Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Berkunjung ke rumah ayah Dul


__ADS_3

Hari ini dokter Frans berangkat lebih pagi karena ia harus menangani beberapa pasiennya.


"Jangan lupa nanti di minum vitaminnya, susunya juga! Makan yang banyak, jangan sampai anak kita kekurangan makanan!" ucap dokter Frans panjang lebar sambil mempersiapkan diri untuk berangkat ke rumah sakit, ia tidak lagi mengijinkan Felic untuk membantunya menyiapkan keperluannya.


"Iya ...., kamu nggak liat apa tubuhku sekarang sudah segede ini!" ucap Felic, "Kalau aku hari ini ke rumah ibu boleh ya?"


"Ke rumah ibu?"


"Iya ...., kata ibu hari ini Lisa juga datang jadi sekalian aku kan sudah lama nggak ketemu sama mereka!"


"Baiklah ...., tapi biar Wilson yang mengantarnya!"


"Kata ibu, kamu renovasi rumah ibu ya?"


"Iya ...., nanti mungkin para pekerjanya bakal datang jadi nanti tetap di bagian rumah yang tidak di renovasi nggak usah deket-deket sama pekerja, apalagi ikut campur!"


"Iya .....!"


"Ya udah aku berangkat ya!" ucap dokter Frans, tapi ia segera kembali menghampiri istrinya.


"Kenapa lagi?"


"Aku melupakan sesuatu!" ucap dokter Frans yang sudah berdiri di depan Felic.


"Ada yang lupa!"


"Apa?"


Cup


Dokter Frans tiba-tiba menempelkan bibirnya di atas bibir Felic, seketika Felic terdiam. Dokter Frans sedikit ******* bibir itu.


"Ini manis, aku akan sangat merindukan kalian!"


"Aku juga!"


Dokter Frans pun benar-benar meninggalkan Felic, ia memang tidak mengijinkan Felic mengantarnya sampai ke depan.


Setelah keberangkatan suaminya, Felic pun tidak mau kalah. Ia segera bersiap-siap untuk berangkat ke rumah ibunya. Kebetulan ayah Dul juga sedang tidak bekerja jadi nanti ia bisa ketemu dengan semuanya.


"Nyonya sarapannya!" ucap bi Molly saat melihat Felic mulai menuruni tangga.


Felic pun segera duduk dan memulai sarapan, kali ini tanpa di temani oleh suaminya.


"Nyonya mau ke rumah orang tua nyonya?" tanya bi Molly.


"Iya bi ..., ada apa?"


"Sebenarnya bibi sedikit khawatir, bagaimana kalau bibi ikut dengan nyonya?"


"Benarkah bibi mau ikut?"


"Iya nyonya!"


"Saya senang sekali kalau bibi ikut!"


Akhirnya Felic memutuskan untuk berangkat bersama bi Molly dan juga Wilson.

__ADS_1


Sesampai di rumah orang tuannya, mereka langsung di sambut oleh orang tuanya dan juga Lisa.


"Kak Fe ...., perutmu besar juga!" ucap Lisa sambil mengusap perut kakaknya itu.


"Iya ...., aku jadi suka makan!"


Felic benar-benar tidak di ijinkan melakukan apapun di rumah orang tuanya. Bahkan keputusan untuk mengajak bi Molly bukan keputusan yang tepat karena setiap dia mau duduk ataupun melakukan sesuatu, bi Molly akan lebih dulu memeriksanya.


Bahkan bi Molly melarang beberapa hal ada di dekat Felic,


"Nyonya sebaiknya tidak memakan itu!" ucap bi Molly saat melihat Felic akan memakan makanan yang super pedas. Padahal makanan itu sudah berada di ambang mulutnya.


"Kenapa?" tanya Felic, tapi ternyata bi Molly mengeluarkan catatannya.


"Nyonya Felic mengalami maag akut, lambung anda pernah terluka dan akan sangat bahaya jika makan makanan terlalu pedas!"


Ahhhhh ....., aku bawa fotocopy nya Frans di sini ....


Lisa dan ibunya hanya bisa tersenyum melihat perlakuan bi Molly terhadap Felic.


"Sekarang jadwal anda untuk istirahat nyonya!"


"Istirahatlah ..., maksudnya?"


"Saya sudah meminta beberapa orang untuk membawakan alas tidur yang bersih untuk anda nyonya!"


