Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Konsultasi khusus


__ADS_3

Pagi ini dokter Frans dan Felic sudah siap-siap untuk berangkat ke rumah sakit, bi Molly sudah menyiapkan semua keperluan Felic.


"Di dalam sini sudah ada beberapa potongan buah, susu dan beberapa camilan sehat nyonya!" ucap bi Molly sambil meletakan sebuah tas besar di depan Felic.


"Bi ...., saya cuma ke rumah sakit, kenapa banyak begini bekalnya?" keluh Felic dan dokter Frans hanya tersenyum sambil memakan makanannya.


"Iya nyonya, tapi nanti kalau di sana belum tentu nyonya dapat makanan sehat!"


"Tapi di rumah sakit kan tempatnya makanan sehat, makanan cap hambar, nggak ada rasanya!" ucap Felic membayangkan cita rasa masakan rumah sakit.


"Nggak gitu juga Fe, ada tuh yang rasanya enak!" ucap dokter Frans membela diri.


"Memang kamu sudah pernah makan di sana?" tanya Felic tidak mau kalah.


"Ya enggak lah, aku kan belum pernah sakit!"


"Makanya nyoba sakit!" ucap Felic.


"Sakit kok nyoba-nyoba ....!"


Bi Molly hanya terus tersenyum mendengarkan perdebatan dua orang itu.


Felic begitu keberatan untuk membawa tas bekal besar itu, ia seperti mau berangkat kemping saja.


"Sudah jangan mengeluh, di bawa aja ngapa sih ....!" ucap dokter Frans yang melihat istrinya terus saja mengeluh.


"Bi Molly benar-benar keterlaluan, kayak nggak ada makanan aja di luar!" ucap Felic, Dokter Frans hanya mengusap kepalanya gemas.


"Hari ini Wilson nggak datang?" tanya Felic saat melihat yang menunggu mereka di samping mobil bukan Wilson tapi orang lain.


"Wilson punya tugas lain!" ucap dokter Frans membuat Felic mengerutkan keningnya heran, tidak biasanya suaminya itu seantusias ini.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya dokter Frans saat Felic terus menatapnya dengan tatapan heran.


"Apa ada yang tidak aku tahu?" tanya Felic.


"Apa?" dokter Frans malah balik bertanya dengan pura-pura tidak mengerti.


"Ya mana aku tahu! Kan aku bertanya, kenapa malah tanya balik, aneh ....!" ucap Felic dan memilih untuk masuk ke dalam mobil lebih dulu ke dalam mobil, dokter Frans pun segera mengikutinya dan duduk di samping Felic.


Sopir itu segera menutup kembali pintu mobilnya dan segera berlari mengitari mobil dan masuk dari pintu depan,


Pria paruh baya itu sudah bekerja di rumah dokter Frans selama sepuluh tahun lebih, dia awalnya juga rekomendasi dari nyonya Ratih, sebagian besar pekerja di rumah dokter Frans adalah utusan dari rumah besar nyonya Ratih.


Mobil mulai melaju meninggalkan rumah itu, dokter Frans hari ini terlihat begitu sibuk dengan ponselnya, tidak biasanya dia akan mengabaikan Felic yang berada di dekatnya.


Dokter Frans terus tersenyum dengan ponselnya itu.


Memang apa sih yang menarik di ponselnya ....., batin Felic kesal.


"Ada apa Frans?" tanya Felic membuat suaminya itu mengalihkan tatapannya pada layar ponselnya yang terus menyala.


"Hemmmm?" tanya dokter Frans. Ia pun kembali beralih ke ponselnya dan tersenyum mengabaikan pertanyaan istrinya.


"Ada apa?" tanya Felic lagi.

__ADS_1


"Apanya?" dokter Frans kembali bertanya.


"Ada apa yang menarik dengan ponselnya?" tanya Felic sambil menatap tajam pada ponselnya.


"Tidak ...., hanya ada beberapa yang menarik di dalam sini!" ucap dokter Frans sambil tersenyum.


Sebegitu menariknya hingga lupa sama istrinya ...., menyebalkan ...., batin Felic begitu kesal melihat senyum tidak bersalah suaminya itu.


"Jahat sekali ...., apa sebegitu menariknya hingga melupakan istrinya yang sudah tidak menarik ini!" ucap Felic dengan air mata yang mengembeng di pelupuk mata.


Dokter Frans malah tersenyum dan memeluk istrinya itu, "Kenapa menangis?"


"Kamu pasti liat cewek cantik kan di ponsel kamu?" tanya Felic sambil mengusap air matanya.


"Iya ...., dia sangat cantik!" ucap dokter Frans membuat Felic semakin tersedu.


"Jangan menangis dong, masak ada yang cemburu sih sama dirinya sendiri!" ucap dokter Frans membuat Felic terdiam dan menatap suaminya.


"Mau lihat yang aku lihat?" tanya dokter Frans dan Felic pun mengangguk. Dokter Frans mengulurkan ponselnya pada Felic.


Felic segera mengambil ponsel itu dan melihat apa yang di lihat oleh suaminya.


Felic tiba-tiba tersenyum setelah melihatnya.


"Bagaimana? Masih cemburu?" tanya dokter Frans dan Felic menggelengkan kepalanya kemudian memeluk suaminya.


"Kamu mesumnya kumat ya Frans, masak aku di fotoin pas kayak gini!" ucap Felic saat melihat foto dirinya yang tertidur pulas dengan hanya mengenakan baju tidur tipisnya dengan perut besar yang menonjol.


"Itu seksi sayang ...., kamu tahu saat seperti ini paling aku rindukan dari dulu!" ucap dokter Frans sambil mengusap pipi istrinya itu.


"Hanya tubuh seksi istriku ini yang akan aku lihat nanti, nanti kalau udah melahirkan nggak usah pakek-pakek alat pencegah kehamilan ya!" ucap dokter Frans.


"Kenapa emangnya?"


"Nanti aku mau punya anak yang banyak biar jadi tim kesebelasan!"


"Yakin bakalan sanggup?"


"Ya sanggup lah ...., kamu lupa kalau suami kamu ini sultan!?" ucap dokter Frans menyombongkan diri.


"Bukan itu yang aku maksud tapi yang lainnya!"


"Apa?" tanya dokter Frans penasaran. Tapi sebelum Felic sempat menjawabnya mobil sudah lebih dulu berhenti tepat di depan gedung rumah sakit FrAd Medika.


"Sudah sampai ....!" ucap Felic.


"Baiklah kita turun, biar aku yang turun duluan, tunggu aku!" ucap dokter Frans, ia segera turun saat sopir membukakan pintu untuknya. Dokter Frans segera berlari ke pintu lain dan membukakan pintu untuk Felic, ia segera mengulurkan tangannya agar Felic jadikan pegangan.


"Hati-hati ....!" ucap dokter Frans saat melihat istrinya begitu kesusahan menuruni mobil, dengan perutnya yang besar membuat jarak lihat Felic terhalang oleh perutnya.


Setelah Felic berhasil turun, dokter Frans segera mengambil tas besar yang sudah di siapkan oleh bi Molly tadi.


"Pak ..., ini tolong bawakan ke ruangan saya!" ucap dokter Frans pada sopirnya.


"Baik tuan!"

__ADS_1


Dokter Frans kembali fokus pada Felic, ia menuntun Felic memasuki rumah sakit.


Brrrttttt brrrttttt brrrrtttttt


Tiba-tiba ponselnya berdering,


"Tunggu sebentar, ada telpon, kamu duduk di sini dulu ya, biar aku angkat dulu telponnya!" ucap dokter Frans sambil meminta Felic untuk duduk di bangku di depan ruang tunggu.


Setelah memastikan Felic nyaman duduknya, dokter Frans segera merogoh ponselnya yang ada di dalam saku jasnya.


"Rendi ...., kenapa menelpon bukankah ini hari pernikahan sahabatnya Nadin?" gumam dokter Frans.


Ia pun segera mengangkat telponnya.


"Hallo Rend, ada apa?" tanya dokter Frans.


"Nggak cuma mau nanya, hari ini Nadin akan sangat sibuk, kira-kira bahaya tidak untuk kandungannya?" tanya Rendi yang tidak kalah khawatirnya dengan kandungan Nadin yang tinggal menunggu hari, kalau berdasarkan prediksi dari dokter tiga hari lagi akan melahirkan.


Dokter Frans tersenyum, "Aman ...., dia nggak akan melahirkan hari ini asal ada syaratnya!"


"Apa?"


"Jangan menyuruh nya mengangkat galon air!" ucap dokter Frans sambil tersenyum.


"Ittttsssss ...., aku bicara serius kamu malah bercanda!" gerutu Rendi.


"Habisnya ...., cuma pergi ke kondangan aja pakek konsultasi dokter, sekalian nanti pas malam-malam sebelum menengok anak kamu konsultasi dulu sama gue, gue bakal langsung kasih tutorialnya!"


"Aughhhh .....!" pekik dokter Frans tiba-tiba saat pinggangnya di cubit oleh Felic.


"Sakit Fe .....!" keluhnya sambil mengusap pinggangnya.


"Rasain tuh, makanya kalau di ajak ngomong tuh ngomong yang bener!" ucap Rendi di seberang sana saat mendengarkan keluh dokter Frans.


"Seneng banget kalau sahabatnya yang paling bijak ini di siksa! Oh iya Rend, Elan gimana? Ikut?"


"Kalau nggak ikut, emang mau ikut siapa? Ya jelas lah ikut bapaknya!"


"Ya sudah titip salam sama pengantinnya, jangan lupa nanti kalau nggak tahu caranya malam pertama bisa konsultasi sama dokter Frans yang paling tampan ini!"


Tut tut tut ....


"Yahhhhh ...., malah di matikan, aku belum selesai ngomongnya udah di matiin aja, dasar es batu!" gerutu dokter Frans yang melihat layar ponselnya yang sudah tidak tersambung lagi dengan Rendi.


"Makanya jangan ngomong sembarangan, udah tahu pak Rendi orangnya kayak gitu, masih aja di ajak becanda!" omel Felic sambil berdiri.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Happy weekend, jangan lupa hari senin simpan vote nya buat author ya, biar semangat upnya trus bisa double terus, triple malahan .....😁😁😁😁


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading and happy weekend 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2