Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Hanya salah faham


__ADS_3

“Sudah-sudah, perutku jadi sakit kebanyakan tertawa!” ucap dokter Frans sambil memegangi


perutnya, sedangkan Felic hanya menampakkan ekspresi bingungnya, ia sampai lupa jika beberapa saat lalu menangis tersedu-sedu karena ulah mereka.


Dokter Frans segera menakup wajah Felic, membuat Felic menatap sempurna pada dokter


Frans, dokter Frans tersenyum.


“ceritanya ada yang cemburu ya?” tanya dokter Frans, membuat dua orang yang berdiri di


belakang mereka saling tersenyum.


“Tidak …, aku, maksudnya gue_!” ucapan Felic segera di hentikan oleh jari telunjuk


dokter Frans.


“Husttttt …, aku lebih suka aku dan kamu, bukan lo goe!”


Felic segera menampik tangan dokter Frans, ia memilih menghindar dari dokter Frans.


“Gue kecewa sama lo!”


“Kecewa kenapa? Memang ada sesuatu padaku yang bisa buatmu kecewa? Katakan dan aku akan memperbaikinya!”


“Kenapa lo nikahi gue jika lo sudah punya istri?”


“Istri? Maksudnya dia?” dokter Frans menunjuk pada Nadin yang sedang di gandeng


tangannya oleh Rendi.


“Iya!”


“Lihat mereka baik-baik, mereka yang pasangan suami istri, bukan aku!”


Dia pria dingin tadi …., kenapa aku bisa


berpikir jika ….., ah …., malunya aku …..


Felic serasa ingin menenggelamkan tubuhnya ke dasar lubang terdalam agar ia tidak bisa


melihat mereka, malu …


“kenalkan…, mereka adalah Rendi dan Nadin, masih ingat dengan Rendi kan? Teman yang


menghadiri pernikahan kita, dia teman, saudara, kakak dan sahabat untukmu!”


Astaga ....., aku benar-benar salah sangka ...., bagaimana ini ....., aku malu ....


"Sudah percaya kan sekarang, aku masih lajang, tersegel sempurna!" ucap Dokter Frans meyakinkan Felic.


"Iya kak ...., ini suamiku, bukan dokter Frans, dokter Frans itu partner terbaikku!" Nadin ikut menjelaskan sambil memeluk erat suaminya.


“Maafkan aku!” felic tidak bisa meminta Tuhan untuk menenggelamkan tubuhnya ke dasar


bumi saat ini juga tapi dia bisa menenggelamkan wajahnya ke dalam dada bidang itu, Felic berhambur memeluk dokter Frans dan menenggelamkan wajahnya ke dada


dokter Frans, ia sudah sangat malu menghadapi mereka.


“Baiklah …, mungkin lain waktu kami akan mengunjungi kalian lagi. Kalau sekarang waktunya kurang tepat. Kami pergi!” Rendi dan Nadin memilih meninggalkan mereka berdua.


Felic tak mau menampakkan wajahnya, ia terus menyusupkan wajahnya ke dada bidang


dokter Frans.


“Kau tahu …, kakiku kesemutan!” keluh dokter Frans.


‘Biar seperti ini saja, gue malu!”


“mereka sudah pergi, nggak biasanya malu sama aku!?”


Benar juga …., kenapa aku malu sama Frans ….,tapi kali ini bahkan untuk menatap wajah Frans aja aku nggak sanggup ....


"Ayolah jangan malu, bisa-bisa kakiku nanti di amputasi kalau terus begini, mau aku nggak punya kaki!"


"Heh .....!"


Jangan dong ......


Felic perlahan melepaskan pelukannya, ia menjauhkan tubuhnya pada dokter Frans, tapi


saat belum benar-benar jauh dokter Frans lebih dulu menarik tubuh Felic hingga kembali mendekat, wajah mereka begitu dekat, mata mereka saling bertemu.

__ADS_1


“Frans lo mau ngapa_!” belum sempat felic menyelesaikan pertanyaannya, bibirnya sudah


lebih dulu di tutup dengan bibir dokter Frans, Felic terpaku menatap mata itu,


jantungnya berdegup hebat, ia hanya bisa mencengkeram kemeja dokter Frans.


Dokter Frans menyesap bibir Felic dengan begitu lembut, mendorong tubuh Felic hingga


membuatnya tertidur di sofa, tubuh Felic tepat dia bawah tubuhnya. Tanpa


melepaskan ciumannya.


Kali ini dokter Frans tidak hanya bermain di bibir, ia mengalihkan bibirnya ke leher


jenjang Felic, membuat tanda di sana, tangannya juga tak lagi diam, tangannya


mulai menelusup ke balik kemeja rumah sakit milik Felic, mengusap perut rata


Felic, memberikan sensasi yang luar biasa pada Felic.


Felic hanya bisa mencengkeram erat kemeja dokter Frans, ia tidak bisa menolak semua


perlakuan dokter Frans.


Sesekali mulutnya mengeluarkan desahan yang membuatnya bertambah malu, ia juga menikmatinya, ia seperti menginginkan hal itu.


