lo masih magang sebagai dokter. Gimana kalau dia aja!”


“Benar


juga lo, dia hutang hudi sama gue! Tapi ….!”


“Tapi


apa lagi?”


“Masalahnya


gue nggak tau alamatnya!”


“Tapi


lo tahu kan namanya?”


“Namanya Frans!”


“Ya udah, lo tinggal ke rumah sakit terdekat dan cari dokter yang namanya Frans,


gampang kan!”


“Ih …., lo pinter banget sih ….! Ya udah gue bakal samperin dia ke rumah sakit!”


Kisah yang rumit akan menjadi sederhana jika berada di hati yang tepat, karena dengan melihat senyumnya saja, semua akan membaik


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘❤️❤️❤️


__ADS_2