Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Siapa Gerry?


__ADS_3

Beberapa kali dokter Frans mengajak bicara tapi tetap saja tidak ada jawaban.


Dokter Frans pun memastikan. telpon itu karena tetap tidak ada jawaban.


Tapi saat akan meninggalkan mobilnya, ia menengok ke sebelah.


Mobil Wilson ....


Iya, mobil itu masih terparkir di sana. Bukankah Wilson sudah pergi dari dua jam yang lalu, terus mobil itu. Lalu Wilson menggunakan mobil siapa.


Dokter Frans pun mendekati mobil itu, mengintip kedalam, memastikan kalau di dalam tidak ada orang.


"Benar tidak ada orang!"


Ia pun beralih pada ponsel yang masih berada di tangannya, ia kembali melakukan panggilan pada Wilson. Tidak ada jawaban.


"Pak dokter ngapain di sini?" tanya seseorang membuat dokter Frans beralih menatap pria yang menyapanya.


Pria berseragam scurity itu berdiri di belakangnya, sepertinya ia sedang jaga keliling.


"Apa kamu tadi melihat Wilson?" tanya dokter Frans membuat scurity itu mengerutkan keningnya. Memang scurity itu terlihat masih baru beberapa bulan ini bekerja di rumah sakit, mungkin itu yang membuat dia belum mengenal Wilson.


"Maksud nya pria dengan memakai jas hitam dan kemeja putih, dia bersama seorang wanita memakai gaun berwarna putih!"


Dokter Frans berusaha untuk menjelaskan agar scurity itu faham dengan apa yang di tanyakan.


"Ohhhh jangan-jangan yang tadi ya dokter!"


Scurity itu tampak berpikir, ia seperti mencoba mengingat kejadian janggal tadi.


"Dua jam yang lalu, seorang wanita di culik oleh mobil hitam lalu pria itu mengejarnya dok!" ucap scurity. Karena mungkin masih belum berpengalaman jadi scurity itu tidak melakukan tindakan apapun padahal jika dia tahu, di dalam mobil rumah sakit itu ada gps yang bisa untuk melacak keberadaan mereka.


Syiiitttttt


Umpat dokter Frans sambil mengepalkan tangannya dan memukulkannya ke udara.


Dokter Frans pun segera menghubungi seseorang yang sangat bisa di andalkan dalam hal ini, dia punya pasukan keamanan khusus yang sudah terlatih.


Hanya sekali melakukan panggilan langsung terhubung.


"Hallo Rend!"


"Hallo, ada apa sih Frans ini masih pagi loh?" dari seberang sama terdengar suaranya masih sangat serak khas bangun tidur.


"Adik gue di culik, gue kirim lokasinya lo susul gue!"


Dokter Frans segera mematikan sambungan telponnya dan berlari masuk ke dalam mobilnya. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan mobil itu mulai berjalan, memecah hening nya malam, hanya beberapa mobil yang lewat itu pun kebanyakan membawa sayur yang akan di bawa ke pasar.


Dokter Frans melacak keberadaan gps yang ada di dalam mobil rumah sakit dan juga yang ada di ponsel Wilson, ternyata berada di tempat yang sama. Ia mengirimkan lokasi itu pada sahabatnya, berharap sahabatnya itu dengan cepat menemukan tempat itu.


Ting


Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, itu dari Rendi.


*Gue udah tahu tempatnya


^^^dimana?^^^


lo di mana?

__ADS_1


^^^gue deket rumah sakit^^^


gue susul lo ...


^^^ok*^^^


Dokter Frans mengirimkan lokasi nya saat ini pada Rendi. Dan tidak berapa lama mobil Rendi bersama beberapa orang anak buahnya sudah menghadangnya.


"Masuk ke mobil gua aja!" ucap Rendi tanpa turun dari mobil, dokter Frans pun meninggalkan mobilnya dan seseorang sudah mengambil alih mengemudikan.


"Sudah tahu lokasinya?" tanya dokter Frans saat ia sudah duduk di samping Rendi.


"Sudah, di gudang tua yang ada di daerah perbatasan kota! Tapi yang jadi pertanyaan gue, sejak kapan lo punya adek?"


