
Pagi ini Felic sudah berjalan-jalan di pantai meninggalkan dokter Frans yang masih
tidur di kamarnya, matahari belum muncul tapi Felic sudah tidak bisa memejamkan matanya.
Sesekali Felic melemparkan batu ke tengah laut, hatinya sakit tapi ia tidak tahu harus
berbuat apa. Memang bukan salah suaminya, ia juga pernah berada di tempat yang
sama seperti yang di alaminya suaminya itu. Mungkin sekarang juga masih sama
rasanya hanya saja ia tidak pernah menunjukkannya lagi.
“Pagi Fe …!” seseorang tiba-tiba menyapanya, tapi itu bukan suara suaminya. Ia kenal
betul suara siapa itu, tapi kenapa bisa ada di tempat yang sama. Felic pun menoleh ke belakang dan benar saja, dia orangnya.
Rangga berjalan mendekati Felic yang masih berdiri di tempatnya, “Ga …, ngapain di
sini?” tanya Felic setelah yakin jika pria itu memang Rangga.
“Kebetulan sekali ya, atau memang aku tahu jika saat ini kamu membutuhkanku!”
“Ga …!”
"Fe ...!" Rangga mengulang kata-kata nya, ia tidak mau Felic menolak kedatangannya.
Felic tidak mau gundah lagi walaupun benar sebenarnya ia sedang membutuhkan
bahu untuknya bersandar dan mengadukan semuanya, tapi bukan dengan Rangga,
“Gue tanya serius Ga!”
"Aku juga serius Fe ...!" ucap Rangga, Felic memalingkan wajahnya begitu kesal karena Rangga terus saja membuatnya merasa sangat bersalah.
“Aku sedang ada perjalanan bisnis di sini bersama pak Divta! Semalam aku melihatmu
di sana …! Aku kira aku hanya berhalusinasi saja tapi pagi ini aku benar-benar
melihatmu di sini!” ucap Rangga sambil menunjuk sebuah resort tempat Felic dan
dokter Frans bermalam.
“Sejak kapan di sini?”
“Sejak semalam! Kenapa sendiri?”
Felic tak berniat menjawab pertanyaan Rangga, ia sendiri bingung kenapa bisa sendiri
di tempat itu. Yang ia tahu sekarang ia sedang menghindari menatap suaminya
yang masih mencintai cinta pertamanya. Sedangkan saat ini ia pun masih memiliki
perasaan yang sama dengan mantannya yang ada di hadapannya.
“Fe …, ada apa?” tanya Rangga lagi, sepertinya dia sangat tahu jika wanita di
sampingnya itu sedang ada masalah.
“Rangga …, boleh aku memastikan sesuatu?”
“Apa?”
“Peluk aku ….!”
Tanpa menjawab pertanyaan Felic, Rangga pun segera menarik tubuh Felic ke dalam
pelukannya.
Cukup lama Felic berada di dalam pelukan pria yang menjadi mantannya itu di antara deburan ombak dan mentari yang mulai muncul dari
persembunyiannya.
Tanpa mereka sadari dari jauh di sana seorang pria pemilik wanita itu sedang
menatapnya sendu dari kejauhan, dia adalah dokter Frans. Ia menghentikan
langkahnya saat melihat istrinya di peluk oleh pria lain, tangannya mengepal
sempurna tapi ia tidak bisa memukul pria itu.
Dokter Frans pun memilih meninggalkan mereka begitu saja dengan rasa cemburunya.
Felic yang sudah mengerti jawabannya segera melepaskan pelukan dari rangga, sekian
lama berada dalam pelukan pria itu tapi rasanya sudah berbeda, ia tidak
merasakan debaran itu, debaran yang sama yang dulu ia rasakan hanya dengan
__ADS_1
mendengar nama pria itu.
“Aku sudah tahu jawabannya!” ucap Felic saat sudah terlepas dari pelukan Rangga.
“Apa?” tanya rangga yang masih bingung.
“Maaf …, tapi hati ini sudah benar-benar bukan untukmu lagi!” ucap Felic begitu
yakin, Felic pun segera meninggalkan Rangga yang masih tercengang.
Ucapan Felic yang terkesan sederhana itu tapi begitu pahit di rasakan oleh seorang
rangga.
Langkah Felic terhenti sejenak saat ia melewati seseorang yang sepertinya melihatnya
juga sedari tadi, pria yang pernah ia temui di rumah besar itu, Divta. Ia menatap Felic dengan penuh tanda tanya. Felic melewatinya begitu saja.
***
Dokter Frans yang kesal segera masuk kembali ke dalam kamar, ia memilih mandi agar
perasaan panas di hatinya menghilang.
Setelah menyelesaikan mandinya, ia segera mengganti bajunya dengan sangat rapi,
sepertinya ia memutuskan untuk pulang pagi ini juga.
Dokter Frans mengemas barang-barangnya dan di masukkan ke dalam ranselnya,
Ceklek
Bunyi pintu di buka, tapi dokter Frans memilih mengabaikannya. Ia begitu terpukul
melihat pelukan itu.
Bruuuukkkkkk
Tiba-tiba tubuhnya di peluk dari belakang, dokter Frans pun menghentikan kegiatannya,
tapi ia tidak berkeinginan untuk membalik tubuhnya. Ia biarkan begitu saja.
“Frans ….! Aku sudah tahu sekarang jawabannya!” ucap Felic tapi dokter Frans masih belum menjawabnya, “Dokter …., aku mulai mencintaimu!”
Felic terus memeluk tubuh suaminya itu, tapi dokter Frans masih tetap diam. Ia tidak
istrinya itu memeluk pria lain.
“Tidak peduli bagaimana perasaanmu padaku, tapi sebelum terlambat aku cuma ingin kamu
tahu jika hati ini untukmu!”
Mereka terdiam dengan posisi yang sama, Felic bisa merasakan getaran itu setiap kali
menyentuh suaminya. Ia yakin itu adalah cinta.
“Jika tidak bisa kau balas perasaanku sekarang, setidaknya belajarlah mencintaiku dan
lupakan masa lalu! Aku ingin jadi masa kini dan masa depanmu satu-satunya!”
Dokter Frans belum bisa menjawab bagaimana, ia akhirnya membalik tubuhnya dan menatap
wajah istrinya itu, tidak ada kebohongan di sana.
“Jika kau ingin aku juga mencintaimu, jangan memeluk pria lain apapun alasannya!”
Felic tercengang mendengarkan ucapan suaminya itu, apa dia melihatku tadi …?, batin
Felic.
“Aku tidak akan melakukannya lagi, hanya tubuh suamiku ini yang akan aku peluk. Dan
lagi ….!”
“Apa?”
“Tapi aku boleh kan memeluk ayahku?” tanya Felic dengan tersenyum membuat dokter
Frans gemas, ia pun mencubit hidung Felic dengan begitu gemas.
Felic kembali memeluk tubuh suaminya itu, tidak peduli bagaimana perasaan suaminya
itu tapi saat ini ia hanya ingin menguasai suaminya itu hanya untuknya sendiri
dan tidak akan membiarkan orang lain masuk ke dalam kehidupan mereka baik itu
masa lalu atau masa depan.
__ADS_1
Mata Felic tertuju pada tas ransel yang berada di belakang suaminya, sudah tertata
rapi.
“Frans …, kenapa ada ransel di situ?”
“Kita pulang ya?”
“katanya sampek sore, ini kan masih pagi? Aku masih betah ada di sini!”
“Tapi aku nggak suka!”
“Karena ada Rangga?”
“Ya itu salah satunya!”
Akhirnya mereka pun memilih untuk meninggalkan resort setelah sarapan.
Tepat saat sarapan mereka bertemu kembali dengan Rangga tapi kali ini ia tidak sendiri,
ada Divta juga bersamanya.
“Frans …! Boleh kami bergabung?” tanya Divta, sebelum menjawab pertanyaan Divta,
dokter Frans lebih dulu melihat pria yang berdiri di belakang Divta, Rangga. Sebenarnya berat tapi ia juga tidak mungkin menolaknya.
“Silahkan!”
akhirnya dokter Frans mengijinkannya, tapi menatap dingin pada pria yang sudah
berani memeluk istrinya pagi ini.
Divta pun akhirnya duduk begitu pun dengan Rangga. Mereka memesan makanan yang sama.
Felic tidak berani menatap Rangga, ia takut jika suaminya akan sangat marah kali ini walaupun ia belum pernah melihat suaminya marah tapi tetap saja, rasa itu pasti ada.
“Jadi bang Divta sedang sibuk di sini??’ tanya dokter Frans sambil sibuk mengunyah
makanannya.
“Iya …, kebetulan ada proyek di sini dan klien saya pengen sambil liburan, kalian
kok juga bisa di sini?”
“Biasalah bang, pengantin baru. Honeymoon!” ucap dokter Frans sambil menatap Rangga. Ia
ingin tahu bagaimana perubahan ekspresi pria itu.
Benar saja Rangga meremas sendoknya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana mereka bermalam
“lalu rencana kalian apa hari ini?” tanya Divta lagi.
“Kami akan pulang!”
“Kenapa buru-buru sekali?”
“karena ada pengganggu di sini yang tiba-tiba datang, dari pada honeymoon nya jadi nggak
asik mending cari tempat yang jauh dari pengganggu!”
Huks huks huks
Tiba-tiba Felic tersedak makanannya mendengar ucapan dokter Frans, membuat dua pria yang ada di samping dan di depannya itu menyodorkan minumannya untuk Felic. Felic
pun tercengang ada tangan suaminya dan tangan Rangga di sana.
Felic menatap bergantian gelas itu, tapi sepertinya dokter Frans memilih untuk
menarik kembali gelasnya.
Tapi dengan cepat Felic menarik gelas itu dan
meminumnya dan mengabaikan gelas Rangga. Rangga hanya tersenyum kecut dan
kembali duduk, menjauhkan kembali gelasnya. Ia sadar jika wanita di depannya
kini bukan miliknya lagi, dulu dia masih unggul karena pemilik hatinya masih
dia tapi setelah tadi pagi ia sadar jika sudah tidak ada yang tersisa untuknya.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