Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Tamu tak terduga


__ADS_3

Pagi ini mentari bersinar begitu cerah, hingga sangat indah untuk memulai suatu pekerjaan. Tapi sungguh berbeda dengan keadaan di dalam kamar pengantin itu.


Felic mulai membuka matanya saat ia merasakan hangatnya cahaya matahari yang mulai masuk memalui celah-celah kamarnya.


Ia begitu terkejut ketika membuka mata dan mendapati kepalanya yang sudah menyusup sempurna di dada bidang pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu hingga ia bisa mencium aroma maskulin suaminya.


"Aaaaaa ....!" Felic berteriak membuat empunya tubuh terbangun, Felic segera mendorong tubuh itu bukannya memundurkan tubuhnya sendiri.


Bug


"Augh ......!" Dokter Frans terjatuh kelantai gara-gara ulah Felic. "Lo kenapa sih ....., sakit tahu!" keluh dokter Frans sambil bangun dari lantai.


"Siapa suruh meluk-meluk gue ....!" protes Felic.


"Lo kali yang nggak nyadar, lo sendiri yang meluk-meluk gue, gue mah tinggal nurutin apa mau lo!"


Setelah di pikir-pikir memang benar jika Felic lah yang duluan meluk dokter Frans, hal itu membuat Felic terdiam dengan bibir mengerucutnya.


"Ya udah gue mau mandi!" dokter Frans hendak menuju ke kamar mandi tapi Felic segera menahannya dengan berdiri di depannya dengan merentangkan kedua tangannya.


"Tidak boleh, gue duluan yang mandi!"


"Gue harus buru-buru .....!"


Mereka harus bergantian kamar mandi karena bangun kesiangan.


            “gue dulu …., lo kan cowok jadi


harus ngalah …!”


            “Nggak ada aturan kayak gitu …,


lagian siapa yang buat peraturan kayak gitu, nggak bener amet!”


            “Ini kamar mandi gue ya …., jadi


jangan nyerobot!”


            “dasar lo … sekarang ini juga kamar mandi gue!"


"Plisss ...... ,gue dulu ya!" kali ini Felic memasang wajah memelas, dengan begitu dokter Frans pasti tidak akan berdebat lagi,


"Ya sudah, gue mandi di bawah aja!” dan cara itu benar-benar berhasil.


            "nah gitu dong ngalah sama cewek!”


            Akhirnya dokter Frans pun memilih


turun, ia menuju ke kamar mandi yang ada di dekat dapur. Ibu mertuanya sedang sibuk


memasak di sana.


            “Pagi ibu mertua!”


            ‘Pagi Frans, mau ngapain?”


            “mau mandi bu, di atas rebutan sama


Felic!”


            “ya udah sana mandi lalu sarapan!”


            ‘Siap ibu!”


            Dokter Frans begitu bahagia


mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari ibu mertuanya. Ibu mertuanya begitu


baik padanya.


            Setelah selesai mandi, dokter Frans


segera bergegas kembali ke kamar, di kamar terlihat Felic sudah rapi bersiap


untuk berangkat.


            “Fe …, lo mau ke mana? Rapi bener!”


            “kerja dong …!”


“Apa tidak sebaiknya lo berhenti kerja aja? gue bisa ngidupin lo tanpa lo perlu kerja,


lo juga bisa fokus sama cita-cita lo!”


“Kita nikahnya nggak wajar ya …, jadi jangan ngatur gue!”


“emang kita kecelakaan apa? Menurut gue pernikahan kita wajar-wajar aja, Kita nikah karena kita berencana. Jadi sudah menjadi


kodrat gue sebagai suami, nafkahi lo ….!”


Mendengar ucapan dokter Frans yang terdengar serius membuat Felic tercengang, ia tidak menyangka orang seperti dokter Frans bisa bicara seperti itu, jika di lihat


dari penampilannya, dokter Frans memang keren tapi tidak dewasa, tapi saat


mendengarkan beberapa pembicaraannya ternyata kedewasaan seseorang tidak bisa


di ukur dari penampilan atau usia.


“Kenapa malah diam kayak gitu, gue salah ngomong?”


