
Setelah hari yang sangat panjang, kini Felic dan dokter Frans menikmati waktu nya di rumah, tapi bukan berdua.
Karena walaupun kini mereka sudah berada di kamar yang sama, Felic sedang sibuk dengan laptopnya. Ia harus mulai dengan cerita barunya. Sudah banyak sekali yang menanyakan kapan akan up date novel terbarunya.
Dokter Frans juga sedang sibuk dengan ponselnya, sebenarnya bukan pekerjaan tapi ia sedang sibuk menggeser foto-foto yang ada di layar ponselnya. Galerinya penuh
dengan foto Felic di sana. Ia tidak mau menggangu istrinya itu walaupun sebenarnya ingin.
Sesekali ia tampak mengarahkan kamera ponselnya kepada istrinya itu, melihat istrinya begitu serius, semakin terlihat menarik.
"Dia lucu sekali kalau seperti ini, apalagi kaca matanya....!" gumamnya sambil mempe besar gambarnya agar ia lebih jelas melihatnya.
Dokter Frans pun mulai membuka ig nya dan mengunggahnya dalam feed story dengan caption
'my wife imperfect but can perfect my life'.
Kemudian ia mengetikkan sesuatu dan mengirimnya.
Ting
Sebuah pesan masuk di DM instagram Felic. Membuat felic menghentikan kegiatannya. Felic pun buru-buru melihat pesan masuk itu.
//Lagi di cuekin nih sama istri, mau nemenin aku nggak?//
Felic pun tersenyum, ia pun kemudian membalas DM an dari suaminya itu.
//Maaf ya bang suamiku lagi ada di dekatku, nggak takut nih sama suamiku, dia galak loh//
Dokter Frans kembali membaca balasan dari Felic. Lalu membalasnya lagi.
//Nggak takut, biarin aja kalau di marah, mau nggak aku kasih tawaran bagus nih, gimana seratus juta buat temenin aku ngobrol//
Membaca pesan dari suami nya membuat Felic kesal.
Kenapa dia selalu menyinggung itu, menyebalkan ....
Felic menatap suaminya dan kembali mengetikan balasan.
//waw …, harga yang fantastis hanya untuk ngobrol, tapi maaf mahar pernikahanku aja sebesar itu//
Dokter Frans tersenyum melihat wajah kesal istrinya kemudian mulai mengirim pesan lagi.
//Gimana kalau aku tambah dua kali lipat, harga yang besar kan?//
Felic kesal sendiri membacanya,
Dia mau cari gara-gara sama aku, lihat aja ....
Felic segera mematikan laptopnya dan berjalan mendekati suaminya. Ia segera merangkak di depan suaminya sengaja menggoda membuat dokter Frans menjatuhkan ponselnya.
“Saya siap melayani anada tuan …!” ucap Felic begitu dekat dengan bibir dokter Frans.
“Fe …! Aku tadi cuma bercanda ...!” ucap dokter Frans sambil memundurkan kepalanya.
“kenapa …?, takut ya …!” Felic terus memepet suaminya itu, tangannya juga mulai membuka kancing baju atas suaminya.
Dia mau main-main, baiklah ...., dokter Frans tersenyum.
“Siapa takut!” ucapnya kemudian.
“Aaaaaa …!” teriak Felic saat tiba-tiba dokter Frans membalik tubuh Felic hingga kini posisinya di bawah.
__ADS_1
Dokter Frans segera melancarkan aksinya, mencumbu Felic dengan begitu ganas.
'"Frans ....!" teriak Felic saat dokter Frans melepaskan pagutannya, Felic pun segera mengambil nafas, ia hampir kehabisan nafas karena suaminya tidak memberi kesempatan untuknya bersiap-siap.
"Hah ...., hah ...., hahhh ....!"
"Makanya kalau ciuman itu nafas, kayak nggak pernah ciuman aja!" ucap dokter Frans saat melihat nafas istrinya yang ngos-ngosan.
"Aughhhh ....!" teriak dokter Frans saat Felic mencubit perutnya.
"Kenapa mencubit ku?" keluh dokter Frans.
"Siapa suruh melakukan serangan tanpa aba-aba!"
"Kalau aku kasih aba-aba, musuhnya nggak akan kalah ...!"
"Isssttttt ....!"
Cup
dokter Frans kembali membungkam bibir Felic dengan bibirnya membuat Felic kembali terdiam.
Ciuman yang awalnya hanya ciuman biasa itu kini semakin memanas. Bahkan penuh dengan gairah.
Dua insan itu melakukan yang seharusnya di lakukan oleh suami istri walaupun penuh dengan debat.
