
“Office girl?” gumam bi Molly sambil memegangi kepalanya, ia tidak menyangka jika
nyonya nya saat ini adalah seorang office girl.
“Iya …!”
Percakapan mereka terhenti ketika suara langkah kaki dokter Frans begitu cepat menuruni tangga dengan sedikit berlari dokter Frans menghampiri Felic dan bi Molly.
“Pagi bi …!”
“Selamat pagi tuan!” bi Molly kembali mundur dan membiarkan tuannya itu untuk duduk di
samping Felic, tapi saat hendak duduk ia terkejut melihat Felic yang sudah
rapi lengkap dengan tas ranselnya.
“Fe …, kamu mau ke mana?”
“Duduklah …!” Felic menepuk kursi yang berada di sebelahnya, “Kita sarapan!”
Dokter Frans pun duduk dengan mata yang terus mengawasi felic, ia takut jika wanita
itu marah padanya dan memilih kembali ke rumah.
“Kamu mau kemana?” tanya dokter Frans lagi setelah ia duduk.
“Aku harus kerja Frans!”
"maksudnya kembali ke tempat kerjamu?”
“Iya!”
“Kenapa?”
“Sudah ku katakan sebelumnya, aku tidak mungkin tiba-tiba saja berhenti, beri aku
waktu satu bulan dan aku akan menyelesaikan semuanya!”
“Lalu menulis mu?”
“Aku akan mengerjakannya nanti! Tidak pa pa ya, kau mengijinkannya kan?”
“baiklah …., tapi berjanjilah! Cuma satu bulan!”
“Iya …, terimakasih ya …!”
Apa-apaan ini …, kenapa tuan frans mal;ah mengijinkan nyonya tetap bekerja sebagai office girl, ini tidak bisa di biarkan…., nyonya besar harus tahu semua ini ….
Bi Molly benar-benar tidak mengerti jalan pikiran tuannya itu, ia kira tuannya
akan mencegahnya tapi malah memberi ijin.
“Fe …, kita berangkat bersama saja!”
“Nggak usah, tujuan kita tidak searah. Aku akan memesan ojek online saja!”
“baiklah jika itu mau mu, oh iya hari ini aku akan pulang terlambat, kamu makam malam lah
dulu!”
“mau kemana?”
“Aku harus ke panti asuhan, Agra mengajakku ke sana sebelum dia berangkat ke Surabaya!”
“Baiklah ….!”
“kamu tidak keberatan kan?”
‘Tidak …! Biasa aja lah Frans!”
Felic berangkat setelah dokter Frans berangkat, ia memesan ojek online. Ia sudah
berdiri di depan gerbang tinggi itu.
__ADS_1
“Dengan mbak Felic?” tanya pria dengan jaket warna hijau khas ojek online itu.
“Iya benar!”
“Di pakek dulu mbak helm nya!”
Felic pun segera memakai helmnya dan naik motor, mas ojek online segera menghidupkan
kembali mesin mobilnya. Sepanjang jalan mas itu terus saja bertanya.
‘Mbak Felic bekerja di rumah besar itu ya?”
“Tidak, ini saya mau berangkat kerja!”
“Memang kerjanya apa mbak?”
“Office girl!”
“Ohhhh …, kalau nggak bekerja di situ, berarti orang tuanya ya yang bekerja di situ?”
“Bukan!”
Felic sebenarnya malas menanggapi sopir ojek online yang kepo itu, ia hanya menjawab
dengan singkat semua pertanyaannya.
“Kalau bukan orang tuanya, lalu siapa dong yang di situ?”
“Suamiku!”
“jadi suami mbak Felic bekerja di situ, jadi sopir ya?”
Sebelum Felic menjawab mereka sudah sampai di depan gedung tempat felic bekerja.
“Sampai mas!’
“Oh iya mbak sampai lupa!”
Felic segera turun dan melepas helmnya, sebelum masuk ia menyerahkan uang yang harus di bayarnya.
memperpendek umur loh!” ucap Felic lalu meninggalkan mas ojek online yang masih
tercengang itu.
Kedatangan Felic langsung di sambut oleh Ersya, sahabat Felic itu sudah uring-uringan
beberapa hari karena Felic tidak juga masuk, bosnya terus saja menanyakan Felic
karena terlalu lama ijin.
“Fe ….!”
“Sya …!”
Mereka saling berpelukan, “Lo tahu ini jam berapa? Lo terlambat dan membuat masalah
untukku karena terlalu lama ijin!”
“maafkan aku!” Felic benar-benar merasa bersalah dengan sahabatnya itu.
“pak Bima sudah menunggumu di ruangannya, ingat pasang wajah senyum, biar hatinya
luluh dan tidak memarahi mu!”
“Apaan sih Sya!”
"Lo kan tahu pak Bima sudah lama menyukaimu, tahu nggak dia terlihat frustasi tahu saat tau kamu udah nikah!”
‘Biasa aja kali Sya!”
“Ya udah sana, sebelum keluar taring ntar pak Bima nya!”
‘Ya udah gue ke sana dulu, tapi gue ganti baju dulu!”
__ADS_1
Felic pun mengganti bajunya dengan seragam office girl nya dan segera menemui
atasannya itu.
Tok tok tok
Tak berapa lama ada sahutan dari dalam, “masuk!”
Felic pun dengan perlahan membuka pintu itu, ia bisa melihat bagaimana pria dengan
tubuh kerempeng itu sedang duduk sambil memainkan bolpoin nya di atas meja.
“Selamat pagi pak!” sepertinya ia begitu terkejut saat menyadari siapa yang datang. Bima
adalah salah satu pria yang sempat ingin dekat dengan Felic, tapi Felic selalu saja menghindarinya.
“Felic …, masuk!”
Felic pun segera masuk ke dalam ruangan yang sebenarnya tidak begitu luas itu.
“Duduklah …!” perintah pak Bima.
“Terimakasih pak!” Felic pun duduk di depan meja kerja atasannya itu, “Pak sebenarnya saya
mau minta maaf karena terlalu lama ijin!”
“Ah …, tidak pa pa, tapi kamu baik-baik saja kan?”
“Iya pak, terimakasih atas kesempatannya, kalau begitu saya kembali kerja dulu pak!”
“Iya …!”
Felic benar-benar tidak mau berlama-lama di ruangan itu berdua saja dengan pria itu,
rasanya tidak begitu nyaman. Pak Bima selalu menatapnya dengan tatapan yang
berbeda, membuatnya begitu rishi.
***
Dokter Frans ke rumah sakit terlebih dulu sebelum menemui Agra di kantornya, ia juga
punya tugas di kantor Agra. Dokter Frans adalah kepala dokter di kantor itu,
ada dua hari jadwalnya untuk datang ke kantor Agra untuk melakukan tinjauan dan
memastikan pelayanan di klinik kantor itu baik.
“Apa pak dokter ada urusan lain setelah ini?” tanya dokter Sifa yang melihat dokter
Frans sudah akan meninggalkan ruangannya.
“Iya …, saya harus ke finityGroup, apa ada masalah?”
“Sebenarnya hari ini ada jadwal operasi susulan!”
"Mintalah dokter Richard untuk menggantikan ku!”
‘Baik dokter!”
“Ya sudah aku pergi dulu, hubungi aku jika ada masalah!”
“baik dok!”
Dokter Frans pun segera meninggalkan rumah sakit, ia harus menemui sahabatnya itu. Rasanya akan sangat aneh jika ia tiba-tiba ke panti asuhan tanpa Agra.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰😘