Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Berkunjung


__ADS_3

"Ini bi, mau beli camilan saja, soalnya panas-panas pengen jalan-jalan!"


"Itu siapa? Ibunya suami kamu ya?" tanya ibu-ibu yang sedang mengendong anaknya itu.


"Ohhhh itu ....!" Felic bingung harus mengatakan siapa, ibu juga bukan tapi ia juga bukan sekedar asisten rumah tangga biasa.


Bi Molly yang merasa di bicarakan segera melipat kembali payungnya dan menghampiri mereka.


"Kenalkan, saya asisten pribadi nyonya Felic!" ucap bi Molly membuat semua tetangga Felic terdiam.


bi ...., kok gitu sih ngomongnya, kan langsung ke sekak merekanya ....


"Neng Felic tadi mau beli apa?" tanya mang pemilik toko.


"Felic mau itu, itu dan itu ya mang!"


"Iya neng!"


Mang penjual toko pun memasukkan semua barang belanjaan Felic ke dalam kantong plastik dan menotalnya dengan kalkulator.


"Semuanya tiga puluh ribu neng!"


"Ini mang ....!"


Setelah mendapatkan kembalian Felic segera meninggalkan kan toko itu.


"Biar saya yang membawanya nyonya!" ucap bi Molly sambil mengambil kantong plastik dari tangan Felic.


Dari kejauhan ia masih bisa mendengar pembicaraan ibu-ibu itu.


"Wah enak ya jadi Felic, dapat suami sudah ganteng kaya lagi!"


"Iya ...., tapi kasihan suaminya, Felic kan nggak cantik-cantik amet!"


"Iya gosipnya Felic sempat keguguran dan di usir dari rumah sama suaminya!"


"Ihhhh emang itu Felic, pecicilan pisan e ...!"


Felic hanya bisa mengepalkan tangannya, ingin rasanya memukul mereka tapi ia tidak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.


"Biar saya kasih pelajaran mereka nyonya!"


"Nggak usah bi, kita jalan aja!"


Felic pun akhirnya memilih berhenti di sebuah taman kecil, ada lapangan juga di sana biasanya kalau sudah jam tiga anak-anak di sana akan bermain bola.


"Mana camilannya!" ucap Felic sambil meminta camilan dari tangan bi Molly.


"Sebentar ...!" ucap bi Molly sambil mengambil memeriksa isi kantong plastik itu.


"Ada hanya boleh makan ini, ini dan ini!" ucap bi Molly dan mengeluarkan semua yang bisa di makan oleh Felic.


"Lalu yang itu gimana?" tanya Felic melihat beberapa bungkus makanan ringan yang masih berada di dalam kantong plastik itu.


"Ini tidak baik untuk nyonya!"

__ADS_1


"Iissssttttt ....!"


Felic hanya boleh memakan beberapa biskuit, roti dan susu kemasan. Dan lain-lain nya bi Molly sendiri yang memakannya.


...***...


Wilson mendapat tugas untuk mengecek beberapa pekerja yang merenovasi rumah mertua dokter Frans.


"Bagaimana? Apa ada masalah?" tanya Wilson pada mandor yang bertugas mengawasi pekerjaannya.


"Tinggal beberapa saja finising mas!"


Setelah memastikan semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah. Wilson pun menuju ke kantor perusahaan property yang menangani rumah itu untuk melakukan pembayaran sesuai dengan perintah dokter Frans.


Selama Felic bersama dengan bi Molly, ia bisa tenang untuk pergi kemana-mana.


Sesampai di perusahaan properti, Wilson segera menemui pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan rumah mertua dokter Frans.


"Terimakasih atas kerjasamanya pak!"


"Sama-sama!"


Wilson sesekali mengedarkan tatapannya. Ia tahu perusahaan yang sekarang ia datangi itu adalah tempat kerja Tisya.


Wilson pun segera meninggalkan tempat itu dan ternyata yang di carinya nongol juga, Tisya baru saja dari luar. Langkah Tisya terhenti saat melihat Wilson keluar dari kantor tempatnya bekerja.


"Selamat siang nona Tisya!" sapa Wilson.


"Kamu ...., kenapa ada di sini? Kamu masih mengikutiku ya?"


Tisya begitu kesal karena merasa di abaikan, ia segera melepas sebelah sepatunya dan melemparnya pada Wilson dan ....


