
"Nanti kalau kamu sudah gajian, kamu boleh gantian belikan kemeja buat aku!"
"Ihhhh aku kira gratis!" keluh Tisya yang kesal.
Wilson pun segera menarik tangan Tisya mengajaknya masuk ke dalam toko, mereka mengelilingi setiap baju yang tergantung di sana, tapi kemudian mata Wilson melihat ke satu boks dengan tulisan di atasnya.
"Diskon 50%!" gumam Wilson sambil tersenyum dengan cepat Wilson menyeret tangan Tisya untuk menghampiri boks besar yang berada di tengah toko dengan beberapa perempuan yang juga sedang berburu diskon, pegawai toko dengan baju khas atasan putih dah bawah hitam itu terlihat lebih menonjol di bandingnya para wanita yang sedang mengerubuti boks itu.
"Eh tunggu ...., jangan bilang kami mau aku beli diskonan?" tanya Tisya sambil menghentikan langkahnya.
"Benar sekali, itu tebakan yang jitu!" ucap Wilson dengan senyum smirk nya membuat Tisya semakin kesal saja, ia sampai harus mengibaskan tangan Wilson.
"Gila aja ...., itu baju diskon, baju yang modelnya sudah lama nggak ngehits lagi, udah nggak pasaran makanya di diskon!"
"Kalau nggak mau terserah kamu, asal jangan pakek baju kurang bahan aja, setiap hari harus pakek baju ku!"
ihhhh jahat banget sih ...., masak aku setiap hari kayak orang orangan sawah sih ...., parah banget nih kucing garong ....
"Gimana? Kalau nggak mau kita keluar!" ucap Wilson sambil kembali menarik tangan Tisya.
"Iya deh iya ....! kita beli ...!" ucap Tisya, "Tapi lihat itu berjubel-jubel begitu ...., gimana mau milih?"
Hehhhhh .....
Wilson menghela nafas panjangnya, ia harus melakukan sesuatu tanpa harus berebut dengan para wanita itu.
"Tunggu di sini sebentar!" ucap Wilson dan Tisya hanya mengerutkan keningnya tanpa bertanya.
Wilson pun segera mendekati para wanita itu, ikut memilih lalu terlihat bicara pada salah satu wanita yang ada di sana, dan beberapa wanita pun ikut nimbrung.
Tidak berapa lama para wanita itu melihat ke arah Tisya, dan tak lama beberapa wanita meninggalkan boks itu satu persatu dan akhirnya tinggal sisa Wilson saja.
Wilson pun menoleh pada Tisya dan melambaikan tangannya agar Tisya menghampirinya.
Tisya pun tanpa banyak berpikir pun segera menghampiri Wilson.
"Kenapa semua orang pergi?" tanya Tisya saat sudah berada di samping Wilson.
"Sini aku bisikin!" ucap Wilson sambil mendekatkan bibirnya ke daun telinga Tisya, Tisya pun juga mendekatkan daun telinganya, Wilson membisikkan sesuatu pada Tisya.
Tapi tiba-tiba saja Tisya mencubit perut Wilson dengan begitu kesal hingga Wilson mengaduh.
"Aughhhh sakit ...., gila aja kamu ya! Sakit tahu!" ucap Wilson sambil mengusap perutnya yang ngilu akibat cubitan Tisya.
"Siapa suruh bilang aku kudisan, gila aja, kulitku mulus ya!"
"Tapi lihat hasilnya, kamu nggak perlu ngantri, berjubel-jubel dengan wanita-wanita itu!"
"Tapi ini bisa bikin citra ku buruk, apalagi kalau sampai ada yang mengenaliku! Nggak mikir ya kamu kadang-kadang!?" protes Tisya.
__ADS_1
"Mau protes terus atau mau cari baju?"
"Isssstttt ....!" Tisya benar-benar kesal, tapi ia tetap melakukan apa yang di inginkan Wilson.
"Ini ya?" tanya Tisya saat menemukan baju yang modelnya hampir sama dengan model bajunya di rumah.
"Kalau mau pilih itu kenapa repot-repot ke sini, pakek aja bajumu di rumah!?" ucap Wilson kesal.
aahhh dia benar-benar nggak bisa di andelin, meski aku nih yang turun tangan ...., ya Allah ..., kapan tuan dokter mencabut hukumannya ini ....
Wilson pun segera mencarikan baju untuk Tisya. Setelah memilih-milih akhirnya dapat juga yang seperti apa yang ia mau.
"Ini aja!" ucap Wilson sambil menunjukkan sebuah dress dengan lengan panjang dan bawahan panjang berwarna navy.
