Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku
Kejujuran Wilson


__ADS_3

Wilson pun segera berjalan cepat menuju ke ruang gym pribadi milik dokter Frans.


Dari pintu yang terbuka separoh itu, Wilson bisa melihat jika tuan dokternya yang tiba-tiba menjelma menjadi kakak iparnya itu sedang melakukan angkat beban dengan barbelnya.


Hehhhhhhh


Wilson menghela nafas, mencoba menghilangkan keraguan dalam dirinya bahwa apa yang di lakukan ini adalah benar.


Semua harus selesai dengan cepat. Bagaimana pun hasilnya nanti yang terpenting dia sudah mencobanya.


Wilson kembali berjalan, melewati pintu itu dan berdiri tepat di belakang dokter Frans.


"Selamat pagi tuan!" sapanya membuat pria yang di sapa itu menghentikan kegiatannya dan menoleh padanya.


"Wil ...., selamat pagi! Apa ada jadwal operasi hari ini?"


Ini masih sangat pagi, dan Wilson sudah nongol di tempat. Biasanya jika seperti itu, dia punya jadwal dadakan yang tidak bisa di undur.


"Bukan tuan!"


Mendengar jawaban dari Wilson, dokter Frans pun memilih meletakkan barbelnya di lantai dan mengambil handuk kecil yang tergantung di depannya, mengusap keringatnya yang banyak itu.


Wilson pun mengambil botol minum yang berada tidak jauh darinya dan menyodorkannya pada dokter Frans.


"Terimakasih!"


Dokter Frans menerimanya dan segera meneguknya. Ia pun memilih duduk di lantai sambil berselonjor.


"Duduklah!"


Wilson melakukan apa yang di perintahkan oleh dokter Frans, ia duduk tidak jauh dari dokter Frans, memberi jarak sekitar satu meter di samping dokter Frans.


"Ada apa?"


"Saya ingin membicarakan tentang Tisya!"


"Ada apa dengan Tisya?"


"Bukan Tisya tuan, tapi saya!"


"Maksudnya?"


"Saya bersalah pada tuan dokter, saya patut untuk di hukum!"


"Apa sih maksudnya, saya nggak ngerti!"


Wilson pun menggeser duduknya hingga tepat di depan dokter Frans, ia duduk sambil membungkukkan badannya persis seperti orang yang sudah siap untuk di penggal.


"Saya salah kerena telah mencintai Tisya, tuan! Saya memang pantas di hukum!"


Pukkkkk


Sebuah botol mendarat tepat di kepalanya, untung isinya sudah tinggal sedikit, jadi tidak terlalu sakit.


"Bodoh!"


"Iya tuan, saya memang bodoh!"


Wilson masih belum berani menegakkan punggungnya, tidka berani melihat kemarahan orang yang ada di depannya.


Pukkkkk


dokter Frans memukul kepala Wilson untuk kedua kalinya.


"Bodoh!"


"Iya tuan saya memang bodoh, saya pantas mati tuan karena telah mencintai nona Tisya!"


Untuk ketiga kalinya dokter Frans memukul kepala Wilson dengan botol yang ada di tangannya.


Tanpa mereka sadari di depan ruang gym itu, Felic dan bi Molly sedang menguping pembicaraan mereka.


"Waduh bi, gimana nih kalau Frans benar-benar bunuh Wilson?"


"Nggak lah nyonya, saya yakin tuan tidak begitu orang nya!"

__ADS_1


Mereka terus mengkhawatirkan nasib Wilson,


"Ini nih, Frans sih suka banget main api, kebakar sendiri kan!"


"Lebih baik kita mendengar kan mereka saja nyonya!"


Mereka kembali melanjutkan proses eksekusi Wilson.


"Tuan saya siap di pecat tuan, tapi saya mohon jangan pisahkan saya dengan nona Tisya!"


"Apa kamu yakin kalau Tisya mencintaimu?"


Mendengar pertanyaan dokter Frans, Wilson terdiam. Ia sudah dengan beraninya datang ke tempat itu dan mengatakan semuanya tapi ia lupa menanyakan perasaan Tisya.


"Ya tidak yakin tuan, tapi saya akan berusaha keras untuk membuatnya bahagia, saya janji!"


"Bodoh ...!"


"Iya tuan, saya memang bodoh sudah berani mencintai nona Tisya!"


"Bukan itu maksud saya!"


Wilson mendongakkan kepalanya lalu kembali menunduk, ia tidak seberani itu menatap orang di depannya itu.


"Memang tujuan saya itu!"


Kali ini Wilson benar-benar mendongakkan kepalanya walaupun punggungnya masih menunduk dengan dua tangan yang menyanggahnya.


"Maksud tuan?"


"Ya saya ingin kalian menikah dan saling jatuh cinta, habis itu tugasmu membuat Tisya menjadi baik, buat apa coba saya capek-capek beli rumah buat kalian!"


Wilson tercengang, setelah ia benar-benar mau mati tiba-tiba ia seperti di hempaskan ke langit begitu saja, sebuah restu ia kantongi.


"Jadi?"


"Jadi, ya lupakan perjanjian itu!"


"Yeeeeee!"


"Fe ...., bibi ...., apa yang kalian lakukan di situ?" tanya dokter Frans.


Felic dan bi Molly saling menatap, ia kelepasan karena terlalu senang.


"Enggak sayang, kami tadi hanya tidak sengaja dengar pembicaraan kalian, ya sudah kalian lanjutkan saja, kami masih ada acara, iya kan bi?"


"I-iya nyonya, saya harus membuatkan susu untuk nyonya!"


"Iya, ayo bi!"


Felic pun memilih mengajak bi Molly untuk meninggalkan mereka.


"Mereka ada-ada aja!" gumam dokter Frans sebelum fokus kembali dengan pria yang ada di depannya.


"Lalu rencana mu apa selanjutnya?"


"Saya akan mengatakan semuanya pada nona Tisya tuan!"


"Bagus, saya mendukungnya!"


"Terimakasih atas restu yang tuan berikan!"


Akhirnya Wilson bisa merasa lega sekarang, baginya restu dari dokter Frans adalah yang terpenting.


...**""**...


Sore ini Wilson sudah menyiapkan candle light dinner untuk nya dan Tisya, ia sudah memesan gaun untuk Tisya.


Ia juga sudah memesan tempat yang romantis untuk malam ini.


"Hallo Tis!"


"Ada apa Wil?"


"Gaun yang aku kirim sudah datang?"

__ADS_1


"Jadi isi paket itu gaun?"


"Memang belum kamu buka?"


"Aku kira itu buat kamu, jadi aku nggak membuka! Tadi pas aku pulang kerja udah di depan rumah soalnya!"


"Memang di situ nggak ada tulisannya buat siapa?"


"Ada sih!"


"Bisa baca nggak?"


"Ya bisa lah, masak segede gini nggak bisa baca!"


"Ya udah, baca yang keras sekarang!"


Tisya pun kembali mengambil kotak yang lumayan besar itu.


"To Tisya!"


"Sudah ingat kan dengan namanya sendiri?"


"Iya iya bawel!"


"Ya udah cepetan buka dan lihat isi nya, ntar lanjutan nya aku kabari lagi!"


"Kamu di mana sih Wil?"


Tut tut tut


"Hehhh kebiasaan, belum juga selesai udah di matiin aja!" gerutu Tisya saat sambungan telponnya mati,


Ia pun segera meletakkan ponselnya, ia begitu penasaran dengan isi kotak itu.


Dengan perlahan ia membuka isi kotak itu, sebuah gaun malam lengkap dengan pernak-pernik nya.


"Waaahhhhhh, bagus banget! Tumben banget Wilson loman, nggak pelit, kesambet setan shopping mana dia tadi, sering-sering aja gini .....!"


Bersambung


NB :


Assalamualaikum para pembaca setia keluarga besar finityGroup group.


Ada berita bagus nih .....


Mau tahu aja atau mau tahu banget?


Aku kasih tahu ya


Kisah sekuel MBMH sudah launching.


Seperti janji saya beberapa bulan lalu, saya akan menulis di sana sekalian, dengan judul yang sama, jangan khawatir di awal kisahnya aku kasih cover mereka


The Twins



langsung buka aja di my bos is my hero


Scroll ke bawah dan bisa langsung di baca di sana.


Kenapa nggak di buat cerita baru?


karena berdasarkan koment kalian kemarin pada banyak yang milih di lanjut di situ saja.


Sekian dan terimakasih


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2