Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (95. Persiapan pesta)


__ADS_3

Zea tampak begitu cantik dengan gaun yang ia pilih dengan Ersya. Seorang tukang make up tengah memoles wajahnya agar tidak terlihat polos.


Bibi bahkan masih menemani Zea di sana, tangan Zea tidak pernah bisa lepas dari tangan bibi,


"Bi aku benar-benar deg-degan, bagaimana kalau semua tidak berjalan seperti semestinya?"


"Semua akan baik-baik saja nyonya, percaya sama tuan besar dan nona Ersya, mereka pasti punya cara untuk membuat suasana tidak kacau!"


"Semoga ya bi!"


"Pasti nyonya!"


Sekarang sudah menunjukkan jam setengah tujuh malam. Jarak rumah Zea dengan tempat di adakannya pesta tidak terlalu jauh, lagi pula papanya juga meminta Zea untuk datang belakangan saat pesta sudah di mulai agar kehadirannya tidak terlalu menjadi sorotan.


Setelah para perias meninggalkan kamar Zea, kini tinggal bibi dan Zea saja di sana. Ia benar-benar akan berangkat saat papanya memberi kode.


Zea terus saja mondar-mandir di dalam kamar,


"Bagaimana ini bi, Zea deg-degan banget!"


"Sabar nyonya, bentar lagi tuan pasti akan segera meminta nyonya buat datang!"


Pesta akan di mulai jam tujuh malam, walaupun belum di mulai tampak aula di adakannya pesta tampak sudah ramai dengan para undangan.


Miska masih sibuk dengan dandanannya, ia juga sibuk berbicara di telpon dengan sang mama,


"Sudah ya ma, Miska lagi danda, kapan kelarnya kalau mama ngajak bicara terus!?" keluhnya.


"Memang kamu nggak curiga papa kamu sedang merencanakan sesuatu, mama kok rasanya cemas ya buat datang!"


"Ma, sudah deh. Jangan terlalu negatif thinking sama papa, lagi pula ini pesta sengaja papa siapkan buat proyek barunya!"


"Tapi ini benar-benar tidak seperti kebiasaan papa kamu, apalagi beberapa Minggu ini bahkan mama nggak bisa melacak apapun yang papa kamu lakukan, papa kamu kayaknya sudah tahu kalau selama ini mama terus mengawasinya!"


"Lagi pula itu kan salam mama sendiri, ngapain juga curiga berlebihan sama papa, nyatanya sampai sekarang tidak terjadi apa-apa kan ma!"


"Kamu jangan lengah Miska, jangan sampai papa kamu menemukan anak haram itu, kalau benar sampai itu terjadi bukan tidak mungkin semua harta papa kamu akan jatuh pada anak itu!"


"Sudah ah ma, Miska jadi ikut pusing gara-gara mama, kita ketemu di sana aja deh nanti, bye!"


Miska pun segera mematikan sambungan telponnya.


"Kadang mama kan memang suka berlebihan!" gumamnya setelah sambungan telpon itu terputus.


"Rangga mana sih? Masak sampai jam segini belum datang juga!?" gumamnya lagi saat melihat jam sudah hampir jam tujuh malam.

__ADS_1


Setalah menyelesaikan riasannya, Miska pun memilih menunggu Rangga di ruang tamu, dan benar saja baru saja Miska hendak menelponnya pria itu muncul dari balik pintu,


"Ya ampun sayang, kamu dari mana? Lihat ini sudah jam berapa? Kamu juga dapat undangan kan dari papa aku!"


"Hmmm, aku mau siap-siap dulu, kalau kamu mau pergi, pergi saja dulu!"


"Enggak, aku mau nunguin kamu!"


Rangga tidak peduli, ia pun segera berlalu ke dalam kamar. Ia menghela nafas saat bajunya sudah siap di atas tempat tidur.


"Pakek baju yang udah aku siapin ya sayang!" teriak Miska dari ruang tamu dan Rangga hanya bisa pasrah dan masuk ke ruang ganti untuk mengganti bajunya.


Di tempat pesta, tampak pak Seno sudah siap di pintu masuk, ia tengah menyambut beberapa tamu yang datang, sesekali terlihat dia juga sedang berbincang dengan mereka mengenai beberapa hal.


Tepat jam tujuh malam, tampak Miska datang dengan Rangga. Jas yang di kenakan Rangga senada dengan gaun yang di kenakan oleh Miska. Siapapun yang melihatnya, jika Meraka tidak tahu cerita sesungguhnya mereka akan mengira bahwa Rangga dan Miska adalah pasangan yang serasi dan bahagia.


"Selamat malam pa!" sapa Miska saat mereka sampai di pintu masuk membuat pak Seno menoleh ke arah mereka, Miska tengah mengandeng mesra lengan Rangga, meskipun terlihat beberapa kali Rangga mencoba untuk melepaskannya tapi Miska terus saja mengulangnya hingga Rangga tidak punya pilihan lain selain menerimanya.


