Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 ( 12. Pesta peresmian 2)


__ADS_3

Wanita dengan gaun merah itu sudah menunggu di depan pintu, ia terus mondar mandir, pintunya sudah ia kunci dari tadi. Sudah setengah jam semenjak pria itu mengirimkan pesan padanya.


My husband,


Tunggu aku ya sayang, lima menit lagi aku sampai.


Zea masih terus membaca pesan itu, seharusnya tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai dari rumah Rangga ke kontrakannya saat ini.


"Ini keterlaluan, masak dari rumahnya sampai ke sini membutuhkan waktu setengah jam!" gumamnya kesal.


"Bagaimana nona, kita bisa berangkat sekarang?" pertanyaan pria itu menyadarkannya bahwa ia tidak sedang sendiri di depan rumah.


Sopir yang di kirim Rizal untuk menjemputnya sudah datang sedari tadi, walaupun Zea sudah mengatakan kalau dia akan pergi dengan orang lain tapi sopir itu tetap setia menunggunya.


"Maaf nona, saya tetap tidak akan pergi sebelum melihat dengan pasti nona pergi!"


"Baiklah kita tunggu sepuluh menit lagi ya pak!"


"Baik nona!"


Zea kembali duduk di kursi plastik yang ada di teras, ia masih berharap Rangga akan datang.


Sedangkan pria yang tengah di tunggu itu terlihat melambatkan mobilnya di depan gang sempit.


"Kok kita ke sini sih Ga, mau ngapain?"


"Bukan urusan kamu!" Rangga masih tetap jutek dengan Miska, ia tidak peduli dengan wanita yang duduk di sampingnya. Saat ia menghentikan mobilnya, ia melihat mobil lain tidak jauh dari rumah yang akan ia tuju.


Bang Rizal?


Rangga bisa mengenali mobil siapa itu. Ia pun mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil. Kemudian tatapannya beralih pada wanita yang tengah duduk di teras itu, penampilannya cantik tapi bukan itu yang ia mau.


Kenapa dia memakai gaun lain? Apa itu gaun dari bang Rizal?


Seketika dadanya sesak, rasa kecewa kini sedang mendominasi perasaannya dari pada ia berpikir jernih.


Rangga pun kembali menghidupkan mesin mobilnya dan dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.


Zea melihat sekelebat mobil yang baru saja berhenti,


"Itu tadi, bukankah mobil Rangga?" Zea sampai berdiri untuk memastikan mobil itu dari belakang,


"Iya itu mobil Rangga, kenapa dia pergi lagi?"

__ADS_1


Pria yang sedari tadi menunggunya itu kembali menghampiri Zea.


"Maaf nona, tapi acara akan segera di mulai, pak Rizal sudah menunggu anda!"


"Baiklah kita pergi sekarang pak!"


Zea pun akhirnya ikut bersama sopir yang di kirim Rizal. Sepanjang jalan ia hanya sibuk mengingat mobil milik Rangga tadi.


Ia pun memutuskan untuk menghubungi pria itu, rapi ternyata tidak di jawab.


"Kok nggak di jawab sih!?" gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh sopir yang duduk di sampingnya.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"


"Tidak pak, terimakasih!"


Ia pun memilih menatap ke luar mobil, melihat lalu lalang mobil yang juga tengah melaju.


Hingga akhirnya ia sampai juga di depan restauran milik Rizal, memang tidak terlalu besar tapi terlihat sekali jika restauran itu di dekorasi mengikuti trend anak muda sekarang.


Sopir pun segera turun dan berlari mengitari mobil, membukakan pintu mobil untuk Zea.


Zea pun perlahan turun, ia merapikan kembali gaunnya yang sedikit naik, menariknya turun. Hand bag yang di bawanya senada dengan gaunnya begitupun dengan sepatu yang ia kenakan. Begitu cantik, bahkan tubuhnya terlihat begitu seksi.


