Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Honey moon


__ADS_3

“Kita beneran mau ke pantai?” tanya felic begitu senang saat melewati banyaknya


perbukitan yang mengarah ke pantai. Ia bisa melihat di seberang ada alunan dan


deburan ombak begitu dekat walaupun sebenarnya masih butuh waktu setengah jam


lagi untuk sampai.


“Kamu suka?” tanya dokter Frans, ia sudah membuka cap atas mobilnya sehingga udara


segar bisa bebas masuk.


“Aku seneng banget, seingatku aku pergi ke pantai waktu SD loh …, ini kali kedua


nya!”


“Kenapa nggak pernah ke pantai? Takut ya?”


“Nggak …, bukan itu …., tau sendiri kan keadaan ekonomi ayah bagaimana, masih ada adek


dan aku yang sekolah. Apa lagi setelah peristiwa kebakaran itu, semua harta


benda ludes!”


Felic memang merasa sedih dnegan keadaannya tapi itu tidak membuatnya terlarut dalam kesedihan, ia selalu bercerita sambil tersenyum.


“Kenapa masih bisa senyum kayak gitu?”


“memang aku harus apa? Mau nangis juga percuma, nggak ada gunanya, masih banyak di luar sana yang lebih menderita dari keluarga ku tapi mereka masih tetap tersenyum!”


“Aku salut sama kamu!”


“Nggak, belum tentu! Mungkin nanti akan ada yang lebih bisa membuatmu salut dan kamu


akan melupakan semuanya!”


Dokter Frans hanya terdiam mendengar ucapan Felic, mau bagaimanapun sebuah pernikahan


itu awalnya tapi pernikahan sudah mengikat dua insan menjadi satu. Setiap apa


yang di rasakan pasangan pasti akan di rasakan oleh pasangannya juga, termasuk


rasa gundah atau keraguan.


Mungkin memang tidak di ucapkan, tapi tatapan mata sudah lebih dari cukup untuk


mengetahui apa isi hati pasangan.


Akhirnya mobil sampai juga di tepi pantai, felic segera melompat keluar tanpa membuka


pintu mobil membuat dokter Frans menggelengkan kepalanya. Felic segera berlari


menyambut ombak, dalam sekejap saja bajunya sudah basah karena air laut.


Dokter Frans segera menyusul Felic, ia ikut berlari sedikit ke tengah, mengikuti


langkah Felic yang bergerak sangat gesit, sesekali felic memainkan air itu


dengan tangannya. Dokter Frans menyambar tubuh Felic dan memutarnya. Mereka seperti


ABG yang sedang berpacaran.


“Kita Foto ya!” ucap dokter Frans. Ia kembali berlari ke mobilnya dan mengambil


kamera yang selalu ia bawa kemana-mana.


Dokter Frans memanggil orang yang kebetulan lewat dan meminta tolong untuk memfotokan


mereka. Mereka berfoto dengan berbagai fose.


“Terimakasih ya!” ucap dokter Frans sambil meminta kembali kameranya.


“Liat dong!”

__ADS_1


Akhirnya Felic dan dokter Frans duduk di bawah pohon kelapa dan melihat hasil jepretan gambar


mereka.


“Ihhhh …, ini aku jelek sekali …!”


“emang kapan kamu cakepnya?!” goda dokter Frans.


“Frans ….! Gini-gini aku istrimu ya ….!”


“Iya iya maaf …., kamu istri aku yang paling cakep kok!”


Felic kembali mengamati gambar itu. Sesekali senyum keluar dari bibirnya saat melihat


pose mereka yang lucu.


“Mau nginep di sini?” tanya dokter Frans tiba-tiba.


“Hahhhh?" Felic malah tercengang mendapat pertanyaan itu.


“Sekalian honeymoon, kita kan belum pernah honeymoon kayak pengantin-pengantin baru lainnya!”


“mau tidur di pasir?” tanya Felic bingung.


“Lihat noh di sana …, ada resort!” ucap dokter Frans sambil menunjuk sebuah resort


yang tak jauh dari tempat mereka.


“Mauuuuuu ….!” Felic begitu bersemangat, ia belum pernah menginap di resort sebelumnya.


“Ayok …!”


“kemana?”


“ke sana …!”


“Sekarang?”


‘Nggak!” ucap dokter Frans kesal, “Ya sekarang lah …!”


ke sebuah resort yang tampak mewah, jaraknya juga tidak jauh dari tepi pantai.