Hehhhhh


Dokter Frans menghela nafas, benar-benar pengen menggetok kepala sahabatnya itu, di suasana yang genting kayak gini bisa-bisanya sahabatnya itu menanyakan hal itu.


"Mau tahu banget ya? Kalau mau tahu banget gue kasih tahu entar kalau misi penyelamatan ini berhasil!"


"Kalau nggak?"


"Ya harus berhasil lah ....!"


"Memaksa ...!"


"Kalau nggak berhasil, berarti pasukan pengamanan lo gagal total, nggak ada yang bakal pakek pasukan lo lagi setelah ini!"


"Lo kok jadi nyumpahin gue sih!"


"Ya abis lo ada-ada aja!"


...**"**...


Di dalam gudang


"Om Gerry apa yang om Gerry lakuin sama Tisya?"


"Cuma satu yang pengen om lakuin sama kamu!"


Tisya menoleh ke sampingnya, ia begitu terkejut saat Wilson juga berada di sana dalam keadaan terikat dan tidak sadarkan diri, wajahnya juga terlihat babak belur.


"Wilson ....! Wil ...., bangun Wil ...!"


Tisya berusaha keras untuk bisa lepas tapi sangat sulit


"Percuma Tisya!"


"Lepasin kami om, apa yang om inginkan dari Tisya, cepat katakan!"


Pria itu pun menepuk tangannya dua kali dan seseorang menyerahkan sebuah map kepada pria yang bernama Gerry itu.


"Tanda tangani ini dan aku akan melepaskan kalian!"


Pria bernama Gerry itu membuka map dan meletakkan di depan Tisya bersama bolpoinnya juga.


"Ayo tanda tangan!"


"Ini apaan sih om?"

__ADS_1


Hehhhh ....


Pria itu menghela nafas, ia berdiri dari duduknya. Mulai bercerita.


"Kamu tahu aku sudah mengabdikan hampir seluruh hidupku sama kakek tua itu, dulu aku berharap kakek tua itu akan menikahkan putri satu-satunya dengan ku, tapi ternyata mama kamu malah memilih pria miskin itu ....


Dan yang lebih menyakitkan, aku kira saat dia hamil dan di tinggal mati suaminya, dia akan menjadikan aku sebagai suaminya, dan itu pun ternyata salah ....


Kakek tua itu malam menikahkan Tania dengan pria lain, okey saat itu aku masih bisa terima ....


Dia selalu mengucapkan kata-kata manis dengan mengatakan kalau aku sudah di anggap sebagai putranya sendiri, putranya sendiri ...


Aku kira jika saya putranya, berarti saya akan mendapatkan hak yang sama tapi pria tua itu malah membuat surat wasiat dan akan menyerahkan semuanya pada cucunya ...


Dia sama sekali tidak memikirkan sepeserpun pada ku ....


Kamu tahu, itu rasanya sakit ....!"


Mendengarkan cerita om nya itu ia baru tahu jika dia adalah anak angkat kakeknya.


"Kalau soal itu, om bisa langsung menanyakan langsung sama kakek!"


"Tidak semudah itu Tisya, kamu ini benar-benar masih polos, saya akan meminta semuanya dengan kamu menandatangani surat wasiat itu dan mengalihkan semuanya pada om!"


"Kalau Tisya nggak mau bagaimana?"


"Ada hadiah buat kamu!"


Pria itu mengambil sebuah cambuk dan tiba-tiba melayangkan cambuk itu ke tubuh Tisya.


Srekkkkk .... srrkkkkk srrrkkkk ....


"Aughhhh ...., sakit om ....!"


"Sakit om hentikan ...!"


"Sakit ....!"


Bahkan air mata Tisya kini sudah mulai merembes karena menahan sakit.


Mendengar jeritan Tisya, Wilson dengan kepala beratnya mencoba membuka matanya. Ia melihat pria itu mencambuk tubuh Tisya hingga beberapa kali.


"Hentikan!" teriaknya dengan sisa kekuatannya.


Pria bernama Gerry itu menoleh kepada suami Tisya itu, ia tersenyum smirtt.


Bersambung


Maaf 🙏🙏🙏🙏🙏


ya kalau akhir-akhir ini up nya telat-telat, sebenarnya pengen banget bisa up tiap hari tapi apa daya, tubuh sedang nggak mau di ajak ngebut,


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2