
Berbagai cara di gunakan oleh Miska untuk menjebak Rangga agar mau melakukan hubungan dengannya.
Miska mencampurkan sesuatu di minuman Rangga agar Rangga tidak sadarkan diri tapi tanpa sengaja Rangga meminum milik Miska.
"Mis, Miska, kamu tidak pa pa kan?" Rangga melihat Miska yang tidak sadarkan diri di meja makan setelah meminum minumannya pun segera membawanya ke tempat tidur.
"Rangga, aku merindukanku. Tidurlah denganku!" Miska mengigau seperti orang mabuk,
"Ini panas sekali, dekap aku!"
"Miska, jangan macam-macam!"
Ternyata Miska menambahkan obat perangsang untuk Rangga tapi malah meminum dirinya sendiri.
"Miska, sadar!"
Rangga memilih membawa Miska ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air dingin,
"Rangga dingin!"
"Biar sedikit waras otak kamu!"
Rangga meninggalkan begitu saja Miska di kamar mandi, ia memilih pergi ke ruang kerja dan mengunci dari dalam agar Miska tidak bisa masuk.
"Dia benar-benar keterlaluan!"
Rangga bukan orang yang mudah untuk di taklukan. Ia bisa terus menghindar dari godaan Miska.
Seharusnya aku suka jika Miska melakukan itu, tapi kenapa aku sama sekali tidak tertarik padanya?
Ia bahkan bingung dengan dirinya sendiri. Jika di lihat secara fokus jelas Miska wanita yang sangat sempurna. Dia cantik, pintar dan bodi yang begitu seksi. Setiap pria yang melihatnya akan tergoda, tidak perlu menggoda sampai segitunya.
Karena selalu gagal menggoda Rangga, akhirnya Miska sering mencari hiburan di tempat lain. Ia pergi ke klub dan bersenang-senang dengan Rizal dan pria-pria hidung belang lainnya.
"Memang calon suami kamu itu tidak memuaskan kamu hingga masih cari kepuasan di tempat lain seperti ini?"
Rizal terlihat mengulas senyumnya sesekali mengusap paha mulus Miska.
"Dia benar-benar pria aneh, aku sudah menggodanya dengan berbagai cara tapi sama sekali ia tidak melirikku!"
Ha ha ha ....
Rizal malah tertawa, "Kamu salah mendekati pria, dia itu terlalu naif jadi pria. Pria seperti itu pasangannya ya yang juga naif!"
"Maksudnya Zea? Nggak ya aku nggak akan biarin dia menang!"
"Sudah jangan marah-marah, lebih baik kita bersenang-senang sekarang baby!"
...***...
Keadaan Rangga yang sudah lebih baik, ia sudah memutuskan untuk kembali bekerja.
Sudah satu Minggu ini ia bekerja. Tapi ingatannya tentang Zea belum juga kembali.
"Selamat pagi pak Div, ini berkas yang anda minta!"
__ADS_1
Div mengambil berkas yang di bawa Rangga dan memeriksanya. Walaupun hilang ingatan tapi kinerjanya tetap baik. Ia tidak kehilangan kecerdasannya.
"Bagus, saya suka dengan hasil kerjamu!"
"Terimakasih pak Div, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya!"
Div hanya menganggukkan kepalanya, tapi baru saja Rangga tiga melangkah meninggalkan meja Div, Div kembali memanggilnya,
"Ga!"
"Ya pak?"
"Kalau kamu butuh sesuatu katakan saja!"
"Pasti pak, terimakasih atas perhatiannya!"
Div yang memang tidak pernah mau ikut campur urusan orang lain tidak mau berurusan dengan mama Rangga. Ia tetap bertindak profesional sebatas pekerjaan seperti biasanya.
Berbeda dengan Ersya, begitu mengetahui Rangga sudah kembali bekerja, Ersya selalu mencari alasan untuk bertemu dengan Rangga dengan pergi ke kantor suaminya.
"Jangan macam-macam, aku tidak mau sampai kamu bermasalah dengan mamanya Rangga!"
