Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Film Horor


__ADS_3

"Tapi katanya kalau nonton bioskop nggak lengkap kalau nggak sambil makan pop korn!"


"Baiklah ...., silahkan! Aku akan menunggu di sini tapi ingat jangan lama-lama, nanti aku cuma jenuh nungguin kamu aja!"


"Siap pacar!"


Dokter Frans berdiri dan menuju ke kedai yang menyediakan pop corn dan minuman ringan.


"Mbak pop corn nya aman kan untuk ibu hamil?" tanya dokter Frans pada pemilik kedai pop corn.


"Iya mas ganteng ...., kalau menurut saya semua pop corn sehat untuk ibu hamil, tapi nggak tahu menurut dokter ya! Mungkin mas ganteng bisa tanya langsung sama dokter saja!"


Ehhhh ...., aku kan yang dokter! Kenapa juga aku tanya ....


"Ya udah ...., kalau minuman ringan, apa baik buat ibu hamil?" tanya dokter Frans.


Tapi pemilik kedai malah di buat bingung, ia menatap teman yang ada di sebelahnya dan meminta pendapatnya.


"Mungkin mas ganteng bisa tanya langsung aja sama dokter kandungan!"


"Dokter kandungan ya? Tapi aku tidak yakin!" entah kenapa jika ini berhubungan dengan istrinya sendiri ia malah merasa bimbang untuk mengambil keputusan.


"Dokter Sifa!" gumamnya, ia pun kembali mundur dan membiarkan antrean panjang itu mendahuluinya. Ia merogoh saku jaketnya dan mengambil benda pipih itu, ia mencari kotak nomor seseorang.


"Hallo dokter ....!" suara di seberang sana.


"Hallo dokter Sifa, maaf mengganggumu!"


"Tidak pa pa dokter, ada apa dokter menelpon saya? Apa ada masalah dengan bu Felicia?" tanya dokter Sifa panjang lebar membuat dokter Frans mendengus kesal.


Selalu ya ...., kenapa wanita suka sekali bicara ...., belum juga bertanya tapi sudah di tanya balik ....


"Begini dokter Sifa, jadi saya sedang ada di bioskop! Menurut dokter minuman ringan itu baik atau tidak untuk ibu hamil?"


Pertanyaan dokter Frans ternyata menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang antre panjang membeli pop corn. Sungguh pertanyaan pada pria yang siaga pada istrinya, begitulah mungkin dalam pikiran mereka.


Dokter Sifa tidak langsung menjawab, sepertinya ia juga berpikir beda, apa mungkin dokter Frans yang jelas-jelas dokter terbaik itu sedang menguji kemampuannya? Bisa jadi ini memang ujian dadakan untuknya.


"Bagaimana dokter?" tanya dokter Frans mengulangnya.


"Kalau berdasarkan yang saya tahu dok, ibu hamil tidak di anjurkan minum minuman ringan, lebih baik minum air putih, air kelapa atau susu saja dok ...!" ucap dokter Sifa dengan sedikit ragu.


"Baiklah ...., terimakasih ya dokter atas informasinya!" ucap dokter Frans lalu menutup sambungan telponnya. Bukannya ia tidak tahu itu tapi ia sedang. mencari pendapat orang lain, buat jaga-jaga kalau-kalau istrinya itu akan minta minuman ringan.


Dokter Frans kembali menyakukan ponselnya, ia melihat masih ada empat orang yang sedang mengantri. Karena jelas saja penjual susu tidak ada di situ, dokter Frans memilih untuk menuju ke kedai penjual susu kedelai tidak jauh dari kedai itu.


Kedai itu terlihat sepi hanya ada satu pembeli dan itu pun sudah selesai.


Dokter Frans segera berdiri di depan kedai itu.


"Permisi mas!" sapa dokter Frans.


"Iya ...., mau beli apa mas?" tanya pemilik kedai dengan begitu ramah.


"Susu kedelainya masih ada?" tanya dokter Frans lagi.


"Masih mas ...., mau yang rasa apa?" tanya pemilik kedai dengan menunjukkan sederet susu kedelai dengan berbagai warna dan varian rasa.


"Memang ada varian rasa apa saja?"


