Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (57. Rencana Miska 3)


__ADS_3

Akhirnya penjaga setuju dengan usulan Zea. Mereka membopong tubuh miska dan membawanya ke apartemen Zea.


Dasar bodoh, polos sekali dia. Mudah sekali mengelabuinya ....., ternyata Miska hanya pura-pura pingsan. Hanya dengan begini ia bisa masuk ke tempat Zea.


Ia tahu jika Rangga sedang menyiapkan kejutan untuk Zea dan Miska memanfaatkan hal ini untuk menyusup masuk.


Tepat saat mereka kembali masuk, kejutan yang di siapkan Rangga datang. Seharusnya Zea masih tetap menunggu di depan karena sebuah mobil bertuliskan kata-kata romantis tengah datang bersama dengan balon-balon yang indah. Rangga sengaja membelikan mobil khusus untuk Zea sebagai hadiah kehamilannya. Tapi Zea tidak sempat melihatnya saat balon-balon itu berterbangan membentuk namanya.


"Apa kamu yakin dia melihatnya?" Rangga terus cas tanpa sebab menunggu reaksi wanita yang telah memberikan kado terbaik dalam hidupnya itu.


"Iya pak, ibuk sudah turun sedari tadi!"


"Kenapa dia tidak meneleponku?"


"Atau mungkin ibuk meninggalkan ponselnya lagi ya pak!"


"Coba periksa bi!"


Bibi pun memeriksa tempat-tempat yang biasa Zea meletakkan ponselnya.


"Nggak ada pak, mungkin ibu sedang sangat terharu jadi nggak sempet menelpon bapak!"


"Baiklah, kabari aku kalau dia sudah kembali!"


"Baik pak!"


Baru saja sambungan telpon itu terputus, pintu sudah terbuka dan Zea membawa banyak orang ke apartemen mereka.


"Buk, ini siapa?" bibi yang bingung segera mendekati Zea.


"Ambilkan minyak angin bi, dia pingsan!"


"Baik Bu!"


Bibi kembali masuk mencari minyak angin. Ia sampai lupa mengabari Rangga jika Zea sudah kembali.


"Kalian boleh pergi sekarang!" ucap Zea pada penjaga yang membantu membopong tubuh miska.


"Baik nyonya, hubungi kami jika ada sesuatu!"


"Baik!"


Setelah kedua pria itu pergi, Zea segera mendekati Miska yang tergeletak di atas sofa ruang tamu. Zea berjongkok di sampingnya dan bibi kembali dengan membawa minyak angin. Zea segera mengoleskan pada beberapa bagian tubuh Miska dan mencuimkan ke hidung Miska.


"Hukks hukss hukks!" Miska mulai membuka matanya.


"Syukurlah!" Zea begitu lega, "Bi tolong buatkan teh hangat untuknya!"


"Baik buk!"


Bibi kembali ke dapur dan melakukan seperti yang di perintahkan Zea.


"Zea!?" gumam Miska pelan dengan pura-pura lemah.


"Nona Miska, apa kamu ingin bangun?"


Miska menganggukkan kepalanya dan Zea segera membantunya bangun.


"Apa sudah lebih baik?"


"Sedikit, masih terasa pusing!"


Bibi kembali dengan teh hangat di tangannya.


"Minum n dulu ya!" Zea membantu Miska untuk meminum teh hangatnya.


"Sudah!"


Zea meletakkan gelas itu di atas meja sedangkan bibi hanya berdiri di di belakang Zea.


"Terimakasih ya Zea, kamu begitu baik padaku. Padahal aku sudah sangat jahat sama kamu!"

__ADS_1


"Iya!"


"Sungguh Zea aku ke sini mau minta maaf padamu, aku terlalu di butakan oleh ambisiku untuk memiliki Rangga, aku sampai tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk!"


"Tidak pa pa, saya juga pernah berada di posisi nona Miska. Syukurlah kalau nona Miska sudah mengakui kesalahan nona, semoga kedepannya menjadi lebih baik!"


Miska pun segara memeluk Zea,


"Terimakasih, kamu terlalu baik untuk kau sakiti!"


Dia benar-benar bodoh, bodoh atau polos ..., beda-beda tipis ...., Miska tersenyum tipis penuh kemenangan.


"Baiklah, istirahatlah sampai kamu benar-benar baik!"


Zea memperlakukan Miska dengan begitu baik tanpa curiga sedikit pun sedangkan bibi tampak curiga dengan wanita muda yang baru di bawa nyonyanya.


"Saya ke dapur dulu, buk. Kalau butuh sesuatu panggil saya saja, oh iya buk, bapak sudah nyiapin kejutan buat ibuk, apa ibuk sudah melihatnya?"


