
Hari ini Miska sengaja ingin menemui Zea di ruangannya, tapi ternyata ia tidak menemukan siapapun di sana hanya perawat yang tengah Menganti seprei dan merapikan kembali kamar itu,
"Sus!"
"Iya, ada yang bisa saya bantu?"
"Pasien yang di rawat di sini kemana ya sus!"
"Oh nyonya Zea?"
"Iya sus!"
"Nyonya Zea sudah pulang kemarin!"
"Pulang?"
"Iya!"
"Terimakasih ya sus!"
Miska pun kembali ke luar,
"Jadi Zea sudah pulang? Kira-kira dia pulang ke mana ya?"
"Atau jangan-jangan ke apartemen Rangga, enggak gue nggak rela. Gue bakal bujuk nenek sihir itu buat usir Zea dari sana!"
Miska pun segera menuju ke ruangan Rangga,
Ada papanya Rangga lagi ...
Miska langsung menunjukkan senyum termanisnya,
"Selamat siang om, Tante!"
"Siang Miska!"
Seperti biasa hanya mama Rangga yang membalas sapaannya sedangkan papa Rangga hanya cuek bahkan untuk menatap Miska saja malas.
Miska pun segera ikut duduk di samping mama Rangga,
"Gimana tan keadaan Rangga?"
"Belum ada perkembangan, ini sudah tiga hari semenjak operasi, tapi Rangga tidak juga bangun!"
"Jangan terlalu khawatir ya Tan, Rangga pasti bangun!"
Miska kembali diam, ia sedang memikirkan cara agar bisa mengobrol berdua saja dengan mamanya Rangga.
"Oh iya Tante, bagaimana kalau sekarang Miska temenin Tante ke kantin, pasti Tante belum makan siang kan?"
"Iya tapi_!"
"Biar om yang tungguin Rangga, nanti kita bungkusin dari kantin!"
"Baiklah, Tante juga pengen ngopi. Tanya berat kepala Tante!"
Mama Rangga berbalik menoleh pada suaminya,
"Nggak pa pa kan pa kalau mama tinggal bentar!"
"Iya, asal jangan lama-lama!"
"Kan pamitnya cuma bentar! Ayo Miska!"
Akhirnya mereka pun pergi ke kantin rumah sakit, memesan makanan dan dua cangkir kopi,
"Ngomong-ngomong Tante indah tahu belum kalau Zea udah pulang?"
"Bukan urusan Tante, bagus deh kalau dia pulang. Tante jadi nggak harus lihat muka dia!"
"Iya sih, tapi Tante tahu nggak Zea pulangnya ke mana?"
"Ya buat apa Tante cari tahu, biar lah dia kelaut aja. Tante gedek banget lihat muka dia, pengen banget jauh-jauh dari dia!"
__ADS_1
"Gimana kalau ternyata dia tinggal di apartemen Rangga, Tante nggak keberatan? Itu kan hasil kerja Rangga, masak di kuasai sama dia sih!?"
Mama Rangga terdiam, ia seperti sedang memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh Miska,
"Benar juga apa kata kamu, aku nggak akan biarin dia tinggal di sana. Siapa dia enak-enakan nikmati hasil jerih payah Rangga. Dia pasti juga bayar rumah sakit pakek uang Rangga, mana punya dia uang buat bayar rumah sakit. Pokoknya Tante nggak rela sampai uang Rangga di habiskan sama dia!"
"Lalu apa rencana Tante selanjutnya?"
"Aku akan usir dia dari apartemen Rangga, tunggu saja nanti kalau Rangga bangun. Aku akan usir dia!"
Miska tersenyum penuh kemenangan sambil meneguk kopinya,
"Usah yuk Tan, kasihan om nunguin lama!"
Setelah berhasil mempengaruhi mama rangga, Miska pun mengajak mama Rangga untuk kembali.
Di tempat lain, Zea terus memantau keadaan Rangga melalui papa Rangga, mereka selalu melakukan video call setiap kali mamanya tidak ada, dengan begitu ia bisa selalu lihat wajah Rangga.
"Udah dulu ya nak, takut tiba-tiba mamanya Rangga kembali!"