"Ini mas ...., di sini ada original, stroberi, jeruk, mangga, apel, jambu, alpukat, anggur!" sambil menunjuk satu per satu pada setiap warna yang berbeda.


"Ya sudah, semuanya saja satu-satu ya!" ucap dokter Frans sambil mengambil satu persatu susu kedelai dengan kemasan boks kotak itu.


"Baik mas ...!"


Pemilik kedai segera mentotal seluruhnya dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Dokter Frans menyerahkan senilai uang yang di sebutkan pemilik kedai.


Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan, dokter Frans kembali ke kedai pop corn dan untungnya tinggal satu orang yang mengantri. Ia segera berdiri di belakang seorang pria itu.


Dan untung saja Dokter Frans berdiri di situ lebih cepat, seandainya terlambat sebentar saja, ia pasti harus mengantri dengan beberapa orang lagi karena di belakang dokter Frans kini sudah berjajar sekitar tiga orang untuk mengantri. Mungkin karena besok hari sabtu dan sedang libur panjang, jadi banyak yang memanfaatkan waktu untuk berkencan atau menghabiskan waktu bersama keluarga.


Felic yang sedari tadi terus mengamati kemanapun suaminya itu bergerak, ia begitu gemas karena terlalu lama, apalagi saat melihat kantong plastik yang di bawanya.


"Dia pasti belanja nggak masuk akal lagi ....!" gumam Felic sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Pengen banget berdiri dan tarik tangannya, dan ini filmnya banyak banget, mana belum pernah nonton semua! Jadi pusing kan pilihnya ....!" Felic terus saja memilih tiket nonton yang ada di tangannya, begitu banyak.

__ADS_1


"Sayang banget uangnya kebuang kalau nggak di tonton semua!"


"Gini aja deh, nanti kalau Frans kesini, jadi nontonnya sesuai waktu di putarnya aja deh ...!"


Setelah satu orang di depannya berlalu, dokter Frans segera maju dan langsung di sambut senyum oleh wanita penjaga kedai itu.


“Mas ganteng balik lagi, jadinya mau pesan apa mas?”


“Saya mau pesan dua bungkus pop corn jumbo!”


“Yang orisinal atau bisa lihat varian rasanya, mas ganteng?”


Kenapa semua harus ada varian rasanya, bikin pusing aja ....


"Baiklah ....., biar aku memilih dulu!" ucap dokter Frans. Dokter Frans sibuk memilih varian rasa popcorn nya, dan pemilik kedai cantik itu asik memandangi wajah ganteng dokter Frans dan beberapa kali membidikkan kameranya pada pria gondrong itu.


Sedangkan Felic yang melihat bagaimana ganjen nya pemilik kedai, beberapa kali Felic mengepalkan tangannya, ia sibuk menatap kesal dan sudah tidak sabar lagi untuk melabrak wanita itu.


"Nggak tahu apa di sini ada bini nya, enak aja pegang-pegang suami orang!"


"Harus aku kasih pelajaran tuh orang ....!"


Felic pun menjalankan kursi rodanya, kali ini ia memilih untuk tidak turun dari kursi roda agar tidak terkena marah sama suami rasa pacarnya.


"Sayaaaaang!" panggil Felic di buat semanja mungkin. Ia menghampiri suami ganjen nya itu. Dokter Frans yang mengenali suara itu segera menoleh dan memastikan jika yang ia dengan itu benar.


"Fe ....!" Bukan cuma dokter Frans yang menoleh padanya tapi semua yang sedang mengantri juga ikut menoleh.


"Sayaaaaaang ...., kenapa lama sekali, aku kan sudah pengen nonton, sayang!" ucapnya sambil menajamkan matanya pada suaminya itu.


Ada apa dengannya, apa dia sedang kerasukan penunggu gedung bioskop? dokter Frans terus menatapi wanita di atas kursi rodanya. Ia malah bergidik ngeri membayangkan Felic tiba-tiba saja manja.


Setelah begitu dekat, Felic pun berdiri dan bergelayut manja di lengan suaminya itu dan sesekali mencium pipi suaminya membuat mbak-mbak yang ganjen goda-goda suaminya itu nggak berani lagi main mata pada suaminya.


