Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (45. Mulai mencari)


__ADS_3

"Pokoknya aku nggak mau tahu, kita harus pindah ke apartemen agar aku lebih bisa mengawasi kamu. Jarak antar apartemen dengan kantor itu lebih dekat jadi jika jam makan siang aku bisa pulang dulu untuk memastikan kamu baik-baik saja!"


Rangga sudah begitu heboh sedari semalam. Ia terus membujuk istrinya agar mau pindah ke apartemennya.


"Tapi Ga, aku kan kerja. Kalau dari apartemen kamu pasti jaraknya lebih jauh!"


Rangga yang tengah sibuk mempersiapkan sarapan segera berjalan mendekati Zea yang tengah duduk di kursi ruang makan, ia berjongkok di depannya.


"Sayang, aku mohon kamu berhenti ya kerjanya. Gaji aku sudah sangat cukup untuk menghidupi kamu dan anak kita kelak!"


Hehhhh ....


Zea masih terlihat ragu, banyak sekali pertimbangan yang harus ia pikirkan.


"Atau kamu mau tinggal di rumah orang tuaku?"


"Itu nggak mungkin Ga, mama kamu pasti marah besar!"


"Mama juga harus bisa menerima semuanya Zee, kalau tidak dia akan kehilangan aku untuk selamanya!"


"Lalu bagaimana dengan nona Miska?"


"Zee, aku dan Miska tidak ada hubungan apapun!"


"Tapi kalian sudah akan di jodohkan. Akan lebih baik sebelum kita mendaftarkan diri ke kantor catatan sipil kamu selesaikan dulu urusanmu dengan nona Miska, terutama dengan keluarganya. Jangan sampai gara-gara hal itu, akan menyulitkan kita di waktu yang akan datang!"


"Baiklah, aku akan menyelesaikannya tapi janji setelah itu, kamu harus mau mendaftarkan diri ke kantor catatan sipil, kalau perlu kita juga mengadakan resepsi!"


"Baiklah!"


...***...


"Jadi ini panti asuhannya?" tanya pria paruh baya yang selalu berpakaian rapi lengkap dengan jasnya itu.


"Iya tuan, berdasarkan informasi yang saya dapat, tiga puluh tahun yang lalu ada seorang wanita yang sengaja meninggalkan bayi perempuannya di sini. Berdasarkan ciri-ciri yang saya dapat, wanita itu sama persis seperti nyonya Sintya."


Mereka pun akhirnya memilih masuk melewati pagar yang hanya setengah badan. Terlihat anak-anak yang penasaran dengan kedatangan dua orang itu. Pria paruh baya itu melepas kaca mata hitamnya dan memperhatikan tempat itu.


Pasti sangat menderita putriku di sini ....


Cukup lama ia berhenti hanya untuk memperhatikan tempat itu.


"Mari tuan!" ucapan ajudannya menyadarkannya untuk kembali melanjutkan langkahnya.


Hingga mereka sampai juga di sebuah ruangan, di sana sudah ada tiga wanita seumuran.


"Kedatangan kami kemari seperti yang sudah anda-anda ketahui, saya sedang mencari putri saya yang kemungkinan di titipkan di sini sekitar tiga puluh tahun yang lalu!"


"Sebelumnya kami mohon maaf tidak bisa memberikan informasi secara detailnya karena memang kami masih baru di sini, dia di antara kamu adalah anak-anak yang dulunya juga di besarkan di sini. Perkenalkan beliau adalah Nina, dan yang ini adalah Erna!" wanita yang berbicara itu tampak lebih tua di bandi ketiga temannya. Sepertinya dia adalah ketua yayasan.

__ADS_1


"Usia mereka sudah empat puluh tahun dan tiga puluh lima tahun. Jelas kami tahu yang anda cari buka mereka. Tapi dari penjelasan yang mereka punya, kami punya sepuluh anak yang usianya tiga puluh tahun yang pernah tinggal di sini, enam di antaranya perempuan dan lainnya laki-laki!"


Wanita itu tampak kembali memberi jeda dalam ucapannya sedangkan pria paruh baya itu memilih untuk memperhatikan dengan seksama penjelasan wanita itu.


"Ke enam anak itu di serahkan ke sini dalam waktu yang hampir bersamaan. Memang benar ada yang sengaja menitipkan putrinya di sini dengan salah satu ciri yang anda tunjukkan beberapa waktu lalu. Tapi kami sungguh tidak tahu, yang mana yang menjadi putrinya karena para pengurus terdahulu sudah cukup tua, dan ada juga yang sudah meninggal dunia!"