"Iya pa, terimakasih ya pa. Zea nggak tahu kalau nggak ada papa!"
"Oh iya, gimana dengan kaki kamu?"
"Sedikit-sedikit Zea sudah bisa jalan pa, tanpa kursi roda lagi. Kata dokter nggak pa pa di buat jalan sedikit-sedikit biar kakinya nggak kaku!"
"Baguslah, tapi tetep hati-hati ya!"
"Iya pa!"
"Ya udah papa matikan dulu ya telponnya, besok papa telpon lagi!"
Setalah sambungan telpon terputus, Zea kembali merasakan sepi.
Untuk mengisi kejenuhannya sesekali bibi juga mengajak Zea jalan-jalan di taman dekat apartemen,
"Gimana buk, udaranya segar kan?"
"Ayo buk!"
Bibi memapah Zea, walaupun sudah bisa jalan lagi tapi ia tidak bisa terlalu lama jalan,
"Duduk di sini aja ya buk!"
"Iya bi!"
Zea mulai asik menatap anak-anak yang sedang bermain bola, ia membayangkan jika anak-anak nya nanti akan seperti itu.
"Ya ampun Zea, apa kabar?"
Sapaan seseorang berhasil membuat Zea mendongakkan kepalanya.
"Anha!"
Anha pun ikut duduk di samping Zea,
"Gimana kabar kamu?"
"Baik!"
"Kaki kamu kenapa?"
"Aku baru aja kena musibah!"
"Serius?"
"Iya, ada yang berusaha nabrak aku!"
"Ya ampun, aku baru saja kembali dari.luar kota, aku sampai tidak tahu kabar kamu!"
"Nggak pa pa!"
"Buk, bibi ke sana dulu ya, nanti kalau udah selesai panggil bibi!" bibi merasa tidak enak berada di antara percakapan mereka pun memilih duduk menjauh dari mereka.
__ADS_1
"Iya bi!"
Setalah bibi pergi, Anha pun kembali bicara.
"Kok bisa, bagaimana ceritanya?"
Zea pun akhirnya menceritakan semuanya pada Anha,
"Ya ampun, bagaimana keadaan pak Rangga sekarang?"
"Dia belum sadarkan diri setelah operasi!"
"Aku ikut prihatin ya, oh iya kemarin bapak tajir itu balik lagi nyariin kamu loh!"
"Trus kamu bilang apa?"
"Ya aku bilang aja nggak tahu, kamu aku hubungi nggak bisa-bisa! Kamu yakin bukan putri dari bapak tajir itu?"
"Nggak tahu lah, aku nggak punya waktu buat mikirin itu!"
"Tapi serius Zea, penutup kepala itu sama persis kayak punya kamu. Waktu itu aku nggak sengaja dengar perbincangan kamu sama ibuk Pur mengenai penutup kepala itu!"
"Nanti aja deh aku pikirkan lagi, untuk saat ini aku sedang ingin fokus sama keadaan Rangga!"
...***...
"Miska, di tungguin papa kamu tuh!"
Miska yang baru saja pulang langsung di hadang oleh mamanya.
"Ada apa ma?"
"Mama juga nggak tahu, kamu nggak bikin masalah kan?"
Miska sudah mulai cemas, tidak biasanya papanya memanggil ke ruang kerjanya.
Miska pun segera menghampiri ruang kerja papanya,
"Papa cariin Miska ya?"
"Masuk!"
Miska pun segara masuk dan duduk di depan meja kerja papanya,
"Ada apa pa?"
"Papa sudah tahu siapa Rangga, papa mau kamu lupakan Rangga mulai sekarang!"
"Nggak bisa gitu dong pa!"
"Rangga itu sudah nikah!"
"Nggak masalah bagi Miska pa, lagian mereka juga belum nikah secara negara, Miska masih punya kesempatan!"
"Miska!" pak Sena berbicara keras pada Miska membuat Miska terdiam,
"Papa cuma nggak mau hal yang sama terjadi sama kamu!"
"Miska pusing pa, Miska mau istirahat!"
"Dengarkan ucapan papa, nak!"
Tapi Miska sama sekali tidak mau mendengarkan ucapan papanya, ia memilih berlalu dan keluar dari ruangan itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...
__ADS_1