"Apaan sih mas, aku kan cuma pengen ketemu sama Rangga!"
"Buat apa?" sepertinya Ersya lupa jika suaminya seorang pria pencemburu.
"Cuma mau menanyakan kabarnya!"
Bukannya melepaskan ersya, Div malah memeluknya tanpa berniat melepaskannya,
"Mas, mas Div nggak ingat perutku ini besar?"
"Ingat, makanya aku menahan kamu di sini!"
Hehhhh ......
Akhirnya Ersya hanya bisa pasrah.
Keesokan harinya ia berniat untuk langsung ke ruangan Rangga agar tidak di cegah oleh suaminya,
"Rangga!?"
Tapi ia tercengang, ternyata di ruangan Rangga dana miska.
Hehhhh, kenapa.ulet bulu di sini?
"Hei Sya!?"
Hari ini pun gagal ia bicara berdua saja dengan Rangga, wanita rubah itu tidak berniat untuk meninggalkan mereka berbicara berdua saja. Ersya benar-benar gemas ingin memberi tahu semuanya tapi selalu saja gagal.
"Kesal, mending aku cari tahu keberadaan Zea saja lah dari pada pusing mikirin Rangga. Kesal jadinya!"
...***...
"Maaf sudah menggangu waktu paman!"
__ADS_1
Ersya kini telah berada di toko milik pak Beni. Ia sengaja menemui papanya Rangga di toko agar tidak perlu untuk bertemu dengan mamanya Rangga. Ia malas berdebat dengan wanita itu.
Jika bertemu dengan Ersya tanpa Div, sikap mama Rangga begitu tidak mengenakkan.
"Justru paman seneng nak Ersya mau menemui paman di sini, ada hal yang penting ya?"
"Sedikit sih paman, sebenarnya saya ingin ketemu sama Zea, tapi saya tidak tahu kemana perginya Zea!"
"Paman sengaja menyembunyikannya agar Miska tidak mencelakainya, paman mulai curiga sama dia apalagi semenjak Rangga pulang dari rumah sakit, dia tidak memberi kesempatan buat kami menjenguk Rangga!"
"Jangan khawatir paman, sudah satu Minggu ini Rangga sudah mulai bekerja!"
"Syukurlah kalau begitu!"
"Kalau tidak keberatan, boleh kan Ersya menemui Zea!"
"Boleh, tentu boleh!"
Pak Beni pun memberikan alamat rumah Zea pada Ersya, ia berharap kedatangan Ersya akan sedikit mengurangi lukanya.
"Ya sudah paman, kalau begitu Ersya pulang dulu!"
"Iya!"
Ersya berencana besok akan mencari alamat rumah Zea. Tapi tentunya setelah meminta ijin pada suaminya, walaupun ijinnya bukan untuk mencari Zea.
...***...
"Miska, kamu nggak perlu repot-repot setiap hari ke kantor, aku nggak enak sama.karyawan yang lain,m!" keluh Rangga karena setiap jam makan siang, bahkan belum waktu jam makan siang Miska sudah menungguinya.
"Sayang, aku tunanganmu. Sebentar lagi kita juga bakal nikah, memang apa yang salah dengan aku memberi perhatian sama kamu, aku cuma khawatir kalau sampai kamu sakit sayang!" Miska menunjukkan wajah sedihnya, tentu itu hal yang paling berhasil membuat Rangga luluh.
"Maaf, bukannya aku tidak bisa menghargai usaha kamu, tapi ini berlebihan!"
"Jadi kamu nggak suka?"
"Suka, tapi jangan terlalu sering ya, ya udah kita makan sekarang!"
Rangga tidak mau berdebat lagi, ia pun segera membuka kotak makan siang yang di bawa Miska dan mulai memakannya.
"Suapi aku dong!?" Miska pun kembali bersikap manja pada Rangga,
"Baiklah!"
Miska sengaja selalu datang ke tempat kerja Rangga agar sedikit mengurangi kontak Rangga dengan banyak orang terutama Ersya. Ia tahu jika wanita itu akan membela Zea di banding dirinya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1