Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (1. kisah Rangga di mulai)


__ADS_3

Masih ingat dengan Rangga, pria dengan cinta tulus yang tidak pernah mendapatkan cinta sejatinya karena terlalu penurut dengan kedua orang tuanya.


Usianya sekarang sudah tiga puluh tahun, seharusnya sudah sangat matang untuk berumah tangga.


Beberapa waktu lalu kembali di pertemukan dengan sosok yang menurutnya cukup misterius karena ia kerap kali memergoki gadis itu bersembunyi tanpa sebab yang jelas.


Mungkin ....


Namanya Zea, dia adalah kasir di minimarket yang ada di depan gang rumahnya.


Zea sebenarnya baru di minimarket itu, karena Rangga baru bertemu dengannya beberapa bulan terakhir dan itupun tanpa sengaja.


Tapi masalah kembali muncul saat sepupunya yang menurutnya kurang bersyukur itu kerap menemuinya dan mendekati gadis itu, membuatnya merasa tidak rela.


Pagi ini seperti pagi-pagi biasannya, ia memang bekerja di kantor tapi kerap kali harus mengantar jemput putri atasannya ke sekolah. Pekerjaannya cukup fleksibel karena ia tidak selalu di kantor.


Tapi hal itu kerap membuatnya di remehkan oleh karyawan-karyawan yang lain, walaupun gajinya jauh di atas mereka.


"Ga, nggak sarapan dulu!" iri suara teriakan mamanya Rangga, mama yang kadang terlalu posesif dengan Rangga hingga membuat Rangga kehilangan cinta pertamanya.


Seandainya saja dulu dia tidak pergi ke luar negri tanpa pamit seperti permintaan mamanya, mungkin saat ini dia masih bersama dengan cinta pertamanya.


Hahhhhh


Tapi apapun itu selalu kalah dengan jalan takdir, mungkin Tuhan sedang ingin mencarikan jodoh yang paling pas untuknya.


"Nggak ma, Rangga berangkat pagi hari ini!" Rangga hanya menyambar susu hangat di atas meja dan berjalan cepat menghampiri mobilnya yang sudah ia panasi mesinnya di luar rumah.


Terlihat papanya sedang berlari kecil dengan setelan baju olah raga dan handuk kecil yang menggantung di lehernya.


"Pagi sekali Ga, berangkatnya?"


"Iya, Divia tidak ada yang mengantar ke sekolah karena pak Div mengantar baby Atha ke klinik karena sedikit demam!"


"Ohhh, jadi jarang ngantor ya sekarang?"


"Masih, tapi ntar siang, sudah pa Rangga berangkat dulu!"


Dengan cepat Rangga memasuki mobilnya, ia benar-benar harus datang lebih pagi agar jalanan tidak terlalu macet.


Saat melewati gang depan rumahnya, tiba-tiba netranya menemukan sosok yang beberapa minggu ini kerap ia temui di minimarket depan.


Rangga segera menurunkan kaca mobilnya dan melambatkan laju mobilnya,


"Pagi Zea!"

__ADS_1


Gadis dengan penampilan sederhana itu terlihat terkejut dengan sapaan dari Rangga, gadis itu tidak berniat untuk menjawab sapaan dari Rangga, ia hanya mengerutkan keningnya.


Sok akrab sekali sih ....


"Nebeng yuk, saya anter sampai depan!"


"Nggak usah, terimakasih!"


"Saya serius loh!"


"Saya juga!"


"Ayolah kalau enggak, saya iklas! Kamu tahu kan kalau saya bukan orang jahat!"


"Sekarang banyak orang jahat berpenampilan baik!"


Dasar keras kepala, aku kan cuma menawarinya tumpangan ...


"Ya sudah lah kalau nggak mau, saya jalan dulu! Nanti malam saya mampir, sekalian siapkan mie instannya!"


Terlihat Zea hanya mendengus kesal saat mobil Rangga kembali melaju dengan cepat.


Rangga tidak bisa berlama-lama berbicara dengan zea walaupun dia ingin karena Divia pasti akan menunggunya.


"Ya Allah, kenapa harus masih terus bertemu sama orang-orang di sekitar Frans!"


Zea sudah berusaha keras untuk menyembunyikan diri dari kehidupan Frans dan istrinya, ia tidak mau menjadi pengganggu rumah tangga cinta pertamanya itu.


Ia baru tahu jika pria yang baru saja mengajaknya bicara ternyata bekerja di tempat sahabat istrinya Frans.