“Fe ...., kamu kenapa?” tanya dokter Frans yang masih terlihat begitu bingung.


“Kenapa? Aku tidak pa pa sayang, ayolah sayang filmnya sudah mau mulai!” ucap Felic sambil menyusupkan tangannya di sela jaket dokter Frans dan memeluknya manja.


“Oh iya bentar, kamu pilih yang rasa apa? Original atau …!” belum sampai dokter Frans melanjutkan ucapannya Felic segera memutus ucapannya


“Oh iya mbak, berarti jagung bakar dua ya!” ucap dokter Frans pada pemilik kedai itu.


“Iya mas!”


Pemilik kedai pun segera membuatkan pesanan dokter Frans tanpa berani main mata lagi karena di depannya jelas ada singa betina yang bersiap untuk mengamuk.


Tak berapa lama pop corn nya sudah jadi, dua bungkus pop corn jumbo rasa jagung bakar.


“Ini uangnya ya mbak!” ucap dokter Frans sambil memberikan senilai uang.


“terimakasih!” ucap pemilik kedai,


"Ayo Fe kamu duduk lagi, biar aku dorong kursinya!"


Dengan kesal Felic pun kembali duduk di kursi rodanya. Dokter Frans mendorong kursi roda Felic menuju ke gedung bioskop yang menayangkan film horor.


“Seneng ya diliatin cewek cantik, dia ajakin becanda, senyum-senyuman!” ucap Felic dengan begitu ketus berbeda dari beberapa detik lalu, wanita itu begitu lembut dan manja.


Ahhhh akhirnya balik lagi judesnya ...., dokter Frans merasa lega, setidaknya istrinya tidak sedang kerasukan karena berubah manis. Ternyata istrinya itu sedang cemburu.


“jadi ceritanya pacar aku sekarang lagi ngambek gara-gara cemburu ya!” ucap dokter Frans sambil tersenyum puas.


“Lanjutin aja ngobrolnya sama cewek tadi, aku sama anak aku akan nonton sendiri!” ucap Felic dengan meraih pegangan rodanya hendak menjalankan kursinya sendiri.


"Jangan gitu dong sayang …., pacarku yang cantik! Baiklah aku nggak akan ngomong sama cewek lain tanpa seijin kamu, ok! Tapi jangan marah lagi ya!”


"Gombal banget, tadi aja senyum-senyum gitu, pakek selvi berdua lagi!"


"Sebagai seorang yang ramah dan berbudi bagus, jadi aku layani aja dong pacar! Ntar kalau aku cuekin di kira sombong lagi!"


"Sok keren banget sih kamu!" ucap Felic sambil mencubit hidung panjang suaminya itu dengan begitu gemas dan dokter Frans tersenyum.


"Memang aku beneran keren loh ini, pacar!" ucap dokter Frans masih dengan membanggakan diri.


“beneran? Tapi awas ya gantengnya cuma buat aku, mengerti!”


“beneran, mengerti pacarku! Kalau gitu sekarang kamu bawa ini dan ini!” ucap dokter Frans sambil meletakkan pop corn dan satu kantong plastik susu kedelai di atas pangkuan Felic.

__ADS_1


“kenapa harus aku yang bawa? Kamu kan cowok!” protes Felic.


“Soalnya aku mabil kursinya yang paling depan pacar, jadi masuknya kamu aku gendong, kursinya nggak bakal muat di bawa masuk! Kursi rodanya biar Wilson yang jagain!”


“Jadi dari tadi Wilson ada? Trus yang bawa barang belanjaan juga Wilson, kenapa nggak keluaran dari tadi! Aku kangen banget sama dia!”


“Inilah kenapa kau nggak mau dia deket-deket sama kamu, dia sudah berada di jarak aman agar kamu nggak liat dia, nggak bisa lagu peluk-peluk dia, kalau mau peluk peluk aku aja, rindunya juga buat aku aja, nggak boleh buat orang lain!”


“ih jahat banget sih! Aku kan cuma mau mastiin kalau dia baik-baik aja! Siapa tahu kamu udah buat di kapok dikit sama aku!”


