Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Season 2 (98. Pesta 3)


__ADS_3

"Jadi bagaimana, apa sudah siap untuk menyapa Rangga sekarang?" wanita yang tengah hamil tujuh bulan itu bertanya sambil mengedipkan sebelah matanya, tanpa ia sudah tidak sabar untuk memberi banyak kejutan pada semua orang. Wajahnya tampak sumringah dengan gaun berwarna hijau muda nan elegan.


Semangat, aku pasti bisa ....., Zea menganggukkan kepalanya mantap.


Zea merasa mendapatkan dukungan penuh dari wanita itu, rasa groginya yang sedari datang begitu menggunung tiba-tiba hilang apalagi saat melihat wanita yang tengah menggandeng mesra suaminya, membuat semangatnya kembali berkobar, "Aku siap sekarang." ucapnya pelan tanpa mengubah tatapannya pada pria yang seharusnya datang bersamanya itu.


"Let's go!" Ersya melingkarkan tangannya di lengan Zea. Bukan Ersya namanya jika tidak punya keberanian lebih, bahkan jika saja ia tidak sedang hamil ia siap untuk berkelahi hanya untuk membela temannya itu.


Langkah mereka semakin dekat dengan pria yang sedang menjadi pusat perhatian mereka,


"Hai Ga!" sapa Ersya yang memang sudah akrab dengan Rangga. Pria itu segera tersadar setelah mendapat sapaan dari Ersya, tapi tetap saja matanya tidak bisa beralih pada wanita yang berada di samping sahabatnya itu meskipun kini wanita yang tengah bergelayut manja di sampingnya itu terus mengajaknya bicara.


"Hai nona Ersya, senang bertemu denganmu!" tampak Miska hanya menyapa Ersya dan menganggap Zea tidak di sana.


"Hai Zee!" tapi Rangga malah menyapa Zea membuat Miska begitu marah,


"Sayang, kamu sapa siapa sih?"


"Lepaskan, Miska!" ucap Rangga pelan hingga hanya mereka berdua yang mendengarnya.


"Sayang, kita harus tampil mesra kan sayang!" wanita itu sengaja menunjukkan kemesraannya di depan Ersya terutama pada wanita yang baru datang dengan Ersya, "Jadi dia juga di undang ya di sini? Syukur deh, mungkin papa lakuin ini supaya matanya terbuka." ucap Miska sambil menatap remeh pada Zea.


Rangga segera menoleh pada Miska setelah menyadari ada yang aneh dari ucapan wanita di sampingnya itu, "Kalian sudah saling kenal?" tanya Rangga mengintimidasi membuat Miska gelagapan.


"Ahhh iya sayang, kamu lupa dia pernah datang ke rumah sakit waktu itu. Dia itu sudah lama pengen merebut kamu dari aku!"


"Tidak mungkin Zea kayak gitu, dia sudah punya suami!" ucap Rangga sambil menatap perut Zea yang sedikit buncit.


"Sayang, kamu tahu tentang Zea? Sejak kapan?" Miska menatap Rangga tidak percaya, ia sudah berusaha keras menjauhkan Rangga dari semua hal yang berhubungan dengan Zea.

__ADS_1


"Beberapa kali bertemu!" Rangga bahkan bicara tanpa mengalihkan perhatiannya pada Zea, ia benar-benar mengagumi wanita itu. Rasanya ia tidak terima jika wanita di depannya sudah memiliki seorang suami.


"Beberapa kali?" gumam Miska dengan wajah khawatirnya, ia menatap tajam pada Zea yang tengah menatap ke arahnya juga tapi bedanya saat ini Zea tengah tersenyum dengan wajah tenangnya.


Zea tidak ingin terpancing dengan kemarahan Miska, ia ingin berperan cantik kali ini atas dukungan Ersya.


"Maaf nona Miska, kami memang beberapa kali bertemu tapi hanya tanpa sengaja, benar kan Rangga?" cara bicara Zea sekarang bahkan lebih tenang dari sebelumnya, bahkan ia tidak merubah posisi tubuh ataupun mimik wajahnya. Ersya benar-benar berhasil membantu Zea untuk menyeting semuanya agar terlihat alami.


Walaupun rasanya begitu sakit melihat Rangga bergandengan tangan dengan Miska. Ia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana hubungan mereka di rumah. Tapi ia harus tetap bersikap sewajarnya sampai Miska mendapatkan balasan apa yang sudah ia lakukan selama ini pada hidupnya.


Hingga acara puncak benar-benar terjadi, suara yang begitu familiar membuat percapakan mereka terhenti, semua orang telah menatap ke arah panggung.


"Papa!?" gumam Miska lagi saat MC menyambut tuan Seno naik ke atas panggung, dan sambutan tepuk tangan dari para tamu pun membuat suasana semakin meriah.


