Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (61. Menemui Zea)


__ADS_3

Papa Rangga sebenarnya begitu mengkhawatirkan Zea tapi ia tidak mungkin menampakkan kecemasannya di depan mama Rangga.


Untuk saat ini mama Rangga masih sangat syok dengan keadaan Rangga, ia bahkan tidak mau pulang semenjak Rangga di bawa ke rumah sakit, emosinya masih sangat stabil. Wajar jika ia begitu kasar dengan Zea.


"Ma, kamu tidak pa pa kan di tinggal sebentar?"


"Papa mau ke mana, mama takut sendiri!"


"Papa cari angin sebentar di taman rumah sakit, nanti kalau ada apa-apa mama langsung telpon papa aja!"


"Bentar deh pa, nungguin Miska datang dulu ya pa!"


Walaupun ia sangat tidak suka dengan gadis itu, tapi ia cukup terbantu dengan adanya Miska walaupun ia merasa ada gelagat yang aneh dari gadis itu semenjak datang.


"Baiklah, papa tunggu sampai setengah jam kalau nggak datang, papa pergi ya. Papa pusing di sini terus, kayaknya butuh udara segar!"


"Iya!"


Beruntung belum sampai setengah jam Miska sudah datang.


"Syukur kamu datang Miska, Tante sudah cemas sedari tadi!"


"Ada apa Tante?"


"Itu papanya Rangga mau keluar bentar!"


Miska menatap papa Rangga, "Kemana?"


"Bukan urusan kamu!" jawab papa Rangga ketus.


"Pa, jangan gitu dong sama Miska!"


Papa Rangga tidak memperdulikan hardikan istrinya, ia memilih bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja.


Agar mereka berdua tidak curiga, papa Rangga sengaja mencari jalan yang paling jauh ke ruangan Zea.


Ia pura-pura jalan ke taman dan kembali lagi setelah yakin tidak ada yang mengikutinya.


Papa Rangga mengetuk pintu kamar menantunya itu, terlihat seorang perawat sedang melakukan pemeriksaan.


"Boleh papa masuk?"


"Masuk pa!"


Perawat tampak mengecek denyut nadi Zea,


"Bagaimana sus, menantu saya baik-baik saja kan?"


Setelah insiden yang terjadi kemarin, pasti Zea sedikit banyak mengalami syok.


"Alhamdulillah pak, nyonya Zea termasuk kuat, janinnya juga. Menurut keterangan nyonya Zea, nyonya Zea juga tidak mengalami masalah dalam kehamilannya, jadi akan sangat membantu kesembuhan nyonya Zea!"


"Alhamdulillah!"


"Baik, kalau begitu saya permisi dulu. Selamat siang!"


"Selamat siang!"


Setelah perawat pergi meninggalkan kamar Zea, papa Rangga pun segera memanggil tempat duduk yang ada di sebelah kiri Zea.

__ADS_1


"Nak!"


Zea tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, "Zea tidak pa pa, pa! Gimana keadaan Rangga, pa?"


"Rangga baru saja di operasi, kata dokter operasinya berhasil tapi ia harus berada di ruang isolasi sementara waktu sampai benar-benar sadar!"


"Maafkan Zea, pa! Seandainya saja_!"


"Berhenti menyalahkan diri sendiri, apa yang terjadi pada Rangga adalah musibah. Papa malah bangga sama Rangga, jika papa berada di posisi Rangga, papa pasti juga akan melakukan hal yang sama."


"Tapi Rangga_!"


"Rangga kuat, dia pasti akan bangun!"


"Zea bersyukur punya papa, setidaknya Zea tidak merasa sendiri sekarang!"


"Papa seneng dengernya, oh iya bagaimana kata dokter? Kira-kira kapan kamu di perbolehkan pulang sama dokter?"


"Kata dokter, besok juga sudah boleh pulang tapi Zea tidak mungkin ninggalin Rangga!"


"Kamu harus pulang, kasihan sama bayi Kamu. Dia harus kuat!"


"Tapi bagaimana Zea bisa tenang nanti?"


"Ada papa, jika kamu tetap di sini, akan berpengaruh buruk terhadap bayi kamu. Jadi besok pulang ya. Papa akan memberikan kabar ke kamu tentang semua perkembangan Rangga!"


"Iya pa!"


"Bagus, sekarang istirahatlah. Nanti papa akan kabari bibi untuk menyambut kedatanganku!"


"Iya pa!"


Pak Beni tidak bisa mengingatkan istrinya terlalu lama karena Rangga masih tidak sadarkan diri karena efek operasi.


Setelah papa Rangga pergi, Zea kembali kedatangan tamu yang tidak di undang.


"Siang Zea, bagaimana keadaanmu?"


"Mas Rizal kenapa ke sini?"


"Aku sengaja datang buat jenguk kamu masak nggak boleh sih!?"


Rizal pun tanpa permisi duduk di tempat yang baru saja di tinggalkan oleh papa Rangga.


Rizal pun langsung menarik tangan Zea, Zea yang terkejut segera menghempaskannya.


"Mas, apa-apaan sih. Zea nggak suka ya mas Rizal pegang-pegang!"


"Zea kamu jadi wanita jangan sombong, lihat diri kamu. Kamu itu wanita yang tidak di harapkan, menantu yang tidak di harapkan ibu mertuanya. Mending kamu sama aku yang jelas-jelas bakal ngebahagiain kamu!"


"Mas cukup ya!"


"Zea ...., Zea ...., kamu tuh nggak ada apa-apa nya di banding Miska. Sadar dikit, nggak usah mengharapkan yang jelas-jelas nggak bakal buat kamu bahagia!"


"Mas, sebelum aku panggil petugas keamanan mending mas Rizal pergi sekarang deh!"


"Okey, okey aku akan pergi. Tapi ingat nanti pas kamu sudah berubah pikiran jangan lupa hubungi aku ya!*


Rizal pun kembali berdiri,

__ADS_1


"Jangan lupa buahnya di makan!"


"Pergi!"


"Okey, santai!"


Rizal pun akhirnya meninggalkan ruangan Zea. Karena terlalu kesal membuat tenggorokan Zea menjadi begitu kering. Ia meraih gelas yang berisi air putih di samping tempat tidurnya dan meneguknya hingga habis.


"Keterlaluan banget jadi orang!" nafas Zea bahkan sampai terengah-engah karena menahan emosi.


"Memang siapa yang sudi makan buah dark pria pengecut seperti dia!?"


Zea pun teringat dengan perutnya, ia segara mengelus perutnya yang sedikit buncit.


"Maafkan mama sudah marah-marah ya, lain kali mama bakalan berusaha buat tahan emosi mama biar kamu nggak takut sayang!"


...***...


Di tempat lain, pak Seno sedang berbincang dengan ajudannya.


"Bagaimana, apa gadis itu sudah berubah pikiran?"


"Belum tuan, malah berdasarkan informasi yang saya dapat. Nona Zea mengalami musibah!"


"Musibah?"


Akhirnya ajudan pak Seno pun menceritakan kronologi kejadiannya pada pak Seno,


"Dia tidak pa pa?"


"Hanya lecet-lecet kecil dan tulang kakinya mengalami keretakan. Dalam beberapa Minggu bisa pulih kembali!"


"Dan suaminya?"


"Dia harus melakukan operasi, karena ada pendarahan di otaknya dan yang paling penting suami nona Zea adalah Rangga!"


"Rangga? Maksudnya Rangga, pemuda yang di sukai Miska?"


"Iya tuan!"


"Kenapa jadi rumit begini?!" gumamnya pelan.


"Apa ini termasuk kecelakaan biasa?"


"Kasus ini masih dalam penyelidikan tuan, untuk sementara yang melakukan tabrak lari belum tertangkap. Beruntung beberapa saksi mata mengingat ciri-ciri mobil itu dan juga di dukung cctv!"


"Seharusnya akan mudah tertangkap kan?"


"Iya tuan, tapi sepertinya yang melakukan ini bukan orang sembarangan. Bahkan polisi kesulitan melacak keberadaan mobil itu!"


"Baiklah, segera laporkan perkembangan kasus ini. Saya ingin tahu siapa dalang di balik semua ini, jika terbukti gadis itu putri kandung saya, ada kemungkinan seseorang ingin melenyapkan dia seperti yang di katakan oleh gadis itu waktu itu!"


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2