Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
season 2 (89. Rizal si pengganggu)


__ADS_3

Miska sudah duduk di salah satu bangku dengan meja yang masih kosong, ia terlihat sedang menunggu makanan pesanannya. Hampir seharian mencari gaun dan pernak pernik untuk pesta besok membuatnya merasa lapar apalagi jika menghadapi sikap Rangga yang begitu cuek terhadapnya membuatnya semakin kesal saja.


"Kayaknya begini lebih baik dari pada menunggui rangga di rumah, entah tuh manusia hatiny terbuat dari apa, sulit banget di taklukkan." gumamnya sambil menscroll layar ponselnya, sepertinya ia sedang mencari-cari referensi untuk persiapan pesta besok.


Ia sudah begitu yakin pesta itu pasti di tujukan untuknya, terbukti sang papa mengundangnya secara langsung meski dia harus datang ke kantor.


"Papa pasti sibuk, kira-kira papa punya surprise apa yang buat aku? Jadi nggak sabar deh!"


Sesekali bibir tipisnya terlihat melengkung menampakkan rasa senangnya. Hingga suara seseorang seketika merusak moodnya.


"Miska!?"


Seseorang itu adalah pria yang sudah beberapa Minggu ini tidak ia temui, dan sedikit merasa beruntung karena tidak di ributkan olehnya. Beberapa Minggu terakhir ia sedang tidak ingin bersenang-senang.


"Rizal!?"


Pria itu tersenyum dengan gayanya yang selalu berhasil memikat para wanita.


"Boleh ikut duduk nggak?"


Miska hanya menganggukkan. kepalanya dan Rizal pun duduk berhadapan dengannya hanya terpisah sebuah meja, walaupun tidak terlalu suka setidaknya kali ini Rizal sedikit berguna bagi Miska, setidaknya ia tidak kesepian hanya untuk sekedar teman makan.


"Sendiri aja, nggak sama Rangga?" tanya Rizal yang sebenarnya tengah menyindir wanita di depannya itu. Ia cukup tahu jika rangga tidak semudah itu untuk di taklukkan meskipun sekarang ia sedang kehilangan ingatannya.


"Jangan meledek deh, kamu sudah tahu jawabannya!"


Rizal tersenyum melihat Miska mengerucutkan bibirnya,


"Ya siapa tahu si Rangga sudah menganggap kamu, lagi pula apa istimewanya Rangga sih, masih banyak pria lain yang lebih darinya!"


"Maksudmu kamu?" Miska langsung tahu maksud dari pembicaraan pria di depannya.


"Ya begitulah!"


"Rayuanmu tidak akan mempan buat aku, simpan saja untuk cewek-cewek bodoh di luar sana! Kamu itu terlalu matrealistis jadi cowok!"


Mendengar ucapan Miska, Rizal hanya tersenyum. Ia sama sekali tidak marah atau tersinggung dengan wanita di depannya itu. Memang benar, setidaknya jika ingin mencari cewek ia selalu melihat dari harta yang di miliki.


Bahkan dulu Ersya sebelum menjadi istrinya juga memiliki banyak sekali warisan dari ayah dan ibunya tapi semua habis karena dirinya setelah menikah, Rizal menggunakan banyak alasan hanya untuk mengambil warisan Ersya.


Dan ternyata semua pengorbanan Ersya sebagian seorang istri tidak pernah cukup bagi seorang Rizal. Bahkan permasalah anak menjadi pemicu semuanya.

__ADS_1


"Kapan nih kita bersenang-senang lagi? Aku kangen nih!" ucap Rizal dengan mata genitnya tengah menggoda Miska.


Miska segera melototkan matanya, ia khawatir ada orang lain yang mendengar percapakan mereka.


"Kamu jangan macam-macam ya, jaga tuh mulut!" Miska tahu bagaimana mata-mata papanya, atau orang-orang yang mungkin mempunya kepentingan untuk menghancurkannya, mereka memanfaatkan sekecil apapun celah yang ada.


"Upsss sorry! Soalnya sudah lama banget sih!" sudah hampir dua Minggu dan mereka tidak pernah menghabiskan malam bersama-sama.


"Aku nggak punya banyak waktu!" ucap Miska beralasan, ia sebenarnya ingin lebih fokus untuk menaklukkan Rangga karena jika tidak mungkin bisa jadi Rangga akan membatalkan pernikahan mereka.


"Memang Rangga sudah mau nyentuh kamu?"


"Itu bukan urusanmu!?" ucap Miska dengan nada ketusnya.


"Jangan ketus-ketus, ntar kamu pasti bakal nyariin aku!"


"Nggak bakal!"


"Kita tunggu aja!" ucap Rangga sambil memiringkan senyumnya.


Dua orang pelayan datang membawakan makanan untuk Zea,


"Silahkan nona!"


"Baik tuan!"


Pelayan pun kembali meninggalkan mereka berdua. Dan beberapa menit kemudian datang kembali dengan makanan yang sama.


"Selamat makan!" ucapnya padahal Miska sudah hampir menghabiskan setengah dari makanannya tanpa menawari Rizal.


"Aku lihat kamu tadi keluar dari butik, beli baju pengantin ya?"


"Jadi kamu buntutin aku?"


"Kurang kerjaan banget sih cantik! Enggak tadi kebetulan lihat kamu aja keluar dari butik yang ada di sana!" ucap Rizal sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah butik yang beberapa waktu lalu di tinggalkan oleh Miska.


"Aku lagi cari gaun!"


"Mau ada acara apa?"


"Ada undangan pesta, papa aku yang undang!"

__ADS_1


"Apa ini maksudnya?" Rizal menunjukan sebuah undangan yang ia ambil dari balik jasnya. Undangan yang sama.


"Kamu juga dapat?" Miska cukup terkejut karena ternyata sang papa juga mengundang Rizal.


"Iya! itu tandanya aku juga orang penting kan!"


Jadi papa ngundang Rizal juga ...., jadi semakin penasaran pesta seperti apa yang tengah di persiapkan oleh papa ....


...***...


Di tempat lain terlihat Zea sudah begitu rapi, sebelum pesta besok ia harus memastikan kandungannya dalam keadaan baik. Ia tidak mau terjadi masalah dengan kandungannya karena dia terlalu fokus dengan masalahnya.


"Yakin nyonya mau ke klinik sendiri?" tanya bibi yang merasa khawatir.


"Aku nggak sendiri bi, kan ada sopir!"


"Tapi di sana nanti bagaimana?"


"Nggak pa pa, ada dokter. Ya udah aku berangkat dulu ya bi!"


Zea pun pergi di antar oleh sopir yang merangkap menjadi bodyguard nya.


"Nanti tunggu di luar aja ya pak!"


"Baik nona!"


Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit akhirnya Zea sampai juga di klinik kandungan langganannya empat bulan ini.


Zea pun masuk sendiri tanpa di ikuti oleh bodyguard nya, sang bodyguard sudah yakin di dalam aman karena memang banyak cctv yang terpasang di sana.


Zea pun mengambil nomor antrian lalu duduk bersama beberapa pasien yang sedang antri juga.


Hingga setelah hampir setengah jam menunggu seseorang yang begitu ia baru saja datang dari pintu masuk, senyum Zea segera mengembang,


"Nona Ersya!" panggilnya sambil melambaikan tangannya membuat wanita yang tengah hamil besar itu menoleh padanya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2