
Dokter Frans berlalu begitu saja, ia juga meninggalkan bi Molly yang juga
menyambutnya.
“Ada apa dengan tuan dokter?” gumam bi Molly sambil memperhatikan dokter Frans yang
berlalu begitu saja dengan wajah kusutnya.
Felic yang sedang mondar-mandir di dalam kamar tertegun saat tiba-tiba pintu kamarnya
terbuka. Ia sudah tidak sabar memperlihatkan penampilan barunya pada suaminya.
“Frans!” ucap Felic sambil menghampiri suaminya, ia sudah menampilkan senyum semanis
mungkin.
“hemmmm, aku capek! Aku mau mandi dulu!” ucap dokter Frans tanpa memperhatikan Felic, ia hanya mengusap kelapa Felic sebentar lalu berlalu begitu saja ke kamar mandi.
“hemmmmm …..!” Felic menirukan ekspresi dokter Frans, “Cuma gitu doing, nggak ada
kelanjutannya gitu!” keluh Felic.
“Bilang kek, kamu cantik sekali Felic, waw …, kamu luar biasa Felic …!” Felic
benar-benar berharap mendapat pujian dari suaminya itu,
“Hehhhh ….!” Felic menjatuhkan tubuhnya ke sofa, ia begitu kesal karena merasa di
abaikan. Tidak seperti biasanya, semenjak malam itu suaminya itu seperti melekat
padanya, tapi kali ini seakan tidak peduli. Malah terkesan mengabaikannya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat dokter Frans sudah terlihat lebih segar dengan
bau sabun yang menyeruak di hidung Felic dan rambut dokter Frans terlihat basah dengan
handuk kecil yang menggantung di lehernya untuk mengeringkan rambutnya.
Felic kembali berdiri dan menghampiri suaminya itu. “Frans …, apa kau tidak ingin
menanyakan sesuatu?”
Dokter Frans tertegun dan menghentikan kegiatan tangannya yang sedang mengeringkan rambut, “Hahhhh?”
“Apa kau tidak melihat ada yang beda?” tanya Felic lagi sambil memperlihatkan
penampilannya.
“Apa?”
dokter Frans masih belum mengerti maksud dari pertanyaan Felic.
“Hehhh …..!” Felic kembali menghela nafasnya kesal, “Lupakan …, aku ngantuk aku mau
tidur dulu!”
Felic begitu kesal karena suaminya tidak juga peka, ia memilih berlalu menuju ke
tempat tidur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Dokter Frans yang bingung pun ikut menyusul Felic, “Fe …, ada apa?” tanya dokter frans
sambil menggoyang tubuh Felic.
“Berhenti Frans, aku ngantuk mau tidur!” ucap Felic kesal, ia semakin mengeratkan
selimutnya.
Dokter Frans yang merasakan perutnya lapar, ia memilih untuk meninggalkan Felic dan
menuju ke dapur. Sudah sangat larut, mungkin semua pelayan sudah ke rumah belakang,
semua ruangan juga terlihat sudah gelap bi Molly pasti sudah mengunci rumah dan
mematikan semua lampu.
Dokter Frans hanya menyalakan lampu dapur saja, ia memeriksa makanan yang di simpan di
__ADS_1
pemanas. Setelah mengambil makanan, ia segera duduk dan memakan makanannya.
Cklek
Tiba-tiba lampu ruang makan menyala membuat dokter Frans terkejut dan menghentikan makannya.
“Bibi …., belum tidur?” tanya dokter Frans, ternyata yang menyalakan lampu itu bi
molly.
Bi Molly pun tidak menjawab, ia menghampiri dokter Frans dan mengambilkan segelas
air minum untuknya.
“Minumlah Tuan!” bi Molly cukup hafal dengan tuannya itu, dokter Frans sering kali lapar
di malam hari.
“Apa tuan tadi tidak makan malam?”
“Iya bi, aku nggak sempat makan malam. Apa Felic tadi makan malam?”
“Iya …, nyonya datang dengan temannya!”
“Temannya?” tanya dokter Frans, bahkan ia tidak tahu jika Felic tadi kedatangan tamu.
“Iya …, namanya Ersya! Nona Ersya membantu nyonya Felic berdandan!”
“berdandan?”
“Iya …, apa tuan tidak tahu? Sedari tadi nyonya menunggu tuan untuk menunjukkan
penampilan barunya!”