Terlihat nyonya Widya juga tengah berdiri di samping panggung. Wajahnya tampak serius memperhatikan suaminya dan tenang menunggu hingga namanya di panggil dan dirinya menjadi bagian dari semua kejutan yang telah di siapkan oleh suaminya.


"Selamat malam semuanya, terimakasih atas kehadiran kalian semua. Pasti kalian bertanya-tanya sebenarnya hal apa yang membuat saya mengadakan pesta sebesar ini.


Sesuatu yang akan merubah semuanya, merubah statusnya dan juga kedudukannya.


Dia adalah putri saya yang sangat saya sayangi dan rindukan tentunya!"


Miska tersenyum merasa dirinya adalah bagian terpenting dari pesta ini dan semua orang juga langsung menatap ke arahnya karena memang setahu mereka putri tuan Seno adalah Mariska Rania yang biasa di panggil Miska.


"Saya ingin menunjukan foto-foto lama saya dengan seseorang yang begitu saya cintai, terimakasih karena telah mencintai saya sedalam ini!"


Kali ini beberapa kamera langsung menyorot ke arah nyonya Widya. Karena memang selama ini yang publik tahu, nyonya Widya adalah orang yang begitu penting dalam hidup Suseno Permana.


Nyonya Widya berbinar dan menyapa beberapa kamera, tuan Seno sengaja mengundang beberapa media berita besar agar bisa langsung mempublikasikan semuanya, bahkan pesta ini sengaja di putar secara live di salah satu stasiun televisi swasta.

__ADS_1


Hingga sebuah layar besar yang ada di samping panggung menampilkan foto-foto lama dirinya dengan seorang wanita.


Nyonya Widya tentu tahu siapa wanita itu, wanita itu bukanlah dirinya.


"Sintya!" wajah yang tadinya penuh dengan senyum tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat, wajah kemarahan dan rasa malu yang besar.


"Walaupun sudah mati, kenapa masih juga mengusik hidupku, dasar perempuan rendahan!" gerutunya dngn gigi yang saling mengerat menunjukan otot-otot di wajahnya semakin jelas.


Wanita yang ia anggap sudah bukan ancaman lagi nyatanya sekarang kembali datang dengan begitu berkuasa, memiliki tempat yang yang istimewa di hati suaminya.


Para tamu undangan dan pencari berita tentu terlihat bingung, dari segi manapun itu bukanlah sosok yang tengah berdiri di sisi panggung tak terkecuali dengan kedua orang tua Rangga, terutama mama Rangga karena ia merasa berteman dengan wanita itu sudah sejak muda dan itu bukan foto masa muda nyonya Widya.


"Lalu yang tuan Seno maksud siapa?" gumam mama Rangga sambil menatap layar besar bergantian dengan nyonya Widya.


"Itu orang lain." ucap pak Beni tanpa mengubah ekspresi nya, walaupun tidak tahu pasti ia begitu yakin tidak mungkin seseorang bisa merubah wajahnya secara signifikan dengan hanya bertambah tua, dan 'Kenapa wanita di foto itu lebih mirip dengan Zea?' batin pak Beni sambil menatap menantunya yang juga sedang fokus pada layar besar itu, terlihat matanya tampak berkaca dengan pantulan cahaya minum itu.


"Apakah itu nyonya Widya?" pertanyaan seseorang mewakili pertanyaan sebagian besar tamu yang datang.


Tuan Seno menggelengkan kepalanya dengan pasti, "Bukan, mungkin sebagian dari kalian ingat tentang kisah ini. Kisah cinta yang berujung perpisahan tapi cinta itu abadi karena di bawa mati, namanya Sintya dia adalah cinta pertama saya, dia satu sekolah denganku. Kami menjalin cinta dan memutuskan untuk menikah siri setelah lulus SMA. Aku pikir dengan cari ini orang tua kami bisa menerima dan merestui hubungan itu, tapi ternyata salah. Kami harus terpisah dan kedua orang tua saya memiliki calon lain untuk saya tanpa sepengetahuan saya."


"Jika tidak cinta, kenapa anda menerima perjodohan itu?" salah satu wartawan menanyakannya.


"Karena Sintya yang tiba-tiba menghilang di hari resepsi pernikahan kami! Dan jalan satu-satunya saya harus menikah dengan pilihan orang tua, walaupun sebuah pernikahan yang terpaksa, percayalah saya sangat menghargai pernikahan ini." tuan Seno tampak menatap nyonya Widya yang Sudja berdiri mematung sedari tadi, walaupun di kemas dalam bahasa yang halus tetap saja kata-kata itu begitu menyakitkan untuknya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2