"Nggak ...., emang aku mau datang ke pengajian apa?! Nggak mau!"
"Nggak usah banyak protes kenapa sih?"
"Tapi ini terlalu panjang!"
Wilson pun mengembalikan baju itu ke dalam boks, kemudian mengambil kembali dress dengan lengan yang tidak panjang dan bawahan sebatas lutut berwarna sama.
"Gimana kalau ini?"
"Nah kalau ini mending!" ucap Tisya sambil memperhatikan dress itu.
"Ya sudah pilih beberapa kaos dan celana rumahan selutut!" ucap wilson sambil menunjuk boks dengan diskon yang sama tapi hanya berisi kaos dan celana yang boks nya terpisah.
"Boleh aku ambil yang ini?" tanya Tisya sambil menunjukkan celana jeans dengan panjang hanya dia centi di bawah pangkal paha.
"Nggak ....!"
"Issstttttt ...., kuno sekali dia ....!" gerutu Tisya.
Setelah sudah cukup Wilson pun membawa baju belanjaannya di kasir dan melakukan pembayaran.
"Aku ganti baju dulu ya, nggak nyaman banget pakek ini!" ucap Tisya sambil menunjuk an baju Wilson yang melekat di tubuhnya begitu kebesaran.
"Iya ...., aku tunggu di depan!"
Tisya pun segera mencari ruang ganti sedangkan Wilson memilih untuk berdiri di antara toko dengan harga bersahabat dan toko dengan brand ternama.
...****...
Di desa di waktu yang sama
Dokter Frans dan Felic sedang mengunjungi klinik yang di bangun oleh dokter Frans beberapa tahun yang lalu. Memang tidak besar tapi peralatan di klinik itu cukup lengkap seperti rumah sakit daerah.
Dokter Frans juga mendatangkan dokter dari kota, gaji bukan dari warga yang datang berobat karena dokter Frans sengaja menggratiskan biaya berobat mereka selama masih bisa di tangani di klinik itu. Dokter Frans yang menggaji dokter dan suster yang bertugas di klinik dengan uang pribadinya.
__ADS_1
Dokter Frans terlihat senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan layar ponselnya. Hal itu membuat Felic jadi penasaran.
Mereka sedang duduk di ruang dokter,
"Sayang ...., lihat apa sih?" tanya Felic penasaran.
"Ehhh ini ...!" ucap dokter Frans yang masih tetap memperhatikan layar ponselnya dan tidak begitu memperhatikan wajah kesal istrinya.
Hal itu membuat Felic bertambah kesal, ia pun segera menghampiri suaminya dan merebut ponsel suaminya.
"Fe ....!"
"Aku juga mau lihat, penasaran ....!?"
Felic pun segera duduk dan melihat apa yang sedang di lihat suaminya.
"Sayang ....., ini?" tanya Felic saat melihat foto yang ada fi ponsel suaminya.
"Iya itu Tisya!" ucap dokter Frans.
"Tega banget sih sayang ...., kasih nih Tisya, kayaknya menderita sekali, Wilson nyiksa Tisya ya?" tanya Felic saat melihat foto Tisya yang memakai baju kedodoran dan duduk di bawah pohon persis seperti gelandangan.
"Baca pesannya dok Fe, Jangan suka menyimpulkan!"
Felic pun segera membaca pesan dari Wilson. Ternyata Wilson melaporkan semua kegiatan yang mereka lakukan termasuk saat ini mereka sedang belanja, Wilson juga mengambil foto boks baju bertuliskan diskon 50%.
"Kasihan Wilson!" ucap Felic kemudian.
"Tadi katanya kasihan sama Tisya, sekarang kenapa kasihan nya berubah sama Wilson?"
"Nggak gampang pasti bikin Tisya kayak gitu, Wilson sampek harus belikan baju yang tertutup buat Tisya, bayangin aja kalau aku pakek baju kebuka di depan kamu, reaksi kamu bagaimana?"
Dokter Frans pun tersenyum dan berjalan mendekati Felic, memeluknya dari belakang.
"Kayaknya itu ide bagus Fe ...., sesekali kamu harus mencobanya!"
"Mencoba apa?"
"Baju seksi!"
Mendengar ucapan suaminya, Felic pun malah jadi gerah sendiri, nggak kebayang bagaimana menggilanya suaminya itu.
Bersambung
...Boleh merubah etitutnya tapi jangan pernah merubah jati dirinya demi kamu, biarkan dia jadi dirinya sendiri dan kamu akan mencintainya dengan apa adanya...
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰 🥰