“Nggak …, ngomong lo keren abis!” mendengar ucapan Felic, dokter Frans segera mengacak-acak rambut Felic membuat Felic berdecak.


“lalu?”


“Gue nggak mungkin lah tiba-tiba langsung berhenti aja, nggak enak sama


orang-orang, nunggu satu atau dua bulan lagi ya!”


"Terserah lo deh, gue juga nggak bisa terlalu maksain kehendak gue sama lo!"


Dokter Frans mulai merapikan bajunya, mengenakan sepatu, matanya terfokus pada ponselnya yang berdering, ia segera melihat pesan itu. Pekerjaannya menuntutnya untuk selalu mengaktifkan ponselnya.


Setelah memastikan pesan itu, dokter Frans mempercepat kegiatannya, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil yang selalu ia slempangkan di bahu kirinya. Ia tidak pernah membawa peralatan rumah sakitnya ke rumah, kalaupun bawa, ia akan membawanya di mobil.


“Bisa nggak hari ini pulangnya lebih awal?’


“Ada apa?”


“Gue mau ngajak lo ke suatu tempat!”


“Ya ntar gue usahain deh!”


“Ya udah, entar kalau lo bisa, wa gue ya. Gue berangkat dulu. Bilang sama ibu maaf


karena nggak bisa ikut sarapan, ada operasi pagi soalnya!”


“Iya …, hati-hati ….!”


“Bye …, sampai jumpa nanti siang!”


Dokter Frans pun segera meninggalkan kamar melalui tangga yang berada di depan kamar

__ADS_1


yang langsung terhubung dengan teras depan. Felic pun juga segera turun, tapi Felic


lewat tangga yang ada di dalam rumah, ia menghampiri ibunya yang sepertinya


sudah bersiap-siap membuat adonan.


“Bu Felic berangkat dulu ya!”


“loh .... suami kamu mana? Nggak sarapan?”


“Oh iya hampir saja lupa, tadi Frans pesen nggak bisa ikut sarapan karena harus


segera ke rumah sakit ada operasi pagi katanya!”


“oh gitu ya sayang sekali, padahal ibu sudah masak banyak loh ….!”


“ya udah bu, Fe berangkat dulu!”


Felic


pun memilih untuk segera berangkat karena ia juga sudah sangat terlambat,


semalam tidurnya tidak terlalu nyenyak karena harus berbagi tempat tidur dengan


orang lain.


Sesampai di tempat kerja, ia langsung di cerca beberapa pertanyaan dari rekan kerjanya


karena tiba-tiba saja nikah, mereka mendapatkan informasi itu dari Ersya.


“Fe…, kamu nikah beneran? Kata Ersya kamu nikah ya? Sama siapa? Kenapa nggak


undang undang kita? Atau jangan-jangan kamu hamil duluan ya?”


“Bang


…, Felic harus jawab yang mana dulu nih?”


“terserah


pokoknya harus di jawab semuanya!”


“Iya


Felic nikah beneran, sama pria, kenapa Felic nggak undang kalian, soalnya


acaranya dadakan dan Felic nggak hamil duluan, kalian bisa liat perut Felic


masih kempes gini!”


“Berarti


masih ada resepsi dong? Nikahnya sama orang aya atau biasa aja?”


“bang


ilham nih ya tanyanya dari ujung sampek ujung ya …, mana Felic tahu bakal ada


resepsi atau enggak! Ya udah Felic kerja dulu!”


Felic


pun memilih menghindar, ia harus segera bekerja. Jika bisa pulang siang, ia


akan menghubungi dokter Frans yang katanya akan mengajaknya ke suatu tempat.


Ternyata


Frans yang sudah selesai pekerjaannya semenjak terus menunggu pesan dari felic.


“Kenapa


dia tidak mengirimkan pesan ke gue? Apa pekerjaan sebagai OG se sibuk itu? Gua


aja yang dokter nggak sesibut itu!” gerutu dokter Frans.


Akhirnya


dokter Frans memilih untuk mampir dulu ke rumahnya, mengambil beberapa baju


ganti untuknya dan juga melihat keadaan rumahnya.


“Tuan


Frans …..!”


“Siang


bi Molly!”


