
Hari itu saat tuannya mengatakan jika akan membawa nyonya rumah pulang, bu Molly
begitu heboh menyiapkan semuanya, ia bahkan mengerahkan semua pasukannya untuk
membersihkan kamar tuannya itu.
“Ganti sepreinya dengan yang baru!” perintah pi molly pada asistennya.
“Warna apa nyonya?” tanya juniornya yang selalu siap di belakangnya, bi Molly mah tinggal suruh-suruh.
“Putih!" ucap bi Molly sambil mencoba memikirkan warna yang pas untuk pengantin baru, walaupun tidak baru-baru banget, tapi mereka baru datang ke rumah besar itu.
"Ya putih saja, pasang aroma terapi di kamar mandi!”
“baik nyonya!”
“Oh iya …, siapkan beberapa baju untuk nyonya muda!”
“Baik nyonya!”
Hari itu benar-benar hari yang sibuk untuk bi Molly dan orang-orang di rumah besar
itu. Bi Molly berlarian ke sana kemari agar penyambutannya nanti berkesan.
“Nyonya …, aku tidak tahu pakaian seperti apa yang di sukai nyonya muda!” keluh pelayan
yang lebih muda dari dirinya.
“Ahhh …, iya! Kenapa aku tidak kepikiran ya!”
“Bagaimana jika nyonya tanya saja sama pak dokter?”
“Apa iya ya!”
Akhirnya bi Molly pun memutuskan untuk menghubungi tuannya. Ia tidak mau sampai terjadi kesalahan dalam penyambutan nanti, ia bahkan belum tahu nyonya nya seperti apa,
mungkin dia seperti putri salju atau putri keratin dengan segala etitutnya.
“Hallo tuan!”
“hallo bi, ada apa?”
“Bagaimana nyonya muda?”
“Dia baik, juga makan banyak hanya saja dia sedikit galak hari ini, mirip seperti
singa!”
"Tuan harus sabar, jangan terbawa emosi ya tuan, memang kadang kalau wanita muda suka seperti itu!"
"Terimakasih bi atas nasehatnya!"
“Iya tuan, oh iya ....! Apa dia suka pakai gaun?”
“Dia pernah pakek gaun waktu itu saat kami pertama kali bertemu, cantik sih tapi
__ADS_1
akhir-akhir ini dia sepertinya suka pakek kaos oblong dan celana pendek di atas
lutut!”
Mendengar penuturan dari dokter Frans bi Molly tersenyum sendiri.
Ya iya lah tuan …, dia pasti ingin
terlihat seksi di depan anda …., tuan ini seperti anak muda saja yang baru jatuh
cinta, suka malu-malu …. Hihiihi ….
“Bi ada apa? Kenapa diam?”
“Tidak pa pa tuan, ya sudah kami menunggu kedatangannya nanti!”
“Siap bi …!”
Bi Molly pun menutup telponnya, ia tersenyum sendiri sambil membekap ponselnya di
depan dada, ia mengingat ucapan tuannya. Ia jadi ingat masa muda.
“Nyonya …, nyonya tidak pa pa? kenapa tersenyum sendiri seperti itu?” seseorang
membuyarkan lamunannya, ternyata juniornya sedang menunggu perintah darinya.
“Tidak pa pa, aku hanya membayangkan betapa romantisnya tuan muda!”
“pak dokter mana romantis!”
“maaf nyonya!”
“Sekarang siapkan beberapa baju seksi, apa namanya lingue atau apalah, lalu dress dengan
warna yang berbeda, trus kaos oblong dengan celana di atas lutut!”
“Apa nyonya kita suka pakai kaos oblong?”
“Mungkin saja, biasanya wanita akan terlihat seksi jika pakek kaos kegedean!”
Setelah menyiapkan kamar dan di rasa sudah sangat rapi, bi Molly pun beralih ke dapur,
ia mengintruksi pada juru masak untuk makan makanan kesukaan tuannya dan
tambahan beberapa makanan eropa.
“Permisi nyonya!” seseorang menghentikan aktifitas bi Molly mencicipi semua masakan, bi
Molly meletakkan sendoknya dan menoleh pada sumber suara.
“Ada apa tuan Joy ke sini?” seorang pria seumuran dengan bi Molly dengan perawakan
tinggi besar sedang berdiri di hadapan bi Molly saat ini. Tuan Joy adalah
adalah kepala keamanan di rumah itu dan juga yang mengatur pengawasan dan
__ADS_1
keamanan atas anggota keluarga.
“Tuan Frans mengatakan jika satu jam lagi mereka akan sampai!”
“Baiklah tuan Joy, kita segera menyiapkan semuanya!”
Bi Molly segera mengintruksikan kepada semua pekerja untuk segera menyiapkan diri
melakukan penyambutan.
Setelah semuanya siap tepat sepuluh menit sebelum mobil yang menjemput dokter Frans dan nyonya rumah itu sampai di depan gerbang, semua yang bekerja di rumah itu sudah berdiri berjejer di depan pintu masuk kecuali pihak keamanan yang betugas
membukakan gerbang.
Dua orang sudah bersiap untuk membuka pintu besar itu setelah mendapat instruksi
dari luar. Saat pintu terbuka bi Molly segera memberi aba-aba pada semuanya
untuk menundukkan kepala memberi hormat.
“Selamat datang nyonya!”
“Selamat datang tuan!”
Ya ampun …., nyonya muda cantik
sekali …, pinter banget tuan cari istrinya …..
Bi molly benar-benar mengagumi kecantikan Felic, tapi kemudian ia melihat
penampilan Felic, hanya memakai kaos oblong dengan rambut di ikat sekenanya dan
juga celana jeans panjang yang bagian atas lututnya bolong.
“Mungkin yang di pakai nyonya muda stiyle terbaru kalangan atas!” gumam bi Molly. Bi Molly dan tuan Joy mengikuti langkah mereka bersama dua senior yang akan membantu
mereka.
“Tuan ..., nyonya …, makan malamnya sudah siap!”
“Benarkah …, gimana Fe? Mau makan dulu apa enggak?”
“Makan?” dokter Frans pun mengangguk, “Jadi laper, mau dong!”
(Ini sebenarnya bagian yang terlewat saat acara penyambutan itu ya, jadi jangan bingung,
OK ….)
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰😘