Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (21. Usaha Rangga)


__ADS_3

Zea dengan cepat mandi dan berharap saat ia keluar dari kamarnya pria yang sedang ingin ia hindari itu sudah pergi dari rumahnya.


"Dia benar-benar seperti pemilik rumah ini saja, memang siapa yang memberinya ijin!" gerutunya sambil mulai mengikat rambutnya dengan begitu rapi.


Setelah selesai ia segera meraih tas bahunya dan meninggalkan kamar yang sedari pagi mungkin sudah bosan mendengarkan omelannya.


Betapa tercengangnya dia saat membuka pintu ternyata Rangga malah berdiri dan tersenyum di depan kamarnya,


"Kenapa seperti itu? Kenapa belum pergi?"


"Aku akan mengantarmu sampai ke depan dan memastikan kalau kamu selamat sampai tujuan!"


"Nggak usah lebay!"


Zea berlalu begitu saja tapi Rangga sepertinya tidak mau nyerah, ia terus mengikuti Zea.


"Kenapa ikut jalan kaki?" ucap Zea saat sadar jika pria itu meninggalkan mobilnya jauh di belakang.


"Kalau kamu mau aku antar jalan kaki, ya aku bisa apa! Ayo aku rasa jalan kaki juga lebih baik!"


Lama-lama dia semakin menyebalkan saja ....


Hingga seorang tetangga melihat mereka berjalan bersama, membuatnya tertarik untuk menyapa.


"Mbak Zea, itu ya suaminya?" seorang wanita yang tengah menjemur pakaiannya di depan rumah.


"Ee_!" Zea bingung harus menjawab apa sekarang.


Srekkkk


Tiba-tiba tangan Rangga sudah menarik bahu Zea ke dalam pelukannya,


"Iya Bu, salam kenal saya Rangga! Suaminya Zea!"


"Ya Allah ganteng juga suami mbak Zea!"


"Terimakasih Bu!"


"Maaf Bu, kami harus segera berangkat, mari!" Zea tidak mau Rangga semakin banyak bicara, ia menarik suaminya agar berjalan lebih cepat.


"Sayang, apa kamu tidak ingin memuji suamimu yang tampan itu?"


"Nggak usah lebay!"


Ternyata dari kejauhan ada yang melihat bagaimana kedekatan mereka sekarang, dia adalah Rizal. Sebenarnya pagi ini pria itu sengaja ingin menjemput Zea, ia sedang memiliki rencana untuk semakin membuat Rangga hancur dan di pecat dari tempat kerjanya. Setelah itu ia jadi punya cara untuk mendekati Ersya kembali.


"Bangsat, dia jauh lebih gesit dariku! Aku harus cari cara lain!"


Karena tidak ada celah untuk mendekati Zea, Rizal pun mengurungkan niatnya untuk mendekati wanita itu untuk saat ini. Ia masih mempunyai beribu macam cara licik untuk mendapatkan apa yang ia mau.


Ia memilih menghubungi seseorang untuk mengajaknya bertemu.


"Hallo!"


"..."

__ADS_1


"Ini Rizal, sepupu Rangga! Bisa kita bertemu nanti di jam makan siang di kafe A&A?"


"...."


"Ada yang ingin saya bicarakan penting, ini mengenai Rangga!"


"...."


"Aku tunggu nanti siang!"


Rizal segera mengakhiri panggilannya. Ia pun memutar kembali mobilnya menuju ke restoran barunya. Walaupun sedikit sibuk dengan restauran barunya, Rizal tetap tidak bisa melupakan obsesinya untuk mendapatkan lagi apa yang pernah ia punya.


...***...


Minimarket Sea Mart


"Sudah kan, sekarang apa lagi?" Zea begitu heran saat Rangga masih saja berdiri di tempatnya saat pintu sudah terbuka.


"Sebentar!" Rangga mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya, ternyata sebuah kotak makan,


"Ini makan siang buat kamu, aku sudah buatkan yang spesial buat kamu, jangan lupa tetap aktifkan ponselnya!"


"Kenapa?"


"Suamimu ini sangat membutuhkan kabarmu setiap waktu!"


"Issstttt!"