"Aku kira di sini sudah cukup jauh dari tempat Frans dan orang-orang di sekeliling Frans, tapi ternyata aku salah!" gumam zea, dia pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ke minimarket.


Sebenarnya jarak minimarket dan kontrakannya cukup jauh, tapi tetap saja ia harus menghemat uang untuk dirinya sendiri dan sebagian ia kirim ke panti. Walaupun tidak seberapa tetap saja ia menyisihkan gajinya untuk anak-anak di panti.


Zea, adalah gadis malang yang menghabiskan sebagian hidupnya di panti asuhan. Ia tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua semenjak kecil, ia juga tidak tahu kenapa hingga kedua orang tuanya tega meninggalkannya di panti asuhan.


Hingga saat ia dewasa, tidak ada yang pernah berminat mengadopsinya sebagai anak angkat, ia bekerja dan mengabdikan dirinya di panti asuhan yang sudah memberinya perlindungan.


Hingga pertemuannya kembali dengan cinta pertamanya membuatnya bertekad untuk kembali mendapatkan cintanya, tapi sayang cinta pertama yang ia tunggu bertahun-tahun kedatangannya ternyata sudah menikah.


Hatinya saat itu benar-benar patah, hanya Frans orang yang ia miliki selama ini dan ternyata bukan miliknya lagi, bahkan hatinya juga bukan miliknya hingga ia sempat berniat untuk menjadi istri ke dua, ia pun rela.


Hingga sebuah kejadian membuatnya sadar bahwa apapun yang terlalu di paksakan jadinya tidak akan baik. Hingga Zea memutuskan untuk pergi dari kehidupan Frans dan istrinya.


Menyamarkan kepergiannya dengan mengatakan bahwa di pergi ke luar negri agar tidak akan pernah ada yang mengingatnya lagi.

__ADS_1


"Mbak Zea!?" panggilan seseorang mengagetkannya. Zea yang sudah siap untuk membuka rolling door itu segera menoleh mencari sumber suara.


"Iya?" seorang ibu-ibu ternyata berdiri di belakangnya dengan menenteng sebuah kotak makan.


"Saya di suruh koh Chang buat ngantar sarapan untuk mbak Zea!"


"Ya Allah terimakasih ya buk, bilang sama Koh Chang, terimakasih juga!"


"Iya mbak, sama-sama! Ya sudah kalau begitu ibuk ke pasar dulu ya!"


"Iya hati-hati!"


Aroma pepes ikan sudah menyerap keluar dari kotak makan itu meskipun belum di buka, bibir Zea terseny.lebat mencium aroma makanan kesukaannya.


"Baik sekali koh Chang!"


Dia cukup beruntung karena di manapun ia tinggal di kelilingi dengan orang-orang baik.


Koh Chang adalah pemilik minimarket, dia dulunya adalah sahabat dari pengurus panti asuhan yang sudah lama meninggal, beberapa kali saat di panti asuhan Zea kerap bertemu dengan koh Chang dan menawarinya pekerjaan untuk menjaga minimarketnya dan baru kali ini dia bersedia untuk menjaga minimarket itu.


Zea kembali berbalik tapi belum sampai ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam, sebuah mobil berhenti di depan minimarket yang belum di buka itu. Zea tahu mobil siapa itu karena beberapa kali mobil itu berhenti di minimarketnya dan sudah beberapa kali mengobrol dengan pemilik mobil berwarna hitam itu.


"Selamat pagi Zea!" pria itu tersenyum dan menyapa Zea setelah menguak kaca mobilnya.


"Selamat pagi mas Rizal!"


Pria yang di panggil Rizal itu segera turun dari mobil, ia membawa sekantong plastik berwarna putih di tangannya dengan tulisan salah satu brand restauran cukup terkenal.


"Itu apa Ze?" Rizal rupanya melihat kantong yang juga di bawa oleh Zea.


"Oh ini?" Zea mengangkat kantong plastiknya dan tersenyum, "Ini sarapan, tadi di kasih sama koh Chang!"


"Yah sayang sekali, padahal aku juga bawa sarapan buat kamu!"


Bersambung


Sebenarnya ini kelanjutan kisah Jaka rasa duda yang kemarin tentang kisah Rangga, karena Jaka rasa duda level nya rendah jadi aku taruh di sini, semoga tidak menjadi masalah, Selamat membaca


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2