Mendengarkan ucapan bibi Molly, dokter Frans segera menghentikan makannya dan mengambil segelas air yang sudah di ambilkan bi Molly tadi. Ia meneguknya sambil
mengingat-ingat yang di lakukan felic tadi.
Aaaahhhh …, kenapa aku jadi tidak
sadar, dia pasti marah sekali ….
“Aku ke kamar dulu bi, maaf ya nggak Frans beresin!”
Dokter Frans sedikit berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya. Langkahnya terhenti
tepat di depan pintu, ia menatap tubuh Felic yang tertutup sempurna oleh
selimut, ia tahu jika wanita yang sudah menjadi istrinya itu tidak akan menangis
di depannya.
Hehhhh …
Dokter Frans menghela nafas, ia kembali menutup pintunya dan menghampiri Felic, dengan pelan ia menaiki tempat tidur dan memeluk begitu erat tubuh felic, ia tahu
wanita itu belum tidur tapi hanya pura-pura tidur.
Tidak ada pergerakan dari Felic walaupun dokter Frans semakin mengeratkan pelukannya.
Dokter Frans pun menyibakkan selimut Felic yang menutupi kepalanya dan
berbisik.
“Maafkan aku ya …, tapi kamu cantik banget …., makasih ya!” dan dokter frans mengakhiri
ucapannya dengan mengecup seluruh wajah felic.
Felic yang memang belum tidur, merasakan kesal campur haru, tangis yang ia tahan
sedari tadi kini akhirnya pecah juga. Tubuh Felic tiba-tiba bergetar.
Hiks hiks hiks
“Fe …, kenapa malah nangis?” dokter Frans menjauhkan tubuhnya, ia begitu takut jika
menyakiti wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Tanpa menjawab, Felic pun
memilih untuk bangun dan memeluk tubuh dokter Frans.
__ADS_1
“Kenapa nangis?” tanya dokter Frans lagi sambil mengelus punggung Felic, Felic semakin menyusupkan wajahnya ke dada bidang dokter Frans.
Setelah puas menangis, Felic pun melepaskan pelukannya.
Brukkkkk
Felic memukul lengan dokter Frans begitu keras.
“Aughhhh ,…., apa-apaan sih Fe?” dokter Frans mengaduh sambil mengelus lengannya yang
nyeri akibat pukulan felic.
“Itu tadi hukuman buat kamu karena kamu nggak perhatiin penampilanku!” ucap felic, “Dan
ini ….!” Ucap felic sambil mengangkat kembali tangannya hendak memukul dokter
Frans.
“Masih ada lagi?” tanya dokter Frans sambil menghindari pukulan felic.
“Iya …, ini untuk kamu yang nggak peka!”
Brukkkk
“Aughhh …, sakit Fe …!” keluh dokter Frans lagi.
“Masih ada lagi, dan ini ….!” Saat Felic mengayunkan tangannya dokter Frans sudah
lebih dulu menarik lengan Felic hingga mereka begitu dekat, mata mereka saling
bertemu.
“Maafkan aku ya …!” ucap dokter Frans, felic hanya terdiam. Ia terpaku dengan tatapan
dokter Frans yang begitu lembut itu.
Cup
Dokter Frans mendaratkan bibirnya di bibir Felic, **********. Ciuman yang awalnya hanya perwujudan rasa bersalah itu kini semakin memanas dan berakhir dengan olah raga malam.
***
Pagi ini Felic sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Tapi ia kembali dengan
penampilan lamanya.
“Fe …, kenapa masih pakek itu?” tanya dokter Frans melihat penampilan Felic yang
apa adanya tanpa make up ataupun dress nya.
“Nggak guna juga!” jawab Felic ketus, ia masih menyimpan sedikit kesalnya.
“jangan gitu, mau bagaimana pun kamu. Bagiku kamu tepat cantik kok …!”
“Gombal!”
Dokter Frans hanya tersenyum melihat felic yang masih kesal. “Aku suka liat kamu
cemberut seperti itu, tambah manis aja!”
“Prreeeettttt …!”
“Ya udah kita berangkatnya bareng aja ya!”
“Tapi kan nggak searah!”
“Memang kalau suami mau ngatar istri kerja harus searah ya? Nggak kan! Ayo…!” dokter
Frans memaksa kali ini.
spesial visual doble F
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰😘