
Pria yang di panggil Rizal itu segera turun dari mobil, ia membawa sekantong plastik berwarna putih di tangannya dengan tulisan salah satu brand restauran cukup terkenal.
"Itu apa Ze?" Rizal rupanya melihat kantong yang juga di bawa oleh Zea.
"Oh ini?" Zea mengangkat kantong plastiknya dan tersenyum, "Ini sarapan, tadi di kasih sama koh Chang!"
"Yah sayang sekali, padahal aku juga bawa sarapan buat kamu!" Rizal menunjukkan wajah kecewanya, "Bagaimana kalau kita sarapan bersama saja, saya malas sekali sarapan sendiri!"
Zea tersenyum lembut seperti biasanya, entah kenapa ia hanya menampakkan wajah juteknya pada Rangga seorang,
"Memang mas Rizal nggak kerja?"
"Kerja, tapi kan saya punya toko sendiri! Suka-suka saya mau datang jam berapa, bagaimana dengan tawaran saya tadi?"
Zea tidak bisa memungkiri jika duda di depannya itu memiliki sejuta pesona.
"Baiklah, bentar ya mas! Saya buka rolling door nya dulu!"
"Biar aku bantu!"
Rizal segera berjalan mendahului Zea dan meminta kunci rolling door, membantu Zea membukanya.
"Maaf ya mas, pintunya suka macet gini!" Zea merasa tidak enak karena membuat Rizal berusaha keras membuka pintu, ia sampai harus menyingsingkan lengan kemejanya hingga ke siku agar lebih mudah untuk untuk bergerak.
"Nggak pa pa, nanti asal ada air dinginnya saja!"
"Baiklah nanti aku traktir deh buat mas Rizal!"
"Ini sudah waktunya di kasih oli ze, biar lebih enak bukanya!"
"Iya mas, nanti biar aku bilang sama koh Chang!"
Setelah berhasil membuka rolling door, sambil menunggu pelanggan datang, Zea dan Rizal pun membuka makanannya dan tidak lupa Zea menyuguhkan minuman dingin untuk Rizal.
"Ini upah nya ya mas!"
"Terimakasih, tadi padahal aku cuma becanda loh!"
"Ohhh aku nggak kok mas, aku serius!"
"Terimakasih ya!"
Mereka pun akhirnya menghabiskan sarapan bersama sambil beberapa kali melontarkan candaan.
__ADS_1
"Aku berangkat kerja dulu ya, sampai jumpa lagi!" Rizal akhirnya berpamitan juga.
Zea terus menatap duda itu hingga kembali masuk ke dalam mobil, bagi Rizal, Zea hanya lah mainan baru untuknya. Ia tahu jika sepupunya saat ini tengah dekat dengan gadis yang baru saja ia temui itu.
Ia bisa memanfaatkan gadis itu sebagai senjata agar Rangga bisa bekerja sama dengannya. Ia masih sangat menaruh dendam dengan atasan Rangga yang menurutnya sudah mengambil Ersya darinya.
...***...
Malam hari, seperti biasa selesai tugasnya Rangga selalu singgah di minimarket tempat Zea bekerja, bahkan jauh sebelum Zea bekerja di tempat itu. Bukan apa, ia hanya malas langsung pulang ke rumah. Di tempat itu dia bisa memakan mie instan dan beberapa camilan yang lainnya.
Saat Rangga masuk, ia bisa melihat Zea sedang sibuk di samping salah satu rak. Rangga sengaja berjalan mendekat dan berdiri di belakang Zea tanpa Zea ketahui.
"Astaga, sejak kapan kamu di sini?" Zea begitu terkejut saat berbalik dan mendapati Rangga begitu dekat di belakangnya.
"Sedari tadi, sengaja mau dekat dengan kamu!"
"Apaan sih!" Zea segera berjalan cepat meninggalkan Rangga, tapi Rangga kembali menarik tangan Zea dan mengungkungnya di dinding, dengan cepat bibirnya mendarat di bibir Zea membuat Zea terkejut.