Bug


Sepatu itu melesat dan mengenai punggung Wilson. Wilson pun menghentikan langkahnya dan kembali berbalik. Ia menunduk dan mengambil sepatu Tisya.


"Ups ......, saya sengaja!" ucap Tisya dengan gaya centilnya sambil berjalan menghampiri Wilson dan mengambil sepatunya yang sebelah dari tangan Wilson.


"Jangan macam-macam sama saya ....!" ucap Tisya sambil berlalu pergi meninggalkan Wilson yang masih berdiri di tempatnya.


"Awas aja ...., dia benar-benar mengerjai ku! Kalau bukan karena tuan dokter, males banget jauh-jauh ke sini cuma buat melihat dia!" gumam Wilson kesal. Ia segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


****


Sore ini dokter Frans yang sudah selesai dengan pekerjaannya segera menghampiri istrinya di rumah mertuanya. Ia benar-benar tidak sabar bertemu dengan istrinya itu.


Sesampai di rumah mertuanya, kedatangannya langsung di sambut oleh mereka.


"Bagaimana pekerjaanmu nak?" tanya ayah Dul. ibu mertuanya sudah kembali keluar dengan membawa dua cangkir teh untuk ayah dul dan dokter Frans.


"Alhamdulillah lancar ayah mertua!" dokter Frans terus mengedarkan pandangannya. Sedari datang, istrinya sama sekali tidak menyambutnya.


"Felic sedang tidur!" ucap ayah Dul yang mengerti maksud menantunya itu.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya dokter Frans khawatir, tidak biasanya istrinya itu akan tidur sore-sore begini.

__ADS_1


"Tidak ...., tadi itu dia keras kepala ngajak jalan-jalan siang hari bolong, mungkin karena kecapekan dia jadi tidur!" ucap ayah Dul menjelaskannya.


"Katanya Lisa di sini, tapi kenapa saya juga tidak melihatnya?"


"Lisa sudah pulang semenjak siang, suaminya tiba-tiba menelpon katanya pulang cepet!"


"Ohhhh ...., kalau begitu boleh Frans lihat Felic sebentar, yah?"


"Silahkan silahkan ....!"


"Permisi ayah mertua!"


Dokter Frans pun segera menuju ke tempat Felic tidur, bibi Molly segera meninggalkan Felic bersama dokter Frans.


"Tutup pintunya bi!"


"Baik tuan!"


Setelah bibi Molly meninggalkan kamar itu, dokter Frans segera menghampiri istrinya yang sedang tertidur pulas itu.


Dokter Frans mengusap kepala istrinya dan meninggalkan kecupan di kening istrinya itu.


"Kamu lelah ya sayang?" gumam dokter Frans, ia menyingkap selimut Felic dan mengusap perut besar Felic.


"Kamu nggak nakal kan nak, jangan menyusahkan bunda mu ya!"


Lagi-lagi dokter Frans mengecup perut besar Felic. Felic yang merasakan sentuhan dari suaminya itu segera membuka matanya.


"Frans ....!"


"Fe ...., kamu bangun! Maafkan aku karena telah membangunkan mu!"


"Tidak pa pa, aku sudah lama tidurnya! Kamu sudah lama datangnya?" tanya Felic dengan suara seraknya.


"Tidak, baru saja! Aku merindukan kalian, pengen segera menjenguk si kecil!" ucap dokter Fans sambil memainkan tangannya di pipi Felic.


"Frans ...., ini di rumah ayah!" ucap Felic yang terlihat malu.


"Memang kenapa? Ayah juga tidak akan keberatan!"


Dokter Frans mendekatkan wajahnya pada istrinya itu mulai mengecupi wajah istrinya dan tangannya mulai menelusup ke sela paha Felic tapi Felic segera menahan tangan dokter Frans.


"Frans ..., bagaimana kalau ada yang liat!"


"Nggak akan ada, di luar ada bi Molly, dia akan tetap menjaga di sana sampai kita selesai!"


Akhirnya Felic pun melepaskan tangan suaminya, dokter Frans melanjutkan kegiatannya, ia mulai menyusupkan tangannya semakin dalam dan bermain di balik daster Felic sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk membuka bajunya sendiri, bibirnya sudah menjelajah kemana-mana.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2