"Dia baik, jadi nggak usah mikirin dia!" ucap dokter Frans sambil mengangkat tubuh Felic dan membawanya dalam bopongannya dan membawanya masuk ke gedung bioskop dengan puluhan kursi yang berjejer.


Dokter Frans membopong Felic menuju ke jejeran kursi paling depan dan mendudukkannya di salah satu kursi dengan nomor yang sesuai dengan kursinya.


Dokter Frans pun ikut duduk dan kembali menatap istrinya itu, ia ingin memastikan sesuatu.


“beneran mau nonton film horor? Nggak mau ganti lagi, pacar?” Sebenarnya dokter Frans berharap istrinya itu berubah pikiran.


“Iya…, Kenapa? Kamu takut ya? aku tuh kalau cinta-cinta bikin ngantuk!” ucap Felic dan berusaha menyelidik pada suaminya itu.


"Enggak kok kalau takut! Biasa aja!"


"Eh itu Filmnya udah mau mulai!" ucap Felic saat lampu ruangan sudah mulai mati dan gantian layar besar di depan itu menyala.


Felic sibuk menyemili pop corn nya sambil menikmati filmnya. Ia begitu santai dan terlihat sekali jika menikmatinya.


Tapi berbeda dengan pria di sebelahnya, setiap kali ada adegan yang memacu adrenalin atau muncul penampakannya, pria itu sibuk bersembunyi di balik punggung Felic.


"Frans ....!"


"Ahhhhh .....!" teriak dokter Frans setiap kali ada adegan yang menurutnya begitu menyeramkan. Dan Felic hanya bisa tertawa, ia tidak menyangka jika suaminya itu begitu takut dengan film horor.


Setelah film itu selesai, dokter Frans keluar dari gedung itu dengan wajah pucat nya dan penampilan yang begitu kacau.


"Frans ...., yakin sudah nggak pa pa?" tanya Felic, karena saat keluar dari gedung itu dokter Frans tidak lagi menggendong Felic tapi Felic yang memapah suaminya itu.


"Sudah nggak pa pa! Kamu duduk cepetan dan minum susunya!" ucap dokter Frans yang jelas begitu mengkhawatirkan suaminya.


"Iya ...!" Felic pun segera duduk di bangku yang ada di depan gedung.


Wilson yang melihat dokter Frans dan Felic sudah keluar segera menghampiri dengan membawa kembali kursi roda milik Felic.


"Nyonya ...., tuan kenapa?" tanya Wilson saat melihat betapa kacaunya penampilan tuannya itu.


"Wilsoooon ....., aku benar-benar merindukanmu!" bukan nya menjawab pertanyaan Wilson, Felic malah berteriak dan berdiri hendak memeluk Wilson tapi dengan cekatan tangan dokter Frans menahan tangan Felic dan memintanya untuk kembali duduk.


"Frans .....!" keluh Felic kesal dan kembali duduk, "Dia ketakutan gara-gara nonton film horor!"


Mendengar kan ucapan Felic, hampir saja Wilson tertawa tapi segera ia tahan saat dokter Frans memelototinya.


"Aku mau ke kamar mandi dulu!" ucap dokter Frans dan berdiri meninggalkan mereka.


Ha ha ha ha .....


Tawa Wilson dan Felic pecah saat dokter Frans sudah masuk ke dalam kamar mandi. Saking terlalu banyak tertawa perutnya hingga terasa nyeri.


"Aduuuuh ....!" keluh Felic saat merasakan perutnya kram.


"Nyonya ...., nyonya kenapa?" tanya Wilson begitu panik.


"Nggak pa pa ...., cuma kram gara-gara kebanyakan ketawa! Bentar lagi juga sembuh!"


"Beneran nyonya?"


"Benar, jangan khawatir!"


Tidak berapa lama dokter Frans kembali dari kamar mandi dengan penampilannya yang lebih keren dan segar.


...Jangankan film horor, rindu sama kamu aja udah bikin aku ketakutan karena tidak bisa menahannya terlalu lama~DTIS...


Bersambung


Udah aku banyakin lagi loh ya, semoga menghibur


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya, bentar lagi hari senin, siapkan vote nya ya


Happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2