Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Kita nikah


__ADS_3

Tisya akhirnya sampai juga di depan sebuah studio foto, sebelumnya ia sudah janji untuk datang.


"Mbak ruangan pak Erwin di mana ya?" tanya Tisya pada seorang resepsionis.


"Mbak Tisya ya, anda sudah di tunggu di dalam, kebetulan model nya nggak datang, jadi mungkin mbak Tisya yang akan jadi penggantinya!"


"Ya sudah saya ke dalam dulu ya!"


Tisya pun segera menemui fotografernya.


"Selamat pagi mas Erwin!"


"Pagi Tisya, masuk!"


Tisya pun segera masuk dan orang yang menangani pemotretan itu pun segera mempersilahkan Tisya untuk duduk.


"Bagaimana mas, apa saya bisa jadi model penggantinya?"


"Bisa, tapi maaf saya nggak bisa bayar kamu seperti dulu!"


"Kenapa? Saya model berbakat lo mas!"


"Tapi nama kamu sudah tidak seperti dulu, kamu dulu anak seorang pemilik Bactiar group, jadi nama Bactiar group yang paling mempengaruhi karir kamu! Sekarang rasanya sulit melejitkan nama kamu lagi!"


Hehehhhhh, ternyata aku ada karena bayang-bayang Bactiar group ...., batin Tisya kecewa.


"Tapi saya akan buktikan kalau saya tetap Tisya dengan banyak penggemar mas, beri kesempatan saya untuk membuktikannya!"


"Baiklah, tapi gaji kamu cuma kecil ya, sepuluh persen dari gaji kamu yang dulu!"


"sepuluh persen? Itu kecil sekali mas, di tambahin dong mas!"


"Maaf nggak bisa!"


"Di naikin jadi dua lima persen dong mas!"


"Baiklah, tapi ada syaratnya!"


"Apa mas?"


"Foto seksi!"


Setelah mempertimbangkan banyak-banyak akhirnya Tisya menyetujuinya. Ia sangat butuh uang itu.


Seorang wardrop sudah menyiapkan baju yang akan di kenakan oleh Tisya.


Tisya harus mengenakan baju yang super seksi dengan kain transparan, ia harus menjadi model lingerie.


Ia segera keluar dari dalam ruang ganti dengan baju itu, ia mulai berpose dengan begitu seksi di atas tempat tidur.


"Sekarang duduk di tepi ya, dengan gaya seksinya!" fotografer itu memberi arahan dan Tisya melakukannya persis seperti yang ia minta.


"Sekarang duduk di tengah, dadanya agak di angkat ya, kaki di tekuk sedikit!"

__ADS_1


"Begini?" tanya Tisya.


"Kurang seksi, sedikit seksi lagi!"


Tanpa Tisya sadari, seorang pria sudah berada di balik peralatan pemotretan itu, ia menerobos masuk begitu saja dan berdiri di sana.


"Bisa-bisanya dia beradegan seksi seperti itu, mau memamerkan tubuhnya yang seksi, dasar tikus!" umpat nya di belakang.


Sesekali terlihat fotografer itu memegang tubuh Tisya untuk memberi arahan gaya, hal itu membuat Wilson semakin tidak bisa menahan amarahnya.


"Sekarang pakek model cowoknya ya!" ucap pria yang bernama Erwin dengan kamera yang sudah menggantung di lehernya.


Seorang pria keluar dari ruang ganti hanya menggunakan celana kolor super pendeknya.


"Apa yang mau dia lakukan?" gumam Wilson.


Saat pria model itu sudah mendekat dan mulai memeluk Tisya dari belakang, Wilson benar-benar tidak bisa terima.


"Stop!" teriaknya membuat semua orang yang ada di dalam studio itu menoleh padanya.


"Wilson!" pekik Tisya,


"Kamu mengenalnya?" tanya Erwin si fotografer.


Wilson segera berjalan mendekat dan melepaskan jasnya, ia segera mendorong pria model itu menjauh dari tubuh Tisya dan menutup tubuh Tisya dengan jas nya.


"Wil, apa-apaan sih! kamu kenapa di sini?" tanya Tisya sambil mendongakkan kepalanya menatap Wilson. Sedangkan Wilson menatapnya dengan begitu marah.


"Siapa anda? kenapa anda menggangu proses pemotretan kami?" tanya Erwin si fotografer.


"Mana bisa seperti itu, anda jangan membuat saya rugi!"


Wilson pun tidak menjawab, ia segera mengambil cek dan menuliskan beberapa angka dengan nol yang sesuai dengan kerugian yang di dapat.


"Segini cukup kan?" tanya Wilson sambil menyerahkan selembar cek yang sudah di isi olehnya.


"Tapi ini, kurang! Ini tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya kami dapat!"


"Saya tahu berapa banyak jumlah kerugiannya, jika anda meminta lebih, anda bisa ganti saya tuntut sebagai pasal pemerasan! Hapus, atau saya laporkan anda ke pengadilan!"


Mendengar ancaman Wilson yang terlihat sungguh-sungguh membuat Erwin gentar, ia pun terpaksa menghapus semua hasil jepretannya dan Wilson pun memastikan jika semua foto sudah terhapus.


"Sudah!"


"Wil, kamu apaan sih?" keluh Tisya yang sedari tadi cuma diam menyaksikan tindakan sewenang-wenang yang di lakukan Wilson.


"Ganti bajumu!" ucap Wilson dengan suara rendah.


"Nggak mau!" Tisya pun masih bersikeras.


"Ganti bajumu!" kali ini Wilson sedikit lebih tinggi.


"Enggak!" Tisya masih berkeras hati untuk tidak menuruti permintaan Wilson.

__ADS_1


Wilson pun segera menarik tangan Tisya keluar dari tempat itu dengan hanya mengenakan lingerie yang tertutup jas itu, ia juga menyambar tas kecil milik Tisya yang tidak jauh dari tempat pemotretan Tisya.


"Lepasin Wil!" Tisya terus meronta sepanjang jalan, penampilannya menjadi pusat perhatian semua orang, ia persis seperti pengantin yang baru malam pertama dan di tarik paska oleh suaminya


Wilson terus menariknya hingga sampai di depan mobil, dengan kasar Wilson mendorong Tisya untuk masuk ke dalam mobil.


Brakkkk


Wilson bahkan menutup pintu mobilnya dengan begitu keras hingga membuat nyali Tisya menciut.


Wilson sedikit berlari mengitari mobilnya dan masuk melalui pintu lainnya. Dengan begitu cepat ia mengemudikan mobilnya, dia benar-benar marah kali ini. Tapi mungkin ia juga tidak tahu apa yang sudah membuatnya marah.


Ia hanya merasa tidak rela jika apa yang menjadi miliknya di sentuh oleh orang lain, tapi apa miliknya itu.


Mobil berhenti tepat di depan rumah, tanpa menunggu Wilson pun meninggalkan Tisya begitu saja masuk ke dalam rumah.


Tisya yang juga sedang marah tidak mau kalah, ia segera mengejar Wilson dan sampai di ruang tamu ia segera menarik tangan Wilson.


"Wil ...., egois banget sih lo, apa hak lo hingga membuat ku kehilangan kesempatan untuk mendapatkan uang, hah apa hak lo ...!" teriak Tisya kesal.


"Kamu tahu apa yang kamu lakukan ini bisa buat keluarga kamu malu!"


"Malu kenapa? Aku nggak salah, aku cuma ngelakuin apa yang menjadi profesi aku, aku harus profesional, nggak bisa pilih-pilih harus jadi model yang kayak gimana, aku bukan model yang terkenal sekelas Indah kalalo atau Indah sekar!"


"Kamu bisa pilih profesi lainnya!"


"Nggak bisa, gaji aku jadi model lebih besar dari gaji aku sebagai karyawan biasa!"


Tisya kehabisan tenaga nya untuk marah-marah, ia pun memilih duduk dan menghela nafasnya dalam, memegangi kepalanya.


"Kamu nggak tahu Wil bagaimana caranya aku buat cari uang satu M dalam satu bulan, mengertilah ....!" ucap Tisya dengan suara putus asanya.


Wilson pun melakukan hal yang sama, ia juga terbawa emosi tadi. Ia menghela nafas dalamnya dan mengusap rambutnya.


Wilson pun menatap Tisya, "Aku tahu caranya!"


"Apa?"


"Kita harus nikah!"


Ucapan Wilson benar-benar berhasil membuat Tisya terkejut, seterkajut-terkejutnya.


"Nikah?"


Bersambung


...Aku tidak tahu bagaimana caranya takdir ini bekerja, apa yang tidak aku harapkan ternyata takdir sudah mempersiapkan dengan begitu baik untukku, lalu bagaimana caraku untuk menghindar?...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2