Saat ia mendongakkan kepalanya, jantungnya berdetak hebat melihat pria yang telah membuatnya menunggu dari tadi sedang menggandeng seorang wanita cantik.


Zea sampai memundurkan langkahnya ke belakang seperti kehilangan keseimbangannya,


"Nona tidak pa pa?" Beruntung sopir belum pergi dari tempatnya hingga mampu menahan tubuh Zea yang hampir saja terjatuh.


Mata mereka saling bertemu, tapi sepertinya Rangga dengan sengaja menunjukkan kemesraannya dengan wanita itu pada Zea.


Ia berlalu begitu saja melewati tubuh Zea seolah-olah mereka dua insan yang tidak saling kenal.


Ia ingin menangis sekarang tapi sebuah tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya.


"Selamat datang Ze, aku sudah menunggumu sedari tadi, aku kira kamu tidak akan datang!"


"Terimakasih ya, kamu cantik dengan gaun ini!"


Deg


Seketika jantung Zea berdetak,

__ADS_1


Apa karena gaun ini hingga Rangga tidak mau menyapaku? Apa dia marah padaku?


Zea hanya menatap dirinya sendiri,


"Jadi ini gaun dari mas Rizal?"


"Iya, memang siapa lagi yang mengirim gaun untukmu selain aku?"


Tidak, aku tidak mungkin mengatakannya pada mas Rizal...


"Nggak kok, ayo masuk mas, sudah mau mulai kan acaranya!?"


"Iya ayo!" Zea pun melepaskan tangan Rizal yang berada di pinggangnya, ia tidak nyaman dalam posisi itu saat ini.


Rizal sengaja menghampiri Zea saat tahu Rangga datang dengan orang lain, ia sudah memperkirakan hal itu karena kemarin ia sempat membicarakan hal itu pada mama Rangga untuk mengundang calon dari Rangga dan mamanya begitu antusias.


Ia merasa rencananya saat ini berhasil, apalagi dengan gaun yang di kenakan oleh Zea. walaupun di luar rencana tapi itu cukup membuat hubungan mereka renggang.


Zea terus mengedarkan pandangannya, ia ingin mencari sosok yang telah membuat hatinya luluh lantah hari ini tapi juga begitu ia rindukan. Ia sedang mencari kesempatan untuk berbicara dengan pria itu berdua saja tanpa wanita itu.


Tapi salah, saat ia menemukan sosok yang ia cari. Hatinya malah semakin sakit, karena pria itu terlihat begitu mesra dengan wanita itu.


Siapa wanita itu? Dan gaun yang di kenakan, itu sama persis seperti gaun yang di beli Rangga untukku, apa Rangga sengaja melakukan hal ini?


Semua itu bukan sebuah kebetulan, siang tadi tanpa sengaja Miska melihat Rangga berada di sebuah butik sedang mencari gaun untuk seorang wanita. Dan dia yakin itu bukan untuk mamanya.


Akhirnya Miska pun meminta gaun yang sama persis seperti yang di beli oleh Rangga.


"Aku ingin tahu, wanita seperti apa yang sudah membuat aku kerasa kalah, tapi aku tidak akan tinggal diam untuk itu, jika aku tidak bisa mendapatkan Rangga maka wanita itu pun tidak!" gumam Miska dengan liciknya.


Entah ini sebuah keberuntungan atau kemalangan bagi Zea. Tapi setidaknya dengan gaun yang tertukar ini, Miska gagal mengetahui siapa wanita yang sedang dekat dengan Rangga saat ini.


Miska sedari tadi juga sedang memperhatikan tamu-tamu yang datang, ia benar-benar ingin tahu siapa wanita yang sudah membuat Rangga mengabaikannya.


Hingga suara MC yang sudah berdiri di atas panggung siap untuk membuka acara, Rizal terus saja mengajak Zea dekat dengannya, ia tahu saat ini Rangga sedang mengepalkan tangannya.


Pertempuran baru saja di mulai, kita lihat saja siapa yang akan sampai di garis finis ....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2