
Nyonya Tania pun segera meletakkan ponsel dan charger nya di atas meja, ia segera mengambil berkas itu. Tisya yang melihatnya segera menghampiri mamanya.
"Ma ...., itu ...!" ucap Tisya yang hendak mengambil berkas itu dan nyonya Tania segera menjauhkannya dari tangan Tisya.
"Ini apa sayang?" tanya nyonya Tania. Tisya pun segera duduk begitupun dengan nyonya Tania.
Tisya pun mulai menceritakan semuanya.
Flashback on
"Cuma itu? Maksudku cuma buat baikan sama kak Frans?"
"Wahhh hebat kamu bahkan sekarang sudah memanggilnya kak? Tapi bukan itu intinya, papa mau setelah itu kamu hancurkan dia dari dalam, kamu faham kan maksud papa? Tapi kamu nggak perlu di jawab sekarang, jangan terburu-buru masih banyak waktu, kamu bisa membawa berkas ini dan jika sudah yakin segera tanda tangani lalu kita bisa bekerja sama!" ucap tuan Bara.
"Maaf pa, aku nggak perlu nunggu lama untuk menjawab permintaan papa!" ucap Tisya.
"Bagus! Apa jawabanmu?"
"Kata orang darah itu lebih kental dari pada air pa, aku dan Frans adalah hubungan darah sedang kan aku dan papa adalah hubungan air, Tisya sangat berterima kasih sekali sama papa karena sudah merawat dan membesarkan Tisya selama ini, tapi bukan berarti Tisya akan mengikuti segala kemauan papa! Maaf, Tisya nggak bisa!"
Tuan Bactiar tampak mengeratkan gigi-giginya, ia begitu marah dengan ucapan Tisya,
"Dasar anak tidak tau di untung, tidak tahu terimakasih ..., kamu tidak tahu berapa banyak uang yang sudah papa keluarkan untuk membesarkan mu, menyekolahkan kamu hingga ke luar negri, semua barang-barang mahal kamu, apa kamu bisa mengembalikannya?!"
"Kenapa papa jadi perhitungan gini sih sama Tisya, jelas-jelas Tisya dan mama sekarang tidak punya apa-apa, kenapa papa bisa mengatakan hal itu!"
"Papa tunggu jawabanmu, ikuti permainan papa atau papa akan mengirimkan total uang yang harus kamu bayar ke papa sebagai ganti papa telah membesarkan mu!"
"Papa jahat banget! Papa sudah menghancurkan hidup Tisya, apa itu belum cukup?"
"Papa hanya menuntut keadilan, papa ini sudah keluar uang banyak untuk kamu dan mama kamu, tapi saat papa minta sedikit saja dari kamu, kamu malah menolaknya, apakah itu adil buat papa, enggak kan? Jadi jangan buru-buru memutuskan, papa beri kamu waktu satu minggu, tandatangani itu atau kamu harus mengembalikan semuanya!"
Flashback off
Nyonya Tania terlihat begitu marah, ia sampai meremas map itu untuk meluapkan kemarahannya.
"Mama benar-benar nggak nyangka kalau papa kamu bisa setega itu!"
"Dia bukan papa Tisya ma, dia orang jahat yang pernah menjelma menjadi papa Tisya!" ucap tisya tidak kalah kesalnya.
"Biar nanti mama yang bicara sama papa kamu!" ucap nyonya Tania.
"Nggak ma, jangan! Biar ini menjadi urusan Tisya, jika memang Tisya tidak sanggup mengumpulkan uangnya mungkin Tisya harus melakukan apa yang papa mau, lagian Tisya juga nggak kenal kan sama Frans, dia juga nggak peduli sama kita!"
"Mama mohon jangan sayang ...., kakak kamu sudah sangat menderita karena mama!"
"Tapi tidak dengan Tisya kan ma, dia hidup berkecukupan sekarang!"
"Mama mohon jangan lakukan itu sayang, mama nggak mau kelak anak-anak mama akan saling bermusuhan!"
__ADS_1
"Entah lah ma ....!"
Saat nyonya Tania hendak kembali bicara sama Tisya, beberapa pelanggan berdatangan membuat nyonya Tania segera berdiri di belakang rombong bakso itu dan meracik kan untuk pelanggan-pelanggan nya.
...***...
Di tempat lain, dokter Frans dan Felic sudah kembali ke rumah, Felic sudah selesai membersihkan diri dan naik ke atas tempat tidur, ia memeriksa kembali foto-foto yang ia ambil bersama anak Rendi dan Nadin.
