
Mereka pun kembali ke rumah berboncengan dengan sepeda milik Felic, dokter Frans
sengaja ingin berlama-lama, ia ingin menghabiskan waktu lama sebagai orang biasa di tempat itu dan ia yakin setelah ini semuanya tidak akan sama lagi.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu?" tanya dokter Frans.
"Setuju ....!" mereka pun akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan dulu sebelum kembali ke rumah, mereka terlebih dulu berkeliling
menikmati pemandangan sore itu.
“Pegangan dong!” perintah dokter Frans sambil menarik tangan Felic melingkar di
pinggangnya.
"Mau lebih cepat lagi!?" ucap dokter Frans lagi, ia mempercepat laju sepedanya, sesekali Felic merentangkan tangannya menikmati kebebasannya.
Sungguh pemandangan yang begitu indah, mereka tampak seperti pasangan pada umumnya. Sesekali mereka tertawa saat beberapa candaan meluncur dari bibir mereka.
“Mau makan apa?" tanya dokter Frans saat mereka melewati sebuah taman dengan banyak pedagang kaki lima di kanan kiri jalan.
"Apa ya? Jadi bingung nih mau makan apa, banyak sekali makanan di sini, uangmu juga banyak!"
"Gimana kalau kita makan cilot pak man?” tanya dokter Frans sambil menunjuk penjual cilot keliling dengan tulisan cilot pak Man di gerobaknya!"
“Memang nggak pa pa lo makan di pinggir jalan?”
“Emangnya sebelumnya gue pernah ngajak lo makan di restoran mewah apa?”
“Enggak sih! Emang lo kayaknya kaya tapi pelit, tipe-tipe kayak gitu tuh yang mesti di porotin uangnya!”
"Gue nggak ngaruh kalau lo yang porotin gue, paling cuma minta bakso satu gerobak!"
"Ih sombong!"
Dokter Frans pun menghentikan sepedanya di pinggir jalan tepat di depan gerobak cilot
pak Man.
Mereka pun akhirnya menghampiri penjual cilot, banyak sekali antriannya.
__ADS_1
“Neng Felic dari mana?” tanya pak Man cilok sambil melayani pelanggannya yang lain, ternyata mengenali Felic. Siapa juga yang tidak kenal dengan Felic si perawan tua yang selalu jadi topik hangat di masyarakat itu, bahkan pernikahannya masih menjadi perbincangan hangat.
“Eh ada mas dokter ganteng juga nih!” ketika melihat ada dokter Frans juga bersamanya.
“Iya pak Man …, ciloknya sepuluh ribuan dua ya di taruh di piring saja!” ucap dokter
Frans kemudian.
“Siap mas dokter ganteng! Tapi agak lama ya!”
"Iya pak!"
Kedatangan dokter Frans menjadi pusat perhatian para pelanggannya yang sedang menikmati cilot pak Man yang kebanyakan dari mereka adalah remaja.
“ayo kita ke sana!” dokter frans menunjuk sebuah bangku kecil di bawah pohon, Felic
pun mengangguk meraka segera mnuju ke bangku itu di sana sudah ada banyak yang
menikmati makan jajanan cilok sambil menikmati pemandangan sore.
Dokter Frans dan Felic ikut bergabung bersama mereka sambil menunggu cilotnya datang. Sesekali dokter Frans memandangi wajah Felic yang terlihat begitu kikuk.
“Soalnya wajah lo lucu banget kalau lagi bingung kayak gitu!”
“Nggak lucu ah …!”
Felic begitu kesal karena dokter Frans terus saja menggodanya, entah kenapa sekarang
menatap suaminya itu membuat jantungnya terus saja berdetak dengan cepat,
rasa-rasanya ia bisa mendengar sendiri detak jantungnya itu.
Tiba-tiba segerombolan remaja putri menghampiri mereka, terutama dokter Frans.
“sore kakak tampan …, bisa minta foto nggak?!” tanya para remaja yang kelihatannya masih
SMA itu.
“Boleh …, boleh …!” dokter Frans menanggapinya dengan senyuman. Berbeda sekali dengan Felic, jika terlihat mungkin sekarang sudah keluar tanduk dari atas kepalanya, hidungnya sudah mengeluarkan asap kemarahan. Apalagi dokter Frans terlihat
__ADS_1
begitu senang di ajak berfoto oleh gadis-gadis itu, mereka bergantian saling berfoto. Menggandeng dokter Frans kanan kiri, menganggap Felic tidak ada.
"Foto kan dong kak!" ucap gadis-gadis itu sambil mengacungkan ponselnya pada Felic, Felic berusaha keras menahan amarahnya, walaupun dengan setengah hati ia bersedia memfotokan.
“Ikut joget tik tok yuk kak!”
Ihhhh ...., nglunjak banget nih anak ....., gedek gue .....
“Ahhh …, maaf saya nggak bisa joget!”
Saya …? Manis banget ngomongnya ….
“ayolah kak sebentar saja!” ajak mereka sambil menarik tangan dokter Frans.
Kali ini Felic benar-benar tidak mampu lagi menahan amarahnya.
“Jangan ganggu suami gue ya …!” teriak Felic yang sudah berdiri dari duduknya sambil
berkacak pinggang dengan mata menatap tajam pada semua gadis itu.
“jadi kakak tampan ini suaminya kakak galak ya!”
“Iya galak sekali dia!”
"Iya kayak singa!"
"Ayo .... ayo pergi!"
Satu persatu gadis itu menjauh dari dokter Frans dan Felic, Felic kali ini benar-benar marah.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya di tunggu ya Kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading
__ADS_1