
Semua terasa segar di pagi hari berbeda dengan dokter Frans, semenjak hamil istrinya mintanya aneh.
Sampai malam pun ia tidak bisa tidur cuma gara-gara pengen dengar suara suaminya. Tapi bukan untuk ketemu, sepanjang malam mereka ngobrol Via telpon.
"Aku ke sana aja ya, biar bisa sekalian aku elus-elus kamu nya!" ucap dokter Frans dari seberang sana.
"Nggak mau, nggak boleh pokoknya!" bukannya tidak ingin di temani suaminya, ia hanya takut kalau nggak bisa nahan. Apa lagi kehamilannya seakan membuat dia manja.
"Kamu nggak ngantuk? Ini sudah hampir pagi loh ....!" ucap dokter Frans, ia sebenarnya sudah sangat mengantuk tapi kalau bilang ngantuk takut istrinya ngambek.
"Ngantuk, tapi kamu ngomong aja terus ya sampai aku ketiduran!"
"Aku ngomong apa dong kalau kamu nya diem?"
"Terserah, cerita dongeng juga nggak pa pa!"
Sepanjang malam dokter Frans hanya sibuk kesana kemari sampai bingung harus ngomong apa lagi.
"Kamu sudah tidur? Fe ...., Fe .....!"
Setelah sekian lama akhirnya dokter Frans bisa tidur juga.
Dan pagi ini, Felic harus bangun terlambat. Ia tidak bisa melakukan apa-apa selain tiduran. Tapi enaknya kalau kayak gini ibunya tidak akan teriak-teriak setipa pagi cuma buat bangunin dia.
"Ahhhhh ....., aku bangun kesiangan! Tapi segar banget hari ini ....!" ucap Felic sambil merentangkan tangannya di atas tempat tidur.
Tok tok tok
"Fe ....!" itu suara ibunya.
"Iya bu, masuk aja! nggak Fe kunci pintunya!"
Tidak berapa lama ibunya masuk dengan membawa susu ibu hamil yang terlihat masih hangat.
"Makasih ya! Baik banget sih ibu!" puji Felic sambil menyeruput susu hangatnya.
"Ibu memang baik dari dulu!"
"Ayah sudah berangkat, bu?"
"Ya sudah dari pagi! Ayo cepetan mandi trus sarapan di bawah!"
Felic pun segera turun dari tempat tidur dan di bantu ibunya menuju ke kamar mandi dengan kursi rodanya.
"Aku masuk sendiri aja bu!" ucap Felic saat sampai di depan pintu kamar mandi.
"Yakin?"
"Yakin bu, beneran ....! Fe akan duduk mandinya di kamar mandi, tapi kayaknya keadaan Fe sudah sangat baik bu! Jadi nggak pa pa lah jalan-jalan sebentar!" ucap Felic penuh harap bisa di ijinkan untuk sekedar jalan-jalan.
"Nggak usah aneh-aneh ya ....!"
"Iya iya ....!" Felic segera berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi. Ibunya menunggu di depan kamar mandi dengan kursi rodanya.
__ADS_1
"Ibu mertua!" seseorang mengagetkan ibu Felic. Ia pun segera menoleh ke belakang, ia hafal suara siapa itu dan yang memanggilnya seperti itu cuma dia, soalnya suaminya Lisa juga tidak akan memangilnya seperti itu.
"Frans ...., kapan kamu datang?" tanya ibu mertuanya.
"Baru saja bu, biar aku saja bu yang jagain Felic!"
"Beneran nggak pa pa?"
"Nggak pa pa, ibu mertua! Memang sudah tugasnya Frans!"
"Baiklah ...., ibu tinggal dulu ya! Nanti kamu ajak sarapan Fe nya ya ...!"
Dokter Frans mengangguk dan ibu mertuanya segera meninggalkan kamar Felic.
Cekklek
Pintu kamar mandi terbuka, seorang wanita dengan handuk yang melilit tubuhnya di dada keluar dari sama. Ia begitu terkejut saat seseorang tiba-tiba saja berdiri di depannya.
"Aaahhhhhh .....!" teriak Felic,
Srekkkkk
Hampir saja ia terjerembak ke belakang tapi untungnya dengan sigap dokter Frans menangkap tubuh Felic.
"Hati-hati pacar ....! Hampir saja!" ucap dokter Frans saat tubuh Felic sudah berada dalam pelukannya.
"Kamu?" tanya Felic, ia segera mendorong tubuh suaminya itu agar menjauh dari tubuhnya yang hanya terlilit handuk saat ini.
Dokter Frans pun melepaskan tubuh Felic dan menariknya agar ke dalam kamar. Felic memperhatikan penampilan dokter Frans yang sudah begitu rapi.
Tapi seperti biasa, dokter Frans hanya tersenyum dan melambaikan tangannya, “Hai pacar …!”
Felic mengerutkan keningnya, "Apa? Kenapa ke sini?"
"Mau ngajak kencan cewek aku dong!” ucapan dokter Frans dengan santainya. Ia meminta Felic untuk duduk kembali di kursi rodanya dan mendorong nya.
“Duduk di sini biar aku ambilkan baju untukmu, oke ...!”
Felic hanya diam sambil memperhatikan apapun yang di lakukan suaminya itu.
"Pakek ini ya!?" ucap dokter Frans sambil menunjukkan sebuah dress dengan pita kecil di pinggangnya berwarna navy polos tanpa lengan.
"Nggak mau Frans ....! Aku mau pakek jeans aja!"
"Mulai sekarang nggak boleh pakek celana jeans lagi sampai kamu melahirkan!"
"Aku bisa pakek sendiri!" ucap Felic saat dokter Frans mulai memakaikan baju untuk Felic.
"Nggak usah protes ya!"
"Tapi pacar nggak ada yang pakek in baju ke pacarnya!"
"Untuk saat ini lupakan kata pacar dalam lima menit!" ucap dokter Frans dan segera memakai kan baju untuk Felic tanpa protes.
__ADS_1
***
Mereka pun akhirnya berada di sebuah pusat perbelanjaan. Dengan berbagai persyaratan yang dokter Frans berikan pada istrinya itu, ia membawa istrinya jalan-jalan.
“mau es krim?” tanya dokter Frans saat melihat kedai es krim di sana.
“kalau mau ngasih nggak usah tanya!” ucap Felic kesal karena sedari tadi tidak di perbolehkan meninggalkan kursi rodanya. Ia begitu malu karena terus jadi pusat perhatian karena suaminya yang begitu tampan tapi mendorong kursi roda.
"Baiklah, aku belikan buat pacarku tercantik!” ucap dokter Frans tanpa mempedulikan rasa kesal Felic. Ia meninggalkan Felic menuju ke kedai es krim.
Felic benar-benar bersyukur karena memiliki suami yang begitu tampan, tapi ia rasanya pengen nyolok mata cewek-cewek yang sedari tadi mencuri pandang pada suaminya itu.
"Andai gue bisa bergerak bebas seperti biasanya, gue labrak bener tuh cewek ....!" gerutu Felic sedari tadi.
"Gue simpen beneran suami gue ....!" ucap Felic kesal hampir saja ia berdiri dari duduknya tapi suaminya itu sudah lebih dulu kembali dengan membawa dua contong es krim.
"Mau ke mana?" tanya dokter Frans yang melihat Felic sudah berdiri.
"Lama banget ...., aku sudah nggak sabar makan es krim!" ucap Felic sambil mengambil satu contong dan saat meraih contong ke dua, suaminya itu segera menjauhkan dari tangannya.
"Kenapa?"
“Boleh makan es krim tapi nggak boleh banyak-banyak, ok!”
“Siap dokter!” ucap Felic dan kembali duduk di kursinya.
Dokter Frans pun ikut duduk di samping Felic. Mereka menikmati es krim bersama-sama sambil sesekali melontarkan candaan.
“habis ini, kamu boleh belanja sesukamu, tapi syaratnya nggak boleh turun dari kursi roda!” ucap dokter Frans saat mendorong kursi roda Felic menuju ke toko yang menjual berbagai macam pernak pernik termasuk baju dan sepatu.
“Mana bisa milih barang!”
“lalu apa gunanya pacarmu di sini, pacar tertampan mu ini akan siap melayani tuan putri!”
Akhirnya Felic hanya bisa menyerah. Ia memilih beberapa barang dengan bantuan dokter Frans.
"Tunggu di sini biar aku yang ke kasir!" ucap dokter Frans dengan membawa barang-barang belanjaan Felic yang lumayan banyak.
Setelah menyelesaikan pembayaran dokter Frans kembali menghampiri Felic tapi tanpa membawa barang belanjaannya.
"Mana belanjaannya?" tanya Felic.
"Ada deh ...., nanti juga sampek di rumah juga!"
"Hahhhh ....!"
Saat Felic masih dalam keadaan bingung, dokter Frans kembali mendorong kursi roda.
"Kita kemana?"
“Dan yang terakhir kita nonton!"
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Happy Reading 🥰🥰🥰