“selamat datang dokter Frans!” sapa seseorang pria sepertinya pengelola resort itu.


Hahhhh ....., dia mengenal Frans?


"Kami butuh satu kamar sampai besok sore!” ucap dokter Frans.


"Mari dokter .....! Biar saya antar ke kamar anda!”


Akhirnya mereka sampai di sebuah kamar dnegan view yang langsung menghadap ke laut.


“bagaimana dokter, apa anda suka? Kalau tidak suka kami bisa menggantinya dengan yang lebih bagus lagi!”


“Sudah ...., ini saja cukup!” ucap dokter Frans, sepertinya dokter Frans sudah sering datang


ke tempat ini.


“Oh iya …, carikan baju untuk kami berdua. Saya tunggu sampai satu jam!” ucap dokter Frans sebelum pria itu meninggalkan mereka.


“baik pak!”


Setelah pria itu meninggalkan mereka berdua, dokter Frans pun mengajak Felic untuk


masuk. Felic yang masih basah kuyup oleh air laut bingung harus melakukan apa di


dalam kamar itu.


“Kenapa masih bengong aja?” tanya dokter Frans yang keadaannya masih sama.


“Aku mau mandi, tapi nunggu baju gantinya masih satu jam lagi, lalu aku harus apa


dong selama satu jam nunggu! Masak berendam, bisa berubah jadi putri duyung aku ....!"

__ADS_1


“Nggak perlu nunggu juga Fe, karena akan ada yang kita lakukan!”


“Apa?”


tanya Felic tapi dokter Frans sudah lebih dulu mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kamar mandi.


“Frans …, apa apaan?" tanya dokter Frans yang sudah berada di bawah guyuran air


shower.


“Kita bisa melakukan apapun di sini!” ucap dokter Frans sambil mengunci tubuh Felic


dia antara tubuhnya dan dinding kamar mandi di bawah guyuran air itu.


“Frans …!” jantung Felic masih saja merasakan hal yang luar biasa setiap kali


berdekatan dengan pria itu.


Cup


Tiba-tiba bibir dokter Frans mendarat di bibir Felic begitu saja dan bibir itu mulai menjelajahi wajah dan leher Felic, hingga Felic terbuai dengan sentuhan lembut yang di berikan oleh


suaminya itu karena tangan dokter Frans sudah tidak terkontrol lagi.


Mereka akhirnya benar-benar mandi plus plus selama satu jam full.


***


Dokter Frans sudah membopong Felic dengan tangan Felic yang mengalung sempurna di leher dokter Frans yang di balut handuk ke atas tempat tidur.


Mereka melanjutkan kegiatan di kamar mandi hingga di atas ranjang, sedari tadi pintu kamar sudah di ketuk tapi dokter Frans memilih mengabaikannya dan melanjutkan kegiatannya.


Setelah menyelesaikan kegiatannya, dokter frans pun segera menutup tubuh Felic dengan selimut dan juga meninggalkan kecupan di kening Felic.


Tok tok tok


Pintu kamar kembali di ketuk. Itu pasti orang yang membawakan baju untuk mereka.


Dokter Frans segera mengenakan baju mandinya dan meninggalkan Felic, ia benar-benar sudah kalah, ia terkulai lemas di atas tempat tidur gara-gara ulah suaminya itu.


Dokter Frans yang juga masih mengenakan maju mandi, segera menghampiri pintu dan


membukanya.


“Maaf dokter, telah mengganggu aktifitas anda. Ini baju untuk anda dan istri anda!” ucap pria itu


dengan di ikuti dua asistennya yang membawa segerombolan baju yang tergantung rapi dengan berbagai model khas baju pantai dan baju tidur.


“baiklah …, tinggalkan semuanya di sini!” ucap dokter Frans sambil menunjuk kamarnya.


Dua orang itu mendorong rak baju itu ke dalam dan segera meninggalkan kamar itu


tanpa berani menatap kearah tempat tidur.


“Baiklah kami permisi dokter, jika butuh sesuatu silahkan hubungi kami!”


Dokter Frans segera menutup kembali pintu kamarnya, ia memilih baju untuknya sebuah


boxer dan kaos tipis juga ****** *****. Ia memakainya di tempat itu juga.


Bersambung


Nih siapa yang benar ya tebakannya, banyak yang nebak Febby Rastanty ya


sekarang lebih jelas lagi, kira-kira benar nggak ya



Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘❤️


__ADS_2