Tok tok tok


Hingga suara ketukan pintu menghentikan aktifitas mereka.


Shittt ....., siapa yang datang si waktu nggak tepat sih ....., keluh dokter Frans dalam hati.


Felic tersenyum menatap lucu wajah dokter Frans.


"Senyummu itu jelek!" ucap dokter Frans kesal.


Dokter Frans segera turun dari atas tubuh felic dan merapikan kembali pakaiannya.


"Rapikan pakaianmu!" ucap dokter Frans yang melihat belahan dada Felic terlihat karena kancingnya yang sudah tidak terkait lagi.


Felic pun segera menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Jangan lihat!"


Setelah memastikan semua kembali rapi dokter Frans pun meminta orang yang ada di balik


pintu untuk masuk,


“Masuk!”


Seorang suster masuk,


“Maaf dokter, orang tua nona Felic datang berkunjung!”


Ayah …, ibu …., bagaimana ini, aku masih


berantakan …


“Biarkan mereka masuk!”


“Baik dok!”


Dokter Frans kembali menoleh pada Felic, Felic masih tertunduk karena malu, ia belum bisa menatap wajah dokter Frans karena terlalu malu.


“Persiapkan dirimu!”


Tidak berapa lama, ayah Dul dan ibu masuk ke ruangan felic, dokter Frans tersenyum


menyambut mereka.


“bagaimana kalian datang?” tanya dokter Frans sambil mencium tangan kedua orang tua Felic.


“kami naik taksi tadi, bagaimana keadaan Felic, apa sudah boleh pulang? Ibu bawakan makan siang untuk kalian walaupun sebenarnya sudah terlambat, sudah hampir sore!”


“Tidak pa pa bu, kami juga belum makan, nanti sore juga sudah boleh pulang, bu!”


“Syukurlah …!”


“Fe …, kamu kenapa dari tadi diam saja?” tanya ayah Dul yang melihat anaknya diam


tidak seperti biasanya. Mereka pun segera menghampiri Felic.

__ADS_1


“Fe …, kamu tidak pa pa kan? Kenapa rambutmu basah seperti ini?”


“Tidak pa pa bu, tadi barus aja keramas!”


Kemudian perhatian ayah dan ibu felic tertuju pada leher Felic, dokter Frans yang


menyadari arah tatapan mereka segera mendekat pada felic dan mengalungkan


handuk di leher Felic agar tanda itu tertutupi.


“Frans …, ada apa sih?” Felic protes. Tapi sepertinya sudah terlambat ayah dan ibu


felic sudah melihatnya tadi. Mereka tersenyum senang.


“jadi ini alasannya berlama-lama di rumah sakit, biar bisa kapan aja nggak perlu


pulang!” ledek ayah Dul.


“Apa sih maksud ayah?”


“Nggak usah malu, ayah sama ibu ini juga pernah muda, pernah mengalami fase yang sama seperti kalian!”


“Nggak jelas banget ayah ini, ya udah Felic ganti baju dulu ya, baju Fe basah!”


Felic memilih menghindar dari pada menanggapi ledekan ayahnya, ia juga butuh


menormalkan detak jantungnya yang masih belum beraturan. Ia segera menuju ke


ruang ganti, melepas baju basahnya dan mengambil baju ganti di sana. Sebelum


memakainya kembali ia menyempatkan diri untuk melihat pantulan tubuhnya di


cermin.


“Astaga ….!” Felic berteriak kaget membuat orang-orang di luar ruangannya ikut


terkejut, “jadi mereka mengira kami baru saja melakukan hal itu …, dengan


rambut basahku dan tanda ini …., astaga …, astaga ….!”


Tok tok tok


“Fe …, kamu tidak pa pa?” itu suara dokter Frans. Felic segera menutup mulutnya, ia


tidka sadar jika teriakannya terlalu keras.


“Tidak aku tidak pa pa!”


“Baiklah …, cepatlah keluar kita makan siang bersama dengan ayah dan ibu!”


“Iya!”


Felic kembali mengamati tubuhnya di cermin, ia melihat ada banyak tanda di lehernya.


“Ayah dan ibu melihatnya …., mau di taruh mana mukaku, ah ...., aku bisa jadi bahan pembicaraan mereka hari ini!” Felic menjatuhkan tubuhnya di keranjang baju kotor.


“Kenapa hari ini aku sial sekali …..!”


Setelah cukup lama meratapi nasibnya sendiri, Felic pun segera memakai kembali bajunya, ia tidak punya apapun untuk menutupi


lehernya. Ia hanya bisa pasrah, ia keluar dari ruang ganti itu, ternyata dokter


Frans tetap berdiri menunggunya di depan pintu.


“pakai ini!” dokter Frans menutup tubuh Felic dengan jas yang ia pakai tadi. Jas itu


cukup ampuh untuk menutupi lehernya.


“terimakasih!”


ucap felic dan segera berlalu meninggalkan dokter Frans, ia masih belum mampu


menghadapi dokter Frans, rasanya sangat aneh.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘❤️❤️


__ADS_2