Bi


Molly seperti sedang mencari-cari sesuatu di belakang dokter Frans, tapi apa


yang sedang ia cari sepertinya tidak dapat di temukan.


“Nyari


apa bi?”


“Nyonya


rumah ini mana?”


Dokter


Frans mengerutkan keningnya, ia tidak faham dengan apa yang di tanyakan oleh bi


Molly.


“Nyonya


rumah ini?” tanya bi Molly lagi, sekarang dokter Frans baru faham. Ia belum


terbiasa dengan panggilan itu.


“Ohhh


…, dia! Dia sedang kerja bi, rencananya sih mau Frans ajak ke sini tapi


sepertinya dia sibuk. Ya udah bi, Frans ke kamar dulu ya!” Walaupun kecewa tapi bi Molly tetap mempersilahkan tuannya untuk ke kamar.


Dokter


Frans pun segera meninggalkan bi Molly dan menuju ke kamarnya. Ia akan tidur


sebentar di kamarnya, karena semalam ia tidak bisa tidur nyenyak karena harus


berbagi tempat tidur.


Felic

__ADS_1


yang sudah selesai dengan pekerjaan segera menyandarkan punggungnya di dinding,


ia suka sekali duduk berselonjor di lantai.


“Masih


jam dua, masih keburu nggak ya jalan sama si Frans?”


Felic


pun segera mengambil ponselnya, ia melakukan panggilan beberapa kali tapi tetap


sama, walaupun aktif tapi tetap tidak di angkat.


“sibuk


kali dia ya ….!”


Akhirnya Felic menyerah setelah panggilan ke sepuluh nya.


“mending


gue pulang aja lah …, mau tidur. Ngantuk banget!”


Felic


segera mengganti pakaiannya dan pulang. ia mengayuh sepeda bututnya hingga


sampai di rumah. Tapi saat memarkirkan sepedanya, ia melihat mobil yang pernah


di lihatnya beberapa kali terparkir di halaman rumahnya.


“Ada


tamu ya …, ini mobil siapa ya? Kayaknya gue kenal!”


Felic


pun agak ragu untuk masuk, ia hendak memilih naik memalui tangga yang ada di


depan rumah. Saat hendak menaiki tangga ekor matanya menangkap sesosok yang


pernah ia sangat kenal.


“Rangga!”


pekik Felic, ia mengurungkan niatnya untuk naik ke atas. Ia membalik tubuhnya


dan kembali menuju ke depan rumah.


Langkahnya


kembali ragu untuk, ia tidak yakin untuk menemui pria itu. Hatinya kembali


gundah setiap kali melihat pria itu.


Tok


tok tok


Felic


mengetuk pintu dan berdiri tepat di depan pintu itu, membuat semua orang yang


berada di dalamnya menoleh padanya.


“Ayah


…!”


“Fe


…, sini! Masuklah …!”


Tatapan


Felic hanya tertuju pada pria itu, pria yang bernama Rangga. Begitu juga dengan


pria yang ada di depannya itu, pria itu sampai berdiri melihat kedatangan


Felic.


Felic


segera mendekat ke arah ayahnya, dan berdiri di samping ayahnya.


“Nak


…, maaf acara nikahan kamu kemarin paman sama bibi tidak bisa hadir,


perkenalkan ini putra kami yang akan kami jodohkan denganmu, tapi ternyata


kalian tidak berjodoh. Abi perkenalkan dirimu!”


Mendengar


pernyataan dari paman beni membuat Felic benar-benar terkejut. Hatinya terasa


begitu sesak hingga ia sulit untuk bernafas.


“Abi?


Jadi maksudnya …!” ucap Felic dengan suara yang bergetar.


“Iya


ini putra kami, Rangga Abiyasa! Kami biasa memanggilnya Abi!”


Sekarang


kepala Felic semakin pusing, rasanya semua berputar-putar hingga membuat tubuh


Felic limbung, untung saja langsung sigap di tanggap oleh Rangga yang memang


berada di depannya.


“Fe


…, Felic …., kamu tidak pa pa kan?” tanya Rangga begitu khawatir.


Spesial Visual Rangga



bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘❤️


__ADS_2