"Selamat malam, kamu cantik sekali sayang!" ucap pak Seno, ia tetap menyapa hangat putrinya.


"Terimakasih papa, papa juga begitu gagah dengan jas itu dan juga gaya rambut papa yang terlihat lebih fresh!"


Pak Seno tersenyum, memang beberapa hari ini ia sedang menggemari gaya rambut baru atas usul Zea.


"Selamat malam tuan Seno!" sapa Rangga juga sambil membungkukkan badannya memberi hormat.


"Saya sudah lebih baik, tuan!"


"Syukurlah!"


"Miska kan memang merawat Rangga dengan baik pa!"


Pak Seno benar-benar tidak suka dengan cara Miska ini, ia memilih mengalah dari pada ribut saat ini, "Silahkan masuk dan nikmati pestanya!"


"Pasti pa!"


"Kami permisi!" ucap Rangga sebelum Miska menarik tangannya meninggalkan pak Seno.


Tampak beberapa orang memperhatikan mereka, bagaimana tidak selama ini semua orang tahu jika Miska adalah putri satu-satunya dari pak Seno, si pemilik pesta.


Tapi kedatangannya dengan seorang pria tentu masih menjadi hal baru, beberapa orang sudah mengenal sosok Rangga dan beberapa lagi masih bertanya-tanya.


Rangga merasa tidak nyaman dengan pandangan beberapa orang, ia berusaha keras untuk melepaskan tangan Miska,


"Miska, lepaskan tanganmu. Aku tidak mau menjadi pusat perhatian gara-gara kamu!"

__ADS_1


"Kenapa sih Ga, biar aja semua orang tahu kalau kamu itu calon suami aku, lagi pula dalam tiga Minggu lagi kita sudah menikah!"


"Tetap saja, jangan kekanak-kanakan, aku tidak suka!" Rangga yang benar-benar kesal mengibaskan tangan Miska dan memilih bergabung dengan tamu-tamu yang lain. Ada beberapa orang yang memang Rangga kenal.


Tapi Miska tetap tidak menyerah, ia ikut bergabung dengan kenalan Rangga dan memperkenalkan diri sebagai calon istri Rangga, hal itu membuat Rangga semakin merasa risih. Beruntung di sisi lain ia melihat Divta bersama dengan beberapa rekan kerjanya.


"Bisa lepaskan sebentar kan, saya mau menemui pak Div!" ucap Rangga berusaha agar bisa lepas dari Miska, dan ternyata alasan itu berhasil.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya!"


"Hmmm!"


Miska tidak mungkin mengikuti Rangga jika bersama dengan Divta, pria itu tahu bagaimana kisah mereka sebenarnya, ia tidak mau dengan keberadaannya di sama membuat Divta membicarakan hal-hal yang tidak seharusnya Rangga dengar karena ia tahu jika Divta sudah bertindak maka tidak akan ada yang berani mencegahnya.


Rangga segera menghampiri Div yang sedang bersama dengan beberapa teman bisnisnya.


Di tempat lain dua orang paruh baya itu tampak sedang memesan taksi untuk menghadiri undangan dari pak Seno juga.


"Bagaimana penampilanku pa? Tidak norak kan? Sama dengan wanita-wanita berkalas lainnya kan?" tanya mama Rangga sebelum masuk ke dalam taksi.


"Iya mas, sudah cantik. Cepetan masuk ma, sebelum pestanya di mulai, nanti malu sama tuan Seno kalau kita datangnya terlambat!"


"Iya pa!"


Mereka pun akhirnya benar-benar masuk ke dalam taksi. Butuh waktu setengah jam untuk sampai di tempat pesta.


Hingga akhirnya taksi mereka sampai juga di depan gedung yang sudah di hias dengan lampu dan bunga hingga begitu indah.


"Ya ampun pa, ini benar-benar megah pestanya! Kebayang nggak pa nanti gimana megahnya pernikahan Rangga sama Miska? Kalau pesta biasa aja semegah ini bagaimana dengan pesta pernikahan putri satu-satunya pasti jauh lebih megah dari inj, bisa jadi nanti tuan Seno pesan kapal pesiar untuk pernikahan putrinya dan putra kita!"


Pak Beni menatap jengah pada istrinya, ia benar-benar tidak habis pikir dengan cara berpikir istrinya,


"Ma, ma, seharusnya yang kamu pikirkan sekarang itu cucu kamu yang sudah tega kamu telantarkan, bukan hal-hal yang tidak-tidak. Lagi pula. sampai kapan pun Miska dan Rangga tidak akan pernah menikah!"


"Pa, jangan mulai deh. Mama sedang tidak ingin bertengkar sekarang. Tuh lihat tuan Seno sudah menunggu di depan pintu masuk!"


Akhirnya mereka pun segara menghiampir pak Seno, setelah beramah tamah sebentar mereka pun di persilahkan masuk.


"Ya ampun pa, bahkan tamunya orang-orang penting semua!" mama Rangga benar-benar mengagumi semua hal yang ada di pesta itu, konsep, para tamu dan makanannya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2