
Semuanya masih sama, baik Rangga maupun Zea tidak ada yang berniat untuk menghubungi terlebih dulu. Ini sudah lewat satu Minggu, sebenarnya ada keinginan untuk Rangga meminta maaf dan meminta penjelasan Zea, tapi ternyata egonya sangat besar apalagi setiap kali dia ingin menemui Zea selalu ada Ardi di sana.
"Serius nih nggak mau aku bantu?" Ardi sudah bersiap untuk mengangkat kardus besar yang ada di depan Zea saat rangga melintas.
"Nggak usah lah Di, tuh bantu Lili. Dia pasti belanja banyak tuh!"
Ternyata istri Ardi sedang sibuk memilih belanjaan di dalam.
Waktu berlalu begitu cepat dan Rangga tidak pernah datang ke minimarket atau ke rumah Zea. Sesekali Zea hanya melihat sekelebat keberadaan pria itu tapi segera menghilang bersama dengan gelapnya malam.
Hanya Rizal yang kerap datang, tapi Zea sebisa mungkin untuk menghindarinya. Ia tidak mau kesalah pahaman semakin besar.
"Kamu kenapa sih terus menghidariku?"
"Hanya perasaan mas Rizal aja!" Zea tetap menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
"Apa semua karena Rangga?"
"Itu bukan urusan mas Rizal kan!?"
"Sudah ku katakan dari awal kan Rangga itu tidak pernah serius sama kamu!"
Kali ini Zea menghentikan pekerjaannya, mau bagaimanapun ia tidak suka dengan apa yang di katakan oleh Rizal tentang Rangga, "Sudah cukup mas, kalau mas Rizal ke sini cuma mau bicara tentang Rangga maka sebaiknya mas pergi deh!"
"Maaf, maaf! Baiklah kita bicara hal lain."
Zea tidak punya alasan untuk mengusir pria itu, ia cukup mencoba untuk menghindar.
Walaupun tidak pernah datang, Rangga tidak pernah sehari pun untuk tidak memperhatikan Zea. Tapi tetap saja egonya mengalahkan rasa rindunya.
Ia memilih mengalihkan perasaannya dan rasa rindunya itu dengan pergi ke salah satu klub malam.
"Ga, kamu mabuk!" mama Rangga begitu terkejut saat melihat putranya pulang dalam keadaan yang sangat berantakan dengan bau yang menyengat di tubuhnya.
"Ma ...., jangan marah ya ma, ma Rangga sudah nikah ma!" Rangga merancau dan tubuhnya yang sempoyongan terhempas begitu saja ke sofa ruang tamu.
"Rangga sudah menikah ...!"
"Rangga sudah menikah ...!"
"Kamu jangan bicara sembarangan, kamu tuh sedang mabuk!"
"Rangga tidak mabuk ma ...., sungguh ....!"
Melihat Rangga yang sudah tidak mampu menopang tubuhnya, sang mama pun segera memanggil suaminya.
"Pa, ini Rangga gimana pa? Bantu mama buat bawa dia ke atas!"
__ADS_1
Malam sudah sangat larut, papa dan mama Rangga awalnya sudah tidur tapi mendengar suara ribut di luar yang ternyata di timbulkan oleh Rangga membuat mereka kembali bangun.
Ini bukan pertama kalinya Rangga pulang dalam keadaan mabuk, setelah hari itu hidupnya menjadi sangat kacau.
Setelah papanya datang, mereka pun segera memapah Rangga menaiki tangga menuju kamarnya.
"Pa, dia cantik pa, dia sangat cantik, Rangga yang bodoh!"
"Rangga yang salah, seharusnya Rangga tidak begitu, iya kan ma!"
"Mama kan yang selalu minta rangga buat menghormati perempuan, tapi Rangga gagal ma!"
"Kamu nih ngomong apa sih? Dari kemarin bilang kalau udah nikah terus, mama jadi pusing Ga! Kamu kacau sekali sekarang!"
"Sudah lah ma, biarkan dia istirahat, kita tinggal saja!"
"Tapi pa!"
"Ayo!"
Papa Rangga segera menarik tangan istrinya agar keluar dari kamar sang putra. Ia tidak mau kehadiran mereka malah akan membuat Rangga semakin kacau.
"Papa nih gimana!?" keluh sang mama saat mereka sudah keluar kamar Rangga.
Sepanjang malam Rangga yang tengah terkapar di atas tempat tidur dengan terus merancau sepanjang malam, ia menyesali kebodohannya. Rasa sesalnya sudah membuatnya kacau.
"Pa, jangan-jangan benar pa, kalau Rangga sudah nikah!"
"Ya bagus dong! kan memang itu yang kita mau!"
"Papa ini gimana sih, jangan Sampek ya pa! Pokoknya Rangga harus tetap nikah sama Miska!"
"Ya kalau anaknya nggak mau jangan di paksakan."
"Ngomong sama papa malah tambah semakin pusing saja! Mama mau tidur!"
"Mama yang terlalu egois!"
Papa Rangga memilih bangun dari tempat tidur dan pergi ke balkon, ia mulai menyadari kekacauan yang di alami putranya tapi keegoisan sang istri membuatnya terhalang.
...****...
Mentari sudah cukup tinggi untuk di katakan pagi, pria yang baru saja bangun dari tidurnya itu segera bergegas ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan baju kerja.
"Ga, sudah bangun?" mama rangga sudah memanggilnya sedari tadi tapi baru mendapat jawaban, "Loh kamu kok sudah rapi? Mau kerja?"
"Sudah siang, Rangga mau berangkat!" Rangga terlihat sekali jika sedang menghindari mamanya.
__ADS_1
Ia segera mengambil tas kerjanya dan pergi begitu saja meninggalkan sang mama.
Baginya akan lebih baik jika dia mengurangi kadar pertemuannya dengan sang mama.
Walaupun kurang baik, Rangga tetap saja pergi kerja. Menurutnya berada di rumah membuatnya semakin pusing.
Penampilannya jauh berbeda, sedikit lebih kurus dengan rambut yang bahkan tidak di tata sama sekali.
Beruntung dari beberapa hari lalu Divia menginap di rumah sang kakek, jadi dia tidak perlu antar jemput ke sekolah.
Mama yang cukup khawatir dengan perubahan yang di miliki Rangga pun akhirnya memanggil Miska ke rumah untuk di mintai pendapat.
"Ada apa tan?"
"Tante lagi pusing Mis, Rangga akhir-akhir ini begitu kacau! Kamu tahu nggak kira-kira Rangga kenapa?"
"Miska juga nggak tahu Tan, dia selalu hindari Miska!"
"Apa kamu masih mau sama Rangga? maksud Tante kamu masih berharap Rangga jadi pasangannya kan?"
"Tante meragukan keseriusan Miska?"
"Ya bukan seperti itu, takutnya ternyata Rangga sudah punya wanita lain dan kamu bakal nyerah!"
"Kalau iya seperti itu, Miska mau lihat seperti apa wanita itu. Miska nggak yakin dia sepadan sama Miska!"
"Kamu sudah melihatnya?"
"Nggak yakin sih Tan, tapi kata beberapa orang Rangga kerap mampir di minimarket depan!"
"Minimarket?" mama Rangga sangat jarang pergi ke minimarket, setiap belanja ia akan meminta asisten rumah tangga untuk melakukannya.
"Iya!"
"Mungkin cuma mampir kali!?" walaupun mencoba untuk mengelak tapi juga tercipta keraguan dalam dirinya, apalagi dengan rancauan Rangga semalam yang menyebut dirinya sudah menikah.
"Semoga!"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1