"Keyra benar-benar cantik ya!" gumamnya sambil terus tersenyum.
Tidak berapa lama dokter Frans pun menyusulnya, ia merangkak ke atas tempat tidur dan duduk di samping Felic.
"Lihatin apa sih kok seru banget?" tanya dokter Frans.
"Ini Frans ..., Keyra cantik banget ya!"
"Ya iya dong, siapa uncle nya!?"
"Siapa?" tanya Felic sambil menoleh pada suaminya itu.
"Ya dokter yang paling tampan sejagat raya ini dong, dia pasti akan sangat mirip sama uncle, jangan sampek sama dengan bapaknya!"
"Issstttttt ...., dulu dapat kelebihan Pe De dari mama sih suami ku ini?!" ucap Felic sambil mengucek-ucek pipi dokter Frans gemas.
"Ini gara-gara setiap hari dapat asupan gizi dari kamu Fe ...!" ucap dokter Frans sambil mengacak-acak rambut Felic.
"Bagus ....!"
"Baiklah ...., aku gunakan ya!" Felic pun segera menggunakan foto itu untuk foto profil WhatsApp nya.
"Oh iya Fe ...., ada laporan transferan uang ke rekening pribadi kamu, sudah kamu cek belum?" tanya dokter Frans.
"Iya kah ...., aku belum lihat!"
"Nggak sedikit loh Fe, sekitar seratus lima puluh juta lah ...!"
"Bukan dari kamu?"
"Bukan Fe, kalau dari aku ngapain juga aku tanya!"
"Dari mana ya ....?" Felic pun segera mengecek WhatsApp nya, ternyata ia dapat royalti dari penjualan bukunya.
"Frans ...., buku ku ternyata best seller ...!" ucap Felic begitu senang.
"Benarkah?"
"Iya ...., nggak nyangka banget, ini malah akan di lakukan percetakan tahap ke dua Frans!" ucap Felic begitu senang sambil memeluk suaminya itu.
"Selamat ya ...!"
__ADS_1
"Ini semua berkat dukungan kamu juga Frans, makasih ya!"
"Bukan begitu caranya berterimakasih sama suami!" ucap dokter Frans sambil melepas pelukan istrinya itu.
"Gimana? Apa kamu mau aku traktir bakso, atau mau aku traktir mie ayam, seafood, atau apa saja boleh kok!" ucap Felic.
"Bagaimana kalau ini saja!" ucap dokter Frans sambil mulai menjulurkan tangannya dan melepaskan kancing baju Felic yang paling atas, kemudian ke bawah dan kebawah hingga kancing baju itu terlepas semuanya. Kini menampilkan tubuh Felic dan dokter Frans segera mengungkung tubuh itu, mendaratkan bibirnya di atas bibir Felic.
Tangan dokter Frans meraih remote control untuk mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur. Dan segera meminta jatah terimakasihnya pada sang istri.
Setelah acara terimakasih nya selesai, kini Felic sudah menyandarkan kepalanya di atas dada bidang suaminya, mereka hanya menutup tubuhnya dengan selimut.
"Frans ...., tadi Ersya sama pak Divta_!"
"Aku tahu ...., kita doakan saja yang terbaik untuk mereka! Setidaknya sekarang kamu bisa sedikit lebih tenang karena Tisya bersama orang baik!"
"Tapi Frans ...., masa lalu pak Div_?"
"Semua orang bisa melakukan kesalahan di masa lalunya, tapi bukan berarti dia tidak bisa berubah menjadi lebih baik kan!?"
"Iya kamu benar, pak Div juga terlihat begitu menyayangi Divia, Ersya juga ...!"
"Ya sudah kamu cepetan tidur karena besok kita akan melakukan perjalanan panjang!"
"Kemana?"
"Sudah ku bilang, ini rahasia, besok kita mampir dulu ke makan ayah ya!"
"Iya ....!"
"Baiklah tidurlah, aku akan menyiapkan keperluan kita untuk besok!"
"Memang kita akan berapa lama perginya?" tanya Felic sambil tangannya bermain-main di atas dada suaminya itu.
"Belum bisa di prediksi! Ayo cepetan tidur , jangan bermain-main dengan tanganmu itu, atau kau akan membangunkannya lagi!"
"Ihhhh dasar mesum ...!"
Setelah memastikan Felic benar-benar tidur, dokter Frans pun segera menyiapkan keperluan untuk besok.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1