"Aku berangkat ya sayang!" Rangga meninggalkan kecupan di kening Zea, kemudian berlalu saat sebuah taksi berhenti tepat di depan minimarket itu.


Walaupun rasa kesal itu belum bisa ia lupakan tapi tetap saja pagi ini ia merasakan kehangatan dengan perlakuan manis suaminya.


Zea segera berbalik dan meletakkan kotak makan siang itu di atas meja kasirnya, tapi entah dapat dorongan dari mana hingga sudut bibirnya kembali tertarik ke atas membentuk senyuman saat melihat kotak makan itu.


"Nggak ....! Zea pokoknya nggak boleh lemah!"


***


Rangga yang datang dengan menggunakan taksi tentu menjadi tanda tanya besar bagi para karyawan. Terutama sekretaris Revan yang selalu mengejeknya setiap kali mereka bertemu.


"Mobil kamu, kamu gadein?"


"Bukan urusan kamu, lagi pula hari ini suasana hatiku sedang baik, jadi jangan ganggu!" Rangga memilih berlalu begitu saja meninggalkan sekretaris Revan.


"Sudah dapat istri?" teriak sekretaris Revan saat Rangga sudah akan memasuki ruangannya.


"Issstttt!"


"Hei, pak Div panggil kamu!" teriak sekretaris Revan lagi, kali ini Rangga mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi!?" keluhnya lalu berlalu melewati sekretaris Revan lagi, ia memilih segera menghampiri bosnya dari pada mempedulikan celotehan sekretaris Revan yang selalu membanggakan diri karena sudah menikah lebih dulu di banding bos atau dirinya.


...***...


Di kafe A&A

__ADS_1


Seorang wanita cantik sudah duduk di salah satu kursi yang ada di dekat dinding kaca, sesekali matanya menatap ke arah pintu masuk.


Dan benar saja, sepuluh menit kemudian yang di tunggu akhirnya datang juga. Wanita itu segera berdiri dan menyambutnya.


"Maaf membuat nona Miska menunggu!"


"Tidak pa pa, silahkan duduk!"


"Terimakasih!"


"Maaf tadi saya lancang memesan minuman untuk anda! Jika anda tidak suka, saya akan meminta pelayan untuk menggantinya!"


"Tidak perlu, saya suka! Apa lagi yang memesankan wanita cantik seperti anda!"


"Anda berlebihan!"


"Oh iya, kemarin kita belum sempat berkenalan kan? Kenalkan saya Rizal?" pria itu mengulurkan tangannya dan Miska dengan senang hati menyambut uluran tangan pria itu.


"Saya Miska!"


"Anda begitu cantik, saya sampai heran kenapa bisa Rangga mengabaikan anda! Ini sungguh di sayangkan!"


"Anda terlalu berlebihan, tu_!"


"Panggil Rizal saja, lagi pula saya akan menjadi kakak sepupu anda nanti!"


"Baiklah, panggil saja saya Miska agar lebih akrab!"


Ternyata sepupu Rangga lumayan juga, dia lebih manis ..., Miska langsung menilai sikap Rizal yang lebih hangat pada wanita di bandingkan Rangga.


"Saya suka itu!"


Mereka sama-sama terdiam dan mulai menikmati minumannya. Sesaat kemudian barulah Miska kembali mulai bicara.


"Oh iya, tadi kamu mengatakan kalau tahu informasi kan tentang wanita yang tengah dekat dengan Rangga?"


"Iya! Namanya Zea, dia seorang karyawan minimarket!"


"Sudah ku duga pasti dia, tapi bukankah karyawan minimarket itu yang datang dengan Kamu waktu itu?"


"Ya begitulah, aku sengaja mengacaukan hubungan mereka, tapi sepertinya mereka sekarang sudah mulai dekat lagi!"


"Jadi kamu menginginkan gadis itu?"


Aku menginginkan kehancuran Rangga ...., tapi ia tidak mungkin mengatakan sejujurnya pada wanita di depannya, saat ini ia hanya sedang butuh tangan orang lain untuk menghancurkan hubungan mereka.


"Iya! Saya ingin Zea menjadi milik saya!"


"Saya rasa ini akan menjadi kerja sama yang baik antara kita!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰 ...


__ADS_2