"Jadi bagaimana kami bisa mengetahui salah satu dari mereka itu putri saya?"


"Tidak ada cara lain selain mencari mereka satu per satu dan memastikan salah satu dari mereka dengan berbekal bukti yang anda miliki!"


"Lalu di mana saja mereka sekarang?"


"Empat di antaranya di adopsi dan yang dua mereka sekarang memiliki pekerjaan di luar panti asuhan! Dan ini adalah data-data dari mereka!" wanita itu menyerahkan sebuah berkas yang berisi nama-nama anak yang besar di panti asuhan itu dengan kualifikasi usia tiga puluh tahunan.


"Baiklah terimakasih atas informasinya!"


Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, mereka pun segera meninggalkan panti asuhan.


"Segera cari anak-anak ini, aku ingin menemuinya satu per satu!"


"Baik tuan!"


"Sekarang antar aku ke rumah!"


"Baik tuan!"


Mereka pun segera meninggalkan panti asuhan dan menuju ke rumah besar yang menjadi tempat tinggal pria paruh baya itu.


"Pa, dari mana aja? Kenapa lama sekali?" tanya wanita itu dengan penuh selidik. Ia juga menatap dengan tatapan mengintimidasi pada ajudan suaminya.


"Ada urusan sebentar! Ada apa minta papa buru-buru pulang?" tanyanya dengan nada yang begitu dingin. Sejak awal mereka menikah memang sikapnya tidak pernah hangat pada istrinya itu karena memang mereka menikah hanya karena perjodohan. Pria itu tidak pernah mencintai istrinya, ia bisa bertahan hingga tiga puluh tahun hanya karena putri yang ternyata juga bukan putri kandungnya.


"Itu pa, Miska nangis terus sedari semalam. Dia mau ketemu Rangga tapi Rangga nya benar-benar keterlaluan, dia malah milih wanita lain!"


"Di mana Miska?"


"Di kamarnya!"


Walaupun dia bukan putri kandungnya tapi ia begitu mencintai putrinya itu selayaknya putri kandungnya sendiri.


Ia segera menghampiri putrinya yang tengah duduk di atas tempat tidur dengan kaki yang di gift.


"Sayang!"


"Pa!?" Miska segera berhambur memeluk papanya.


"Ada apa sayang?"


"Aku kesal pa, sudah tahu kakiku kayak gini gara-gara dia, eh sekalipun nggak pernah tuh nanyain keadaanku gimana!?"

__ADS_1


"Dia siapa?"


"Rangga pa, anaknya temen mama yang mau di jodohkan sama Miska!"


"Itu berarti pria itu tidak suka sama kamu, lebih baik kamu cari pria lainnya saja sayang, masih banyak kan pria-pria tampan di luaran sana yang mau sama kamu. Putri papa ini kan cantik, kenapa harus memberatkan pria seperti itu!?"


"Tapi pa, Miska terlanjur sayang sama Rangga pa, Miska cinta sama dia. Pokoknya aku mau Rangga sama aku pa, bagaimana pun caranya!"


Hehhh, kamu benar-benar persis mama kamu ....., tapi mau bagaimana lagi kamu begitu berarti buat papa...


"Ya sudah nanti kalau usahakan, kamu jangan nangis lagi!"


"Beneran pa?"


"Iya!"


"Miska sayang deh sama papa!" Miska pun segera berhambur memeluk papanya.


Di bawah selagi pria paruh baya itu menemui putrinya, nyonya rumah itu segera mendekati ajudan suaminya.


"Bisa kita bicara!?"


"Silahkan nyonya!"


"Kita bicara di depan saja!"


"Baik!"


Mereka pun memilih menjauh dari para pelayan.


"Aku tahu beberapa hari ini suamiku sedang mengerjakan sesuatu di luar kantor. Kamu pasti tahu sesuatu!"


"Maaf nyonya, anda bisa tanyakan hal itu langsung pada tuan!"


"Tapi saya berhak tahu!"


"Nyonya akan tahu jika tuan sudah siap memberitahu nyonya. Saya rasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, saya permisi nyonya!"


Ajudan suaminya itu meninggalkannya begitu saja. Wanita itu tampak begitu kesal.


"Dia benar-benar tidak bisa di ajak kerja sama!" gumamnya pelan sambil menyatukan gigi atas dan gigi bawahnya terlihat sekali kalau dia sedang kesal.


"Aku harus mencari tahu sendiri!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @ tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2