"Maksudnya bawa dari rumah?"


"Iya nyonya ...!"


"Silahkan istirahat nyonya!" ucap bi Molly sambil membukakan pintu kamar orang tua Felic yang di jadikan tempat istirahat untuk Felic karena kamarnya yang ada di atas sedang di renovasi.


Felic pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti permintaan bi Molly dari pada nanti suaminya melarangnya untuk kemana-mana.


"Maaf ..., untuk yang lainnya bisa meninggalkan kamar ini!" ucap bi Molly pada Lisa dan ibunya Felic.


"Oooh ...., baiklah ....!" Lisa melambaikan tangannya pada Felic yang sudah duduk di atas kasur busanya.


"Ahhhhh ....., memang aku di sini cuma mau tidur apa, bi Molly ada-ada aja ....!" gumam Felic sambil menenggelamkan tubuhnya di balik selimut.


Tapi seketika Felic kembali tersadar, ia membuka selimutnya dan mengamati ruangan itu.


"Kenapa kamar ini sejuk padahal siang hari ....?" gumamnya, matanya mulai berkeliling di seluruh ruangan itu.


"Hahhhh ...., AC, sejak kapan ayah suka pakek AC?"


"Atau jangan-jangan ini juga kelakuan bi Molly?!"


"Apa anda membutuhkan sesuatu nyonya?" tanya bi Molly membuat Felic begitu terkejut karena tidak menyadari jika ternyata bi Molly menemaninya di dalam kamar itu.


"Bibi di sini?" tanya Felic.


"Iya nyonya ...!"


"Apa bibi yang memasang AC di kamar ini?" tanya Felic.


"Iya nyonya, saya meminta pekerja untuk memasangnya karena udara di sini sangat panas!"

__ADS_1


"Kenapa sampek pasang ac segala?"


"Tuan dokter meminta saya untuk membuat nyonya Felic senyaman mungkin nyonya!"


Ahhhhh ....., Frans ...., kau meminta bayanganmu untuk menjagaku ....


"Baiklah ...., aku jadi tidak bisa tidur, aku mau jalan-jalan saja!"


"Tapi nyonya, ini jam anda istirahat!"


Tapi Felic tetap turun dari atas tempat tidurnya, "Tapi saya nggak ngantuk, saya akan tambah pusing kalau terus di kamar, saya mau jalan-jalan ....!" ucap Felic memaksa.


Sesampai di depan kamar, ia berpapasan dengan ibunya.


"Fe mau ke mana? katanya mau istirahat?"


"Nggak jadi bu, nggak bisa tidur! Fe mau jalan-jalan saja!"


Felic pun segera keluar dari rumah, bi Molly tetap mengikutinya di belakang. Bi Molly segera membukakan payung untuk Felic karena cuacanya sangat cerah. Masih jam dua siang, jadi matahari masih sangat panas-panas nya.


"Bi ...., nggak usah pakek payung!"


"Tapi sangat panas nyonya!" bi molly tetap memaksa. Akhirnya Felic pun menyerah.


Felic memutuskan untuk berkeliling di lingkungan rumahnya, sudah lama sekali semenjak pindah ke rumah suaminya ia tidak pernah menyapa tetangganya. Ia ingin tahu saja bagaimana respon mereka sekarang, apakah dia tetap jadi bahan gosip mereka.


"Kita ke toko itu bi!" ucap Felic sambil tersenyum penuh makna, Felic menunjuk pada toko kecil yang biasa ibu-ibu bergosip di sana.


"Tapi nyonya mau beli apa di sana? sepertinya tokonya tidak higienis nyonya!"


"Tidak pa pa, aku sudah biasa! Kamu punya uang seratus ribuan?"


"Hahhhh?" bi Molly semakin bingung, buat apa uang seratus ribu.


"Nanti aku ganti, mana!"


Bi Molly pun mengeluarkan uang seratus ribuan nya dari dompet kecilnya dan menyerahkannya pada Felic, "Ini nyonya!"


Felic pun segera mengambilnya dan menghampiri ibu-ibu yang sedang bergosip di depan toko.


"Selamat siang ibu-ibu!" sapa Felic.


"Fe ...., siang Fe ...! Tumben ke sini, mau beli apa?"


"Ini bi, mau beli camilan saja, soalnya panas-panas pengen jalan-jalan!"


"Itu siapa? Ibunya suami kamu ya?"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2