Setelah menyelesaikan pergulatan mereka, kini mereka tidur pun tidur dengan saling berpelukan tanpa mengenakan pakaiannya kembali.
Dokter Frans menjadikan lengan kekarnya sebagai bantalan untuk istrinya. Mengusap rambut Felic yang berantakan, beberapa kali menciumnya, melingkar kan tangannya yang sebelah di atas perut istrinya.
“Fe …!” ucap dokter Frans saat melihat istrinya sudah mulai menajamkan matanya.
“Bagaimana bisa menemukan bu Narti?” tanya dokter Frans. Ia yang sudah berkali-kali mencari saja sulit untuk menemukannya. Yang ia tahu semua pengasuhnya dulu sudah meninggal.
Felic pun kembali membuka matanya,
“Maaf, aku kemarin ke panti tanpa memberitahumu terlebih dahulu, aku sengaja sih sebenarnya!"
"Kenapa sengaja?"
"Ya karena aku pengen tahu tentang masa lalu mu!"
"Tanpa bertanya dengan yang bersangkutan?"
"Ya karena aku tahu, kamu pasti juga nggak akan kasih tahu kalau aku tanya langsung!"
Dokter Frans terdiam, memang benar apa yang di katakan istrinya, ia pasti tidak akan memberitahu pada istrinya, baginya masa lalu biarkan tertinggal di belakang dan ia akan memulai masa kini tanpa menoleh ke belakang. Tapi ternyata ia salah, masa lalu yang berusaha keras ia tinggalkan ternyata satu persatu berdatangan.
"Frans ....., sebenarnya aku ke sana pengen ketemu sama Zea tapi ternyata Zea sudah nggak di panti!”
"Ooohh ...!"
"Cuma gitu doang, nggak mau tanya Zea ke mana?"
"Bukan hal yang penting!"
Kenapa nggak bilang gitu kemarin-kemarin ....., andai nggak ada drama waktu itu, kira-kira kamu masih mengharapkan Zea nggak ya ....
"Kenapa diam dan menatap ku seperti itu?" tanya dokter Frans saat Felic hanya diam dan menatapnya.
"Beneran nggak pengen tahu nih Zea kemana?"
__ADS_1
"Kemana?"
"Tuh kan ...., masih peduli sama dia!" ucap Felic kesal.
"Kan kamu yang tanya, ya udah deh nggak usah tau!" dokter Frans memilih mengalah.
"Tapi harus tahu, dia di luar negri!" ucap Felic.
Ihhhh ...., kenapa wanita itu di ciptakan jadi makluk yang super ribet sih ....., dokter Frans hanya bisa menggerutu dalam hati.
"Kaget gitu dong Frans, masak cuma gitu sih ekspresi nya, atau jangan-jangan kamu sudah tahu ya kalau Zea ke luar negri?"
Kok salah lagi sih .....
“Hahhh ...., di luar Negri?” ucap dokter Frans yang di buat seolah-olah ia terkejut.
"Ihhhhh ....., nggak gitu juga Frans!" protes Felic, dokter Frans hanya bisa menghela nafas.
"Kamu sebenarnya tahu apa enggak kalau Zea ke luar negri?" tanya Felic.
"Nggak tahu Fe ...., serius ....!"
“jadi kamu beneran nggak tahu?"
"Nggak Fe ...!"
" Aku kira kamu tahu!”
"Ya udah deh Fe, kita nggak usah bahas Zea! Kita bahas tentang bu Narti, lanjut nya bagaimana?"
"Kamu nggak pengen tahu Zea ke luar negerinya ngapain?" tanya Felic lagi.
"Enggak Fe ...., serius ...., ayo cepet lanjutin kalau nggak aku tidur nih ....!"
Kenapa jadi dia yang galak .....
"Jadi aku tuh nanya sama pengurusnya, aku nanya siapa yang tahu tentang kejadian dua puluh tujuh tahun yang lalu!”
“trus?”
“aku di kasih alamatnya bu Narti sama pengurusnya, saat aku ke rumah itu ternyata rumahnya kosong dan kata tetangganya, bu Narti di bawa ke rumah sakit oleh anaknya, karena sudah beberapa minggu sakit!”
"lalu?”
"ihhhh …, kayak reporter aja!”
"aku kan penasaran!”
“lalu katanya di rawat di rumah sakit FrAd, makanya aku ke rumah sakit!”
...baginya masa lalu biarkan tertinggal di belakang dan ia akan memulai masa kini tanpa menoleh ke belakang. Tapi ternyata ia salah, masa lalu yang berusaha keras ia tinggalkan ternyata satu persatu berdatangan.~Dr. Frans...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1