Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Menemui Zea


__ADS_3

“Fe …!” tiba-tiba seseorang memanggilnya membuatnya kaget dengan cepat ia memasukkan map tipis itu ke dalam tasnya.


“Zea …!” Felic pun segera meninggalkan tempatnya dan menghampiri Zea.


”Ngapain Fe di situ?” tanya Zea setelah Felic menghampiri nya.


“Maaf …, tadi aku Cuma penasaran saja, pas aku masuk ternyata banyak buku! Boleh ya


kapan-kapan aku pinjem!”


“Itu memang koleksi ibu panti, almarhum. Beliau begitu suka membaca, jadi begitu


banyak koleksi bukunya!”


“Iya aku sudah melihat semuanya, luar biasa. Bagus-bagus semua bukunya!”


Mereka pun keluar dari ruang bawah tanah itu, “Kata anak-anak kamu mencari ku ya? Ada


apa?”


‘Tidak pa pa, hanya ingin bicara saja!”


“Kita duduk di sana ya …!” Zea menunjuk bangku yang selalu ia duduki dengan dokter


Frans kecil dan di sanalah ia duduk saat bertemu pertama kali.


Mereka duduk berdampingan, menatap ke depan, ke tempat anak-anak yang sedang bermain.


‘Zea …!”


“Iya?”


“Apa kau tahu siapa aku?” tanya Felic kemudian, itu yang selalu menjadi


pertanyaannya selama ini.


“Maksudnya?”


“Statusku?”


Zea tampak menghela nafasnya kasar dan begitu dalam, “Aku tahu! Kamu istri Frans!”


Felic mengerutkan keningnya, jika wanita di sampingnya itu mengetahui statusnya


sebagai istri Frans Aditya kenapa masih saja mendekati suaminya itu.


“Sejak kapan?”


‘Sejak siang itu, di taman bermain itu!”


***


Flaskback on


Siang itu saat akan makan siang, dokter Frans mencuci tangannya di sebuah kran dan


duduk sebentar di bangku taman sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa


kaku.


“Frans…!” tiba-tiba Zea datang dengan membawa dua batang es krim.


“Zea…!”


“Mau es krim, lihat aku bawa es krim yang sama persis seperti yang kita makan waktu


kecil, es dog dog, ingat kan?” tanya zea sambil menyerahkan sebatang es krim


kepada dokter frans.


“Iya ingat …, kamu dapat dari mana? Ini kesukaan ku dulu …!” dokter Frans segera


melahap es nya.


‘kebetulan tadi ada penjual es dug dug yang lagi lewat di pinggir jalan sana!”


“Senengnya…., bisa ngerasain es dug dug lagi!”


Mereka saling bercanda mengingat masa lalu kembali. Kenanga indah masa lalu seperti

__ADS_1


kembali melintas. Hingga tanpa sengaja dokter Frans menyenggol tangan Zea hingga es zea mengenai pipinya.


Ha ha ha …..


Mereka tertawa bersama-sama menikmati kebersamaan mereka. Tapi tiba-tiba tangan dokter Frans terulur begitu saja untuk menghapus es krim yang menempel di bibir Zea


dengan jempolnya membuat Zea terpaku.


‘Maaf ….!” Dokter frans segera menarik kembali tangannya kembali saat ia sadar jika apa yang


di lakukan nya adalah salah.


“Tidak pa pa!” Zea pun kemudian mengelap sendiri es itu.


Mereka jadi terlihat canggung satu sama lain. Mereka saling diam dan menikmati es nya


masing-masing.


“Frans!”


‘Emmmm?”


“Siapa Felic?”


Dokter Frans segera menatap Zea, cepat atau lambat pasti pertanyaan itu akan muncul dan


dokter Frans harus siap untuk menjawabnya. Ia tidak mungkin untuk memiliki dua-duanya, ia harus bisa memilih salah satu dari mereka. Jika Felic bisa memilih pernikahannya dari pada cinta pertamanya maka dia juga harus bisa melakukan hal yang sama walaupun itu sangat berat.


“Felic adalah ISTRI ku!”


Setelah mendengarkan kata ISTRI, Zea benar-benar seperti mendapat pukulan begitu dalam.


Ia masih berharap dengan cinta pria itu dan bersedia menunggu sekian lama untuk


bisa bertemu dengannya lagi. Tapi ternyata apa yang dia harapkan tidak sesuai


dengan kenyataannya, pria yang ia cintai sudah beristri.


“Frans…!”


“Maaf Ze, tapi itu kenyataannya!”


"Aku kira kamu akan menungguku, mencari ku dan kita wujudkan impian kita membangun rumah kecil bersama!"


"Tapi cinta itu benar, Frans!"


"Maaf, lupakan cinta itu!"


“Tapi aku sangat mencintaimu, Frans. Dan aku juga tahu kamu masih mencintaiku!”


“Tapi aku punya tanggung jawab untuk membahagiakan istriku terlepas bagaimana


perasaanku!”


Zea tercengang mendengarkan ucapan dokter Frans, ia tidak tahu harus bagaimana lagi.


Ia sudah merasa kalah dengan perasaannya.


Dokter Frans pun berdiri dari duduknya,


“Aku harus mencari seseorang, sebelumnya


terimakasih es krimnya!” dokter Frans pun meninggalkan Zea yang masih terdiam


dan berlalu begitu saja.


Saat dokter Frans sudah menjauh, zea pun segera mengejarnya tapi langkah dokter


Frans terlalu lebar untuknya. Hingga ia menemukan dokter Frans sudah berduaan


dengan felic yang sedang bersuap-suapan begitu mesra. Membuat dada zea semakin


sesak saja.


“Maafkan aku karena belum bisa melepaskan mu Frans!” gumam Zea sambil menghapus air


matanya yang tanpa sengaja menetes begitu saja.


Flask back of

__ADS_1


***


Sekarang Felic tahu apa yang terjadi sebenarnya. Ia tahu suaminya masih mencintai wanita di depannya yang sedang bercerita itu. Felic pun berdiri dari duduknya dan


melemparkan sebuah batu ke sembarang arah, seakan ia ingin melepaskan perasaan


gundahnya seperti ia melepaskan batu itu.


"Lalu apa yang kalian bicarakan di mobil saat menjemput anak-anak? Kenapa kalian menjadi begitu dingin Setelah itu?"


"Biarkan itu menjadi rahasia kami berdua, Fe!"


“Ze …, bisakah kau melepaskan suamiku?” itu bukan sebuah pertanyaan tapi lebih ke


sebuah permohonan seorang istri pada wanita yang telah di cintai begitu dalam oleh suaminya.


“Maafkan aku …! Tapi aku tidak bisa!” suara Zea terlihat begitu menyesal. Felic segera menoleh ke arah Zea dan memastikan jika apa yang ia dengar adalah benar.


“Aku sangat menyesal Fe karena tidak bisa menuruti permintaan mu, cinta ini terlalu


dalam Fe, sangat sulit untuk melupakannya begitu saja!”


‘Kamu orang baik Ze …, jangan menjadi jahat karena sebuah cinta!”


“Aku janji tidak akan menuntut cinta suamimu, tapi tetap ijinkan aku mencintainya!"


"Itu akan menyakitkan untukku, kamu dan Frans!"


"Tidak pa pa, aku akan melepaskan cintaku jika Fans sendiri yang benar-benar melepas ku!”


Felic jadi tidak yakin dengan hal itu, suaminya sendiri yang mengatakan jika dia


masih mencintai Zea.


***


Felic pun berpamitan setelah selesai dnegan urusannya walaupun tidak sesuai dengan


yang ia harapkan. Ia tidak melewati pagar depan, ia memilih lewat belakang agar


Wilson tidak melihatnya. Ia masih ingin sendiri tanpa siapapun.


Ia memesan ojek on-line tanpa di ketahui oleh Wilson. Ia menuju ke tempat Ersya


yang kebetulan Ersya sedang libur.


“Ada apa tiba-tiba ke sini, Fe? Bosan berdiam diri di rumah besar bak istana itu?’


tanya Ersya sambil menyodorkan segelas air putih untuk Felic. Felic pun segera


meneguknya.


“Gue ada masalah Sya!”


“Masalah apa?”


“Cinta pertama Frans datang!”


Ersya yang merasa pembicaraannya akan serius segera menggeser tempat duduknya dan


mendekat pada Felic, ia ingin tahu seserius apa masalah yangs edang di hadapi sahabatnya itu.


spesial visual dr Frans yang lagi galau



spesial visual Felic



Dan yang jawabannya bener tentang Zea



Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰😘


__ADS_2