Ia hampir saja mendorong tubuh Rangga tapi pria itu lebih dulu membisikan kata-kata di telinganya,
"Maaf, ada Rizal jadi aku harus melakukan ini!"
Dan benar saja saat ia melihat ke arah pintu masuk, duda sejuta pesona itu berdiri menatap mereka berdua.
"Sepertinya aku datang di waktu yang kurang tepat!" ucap Rizal.
"Ya sepertinya memang begitu, iya kan sayang?" Rangga mengeratkan tangannya di pinggang Zea hingga Zea pun dengan pasrah menganggukkan kepalanya.
"Sayang aku lapar, bisa kan buatkan aku mie instan?"
"Hmmm!" lagi-lagi Zea seperti kerbau yang di colok hidungnya hingga menuruti apa yang di minta oleh Rangga.
"Kalau begitu saya pergi dulu, lain waktu kita bertemu lagi!" ucap Rizal pada Zea yang belum beranjak dari tempatnya.
"Ya silahkan!"
Rizal pun akhirnya benar-benar pergi dengan wajah kecewa.
Setelah mobil Rizal terlihat meninggalkan halaman minimarket, Zea dengan cepat menginjak kaki Rangga.
"Aughhh aughhhh, sakit tahu!" Rangga sampai harus mengusap kakinya yang terasa kebas.
"Itu belum seberapa dengan apa yang baru saja kamu lakukan, itu namanya pelecehan tahu nggak!?"
__ADS_1
"Kamu tuh harusnya berterimakasih karena sudah aku selamatkan dari pria hidung belang!"
"Iya dan sekarang aku harus terjebak dengan laki-laki buaya seperti kamu, menyedihkan!" Zea segera berlalu meninggalkan Rangga.
"Hei, aku minta mie rebus ya!"
"Buat di rumah kamu saja!" teriak Zea yang sudah berada di tempat yang cukup jauh dari Rangga, beruntung tidak ada pelanggan lainnya di sana.
"Aku pelanggan istimewa ya di sini, aku bisa ngadu nih sama koh Chang, jangan macam-macam!"
Hehhhh ....
Zea hanya bisa menghela nafas, ia tahu kalau pria yang baru saja mengambil ciuman bibir pertamanya itu memiliki hubungan yang cukup dekat dengan pemilik toko di mana dia bekerja.
"Dia benar-benar suka sekali mengancam! Pengen aku tonjok saja!"
Zea tidak bisa menolak sekarang, ia harus melayani tamu istimewanya itu.
Rangga hanya tersenyum saat melihat wajah kesal dari gadis yang beberapa kali menjadi pusat perhatiannya itu.
Zea meletakkan dengan keras cup mie instan yang sudah ia sedu di atas meja Rangga, "Bisa nggak sekali saja nggak usah gangguin aku?"
"Kamu tuh nggak pernah mau berterimakasih ya sama aku, aku tuh sudah tolongin kamu ya, kamu nggak tahu aja siapa.mas Rizal itu!"
"Tahu, setidaknya dia lebih baik dari kamu karena tidak pernah mencuri ciuman dariku!"
"Ya maaf untuk itu, hanya itu jalan satu-satunya agar kamu tidak di ganggu oleh dia!"
"Kamu yakin dia nggak akan ganggu aku?"
"Ya mungkin saja!" Rangga sendiri sebenarnya tidak begitu yakin dengan apa yang dia lakukan.
Zea menyerah dan dia pun kembali berdiri meninggalkan Rangga saat pelanggan lain datang, sebenarnya sebuah kesempatan karena ia tidak harus dekat dengan pria yang menurutnya begitu menyebalkan itu.
Rangga hanya bisa menghela nafas, ia sendiri tidak tahu apa yang baru saja ia lakukan. Ia hanya merasa tidak ingin gadis polos itu menjadi korban kakak sepupunya setelah temannya. Sudah cukup Ersya yang di sakiti dan tidak ingin gadis lain menjadi korbannya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...