"Kapan?"


"Barusan di bawah!?"


Gawat ...., aku lupa paketnya ...., Zea menepuk keningnya.


"Baiklah aku akan turun lagi, kamu nggak pa pa kan di sini sama bibi?"


Kesempatan bagus ....


"Iya, turunlah! Dari pada nanti Rangga marah gara-gara aku!"


"Bi tolong jagain temen aku ya bi!"


Bibi hanya menganggukkan kepalanya saat Zea keluar dari apartemen.


"Bibi kalau mau melakukan pekerjaan bibi, nggak pa pa tinggal aja. Aku juga akan istirahat!" ucap Miska beralasan agar bibi tidak lagi menungguinya.


"Baiklah, saya di dapur kalau nona memanggil!"


"Iya!"


Hingga langkahnya terhenti tepat di samping tv, dia atas nakas itu ada beberapa foto. Hatinya terbakar saat melihat foto pernikahan Zea dan Rangga.


Aku bersumpah akan merebut kebahagiaan kalian .....


Tangannya bahkan hampir mencengkeram foto itu, beruntung bibi kembali lagi.


"Apa yang nona lakukan?" pertanyaan itu mengejutkannya. Miska dengan cepat meletakkan kembali foto itu di atas nakas.


"Ini bi, aku hanya lihat-lihat foto aja. Mereka terlihat begitu bahagia!"


"Memang mereka pasangan yang serasi!" bibi menanggapi sebisanya.


Hingga tangan Miska menyentuh sebuah foto bayi,


"Ini foto siapa bi? Lucu sekali!"


"Itu foto ibuk saat masih bayi!"


Miska dengan cepat memperhatikan foto itu dengan seksama, tidak asing. Ia seperti pernah melihatnya,


"Apa ada maslaah dengan foto itu nyonya?"


"Ehh tidak, hanya lucu saja jadi pengen terus lihat!"


"Baiklah kalau tidak ada maslaah saya tinggal ke dapur lagi nona!"


"Iya, silahkan bi!"


Setelah bibi kembali ke dapur, Miska dengan cepat mengambil tas kecilnya dan mengambil ponselnya. Mengarahkan kamera ponselnya ke foto itu. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Miska pun mengembalikan foto itu ke tempatnya.


Di bawah, Zea begitu terpaku melihat hadiah yang di berikan oleh suaminya,

__ADS_1


"Ini terlalu besar!"


Zea pun kemudian menghubungi suaminya.


"Ga!"


"Hmmm!?"


"Maafkan aku, aku baru melihatnya!"


"Lalu?"


"Ini luar biasa! Aku suka, sungguh ....! Tapi_!"


"Tapi?"


"Tapi bukankah ini berlebihan, aku tidak butuh mobil! Aku juga tidak bisa mengemudikan mobil!"


"Memang siapa yang akan memintamu mengemudikan mobil itu?"


"Lalu?"


"Kamu tidak lihat di dalam mobil itu?"


Zea pun langsung mendekati mobil dan tidak menemukan hal yang janggal dari mobil itu. Hanya ada pengemudi mobil yang belum keluar dari tempatnya.


"Ada sopir!"


"Aku kasih kadonya lengkap dengan sopir sekaligus bodyguard buat kamu! Jadi kedepannya kamu bisa kemanapun tanpa harus menunggu aku!"


Zea menutup bibirnya yang tersenyum tidak percaya, sampai begitunya sang suami memperhatikannya.


"Terimakasih, aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa!?"


"Kamu tahu caranya!"


"Apa?"


"Lakukan tugasmu sebagai istri yang baik saat aku pulang!"


"Issstttt, kebiasaan!"


"Aku sudah melakukan hal yang luar biasa buat kamu ya!"


"Iya-iya tahu ...!"


Zea segara mematikan sambungan telponnya, pipinya merona saat ini


Ahhhh ini panas sekali ....., Zea sampai memegangi kedua pipinya.


Setalah melihat kejutan dari sang suami, Zea pun segera kembali ke apartemennya setelah mengingat masih meninggalkan Miska di sana.


Tapi baru saja ia sampai di depan pintu, Miska sudah keluar,


"Nona, nona Miska mau ke mana?"


"Maaf, aku lupa kalah ada urusan lain, aku pergi dulu. Lain kali kita bicara lagi!"


"Tapi_!"


Miska tidak lagi mendengarkan ucapan Zea, ia tetap berlalu begitu saja.


"Bukankah tadi dia masih pusing? Ahhh biarlah, mungkin sudah lebih baik!"


Zea pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam apartemen.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2